08 Agustus 2022

23 Manfaat ASI untuk Bayi dan Moms yang Luar Biasa, Yuk Semangat Menyusui Si Kecil!

Apa saja ya manfaatnya? Yuk kita cari tahu!

Bisa memberikan ASI eksklusif untuk Si Kecil mungkin merupakan cita-cita bagi sebagian besar ibu yang ada di dunia ini. Bagaimana tidak, manfaat ASI eksklusif sangat baik untuk tumbuh kembang bayi.

Perlu diketahui, American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan, dan terus berlanjut bahkan setelah makanan padat diperkenalkan, sampai setidaknya usia 1 tahun atau sampai ibu dan bayi setuju untuk berhenti.

Menyusui memang hal terbaik yang bisa Moms lakukan untuk bayi baru lahir. Pasalnya, ada begitu banyak manfaat penting yang baik bagi pertumbuhan bayi diperoleh dari ASI.

Akan tetapi apakah Moms mengetahui bahwa aktivitas menyusui juga sangat bermanfaat bagi Moms?

Artikel ini akan membahas ragam manfaat saat memberikan ASI eksklusif, yang bisa dirasakan ibu dan bayi.

Baca Juga: 9 Cara Memperbanyak ASI Secara Alami serta Makanan Pelancar ASI untuk Ibu Menyusui

Kandungan ASI

Kandungan ASI
Foto: Kandungan ASI (Healthline.com)

Foto: ibu menyusui bayi (Orami Photo Stock)

ASI terdiri dari ratusan molekul bioaktif yang bervariasi, beberapa di antaranya belum sepenuhnya dipahami oleh para ilmuwan.

Menurut dr. Meutia Ayuputeri, MRes, IBCLC, CIMI, Dokter Umum Konsultan Laktasi, RS Pondok Indah, Tangerang Selatan, mengatakan bahwa ASI mengandung makronutrien berupa karbohidrat (laktosa), protein, dan lemak, serta berbagai mikronutrien berupa vitamin A, B1, B2, B6, B12, D, K, dan iodine.

Di samping itu, ASI juga mengandung zat hidup (komponen bioaktif) berupa berbagai zat-zat pertumbuhan khususnya untuk pertumbuhan saraf, saluran cerna, kulit, dan pembuluh darah.

"Nutrisi ASI yang tidak kalah penting adalah kandungan imunologinya untuk dasar daya tahan tubuh bayi, seperti sitokin, kemokin, antibodi, dan sel darah putih atau leukosit," jelas dr. Meutia

Manfaat ASI untuk Bayi

Manfaat ASI bagi Bayi
Foto: Manfaat ASI bagi Bayi (shutterstock)

Foto: menyusui bayi (Orami Photo Stock)

Moms, ASI adalah makanan yang ideal untuk Si Kecil. Aman, bersih, dan mengandung antibodi yang membantu melindungi dari banyak penyakit umum pada masa anak-anak.

Lalu apa saja manfaat ASI bagi bayi dan ibu? Berikut ulasannya.

1. Nutrisi Ideal

Sebagian besar profesional perawatan kesehatan merekomendasikan pemberian ASI eksklusif setidaknya selama 6 bulan atau lebih.

ASI mengandung semua yang dibutuhkan bayi untuk 6 bulan pertama kehidupannya, dalam proporsi yang tepat.

Komposisinya bahkan berubah sesuai dengan perubahan kebutuhan bayi, terutama selama bulan pertama kehidupannya.

2. Memenuhi Kebutuhan Kolostrum Bayi

Memenuhi Kebutuhan Kolostrum Bayi
Foto: Memenuhi Kebutuhan Kolostrum Bayi

Foto: memberikan ASI (Orami Photo Stock)

Salah satu alasan utama untuk memberikan ASI eksklusif kepada bayi adalah memastikan bayi mendapatkan asupan kolostrum.

Kolostrum merupakan zat kekuningan yang diproduksi ketika masa akhir kehamilan hingga setelah melahirkan.

Di dalamnya terkandung nutrisi dengan jumlah yang sangat tinggi sekaligus antibodi yang penting bagi kesehatan bayi.

Baca Juga: 12 Makanan Pelancar ASI yang Enak serta Bergizi, Bikin ASI Deras dan Nggak Seret!

3. Meningkatkan Kekebalan Tubuh Bayi

Memberikan ASI eksklusif kepada bayi sama artinya dengan membantunya mencegah serangan penyakit sekaligus meningkatkan kekebalan tubuh terhadap infeksi.

