Scroll untuk melanjutkan membaca

PARENTING ISLAMI
26 September 2022

Bacaan Surat Ar Rad Ayat 31 dan Artinya yang Bermakna Allah Sebagai Pemegang Kehendak Semesta

Surat Ar Rad ayat 31 berisi jaminan bahwa Allah swt tidak akan mengingkari janji
Bacaan Surat Ar Rad Ayat 31 dan Artinya yang Bermakna Allah Sebagai Pemegang Kehendak Semesta

Dalam Surat Ar Rad ayat 31, Allah SWT memberi petunjuk serta pembuktian bahwa Alquran adalah setinggi-tingginya mukjizat.

Bagi orang kafir dan keras kepala, tidak ada petunjuk dari Allah SWT baginya. Imbalan dan hukuman adalah akibat dari ketaatan dan keingkaran terhadap hukum Allah SWT.

Surat Ar Ra’d sendiri berarti guruh atau petir dalam bahsa Arab. Diturunkan di Mekkah, surat ini termasuk dalam berada dalam urutan ke-13 surat-surat dalam Alquran.

Baca Juga: 9 Keutamaan Surah Al Kafirun, Sebanding Pahala Khatam Alquran

Bacaan Surat Ar Rad Ayat 31 dalam Tulisan Arab, Latin, dan Artinya

Surat Ar Rad Ayat 31 -1

Foto: Surat Ar Rad Ayat 31 -1 (Virtualmosque.com)

Berikut ini adalah bacaan surat Ar Rad ayat 31 dalam tulisan Arab, latin, dan artinya agar lebih memudahkan dalam membacanya:

وَ لَوۡ اَنَّ قُرۡاٰنًا سُیِّرَتۡ بِہِ الۡجِبَالُ اَوۡ قُطِّعَتۡ بِہِ الۡاَرۡضُ اَوۡ کُلِّمَ بِہِ الۡمَوۡتٰی ؕ بَلۡ لِّلّٰہِ الۡاَمۡرُ جَمِیۡعًا ؕ اَفَلَمۡ یَایۡـَٔسِ الَّذِیۡنَ اٰمَنُوۡۤا اَنۡ لَّوۡ یَشَآءُ اللّٰہُ لَہَدَی النَّاسَ جَمِیۡعًا ؕ وَ لَا یَزَالُ الَّذِیۡنَ کَفَرُوۡا تُصِیۡبُہُمۡ بِمَا صَنَعُوۡا قَارِعَۃٌ اَوۡ تَحُلُّ قَرِیۡبًا مِّنۡ دَارِہِمۡ حَتّٰی یَاۡتِیَ وَعۡدُ اللّٰہِ ؕ اِنَّ اللّٰہَ لَا یُخۡلِفُ الۡمِیۡعَادَ

Walau anna quraanan sui-yirat bihil jibaalu au quth-thi’at bihil ardhu au kullima bihil mauta bal lillahil amru jamii’an afalam yayasil-ladziina aamanuu an lau yasyaa-ullahu lahadannaasa jamii’an walaa yazaalul-ladziina kafaruu tushiibuhum bimaa shana’uu qaari’atun au tahullu qariiban min daarihim hatta ya’tiya wa’dullahi innallaha laa yukhliful mii’aad(a)

Artinya: “Dan sekiranya ada suatu bacaan (Kitab Suci) yang dengan itu gunung-gunung dapat digoncangkan, atau bumi jadi terbelah, atau orang yang sudah mati dapat berbicara, (itulah Alquran).

Sebenarnya segala urusan itu milik Allah. Maka tidakkah orang-orang yang beriman mengetahui bahwa sekiranya Allah menghendaki (semua manusia beriman), tentu Allah memberi petunjuk kepada manusia semuanya.

Dan orang-orang kafir senantiasa ditimpa bencana disebabkan perbuatan mereka sendiri atau bencana itu terjadi dekat tempat kediaman mereka, sampai datang janji Allah (penaklukkan Mekah). Sungguh, Allah tidak menyalahi janji,” (QS Ar Ra’d: 31).

