Scroll untuk melanjutkan membaca

PARENTING ISLAMI
07 Juli 2022

Kandungan dan Keutamaan Surat Sajdah, Salah Satunya Mendapatkan Keamanan yang Kuat

Cari tahu juga waktu terbaik untuk membacanya
Kandungan dan Keutamaan Surat Sajdah, Salah Satunya Mendapatkan Keamanan yang Kuat

Menjadi salah satu surat yang popular, surat Sajdah memiliki keutamaan yang lebih saat dibacakan pada waktu-waktu tertentu.

Melansir Jatim NU, surat Sajdah atau surat As Sajdah merupakan surat ke-32 dalam Alquran.

Terdiri dari 30 ayat, surat ini termasuk dalam kategori surat Makkiyah atau yang diturunkan di Makkah.

Surat Sajadah sendiri artinya adalah sujud, sebagai kata yang tertera pada ayat ke 15. Surat ini diturunkan setelah surat Al-Mu’minun.

Baca Juga: Sholat Witir, Sunnah yang Sangat Dianjurkan Rasulullah SAW

Waktu Terbaik Membaca Surat Sajdah

Surat Sajdah

Foto: Surat Sajdah

Foto ilustrasi surat Sajdah (Sumber: Islam4us.com)

Ada beberapa sunnah yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW, salah satunya dengan menganjurkan umatnya untuk membiasakan diri membaca surat Sajdah. Dalam sebuah hadis disebutkan:

عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ: كَانَ النَّبِيَّ -صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ- لَا يَنَامُ حَتَّى يَقْرَأَ: {الم، تَنْزِيلُ} السَّجْدَةَ، وَ تَبَارَكَ الَّذِي بِيَدِهِ الْمُلْك

Artinya: “Dari Jabir, ia berkata, Rasulullah SAW tidak tidur sebelum membaca Alif Lam Mim Tanzil (As-Sajdah) dan surat Tabarak (Al-Mulk).” (HR Tirmidzi)

Dalam keterangan lain, disebutkan bahwa Rasulullah SAW memiliki kebiasaan untuk membaca Alif Lâm Mîm surat Sajdah dan surat al-Insan setiap salat Shubuh pada hari Jum’at.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: «كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقْرَأُ فِي الجُمُعَةِ فِي صَلاَةِ الفَجْرِ الم تَنْزِيلُ السَّجْدَةَ، وَهَلْ أَتَى عَلَى الإِنْسَانِ حِينٌ مِنَ الدَّهْرِ»

Artinya: Dari Abu Hurairah RA, dia berkata: “Adalah Nabi SAW pada hari Jum’at dalam salat Fajar (Shubuh) biasa membaca Alif Lâm Mîm Tanzîl as-Sajdah dan Hal ata ‘alal insâni hînum minad dahri,” (HR Bukhari)

Al-Hafizh Ibnu Hajar al-‘Asqalani rahimahullah mengatakan: “Dalam hadis ini terdapat dalil disukainya (yang berisi anjuran) membaca dua surat ini dalam salat (Shubuh) ini pada hari Jum’at.

Karena bentuk kalimat menunjukkan dan mengisyaratkan bahwa Nabi SAW melakukannya secara rutin atau beliau sering melakukannya.

Bahkan terdapat riwayat dari hadits Ibnu Mas’ûd RA yang menyatakan secara terang benderang tentang beliau yang rutin melakukannya.

Hadis itu diriwayatkan oleh ath-Thabrani dengan lafazh ‘Beliau terus-menerus melakukannya’. Riwayat ini asalnya ada dalam Sunan Ibnu Mâjah dengan tanpa tambahan ini.

Para perawinya tsiqât (terpercaya), namun Abu Hâtim menyatakan bahwa yang benar haditsnya mursal (riwayat tabi’i langsung kepada Nabi-red)”. (Fathul Bâri)

Baca Juga: Ini Aturan Puasa Sunnah Idul Adha, Sudah Tahu?

Dengan penjelasan dari hadis-hadis tersebut, diketahui bahwa membaca surat Sajdah dan al Insan dalam salat shubuh di hari Jum’at hukumnya mustahab (sunnah).

Hikmahnya sebagaimana disebutkan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah adalah karena dalam kedua surat ini disebutkan beberapa peristiwa yang terjadi pada hari Jumat.

Baik peristiwa di masa lalu dan di masa datang. Misalnya penciptaan Nabi Adam AS, terjadinya kiamat dan adanya peristiwa-peristiwa lain yang mengiringinya.

