Scroll untuk melanjutkan membaca

PARENTING ISLAMI
21 Desember 2021

Malaikat Raqib dan Atid, Malaikat Pencatat Amal Perbuatan Manusia di Dunia

Amal baik dan buruk manusia dicatat tanpa terlewat satu pun!
Malaikat Raqib dan Atid, Malaikat Pencatat Amal Perbuatan Manusia di Dunia

Malaikat adalah makhluk ciptaan Allah SWT. Salah satunya adalah malaikat pencatat amal yang akan selalu mengiringi aktivitas manusia selama hidup di dunia.

Institutional Repository Universitas Muhammadiyyah Surakarta menyebutkan bahwa malaikat juga merupakan makhluk yang istimewa.

Meskipun malaikat termasuk makhluk halus yang tidak kasat mata, dengan perintah dan seizin Allah SWT malaikat juga dapat menampakkan diri dalam wujud manusia.

Baca Juga: Malaikat Izrail, Malaikat yang Bertugas Mencabut Nyawa

Mengenal Malaikat Pencatat Amal

Malaikat Pencatat Amal -1.jpg

Foto: Malaikat Pencatat Amal -1.jpg

Foto: Pinterest.com

Malaikat pencatan amal perbuatan manusia dikenal dengan sebutan Kirâman Kâtibîn (كِرَامًا كَاتِبِينَ ), yakni dua malaikat yang berada di bahu kanan dan kiri setiap makhluk. Allah SWT berfirman:

وَإِنَّ عَلَيْكُمْ لَحَافِظِينَ كِرَامًا كَاتِبِينَ يَعْلَمُونَ مَا تَفْعَلُونَ

(Wa inna 'alaikum laḥāfiẓīn. Kirāmang kātibīn. Ya'lamụna mā taf'alụn)

Artinya: “Padahal sesungguhnya bagi kamu ada (malaikat-malaikat) yang mengawasi (pekerjaanmu), yang mulia (di sisi Allah) dan mencatat (pekerjaan-pekerjaanmu itu), mereka mengetahui apa yang kamu kerjakan,” (QS Al-Infithar: 10-12).

Kiraman Katibin juga dikenal dengan nama Rokib Atid (رَقِيبٌ عَتِيدٌ ). Kata Raqib ‘Atid ini juga terdapat dalam ayat Alquran lain, yakni:

ِ إِذْ يَتَلَقَّى الْمُتَلَقِّيَانِ عَنِ الْيَمِينِ وَعَنِ الشِّمَالِ قَعِيدٌ مَّا يَلْفِظُ مِن قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ

(Iż yatalaqqal-mutalaqqiyāni 'anil-yamīni wa 'anisy-syimāli qa'īd. Mā yalfiẓu ming qaulin illā ladaihi raqībun 'atīd)

Artinya: “Ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri. Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir,” (QS Qaaf: 17-18).

Sebagian ulama kemudin menafsirkan, malaikat pencatat amal benama Raqib dan Atid. Jumlahnya sebanding dengan jumlah manusia di sepanjang zaman.

Para malaikat itu akan menuliskannya dalam sebuah catatan sebagai gambaran untuk manusia. Catatan perbuatan atau buku amal tersebut juga disebutkan dalam Alquran.

وَكُلُّ شَيۡءٖ فَعَلُوهُ فِي ٱلزُّبُرِ ٥٢ وَكُلُّ صَغِيرٖ وَكَبِيرٖ مُّسۡتَطَرٌ ٥٣

(Wa kullu syai`in fa'alụhu fiz-zubur. wa kullu ṣagīriw wa kabīrim mustaṭar)

Artinya: “Dan segala sesuatu yang telah mereka perbuat tercatat dalam buku-buku catatan (yang ada di tangan Malaikat). Dan segala (urusan) yang kecil maupun yang besar adalah tertulis,” (QS Qomar: 52-53)

Prof. Quraish Shihab mengulas makna dari kata Raqib Atid. Ada dua kata penting dari kata raqib, yakni: mengawasi dan memelihara.

Oleh karena itu, kehadiran malaikat ini tidak untuk bertujuan mencari-cari kesalahan, menjebak atau menjerumuskan, justru sebaliknya. Malaikat ini bertujuan untuk memelihara dan menjaga supaya manusia tidak terjerumus.

Baca Juga: 10 Nama-Nama Malaikat dan Tugasnya, Yuk Ajarkan pada Si Kecil!

Tugas Malaikat Pencatat Amal

Malaikat Pencatat Amal -2.jpg

Foto: Malaikat Pencatat Amal -2.jpg

Foto: Quranacademy.io/Pexel.com

Meski sepele, nyatanya aktivitas online di internet juga akan menjadi amal yang akan dicatat oleh malaikat pencatat amal.

Aktivitas sosial media juga akan diminta pertanggung jawabannya di akhirat. Apakah akan termasuk pahala atau dosa, akan tergantung dengan yang telah dilakukan.

Jika yang dibagikan adalah hal yang baik, positif, apalagi bernuansa Islami, maka perbuatan itu akan dicatat sebagai amal kebaikan.

Sebaliknya, jika yang dibagikan itu adalah hal yang negatif, berita hoax, ujaran kebencian, maka itu akan dicatat sebagai amal keburukan.

Bukan hanya aktivitas di dunia maya, segala perbuatan yang dilakukan di dunia akan dicatat oleh malaikat pencatat amal. Baik perbuatan besar atau kecil, baik atau buruk, akan tercatat dengan baik.

Dalam Alquran Allah SWT berfirman:

فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهٗ . وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهٗ

(Fa may ya'mal miṡqāla żarratin khairay yarah. Wa may ya'mal miṡqāla żarratin syarray yarah)

"Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)-nya. Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya pula,” (QS Az-Zalzalah:7-8).

Malaikat Raqib disebut sebagai malaikat pencatat amal baik manusia, dan tugas malaikat Atid adalah mencatat amalan jahat manusia. Penjelasan ini terdapat dalam Alquran:

أَمۡ يَحۡسَبُونَ أَنَّا لَا نَسۡمَعُ سِرَّهُمۡ وَنَجۡوَىٰهُمۚ بَلَىٰ وَرُسُلُنَا لَدَيۡهِمۡ يَكۡتُبُونَ ٨٠

(Am yaḥsabụna annā lā nasma'u sirrahum wa najwāhum, balā wa rusulunā ladaihim yaktubụn)

Artinya: "Apakah mereka mengira bahwa Kami tidak mendengar rahasia dan bisikan-bisikan mereka? Sebenarnya (Kami mendengar), dan utusan-utusan (malaikat-malaikat) Kami selalu mencatat di sisi mereka,” (QS Az-Zukhruf 80).

Baca Juga: 5 Ciri Rumah yang Tidak Dimasuki Malaikat, Salah Satunya Rumah yang Dihuni Orang Pelit!

Hikmah Penciptaan Malaikat Pencatat Amal

Malaikat Pencatat Amal -3.jpg

Foto: Malaikat Pencatat Amal -3.jpg

Foto: The-faith.com

Terkadang secara logika terbesit pertayaan, bukankah Allah SWT Maha Tahu segalanya, sehingga sebenarnya tidak membutuhkan malaikat pencatat amal manusia?

Sebenarnya, terdapat hikmah dalam penciptaan malaikat pencatat amal tersebut, dan terkadang hal itu berada di luar nalar manusia. Dalam Alquran Allah SWT berfirman:

وَيَسۡ‍َٔلُونَكَ عَنِ ٱلرُّوحِۖ قُلِ ٱلرُّوحُ مِنۡ أَمۡرِ رَبِّي وَمَآ أُوتِيتُم مِّنَ ٱلۡعِلۡمِ إِلَّا قَلِيلٗا ٨٥

(Wa yas`alụnaka 'anir-rụḥ, qulir-rụḥu min amri rabbī wa mā ụtītum minal-'ilmi illā qalīlā)

Artinya: “Dan mereka bertanya kepadamu tentang ruh. Katakanlah, ‘Ruh itu termasuk urusan Rabbku, dan tidaklah kamu diberi pengetahun melainkan sedikit,” (QS Al-Isra : 85).

Dengan penjelasan langsung dari Allah SWT ini, sebagai seorang muslim diharapkan muncul kesadaran bahwa banyak sekali fenomena alam dan hal-hal terkait syari’at yang hikmahnya masih samar.

Hikmah lainnya adalah menjelaskan bahwa Allah SWT telah mengatur dan mengurus segala sesuatu, serta mengarahkan dengan sebaik-baik pengarahan.

Sampai Allah SWT secara khusus memperhatikan makhluk-Nya dengan mewakilkan malaikat pencatat amal meski Allah Maha Tahu dengan apa yang dilakukan.

Semua ini dilakukan untuk menjelaskan kesempurnaan Allah SWT dan perhatiannya kepada manusia, serta kesempurnaan penjagaan-Nya.

Setelah mengetahui tentang malaikat pencatat amal ini, diharapkan akan timbul rasa selalu diawasi oleh Allah SWT dan terus menumbuhkan semangat untuk terus melakukan amalan shaleh.

  • https://worldquran.com/
  • http://eprints.ums.ac.id/30867/
  • https://umma.id/post/mengenal-malaikat-pencatat-amal-kiroman-katibin---rakib-atid-331478?lang=id
  • https://almanhaj.or.id/1807-hikmah-penciptaan-malaikat-pencatat-amal-padahal-allah-mengetahui-segala-sesuatu.html
  • https://islami.co/malaikat-raqib-atid-dan-cara-kerjanya-mencatat-amal-manusia/
  • https://mawaddahcenter.my.id/2021/03/12/apa-hikmah-adanya-malaikat-nan-mulya-pencatat-amal-perbuatan-manusia-padahal-allah-telah-mengetahui-segala-sesuatu/

Copyright © 2023 Orami. All rights reserved.