Sebaliknya, saat bayi baru lahir harus mengonsumsi susu formula, beberapa masalah biasanya akan muncul seperti diare, obesitas, diabetes, infeksi telinga, asma, dermatitis, hingga SIDS.

Risiko masalah kesehatan bayi ini tentunya bisa dikurangi melalui pemberian ASI eksklusif.

Ya, manfaat pemberian ASI eksklusif yaitu sarat dengan antibodi yang membantu Si Kecil melawan virus dan bakteri yang sangat penting pada bulan-bulan awal.

Ini terutama berlaku untuk kolostrum, susu pertama. Kolostrum menyediakan imunoglobulin A (IgA) dalam jumlah tinggi, serta beberapa antibodi lainnya.

Sebuah penelitian dalam Journal of Human Lactation menunjukkan bahwa bayi yang tidak disusui lebih rentan terhadap masalah kesehatan seperti pneumonia, diare, dan infeksi

4. Baik untuk Kesehatan Pencernaan Bayi

Baik untuk Kesehatan Pencernaan Bayi
Foto: Baik untuk Kesehatan Pencernaan Bayi

Foto: menyusui bayi (Orami Photo Stock)

ASI mudah dicerna oleh sistem pencernaan bayi. Oleh karena itu, ASI eksklusif lebih disarankan dibandingkan dengan susu formula/susu sapi untuk bayi.

Sebab, susu formula membutuhkan waktu lama untuk dapat dicerna oleh bayi, sedangkan ASI sangat mudah dicerna oleh bayi.

Sebagaimana Moms ketahui, pencernaan bayi yang mengalami gangguan dapat menyebabkan diare, sembelit, dan berbagai masalah kesehatan pencernaan bayi lainnya.

5. Penurunan Risiko SIDS

Manfaat ASI bagi bayi yang selanjutnya adalah menurunkan risiko SIDS.

Sudden infant death syndrome atau sindrom kematian bayi mendadak (SIDS) diyakini akan terhindar apabila Moms menyusui secara ekslusif.

Sementara alasan mengapa tidak sepenuhnya dipahami, diperkirakan bayi yang disusui lebih mudah bangun dari tidur. Perlindungan kekebalan tambahan juga dapat berperan.

6. Turunkan Risiko Alergi

Tampaknya, pemberian ASI juga memiliki manfaat dalam menurunkan risiko alergi pada Si Kecil.

Hal tersebut dijelaskan dalam sebuah penelitian yang diterbitkan di Journal of Nutrients, bahwa manfaat ASI bagi bayi juga dikaitkan dengan penurunan risiko alergi seperti asma, dermatitis atopik, dan eksim.

7. Membuat Si Kecil Terhindar dari Diabetes

Membuat Si Kecil Terhindar dari Diabetes
Foto: Membuat Si Kecil Terhindar dari Diabetes

Foto: ibu menyusui bayi (Orami Photo Stock)

Tahukah Moms ternyata sebagai orang tua, Moms bisa mempersiapkan Si Kecil agar ia tidak terkena diabetes selagi masih berusia dini?

Ya, dengan pemberian ASI eksklusif, Moms bisa membuatnya terhindar dari kondisi ini.

Penurunan risiko diabetes tipe 1 dan diabetes non-insulin-dependent juga menjadi salah satu manfaat ASI bagi bayi. Jadi, cobalah untuk meneruskan program ASI eksklusif demi kesehatan Si Kecil ya, Moms.

Sebuah studi yang diterbitkan di Public Library of Science, menunjukkan bahwa menyusui lebih dari 4 bulan memiliki penurunan yang signifikan dalam kemungkinan bayi mengalami kelebihan berat badan dan obesitas.

Ini mungkin karena perkembangan bakteri usus yang berbeda. Bayi yang disusui memiliki jumlah yang lebih tinggi dari bakteri usus menguntungkan yang dapat memengaruhi penyimpanan lemak.

Baca Juga: 10 Cara Mengatasi Payudara Sakit saat Menyusui, Yuk, Lakukan agar Nyeri Hilang!

8. Berat Badan Bayi Terkendali

Selain mencegah diabetes, manfaat ASI bagi bayi juga meningkatkan berat badan yang sehat dan mencegah obesitas pada masa anak-anak.

Bayi yang diberi ASI juga memiliki lebih banyak leptin dalam sistemnya daripada bayi yang diberi susu formula. Leptin adalah hormon kunci untuk mengatur nafsu makan dan penyimpanan lemak.

Bayi yang mendapat ASI juga mengatur sendiri asupan susunya. Mereka lebih baik dalam makan hanya sampai mereka puas dengan rasa lapar, yang membantu mereka mengembangkan pola makan yang sehat.

9. Meningkatkan Perkembangan Otak Si Kecil

Meningkatkan Perkembangan Otak Si Kecil
Foto: Meningkatkan Perkembangan Otak Si Kecil

Foto: bayi tersenyum (Orami Photo Stock)

Menurut jurnal Pediatric Clinics of North America, asam lemak yang termasuk ke dalam kandungan ASI sangat penting manfaatnya bagi perkembangan otak Si Kecil.

Tak sampai sana, ASI juga bisa membantu perkembangan sensorik kognitif pada Si Kecil.

Seperti yang sudah kita ketahui, lima tahun usia anak adalah masa-masa perkembangan otak anak yang paling pesat. Jadi, pemberian ASI eksklusif sangat penting untuk membantu pertumbuhan otak anak.

10. Mengurangi Risiko Terkena Leukemia

Leukemia adalah kanker yang paling umum pada anak-anak dan remaja. Sebagian besar leukemia anak adalah leukemia limfositik akut (ALL).

Berdasarkan penelitian yang diterbitkan di The American Journal of Epidemiology, menyusui bayi rupanya dapat menurunkan risiko terjadinya leukemia pada masa kanak-kanak.

11. Meningkatkan Kesehatan Bayi Prematur

Bayi prematur adalah bayi yang lahir terlalu dini, sebelum usia kehamilan 37 minggu.

Bayi prematur mungkin tidak sepenuhnya berkembang saat lahir dan perlu membutuhkan perawatan khusus.

Jika Moms melahirkan bayi prematur, sangat dianjurkan untuk memberikan ASI.

Sebab, manfaat ASI bagi bayi prematur dapat melindungi mereka dari necrotising enterocolitis (NEC), sepsis, penyakit paru-paru kronis, dan kondisi fatal lainnya.

Baca Juga: 9 Rekomendasi Kantong ASI dari Berbagai Brand Terbaik, Yuk Pilih Moms!

Manfaat ASI untuk Ibu

manfaat asi bagi ibu
Foto: manfaat asi bagi ibu

Foto: Orami Photo Stock

Moms, manfaat ASI tidak hanya untuk Si Kecil saja, ternyata juga bisa memberi manfaat untuk kesehatan ibu. Berikut ini manfaat ASI bagi ibu, mulai dari turunkan berat badan hingga mencegah depresi.

12. Menurunkan Berat Badan Ibu

Pascamelahirkan sering kali membuat Moms mengalami kenaikan berat badan, dan mengalami kesulitan untuk menurunkannya.

Nah, dengan menyusui Moms bisa menurunkan berat badan lho. Menyusui dapat membakar lebih banyak kalori, dan setelah tiga bulan menyusui, kemungkinan besar Moms akan mengalami peningkatan pembakaran lemak dibandingkan dengan ibu yang tidak menyusui.

13. Membantu Rahim Berkontraksi

Selama kehamilan, rahim Moms tumbuh sangat pesat, berkembang dari seukuran buah pir hingga memenuhi hampir seluruh ruang perut.

Setelah melahirkan, rahim Moms mengalami proses yang disebut involusi, yang membantunya kembali ke ukuran semula. Oksitosin, hormon yang meningkat selama kehamilan, membantu mendorong proses ini.

Tubuh Moms mengeluarkan oksitosin dalam jumlah tinggi selama persalinan untuk membantu melahirkan bayi dan mengurangi pendarahan. Ini juga dapat menjadi salah satu manfaat ASI bagi bayi dan ibu.

Oksitosin juga meningkat selama menyusui. Ini mendorong kontraksi rahim dan mengurangi pendarahan, membantu rahim kembali ke ukuran sebelumnya.

14. Meminimalisir Depresi Pascapersalinan

Depresi pascapersalinan (PPD) adalah jenis depresi yang terjadi tidak lama setelah melahirkan.

Wanita yang menyusui tampaknya lebih kecil kemungkinannya untuk mengalami depresi pasca melahirkan, dibandingkan dengan ibu yang tidak menyusui, menurut sebuah studi tahun 2012 yang diterbtikan di International Journal of Psychiatry in Medicine.

15. Menyusui Sebagai Alat Kontrasepsi Alami

Menyusui Sebagai Alat Kontrasepsi Alami
Foto: Menyusui Sebagai Alat Kontrasepsi Alami

Foto: menyusui bayi di rumah (Orami Photo Stock)

Jika Moms melakukan kegiatan menyusui secara teratur, menyusui juga bisa menjadi alat kontrasepsi yang alami.

Studi menunjukkan bahwa cara ini 98% efektif dan setara dengan alat kontrasepsi pil dan lainnya jika dilakukan dengan cara yang benar, Moms.

Ada 3 langkah yang perlu Moms lakukan agar alat kontrasepsi alami ini berhasil. Langkah tersebut adalah;

  • Belum mengalami menstruasi setelah melahirkan
  • Menyusui secara eksklusif selama 6 bulan dan dilakukan setiap 4 jam sekali.
  • Bayi harus berusia kurang dari usia 6 bulan.

Kenapa menyusui bisa menjadi alat KB alami? Hal tersebut dikarenakan tubuh Moms melepaskan hormon prolaktin yang bisa menghambat terjadinya pembuahan sel telur saat ovulasi.

Baca Juga: Bra Menyusui: Tips Memilih, Menggunakan, dan Rekomendasi Produk yang Bagus serta Nyaman

16. Terhindar dari Komplikasi Kesehatan

Melansir dari laman Womens Health, menjelaskan manfaat ASI bagi bayi dan ibu yaitu membantu penyembuhan Moms setelah melahirkan. Seperti:

17. Turunkan Risiko Osteoporosis

Turunkan Risiko Osteoporosis
Foto: Turunkan Risiko Osteoporosis (Orami Photo Stock)

Foto: sakit punggung (Orami Photo Stock)

Menurut ahli gizi bayi, Ruth A. Lawrence, M.D., seorang profesor pediatri dan OB-GYN di Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Gigi Universitas Rochester di Rochester, Moms yang menyusui memiliki risiko lebih rendah terkena osteoporosis pascamenopause.

"Ketika seorang wanita hamil dan menyusui, tubuhnya menyerap kalsium dengan lebih efisien," jelas Lawrence.

Hal tersebutlah yang menjadikan ibu menyusui mengalami penurunan risiko gangguan tulang tersebut.

Baca Juga: Ibuprofen untuk Ibu Menyusui, Apakah Berbahaya?

18. Mempersingkat Waktu Pemulihan

Seperti yang sudah kita semua ketahui, ketika mengandung Si Kecil, ukuran rahim akan membesar.

Ukuran tersebut akan melebar sampai hampir memenuhi seluruh ruang di dalam perut.

Ajaibnya, usai melahirkan, ukuran rahim akan perlahan kembali seperti sedia kala. Lalu, apa yang membuat hal tersebut bisa terjadi?

Ternyata mengecilnya rahim dan kembalinya ia ke ukuran semula ada hubungannya dengan kegiatan menyusui, lho Moms!

Ketika menyusui, tubuh Moms akan melepaskan hormon oksitosin.

Apa itu hormon oksitosin? Oksitosin adalah hormon yang akan memicu kontraksi uterus sehingga ukuran rahim bisa cepat kembali ke ukuran awal.

Manfaat Pemberian ASI Eksklusif untuk Ibu, Bayi, dan Lingkungan

Manfaat Pemberian ASI Eksklusif untuk Ibu, Bayi, dan Lingkungan
Foto: Manfaat Pemberian ASI Eksklusif untuk Ibu, Bayi, dan Lingkungan

Foto: menyusui bayi (Orami Photo Stock)

Tentunya menyusui dapat membuat ibu dan anak semakin erat. Selain itu, terdapat juga manfaat pemberian ASI bagi lingkungan. Simak di sini.

19. Solusi Keadaan Darurat

Manfaat ASI bagi bayi dan ibu yang selanjutnya adalah menjadi solusi keadaan darurat. Dalam keadaan darurat, seperti bencana alam, pemberian ASI dapat menyelamatkan nyawa Si Kecil:

  • Menyusui melindungi bayi dari risiko pasokan air yang tidak bersih.
  • Menyusui dapat membantu melindungi bayi dari penyakit pernapasan dan diare.
  • ASI Moms selalu pada suhu yang tepat untuk Si Kecil. Ini membantu menjaga suhu tubuh bayi agar tidak turun terlalu rendah.
  • ASI Moms selalu tersedia tanpa membutuhkan persediaan lain.

20. Meningkatkan Bonding antara Ibu dan Anak

Moms, ketika menyusui secara tidak langsung terjadi skin-to-skin antara ibu dan bayi. Proses tersebut membentuk ikatan dan kedekatan yang sangat penting.

Proses ini juga memiliki banyak manfaat lain untuk bayi, seperti mengatur detak jantung dan pernapasannya, serta menjaga suhu tubuhnya tetap sempurna dan membantu menjaga kadar gula darah yang sehat.

21. Menyusui Memberikan Kenyamanan Ibu dan Bayi

Menyusui akan membuat Moms dan si kecil merasa nyaman.

Dengan memberikan ASI eksklusif, Moms tidak perlu khawatir adanya kontaminasi pada susu formula maupun dalam proses pencucian hingga pensterilan botol susu, pencampuran susu formula, dan proses pemanasan botol.

Selain itu, dengan menyusui, Moms bisa langsung memberikannya pada bayi saat si kecil membutuhkannya.

Dengan menyusui, Moms bisa memiliki bonding time bersama Si Kecil yang akan membuat ia lebih mengenal Moms. Kegiatan ini pun bisa meningkatkan kualitas hubungan ibu dan anak.

Baca Juga: Ini Cara Menyimpan ASI yang Benar, Jangan Sampai Keliru Moms!

22. Membantu Menjaga Lingkungan

Membantu Menjaga Lingkungan
Foto: Membantu Menjaga Lingkungan (Orami Photo Stocks)

Foto: menyusui bayi (Orami Photo Stock)

Komitmen Moms untuk memberikan ASI secara eksklusif sebenarnya juga bermanfaat di dalam membantu menjaga lingkungan.

Manfaat ASI eksklusif bagi lingkungan ini di antaranya adalah karena Moms tidak banyak membuang perlengkapan bayi seperti kemasan susu sapi atau susu formula ke tempat pembuangan sampah.

Sebab, barang-barang tersebut terbuat dari bahan plastik yang berkontribusi terhadap pencemaran lingkungan. Dengan memberikan ASI secara eksklusif, Moms bisa mengurangi volume sampah.

23. Menghemat Waktu dan Uang

Daftar teratas manfaat ASI bagi bayi dan ibu yaitu menghemat waktu dan uang.

Sebagian besar kegiatan menyusui gratis, kecuali biaya untuk konsultasi laktasi dan pompa ASI. Dengan memilih untuk menyusui, Moms tidak perlu:

  • Menghabiskan uang untuk formula.
  • Hitung berapa banyak Si Kecil perlu minum setiap hari.
  • Luangkan waktu untuk membersihkan dan mensterilkan botol.
  • Campur dan hangatkan botol di tengah malam (atau siang hari).
  • Mencari cara untuk menghangatkan botol saat dalam perjalanan.
  • ASI selalu dalam suhu yang tepat dan siap untuk diminum..

Itu dia Moms manfaat ASI bagi bayi dan ibu. Saat memberi ASI, Moms juga harus menjaga pola makan sehat agar memberikan ASI yang baik dan bernutrisi untuk Si Kecil.

"Kualitas dan kandungan ASI sangat bergantung pada status nutrisi dan diet atau pola makan ibu. Karenanya, penting sekali ibu dan calon ibu untuk memiliki dan menjaga pola makan yang sehat untuk kualitas dan kandungan ASI yang optimal." Ucap dr. Meutia.

ASI mengandung antibodi dan elemen lain yang melindungi Si kecil dari penyakit dan penyakit kronis. Itu awal terbaik yang bisa Moms berikan, jika mampu.

Apapun pilihan yang Moms buat, tim perawatan kesehatan dapat memandu ke metode dan pilihan yang tepat.

  • https://pediatrics.aappublications.org/content/129/3/e827.full#content-block
  • https://www.who.int/health-topics/breastfeeding#tab=tab_1
  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/19759351/
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5579687/
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5651963/
  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/20807738/
  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/22978082/
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3508512/
  • https://www.who.int/health-topics/breastfeeding#tab=tab_2
  • https://journals.plos.org/plosone/article?id=10.1371/journal.pone.0122534#sec029

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.

rbb