Parenting Islami

15 Maret 2021

7+ Aturan Islam dan Sunnah Bayi Baru Lahir, Jangan Diabaikan!

Sebagai orang tua Muslim, Moms dan Dads perlu tahu aturan ini
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Floria Zulvi
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Sunnah bayi baru lahir sebaiknya dijalani. Seperti yang sudah kita ketahui, terdapat ketentuan dalam Islam mengenai penyambutan bayi yang baru lahir.

Kelahiran bayi ke dunia menjadi sebuah momen yang patut orang tua syukuri. Contoh bentuk syukur yang bisa dilakukan yaitu merawat bayi dengan penuh cinta. Lalu, bagi Moms dan Dads yang beragama Islam, jangan abaikan juga aturan Islam tentang bayi baru lahir.

Islam memang memiliki kebiasaan sendiri dalam menyambut bayi baru lahir, meski tidak ada ketentuan pasti tentang bagaimana orang tua harus menyambut bayi mereka. Namun, ada sejumlah hak bayi baru lahir atau sunnah bayi baru lahir dalam Islam yang harus orang tua penuhi.

Seperti yang dikatakan oleh Nabi SAW, yakni:

Ketika ada manusia yang lahir, setan mencubit tubuh dengan dua jarinya, kecuali Isa, putra Maryam, yang setan coba cubit tapi gagal, karena ia malah menyentuh plasenta,” Hadits Bukhari.

Aturan Islam tentang Sunnah Bayi Baru Lahir

Dengan melakukan seluruh hak dan sunnah bayi baru lahir, ini dipercaya untuk melindungi bayi dari niat jahat setan, seperti yang dijelaskan di hadits. Moms, berikut ini aturan Islam tentang bayi baru lahir yang harus dipenuhi seperti dikutip dari A-Z Islam.

Baca Juga: 5 Cara Merawat Bayi Baru Lahir Menurut Islam, Yuk Lakukan!

1. Dikumandangkan Azan dari Orang tuanya

8 Aturan Islam tentang Bayi Baru Lahir, Jangan Diabaikan Moms

Foto: Shutterstock

Sunnah bayi baru lahir yang pertama adalah azan. Begitu bayi itu lahir, orang tua atau biasanya Dads disunnahkan untuk mengumandangkan azan ke telinga kanan dan ikamah di telinga kiri. Ini memiliki arti untuk mengenalkan bayi kepada Allah SWT dan tugasnya di dunia. Tradisi ini telah dimulai sejak zaman Nabi.

Mayoritas ulama meliputi ulama mazhab Hanafi, ulama mazhab Syafi’i, dan ulama mazhab Hanbali menegaskan, mengadzani bayi hukumnya sunnah. Syekh Ibnu Abidin dari mazhab Hanafi menuturkan: “Pembahasan tentang tempat-tempat yang disunnahkan mengumandangkan adzan untuk selain (tujuan) shalat, maka disunnahkan mengadzani telinga bayi.” (Muhammad Amin Ibnu Abidin, Raddul Muhtar Ala Ad-Durril Mukhtar, juz 1, h. 415).

Imam Nawawi, sebagai salah satu icon ulama mazhab Syafi’i, menuliskan masalah ini di dalam kitab fikihnya yang fenomenal, Al-Majmu’: “Disunnahkan mengumandangkan adzan pada telinga bayi saat ia baru lahir, baik bayi laki-laki maupun perempuan, dan adzan itu menggunakan lafadz adzan shalat. Sekelompok sahabat kita berkata: Disunnahkan mengadzani telinga bayi sebelah kanan dan mengiqamati telinganya sebelah kiri, sebagaimana iqamat untuk shalat.” (Yahya bin Syaraf An-Nawawi, Al-Majmu’, juz 8, h. 442).

Syekh Mansur Al-Bahuti dari mazhab Hanbali juga menuliskan: “Dan disunnahkan dikumandangkan adzan pada telinga bayi sebelah kanan, baik laki-laki atau perempuan, ketika dilahirkan, dan mengiqamatinya pada telinga sebelah kiri, karena hadits riwayat Abi Rafi’ bahwa ia berkata: Saya melihat Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mengadzani telinga Hasan bin Ali saat dilahirkan oleh Fatimah. Hadis ini diriwayatkan dan dianggap shahih oleh Abu Dawud dan Tirmidzi.” (Mansyur bin Yunus Al-Bahuti, Kassyaful Qina’ an Matnil Iqna’, juz 7, h. 469).

