Parenting

19 Oktober 2021

Tanda Akil Baligh Laki-laki dan Perempuan Dalam Islam

Laki-laki mengalami mimpi basah
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dresyamaya Fiona
Disunting oleh Widya Citra Andini

Ketika mendengar istilah akil baligh, apa yang ada di benak Moms? Meskipun terdengar familiar, masih banyak hal yang tidak diketahui dari masa pubertas menurut Islam ini, lho.

Untuk tanda-tandanya sendiri pun berbeda dari laki-laki maupun perempuan. Tak hanya fisik, tapi juga meliputi perubahan emosional dalam diri, lho.

Berikut hal penting seputar akil baligh dalam Islam yang perlu diketahui!

Pengertian Akil Baligh

10 Tanda Akil Baligh pada Perempuan

Foto: Orami Photo Stocks

Kenali dulu pengertian dari akil baligh secara umum, Moms.

Pengertian dalam bahasa, akil artinya seseorang yang berakal, memahami, dan mengetahui. Sedangkan, baligh diartikan sebagai seorang yang usianya telah mencapai batasan tertentu.

Dalam arti lain, akil baligh adalah tanda seorang anak telah menuju kedewasaan dan mengalami berbagai perubahan fisik dan emosional.

Melansir Universitas Islam Indonesia, anak yang telah baliqh diartikan sebagai 'mukallaf'.

Artinya adalah orang tersebut telah wajib untuk menjalankan syariat Islam, yakni seperti kewajiban salat, berpuasa, hingga ibadan lainnya.

Tentunya dibarengi dengan menjalankan perintah Allah SWT dan menjauhi segala larangan-Nya.

Lantas, usia berapa seorang anak dikatakan telah baligh? Adapun ini menyangkut berbagai pendapat para ulama.

Menurut ulama dari kalangan Syafiiyah dan Hambali, menyatakan usia baligh bagi anak laki-laki dan perempuan adalah 15 tahun.

Sedangkan, ulama Malikiyah menetapkan bahwa baligh itu berusia 17 tahun.

Dengan begitu, hingga saat ini tak ada batas usia yang tepat dalam menentukan anak sudah mengalami baligh.

Baca Juga: Hukum Hamil di Luar Nikah Berdasar Syariat Islam dan Ketentuan Negara

Tanda Akil Baliqh pada Laki-laki dan Perempuan

Tak perlu pusing memikirkan kapan usia tepat anak mengalami akil baligh.

Berikut beberapa tanda dan gejala fisik apabila anak laki-laki dan perempuan yang telah mengalami baligh yang sama dengan pubertas, ini meliputi:

1. Keluarnya Air Mani (Mimpi Basah)

gejala-dan-tanda-akil-baligh-laki-laki.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Satu hal yang menjadi gejala pasti dari akil baligh pada seorang laki-laki adalah mengalami mimpi basah.

Mimpi basah ini adalah keluarnya air mani dari kemaluan, baik dalam kondisi tidur atau dalam kondisi terjaga (tidak tidur).

Hal ini berdasarkan firman Allah Ta’ala, yakni:

وَإِذَا بَلَغَ الْأَطْفَالُ مِنْكُمُ الْحُلُمَ فَلْيَسْتَأْذِنُوا كَمَا اسْتَأْذَنَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ

Artinya: “Dan apabila anak-anakmu telah ihtilaam, maka hendaklah mereka meminta izin, seperti orang-orang yang sebelum mereka meminta izin.” (QS. An-Nuur [24]: 59)

Dari sahabat Abu Sa’id Al-Khudhri radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الغُسْلُ يَوْمَ الجُمُعَةِ وَاجِبٌ عَلَى كُلِّ مُحْتَلِمٍ

Mandi hari Jum’at itu wajib bagi setiap orang yang telah mengalami ihtilaam.(HR. Bukhari no. 858 dan Muslim no. 846)

Dari ‘Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

رُفِعَ الْقَلَمُ عَنْ ثَلَاثَةٍ: عَنِ النَّائِمِ حَتَّى يَسْتَيْقِظَ، وَعَنِ الصَّبِيِّ حَتَّى يَحْتَلِمَ، وَعَنِ الْمَجْنُونِ حَتَّى يَعْقِلَ

Diangkatlah pena (dosa) dari tiga golongan: (1) orang yang tidur hingga ia bangun; (2) anak kecil hingga dia ihtilaam; (3) dan orang gila hingga dia berakal (sembuh).” (HR. Abu Dawud 4402, Tirmidzi no. 1423, An-Nasa’i no. 3432, Ibnu Majah no. 2041, shahih)

Adapun hadits lain tentang mimpi basah dari hadits Ibnu Qudamah rahimahullah mengatakan,

فأولها خروج المني من قبله وهو الماء الدافق الذي يخلق منه الولد فكيفما خرج من يقظة أو منام بجماع أو احتلام أو غير ذلك حصل به البلوغ لا نعلم في ذلك اختلافا

(Tanda baligh) yang pertama adalah keluarnya air mani dari kemaluan. Yaitu air yang memancar yang darinya tercipta anak keturunan.

Ketika air tersebut keluar, baik dalam kondisi terjaga, tidur, karena jimak (hubungan biologis), ihtilaam, atau selain itu, maka sudah baligh. Kami tidak mengetahui adanya perselisihan pendapat di antara ulama dalam masalah ini.” (Al-Mughni, 4: 551)

Baca Juga: Hukum dan Jenis Talak dalam Islam

2. Tumbuh Rambut Kemaluan

tanda akil baligh pada perempuan.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Moms, tanda atau gejala dari akil baligh pada laki-laki ataupun perempuan adalah tumbuhnya rambut kemaluan.

Melansir swararahima.com, adapun sejumlah pendapat hadits yang menjelaskan terkait rambut kemaluan terhadap akil baligh dalam Islam:

عن سمره ان النبي صل الله عليه وسلم : اقتلوا شيوخ المشركين واستحيوا شرحهم  والشرح الغلمان

الدين لم ينبثوا

Artinya:

Dari Samrah, sesungguhnya Rasulullah saw. bersabda: “Bunuhlah oleh kalian orang musyrik dewasa, dan biarkan hidup di antara mereka syarkhu.”/yang belum tumbuh kemaluannya." (HR. At Tirmidzi)

Menurut Imam Syafii, tumbuhnya rambut kemaluan adalah tanda baligh yang ditujukan untuk orang kafir, bukan untuk muslim.  

Sementara untuk tanda-tanda baligh sebagaimana dikutip dari kitab Safinatunnajah, beliau memfatwakan tanda baligh dalam 3 macam, meliputi:

علامات البلوغ ثلاث تمام خمسة عشرة سنة فى الدكر و الاْنثي و الاحتلام في اللدكر والاْنثي

لتسع سنين والحيض لتسع سنين

Artinya:

"Tanda-tanda baligh ada tiga : 1) Telah mencapai umur 15 tahun  (hijriyah) untuk laki-laki dan perempuan, 2) Mimpi basah bagi laki-laki dan perempuan, dan 3) Haid untuk perempuan yang berumur 9 tahun,"

Baca Juga: Doa Malam Pertama yang Sebaiknya Diamalkan Pasangan Suami-Istri

3. Berusia 15 Tahun

perubahan-fisik-pada-masa-akil-baligh-perempuan.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Tidak sampai di situ, adapun tanda akil baligh pada perempuan dan laki-laki seterusnya.

Melansir muslim.or.id, seseorang yang telah berusia genap 15 tahun menurut kalender Hijriah, dianggap telah baligh.

Adapun ini berdasarkan hadits Nafi’, ia berkata,

حَدَّثَنِي ابْنُ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَرَضَهُ يَوْمَ أُحُدٍ، وَهُوَ ابْنُ أَرْبَعَ عَشْرَةَ سَنَةً، فَلَمْ يُجِزْنِي ثُمَّ عَرَضَنِي يَوْمَ الخَنْدَقِ، وَأَنَا ابْنُ خَمْسَ عَشْرَةَ سَنَةً، فَأَجَازَنِي ، قَالَ نَافِعٌ فَقَدِمْتُ عَلَى عُمَرَ بْنِ عَبْدِ العَزِيزِ وَهُوَ خَلِيفَةٌ، فَحَدَّثْتُهُ هَذَا الحَدِيثَ فَقَالَ: إِنَّ هَذَا لَحَدٌّ بَيْنَ الصَّغِيرِ وَالكَبِيرِ، وَكَتَبَ إِلَى عُمَّالِهِ أَنْ يَفْرِضُوا لِمَنْ بَلَغَ خَمْسَ عَشْرَةَ