Pembacaan dua surat ini setiap pagi di hari Jumat adalah sebagai tadzkîr atau pengingat umat akan apa yang telah dan akan terjadi pada hari Jum’at.

Selain itu, sujud tilâwahnya bukan menjadi pokok atau yang utama, tapi sujud itu dilakukan karena ada ayat sajdah di rakaat pertama.

Oleh karena itu, jika ada imam yang sengaja membaca surat lain demi bisa sujud tilâwah, maka hal itu adalah perbuatan salah dan makrûh.

Jika ingin meneladani sunnah dari Rasulullah SAW, hendaknya membaca kedua surat ini dengan lengkap setiap salat Subuh pada hari Jumat.

Namun sebaiknya tidak selalu dilakukan seperti itu, agar tidak dikira wajib oleh orang orang-orang yang belum mengetahuinya dengan baik.

Baca Juga: 7+ Aturan Islam dan Sunnah Bayi Baru Lahir, Jangan Diabaikan!

Kandungan dan Keutamaan Surat Sajdah

sujud.jpg

Foto: sujud.jpg (Depositphotos.com)

Foto seseorang sedang sujud (Sumber: Orami Photo Stock)

Dari beberapa penjelasan di atas, Rasulullah SAW menerangkan bahwa membaca surat As-Sajdah memiliki beberapa keutamaan. Beberapa di antaranya yakni:

  • Mendapatkan keamanan yang kuat dan ilmul yaqin.
  • Mendapatkan pahala seperti pahala orang yang beribadah pada Lailatul Qadar.
  • Jika dilanjutkan dengan membaca surat Tabarak (Al-Mulk), Allah SWT mencatat tujuh kebaikan, mencabut keburukan, dan mengangkat tujuh puluh derajat.
  • Allah SWT memberikan buku catatan amal perbuatannya dengan tangan kanan. Abi Abdullah berkata: “Barangsiapa yang membaca Surat As-Sajadah di setiap malam Jumat, maka Allah memberikan buku catatan amal perbuatannya dengan tangan kanannya (di akhirat). Dia tidak akan menghisabnya karena apa yang telah dilakukannya (selama hidup di dunia), dan ia termasuk teman Nabi Muhammad SAW dan ahlu-bait beliau.” (Tsawabul-A’mal: 139)
  • Surat As-Sajadah adalah salah satu surah yang ditakuti setan. Dari Abu Hurairah RA bahwa Nabi SAW bersabda: “Apabila anak adam membaca Surat As-Sajadah, lalu ia bersujud, maka pergilah setan menjauh seraya menangis dan berkata, ‘Betapa celakanya aku! Anak Adam diperintahkan untuk bersujud, ia pun bersujud, maka ia mendapatkan surga. Sedangkan aku diperintahkan untuk bersujud, aku pun enggan, maka aku mendapatkan neraka.” (HR Abu Dawud, Nasa'i, Ibnu Majah, Ahmad dan Muslim)

Baca Juga: Serba-Serbi Umroh, Ibadah Sunnah yang Dikenal sebagai Haji Kecil

Adapun pokok kandungan dari Surat Sajadah adalah sebagai berikut:

  • Aturan mendirikan salat malam seperti salat tahajud dan witir.
  • Menjelaskan proses kejadian manusia di dalam rahim sampai menjadi manusia.
  • Menjelaskan keadaan orang mukmin di dunia dan nikmat yang diperoleh di akhirat.
  • Menceritakan kehinaan yang menimpa orang kafir di akhirat, hingga mereka memohon untuk kembali lagi ke dunia.
  • Menyatakan bahwa Nabi Muhammad SAW benar-benar seorang rasul, dan menjelaskan bahwa belum diutus seorang rasul pun kepada kaum Musyrik Makkah.
  • Menjelaskan bahwa Allah SWT adalah penguasa alam semesta dan yang mengaturnya dengan aturan yang sempurna.
  • Termasuk Al-Matsani untuk Rasulullah SAW sebagai pengganti Injil.

Demikian penjelasan megenai keutamaan, maksud, dan waktu terbaik untuk membacanya yang menjadi sunnah telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW.

  • https://jatim.nu.or.id/keislaman/keistimewaan-membaca-surat-as-sajdah-UWP8K
  • https://www.abusyuja.com/2020/11/surat-as-sajadah-pokok-kandungan-keutamaan-manfaat.html
  • https://almanhaj.or.id/5691-membaca-surat-assajdah-pada-shalat-shubuh-pada-hari-jumat.html