Ada juga ulama yang berpendapat bahwa mengadzani bayi baru lahir hukumnya mubah (boleh) dan makruh. Namun, dikutip dari Nahdlatul Ulama, dari ketiga pendapat tersebut, tampaknya pendapat mengenai sunnah baru lahir dan dikumandangkan azan pada bayi yang baru dilahirkan merupakan pendapat yang kuat, sebab didukung oleh beberapa hadits, yaitu hadits riwayat Abu Rafi’: “Dari Abi Rafi, ia berkata: Aku melihat Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mengadzani telinga Al-Hasan bin Ali ketika dilahirkan oleh Fatimah, dengan adzan shalat.” (HR. Abu Daud, At-Tirmizy dan Al-Hakim).

2. Diberi Nama Baik dan Bermakna

8 Aturan Islam tentang Bayi Baru Lahir, Jangan Diabaikan Moms

Foto: Shutterstock

Sunnah bayi baru lahir yang kedua adalah memberikan nama bermakna indah dan cantik. Penamaan adalah salah satu sunnah bayi baru lahir yang paling penting yang harus dilakukan untuk bayi yang baru lahir. Nama berisi doa dan harapan dari orang tua kepada bayi mereka.

Orang tua Muslim harus memberi nama anak mereka sesuai dengan sunnah Islam, yaitu dengan nama yang indah dan terhormat.

3. Aqiqah pada Hari Ketujuh Kelahiran

8 Aturan Islam tentang Bayi Baru Lahir, Jangan Diabaikan Moms

Foto: Shutterstock

Sunnah bayi baru lahir yang ketiga adalah aqiqah. Di antara hak-hak bayi yang baru lahir dalam Islam adalah aqiqah atau sembelih hewan yang merupakan bagian dari ajaran Nabi Ibrahim. Menurut sunnah bayi baru lahir, bayi laki-laki berharga setara dua kambing, sedangkan bayi perempuan hanya berharga satu kambing.

Dilaporkan oleh Abdullah bin al-As bahwa, Nabi pernah berkata, "Kepada siapa pun seorang anak lahir dan dia ingin melakukan pengorbanan Aqiqah atas nama itu, dia harus mengorbankan dua kambing untuk seorang anak laki-laki dan satu kambing untuk seorang anak perempuan,” Hadits Abu Daud.

Meski demikian, jika orang tua tidak sanggup memotong dua ekor kambing untuk bayi laki-laki, maka satu ekor kambing pun tidak apa-apa.

Waktu aqiqah sendiri dilaksanakan pada hari ketujuh. Jika tidak bisa dilaksanakan di hari itu makan pada hari ke empat belas, namun jika tak bisa juga maka dilakukan pada hari ke dua puluh satu.

Imam Ahmad berkata: “Disembelih pada hari ketujuh, jika tidak dilakukannya, maka pada hari keempat belas dan jika tidak dilakukannya, maka pada hari kedua puluh satu.”

Dalam melakukan aqiqah sendiri terdapat beberapa aturan. Kambing yang menjadi kurban haruslah berusia setahun lebih dan tidak boleh krang. Jika yang dikurbankan berupa biri-biri atau domba maka usianya pun harus satu tahun atau di atas itu.

Meski demikian, jika tidak ada biri-biri yang berusia satu tahun, maka diperbolehkan untuk kurban biri-biri dengan usia mendekati satu tahun.

Dalam pembagian aturannya sama seperti pembagian kurban yakni dianjurkan membagikan daging kurban dalam tiga bagian. Satu per tiga dimakan orang yang berkurban, satu per tiga disedekahkan kepada fakir miskin, serta satu per tiga lainnnya dihadiahkan untuk kerabat dan juga tetangga.

“Makanlah, berikanlah kepada orang lain dan janganlah kamu pecahkan tulangnya,”

Beliau juga bersabda: “Dipotong anggota badannya, namun tulangnya tidak dipecahkan.” (HR. Hakim dalam Mustadrak, ia berkata “Shahih isnadnya” dan disepakati oleh adz-Dzahabiy, namun dianggap cacat oleh Syaikh al-Albani)

4. Mencukur Rambut

8 Aturan Islam tentang Bayi Baru Lahir, Jangan Diabaikan Moms

Foto: Shutterstock

Sunnah bayi baru lahir selanjutnya adalah mencukur rambutnya. Melakukan cukur rambut bayi yang baru lahir adalah bagian dari aqiqah. Ini juga merupakan tradisi yang masih berlaku di sebagian besar negara-negara Islam di seluruh dunia.

Jumlah rambut yang dicukur harus setara dengan perak dan emas, yang kemudian disumbangkan ke orang membutuhkan.

Dalam mencukur rambut Si Kecil ternyata ada aturan yang tidak boleh dilanggar. Kita dilarang untuk mencukur dengan modal qaza' atau yang biasa dienal dengan mencukur sebagiann rambut di kepala dan meninggalkan sebagian yang lain. Beberapa tindakan mencukur rambut yang disebut qaza' adalah;

  • Mencukur rambut secara acak
  • Mencukur bagian tengah kepala dan meninggalkan pinggir-pinggirnya.
  • Mencukur pinggir-pinggir kepala dan meninggalkan bagian tengahnya.
  • Mencukur bagian depan kepala dan meninggalkan bagian belakang.

Baca Juga: 3 Cara Mengatasi Bayi Susah Tidur Menurut Islam, Moms Wajib Tahu!

5. Sunat

Nah, yang satu ini bukanlah sebuah sunnah bayi baru lahir. Sunat laki-laki dalam Islam adalah kewajiban dengan alasan kebersihan. Sunat menghilangkan beberapa penyakit potensial di masa depan ketika bayi sudah dewasa. Sangat direkomendasikan bahwa bayi disunat ketika dia baru lahir.

Dikisahkan oleh Abu Hurayah, saya mendengar Nabi berkata "Lima praktik adalah karakteristik dari Fitrah: sunat, mencukur rambut kemaluan, memotong kumis pendek, memotong kuku dan menipiskan rambut ketiak.” Hadits Bukhari.

6. Mendapatkan ASI

8 Aturan Islam tentang Bayi Baru Lahir, Jangan Diabaikan Moms

Foto: Shutterstock

Memberikan ASI merupakan salah satu hak bayi yang baru lahir dalam Islam. Tidak ada makanan di dunia yang lebih baik dari ASI, dan tidak ada yang lebih bergizi dari itu.

Menyusui lebih dari sekadar memberikan ASI kepada bayi, ini juga saatnya untuk menciptakan ikatan antara ibu dengan anak.

7. Diadopsi

8 Aturan Islam tentang Bayi Baru Lahir, Jangan Diabaikan Moms

Foto: Shutterstock

Beberapa bayi dilahirkan kurang beruntung tanpa adanya orang tua, misalnya orang tuanya meninggal selama persalinan, serta tidak ada wali untuk membesarkan mereka. Kondisi tersebut membuat bayi harus diadopsi.

Ada beberapa aturan adopsi dalam Islam yang harus diikuti, seperti keluarga biologis tidak boleh disembunyikan dan anak harus tahu bahwa mereka diadopsi, serta tidak diperlakukan secara berbeda.

8. Dikunjungi oleh Keluarga

Setelah bayi lahir, banyak orang akan mengunjungi mereka. Dalam Islam, mengunjungi seorang saudara yang baru saja memiliki bayi adalah kewajiban untuk mempertahankan kekerabatan.

Adalah hal biasa bagi keluarga dekat dan kerabat untuk berkunjung dalam waktu seminggu setelah bayi lahir, dan tetangga atau teman-teman akan berkunjung beberapa minggu setelah kelahiran.

Baca Juga: Bayi tidur tengkurap, Ini Hukumnya Menurut Islam

Itulah beberapa di antara aturan Islam tentang sunnah bayi baru lahir. Tak luput, seringlah berdoa kepada Allah agar bayi selalu diberkati.

Jika Moms ingin berbagi kisah dalam menjalankan sunnah bayi baru lahir, jangan lupa untuk menuliskannya di kolom komentar ya!

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait