23 Februari 2024

Keutamaan dan Tata Cara Salat Tasbih Nisfu Syaban, Amalkan!

Jatuh pada Minggu, 25 Februari 2024
Keutamaan dan Tata Cara Salat Tasbih Nisfu Syaban, Amalkan!

Foto: Freepik

Tahun ini nisfu syaban jatuh pada Minggu, 25 Februari 2024. Nah, salat tasbih nisfu Syaban merupakan salah satu ibadah yang dianjurkan dalam Islam.

Sebagai informasi, bulan Syaban adalah bulan sebelum Ramadan, Moms.

Nabi Muhammad SAW pun mengatakan, bahwa siapa yang menginformasikan tentang kedatangan bulan Syaban, maka ia akan terlindungi dari siksa api neraka.

Untuk itu, yuk simak salat tasbih nisfu Syaban di bawah ini, Moms.

Baca Juga: Shalat Fajar: Tata Cara, Niat, dan Keutamaannya

Pengertian dan Keutamaan Salat Tasbih

Salat Tasbih Nisfu Syaban
Foto: Salat Tasbih Nisfu Syaban (Orami Photo Stock)

Mengutip dari NU Jatim, salah satu salat sunah yang direkomendasikan oleh para ulama adalah salat tasbih.

Penamaan ini berasal dari banyaknya pembacaan tasbih dalam salat tersebut.

Rekomendasi para ulama tentang kesunahan salat tasbih didasarkan pada hadis yang diriwayatkan oleh Abu Rafi’, di mana Rasulullah SAW menginformasikan kepada pamannya, Abbas.

Rasulullah SAW menjelaskan soal tata cara dan berbagai keutamaan dari pelaksanaan salat tasbih.

Para ulama dalam berbagai kitab fiqih yang membahas tentang salat tasbih merujuk pada sebuah hadis panjang.

Meskipun hadis ini dianggap da'if (lemah) oleh sebagian.

Namun, ulama dari mazhab Syafi'i, seperti Abu Muhammad al-Baghawi dan Abul Mahasin ar-Rayani, menegaskan kesunahan melaksanakan salat tasbih.

Hal ini dikonfirmasi oleh Imam Nawawi dalam karyanya, Al-Adzkâr, yang diterbitkan oleh Darul Kutub al-Islamiyah di Jakarta pada tahun 2004, di halaman 202.

Dari perspektif keutamaannya, para ulama menilai salat tasbih sangatlah mulia.

Imam as-Subki menyampaikan bahwa siapa saja yang mengetahui keutamaan salat tasbih namun memilih untuk mengabaikannya, dapat dianggap sebagai orang yang meremehkan agama.

Ini dijelaskan oleh Ibnu Hajar al-Haitami dalam karyanya Al-Minhajul Qawim, yang diterbitkan oleh Darul Fikr di Beirut, tanpa tahun terbit, pada halaman 203.

Tata Cara Salat Tasbih Nisfu Syaban

Ilustrasi Salat Tasbih Nisfu Syaban
Foto: Ilustrasi Salat Tasbih Nisfu Syaban (Orami Photo Stocks)

Waktu untuk melaksanakan shalat tasbih bisa di siang atau malam hari, asalkan tidak bertepatan dengan waktu yang secara syariat dilarang untuk melaksanakan salat.

Namun, Imam Nawawi berpendapat bahwa ada perbedaan cara pelaksanaan salat tasbih antara siang dan malam hari.

Menurutnya, melakukan salat tasbih di malam hari lebih disarankan dengan cara dua rakaat sekali salam untuk setiap dua rakaatnya.

Sedangkan jika salat tasbih dilaksanakan di siang hari, dapat dilakukan dengan dua rakaat dan satu salam, atau empat rakaat sekaligus dengan satu salam.

Dalam kitab Al-Adzkâr-nya beliau menyatakan:

فإن صلى ليلاً فأحبّ إليّ أن يسلّم في ركعتين؛ وإن صلّى نهاراً، فإن شاء سلّم، وإن شاء لم يسلم

Artinya: “Bila shalat dilakukan di malam hari maka lebih kusukai bila bersalam dalam dua rakaat.

Namun bila di siang hari maka bila mau bersalam (pada dua rakaat) dan bila mau maka tidak bersalam (di dua rakaat).”

Ibnu Hajar Al-Haitami di dalam kitabnya Al-Minhâjul Qawîm menuliskan:

و صلاة التسبيح وهي أربع ركعات يقول في كل ركعة بعد الفاتحة والسورة: سبحان الله والحمد لله ولا إله إلا الله والله أكبر، زاد في الإحياء: ولا حول ولا قوة إلا بالله خمس عشرة مرة وفي كل من الركوع والاعتدال وكل من السجدتين والجلوس بينهما والجلوس بعد رفعه من السجدة الثانية في كل عشرة فذلك خمس وسبعون مرة في كل ركعة  

Artinya: “Dan (termasuk salat sunah) adalah salat tasbih, yaitu salat empat rakaat di mana dalam setiap rakaatnya setelah membaca surat Al-Fatihah;

dan surat lainnya membaca kalimat subhânallâh wal hamdu lillâh wa lâ ilâha illallâhu wallâhu akbar—di dalam kitab Ihyâ ditambahi wa lâ haulâ wa lâ quwwata illâ billâh—sebanyak 15 kali;

dan pada tiap-tiap ruku’, i’tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, dan duduk setelah sujud yang kedua masing-masing membaca (kalimat tersebut) sebanyak 10 kali.

Maka itu semua berjumlah 75 kali dalam setiap satu rakaat.” (Ibnu Hajar Al-Haitami, Al-Minhâjul Qawîm, Beirut: Darul Fikr, tt., hal. 203).

Baca Juga: Aturan Batas Salat Isya, Apakah Boleh Lewat Tengah Malam?

Salat Tasbih Nisfu Syaban
Foto: Salat Tasbih Nisfu Syaban (Middleeasteye.net)

Dari penjelasan Ibnu Hajar di atas dapat disimpulkan tata cara pelaksanaan salat tasbih sebagai berikut:

  1. Secara umum, cara melaksanakan salat sunah tasbih serupa dengan salat-salat lain dalam hal syarat dan rukun yang harus dipenuhi. Perbedaannya terletak pada penambahan pembacaan kalimat thayibah dalam jumlah yang spesifik selama pelaksanaan salat tasbih.
  2. Setelah membaca surat Al-Fatihah dan surat lainnya, sebelum ruku’ terlebih dahulu membaca kalimat subhânallâh wal hamdu lillâh wa lâ ilâha illallâhu wallâhu akbar (selanjutnya kalimat ini disebut tasbih) sebanyak 15 kali. Setelah itu baru kemudian melakukan ruku’.
  3. Saat dalam posisi ruku', sebelum berdiri ke posisi i'tidal, diwajibkan untuk mengucapkan tasbih sejumlah 10 kali. Baru setelah itu, beranjak ke posisi i'tidal.
  4. Dalam posisi i'tidal, sebelum melakukan gerakan sujud, diperlukan pengucapan tasbih sebanyak 10 kali. Setelah itu, barulah melanjutkan dengan sujud.
  5. Selama sujud pertama, sebelum bangkit untuk duduk, terlebih dahulu membaca tasbih sejumlah 10 kali. Setelah itu, baru bergerak untuk posisi duduk.
  6. Ketika duduk di antara dua sujud, sebelum melaksanakan sujud yang kedua, diwajibkan untuk mengucapkan tasbih sebanyak 10 kali. Setelah itu, baru melanjutkan dengan sujud kedua.
  7. Selama sujud kedua, sebelum bangkit, diharuskan membaca tasbih sebanyak 10 kali.
  8. Setelah menyelesaikan sujud kedua, sebelum berdiri untuk memulai rakaat berikutnya, perlu duduk terlebih dahulu dan membaca tasbih sejumlah 10 kali. Kemudian, bisa bangkit berdiri untuk memulai rakaat kedua.
  9. Untuk rakaat 2 hingga 4, ulangi langkah-langkah seperti rakaat pertama. Setelah rakaat kedua, lakukan tasyahud awal dan setelah rakaat keempat, lakukan tasyahud akhir diikuti dengan salam.
  10. Dalam satu salat tasbih, terdapat 4 rakaat, tasbih dibaca sebanyak 300 kali. Pembagian tasbihnya adalah 15 kali sebelum Al-Fatihah dan 10 kali setelah setiap gerakan (ruku’, i’tidal, sujud pertama, duduk antara dua sujud, dan sujud kedua) di setiap rakaat.

Baca Juga: 9 Syarat Menjadi Imam Salat Jamaah, Utamakan yang Lebih Tua

Itulah informasi seputar tata cara salat tasbih nisfu syaban yang bisa Moms ketahui. Semoga bermanfaat!

  • https://islam.nu.or.id/syariah/tata-cara-pelaksanaan-shalat-tasbih-Oen9z
  • https://jatim.nu.or.id/keislaman/mengenal-shalat-tasbih-dan-cara-mengerjakannya-Jx25o

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.