Baca Juga: Kandungan dan Keutamaan Surah Al Fath, Masya Allah!

Tafsir Surat Ar Rad Ayat 31

Surat Ar Rad Ayat 31 -2

Foto: Surat Ar Rad Ayat 31 -2 (Madrasatelquran.com)

Setelah mengetahui bacaannya, untuk lebih memahami ayat ini umat Islam perlu untuk mengetahui tafsirnya yang telah dibuat oleh para ahli tafsir, seperti:

1. Tafsir Al-Mishbah

Mereka menuntut adanya mukjizat selain Alquran, padahal Alquran amat tinggi kedudukan dan pengaruhnya kalau mereka mau mencari dan tunduk kepada kebenaran.

Kalau terbukti ada kitab suci yang dibacakan, lalu menggetarkan gunung hingga dapat bergerak dari tempatnya, atau membelah bumi, atau dapat membuat orang mati berbicara, itulah Alquran.

Akan tetapi mereka keras kepala. Hanya pada Allah sajalah persoalan mukjizat dan pembalasan orang-orang yang ingkar.

Dalam hal itu, Dia memiliki kekuasaan yang mutlak dan sempurna.

Jika begitu keadaan orang-orang yang keras kepala, apakah orang-orang yang takut kepada kebenaran tidak putus asa dengan berimannya mereka, sementara keingkaran itu adalah atas kehendak Allah?

Kalau Allah menghendaki memberi petunjuk kepada semua orang, tentu mereka semua akan berpetunjuk. Kekuasaan Allah sungguh amat jelas di hadapan mereka.

Oleh karena itu, mereka masih terus tertimpa musibah yang amat besar, akibat perbuatan yang membinasakan itu, atau bencana yang turun di dekat mereka, sampai datang waktu yang telah ditentukan Allah.

Sesungguhnya Allah tidak akan mengkhianati janji-Nya.

Baca Juga: Kandungan Surah An Nas Lengkap dengan Bacaan dan Tafsirnya

2. Tafsir Muyassar

Allah SWT menolak orang-orang kafir yang meminta diturunkan mukjizat-mukjizat yang nyata kepada Nabi, seraya mengatakan kepada mereka:

Sekiranya ada bacaan (kitab suci) yang bisa dibaca, lalu dengan bacaan itu gunung-gunung hilang dari tempatnya, bumi terbelah menjadi sungai-sungai, atau orang yang sudah mati dapat hidup dan berbicara karenanya (sebagaimana permintaan mereka kepadamu) niscaya Alquran inilah, yang disifati dengan hal itu bukan selainnya.

Dan meski demikian mereka tidak beriman kepadanya. Bahkan, kepunyaan Allah semata-lah segala urusan berkenaan dengan mukjizat dan selainnya.

Apakah orang-orang mukmin itu tidak mengetahui bahwa seandainya Allah menghendaki, niscaya semua penduduk bumi beriman dengan tanpa mukjizat?

Orang-orang yang kafir senantiasa ditimpa musibah disebabkan kekafiran mereka, seperti terbunuh dan tertawan dalam berbagai peperangan yang dilakukan kaum muslimin, atau bencana itu menimpa dekat tempat tinggal mereka, sehingga datang janji Allah SWT berupa kemenangan atas mereka.

Sesungguhnya Allah tidak menyalahi janji-Nya.

Baca Juga: Bacaan Surah Yusuf Ayat 31 Lengkap dengan Makna dan Keutamannya

3. Tafsir Jalalain

Ayat ini diturunkan ketika orang-orang kafir Mekah berkata kepada Nabi Muhammad SAW:

"Jika engkau ini benar-benar seorang nabi, maka lenyapkanlah gunung-gunung Mekah ini daripada kami, kemudian jadikanlah pada tempatnya sungai-sungai dan mata air-mata air supaya kami dapat bercocok tanam, dan bangkitkanlah nenek moyang kami yang telah mati menjadi hidup kembali, untuk berbicara kepada kami."

(Dan sekiranya ada suatu bacaan yang dengan bacaan itu gunung-gunung dapat dipindahkan) artinya dapat dipindahkan dari tempatnya yang semula, (atau dapat dibelah) dapat dipotong

(karenanya bumi, atau oleh karenanya orang-orang yang sudah mati dapat berbicara) seumpamanya mereka dapat dihidupkan kembali karenanya, niscaya mereka tetap tidak akan beriman juga.

(Sebenarnya segala urusan itu adalah kepunyaan Allah) bukan kepunyaan yang lain-Nya.

Oleh sebab itu maka tiada beriman melainkan orang-orang yang telah dikehendaki oleh Allah untuk beriman, bukannya orang-orang selain mereka sekali pun didatangkan kepada mereka apa yang dipintanya.

Sedangkan ayat selanjutnya ini diturunkan ketika para sahabat berkehendak untuk menampakkan apa yang mereka minta, karena para sahabat sangat menginginkan mereka mau beriman, yaitu firman-Nya:

(Maka tidakkah mengetahui) mengerti

(orang-orang yang beriman itu, bahwasanya) huruf an di sini adalah bentuk takhfif daripada anna

(seandainya Allah menghendaki tentu Allah memberi petunjuk kepada manusia semuanya) kepada keimanan tanpa melalui mukjizat lagi.

(Dan orang-orang yang kafir senantiasa) yakni penduduk Mekah yang kafir

(ditimpa bencana disebabkan perbuatan mereka sendiri) yakni oleh sebab kekafiran mereka itu

(yaitu berupa malapetaka) yang menimpa mereka dengan berbagai macam cobaan, seperti dibunuh, ditawan, diperangi dan paceklik

(atau bencana itu terjadi) hai Muhammad terhadap pasukanmu, (dekat tempat kediaman mereka) yaitu kota Mekah

(sehingga datanglah janji Allah) yaitu memberikan pertolongan-Nya untuk mengalahkan mereka.

(Sesungguhnya Allah tidak menyalahi janji) hal ini telah terjadi di Hudaibiah sehingga tibalah saatnya penaklukan kota Mekah.

Baca Juga: Surah Al Insan, Pengingat Tentang Hakikat Penciptaan Manusia

Sebab Turunnya Surat Ar Rad Ayat 31

Surat Ar Rad Ayat 31 -3

Foto: Surat Ar Rad Ayat 31 -3 (Riwaqalazhar.com)

Perawi hadis yakni At-Tabrani dan perawi lainnya meriwayatkan dari Ibnu Abbas, dia berkata bahwa mereka berkata kepada Rasulullah SAW:

”Kalau benar yang kamu katakan, perlihatkanlah kepada kami para leluhur kami yang telah mati agar kami bicara dengan mereka, juga ratakan gunung mekah ini yang mengurung kita”.

Maka turunlah ayat ini. Ibnu Abi Hatim dan Ibnu Mardawaih meriwayatkan dari Athiyah Al-Aufi. Mereka mengatakan kepada Nabi SAW:

“Dapatkah kamu menggerakkan gunung-gunung mekah hingga melebar dan kami dapat bercocok tanam di sana atau mengelilingi bumi seperti Sulaiman yang mengelilingi bumi dengan menunggangi angin atau menghidupkan yang mati seperti Isa?” Maka Allah SWT menurunkan ayat ini.

Demikian penjelasan singkat mengenai surat Ar Rad ayat 31. Semoga bermanfaat.

  • https://risalahmuslim.id/quran/ar-rad/13-31/
  • https://mjna.my.id/asbabun_nuzul/view/13-31-31
  • https://masjid-annur.net/tausiyah/surat-ar-rad-pokok-kandungan-keutamaan-dan-manfaat/