Artinya:

Telah menceritakan kapadaku Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma bahwa dia pernah menawarkan diri kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk ikut dalam perang Uhud. Saat itu umurnya masih empat belas tahun, namun beliau tidak mengijinkannya. Kemudian dia menawarkan lagi pada perang Khandaq. Saat itu usiaku lima belas tahun dan beliau mengijinkanku.”

Nafi’ berkata, “Aku menemui ‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziz. Saat itu dia adalah khalifah, lalu aku menceritakan hadits ini. Dia berkata, “Ini adalah batas antara anak kecil dan orang dewasa (baligh).”

"Kemudian beliau menulis kepada para gubernurnya untuk membebani kewajiban bagi mereka yang telah berusia 15 tahun.” (HR. Bukhari 2664 dan Muslim no. 1490)

4. Mengalami Menstruasi

11 Arti Tanda Menstruasi pada Perempuan Akil Baligh

Foto: Orami Photo Stocks

Untuk perempuan, tanda akil balighnya adalah mengalami haid atau menstruasi.

Diriwayatkan dari ibunda ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau berkata, “Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَا يَقْبَلُ اللَّهُ صَلَاةَ حَائِضٍ إِلَّا بِخِمَار

Artinya:

"Allah tidak menerima shalat wanita yang mengalami haid, kecuali dengan memakai kerudung.” (HR. Abu Dawud no. 641, Ibnu Majah no. 655, shahih)

Ibnu Qudamah rahimahullah berkata,

وأما الحيض فهو علم على البلوغ لا نعلم فيه خلا ف

Adapun haid, itu adalah tanda baligh, kami tidak mengetahui adanya perselisihan pendapat di antara para ulama dalam masalah ini.” (Al-Mughni, 4: 551)

Ketika perempuan mengalami haid, tidak wajib hukumnya untuk mengganti.

Beda halnya dengan berpuasa Ramadhan, ketika haid, ia harus menggantinya di hari lain.

Baca Juga: 5+ Doa untuk Anak yang Baru Lahir untuk Melindunginya dari Mara Bahaya, Yuk Amalkan!

5. Hamil

tanda balig pada laki dan perempuan.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Hamil adalah salah satu tanda akil baligh pada perempuan berikutnya.

Adapun ini terjadi karena pertemuan antara sel sperma laki-laki dan sel telur perempuan.

Allah Ta’ala berfirman,

فَلْيَنْظُرِ الْإِنْسَانُ مِمَّ خُلِقَ ؛ خُلِقَ مِنْ مَاءٍ دَافِقٍ ؛ يَخْرُجُ مِنْ بَيْنِ الصُّلْبِ وَالتَّرَائِبِ

Artinya:

Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apakah dia diciptakan? Dia diciptakan dari air yang dipancarkan. Yang keluar dari antara tulang sulbi laki-laki dan tulang dada perempuan.” (QS. Ath-Thaariq [86]: 5-7)

Ibnu Qudamah rahimahullah berkata,

وأما الحمل فهو علم على البلوغ لأن الله تعالى أجرى العادة أن الولد لا يخلق إلا من ماء الرجل وماء المرأة

Adapun hamil, itu adalah tanda baligh karena Allah Ta’ala menetapkan ketentuan bahwa anak tidaklah diciptakan kecuali dari air mani laki-laki dan perempuan.” (Al-Mughni, 4: 551)

Nah, apakah Si Kecil telah mengalami salah satu tanda dari akil baligh di atas menurut Muslim, Moms?

  • https://communication.uii.ac.id/edukasi-masa-baligh-pada-anak-sekolah-dasar/
  • https://muslim.or.id/47618-memahami-tanda-tanda-baligh.html
  • https://swararahima.com/2018/08/02/baligh-perspektif-fiqh/
  • https://muslim.or.id/47618-memahami-tanda-tanda-baligh.html
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait