16 Agustus 2019

Merencanakan Kehamilan, Cek 10 Tanda Fisik Memasuki Masa Subur

Wah, ternyata perempuan terlihat lebih seksi saat memasuki masa subur

Belajar melacak masa subur dan memperhatikan tanda-tandanya bisa menjadi tantangan bagi beberapa perempuan pada awalnya.

Akan tetapi, seiring berjalannya waktu akhirnya banyak perempuan mencoba untuk mengenali tanda-tanda umum ini.

Masa subur juga terkait dengan kemungkinan untuk hamil atau tidak. Masa subur biasanya berkisar di sekitar waktu ovulasi atau kira-kira lima hari sebelum ovulasi terjadi.

Ovulasi sendiri merupakan saat di mana sel telur sudah matang dan ovarium akan melepaskan sel telur tersebut.

Apakah Moms sudah tahu bahwa terdapat beberapa tanda fisiologis pada saat perempuan memasuki masa subur? Berikut ini adalah ciri-ciri yang bisa dilihat atau diamati!

Baca Juga: Ternyata Ini lho Moms Manfaat Madu untuk Kesuburan

Peningkatan Detak Jantung

serangan jantung, ini bedanya dengan masuk angin 2
Foto: serangan jantung, ini bedanya dengan masuk angin 2

Peningkatan detak jantung ternyata bisa menjadi ciri-ciri memasuki masa subur. Dikutip dari Ava Science Inc, detak jantung akan mulai meningkat pada hari-hari saat berada di masa subur.

Detak jantung terendah terjadi pada saat masa menstruasi dan meningkat sekitar dua kali per menit antara dua dan lima hari sebelum ovulasi atau saat mulai memasuki masa subur.

Setelah berada pada masa subur, detak jantung masih akan terus meningkat, sehingga mencapai puncaknya pada fase pertengahan luteal.

Perubahan Warna Lendir Serviks

Pada hari-hari memasuki masa subur, kadar estrogen meningkat dan akan mengubah konsistensi keputihan.

Semakin dekat Moms dengan ovulasi, semakin tinggi kandungan air pada lendir serviks. Lendir serviks adalah tanda bahwa tubuh sedang bersiap-siap untuk berovulasi.

Moms akan melihat lendir serviks yang semakin licin dan jernih. Lendir serviks pada kondisi yang paling subur akan terlihat menyerupai putih telur mentah. Ketika serviks mengering, itu berarti sudah mengalami ovulasi.

Baca Juga: Dads, Ini 5 Manfaat Bawang Putih untuk Kesuburan Pria yang Perlu Diketahui

Hasrat Seksual Meningkat

manfaat bawang putih kesuburan pria - gairah seksual.jpg
Foto: manfaat bawang putih kesuburan pria - gairah seksual.jpg (Pixabay.com)

Alam tahu persis bagaimana membuat perempuan melakukan hubungan seks pada waktu yang ideal agar pembuahan dapat terjadi.

Keinginan perempuan untuk berhubungan seks yang meningkat dapat menjadi salah satu ciri-ciri memasuki masa subur dan ovulasi.

Tidak hanya keinginan untuk bercinta yang meningkat, tetapi perempuan juga akan terlihat lebih seksi saat memasuki masa subur.

Struktur tulang wajah yang sebenarnya akan sedikit bergeser, terlihat lebih seksi dalam berjalan dan ayunan yang lebih sensual akan dihasilkan oleh pinggul.

Nyeri pada Payudara

Apakah Moms pernah memperhatikan payudara yang terkadang terasa lunak dan nyeri saat disentuh?

Meskipun tidak selalu terjadi, nyeri pada payudara bisa menjadi ciri memasuki masa subur.

Nyeri yang mirip saat perempuan menstruasi ini disebabkan oleh meningkatnya kadar hormon progesteron sebagai tanda ovulasi.

Nyeri Panggul

nyeri panggul - masa subur.jpg
Foto: nyeri panggul - masa subur.jpg (https://www.avawomen.com/avaworld/ovulation-pain/)

Beberapa perempuan mengalami rasa sakit yang lumayan atau disebut mittelschmerz saat memasuki masa subur.

Saat memasuki masa subur atau ovulasi, kista folikel akan membengkak dan pecah untuk melepaskan sel telur.

Kondisi ini biasanya dipicu oleh hormon luteinizing (LH) dalam tubuh. Setelah sel telur (ovum) dilepaskan, tuba fallopi akan berkontraksi untuk membantu ovum menuju ke sperma.

Selanjutnya, darah dan cairan lain dari folikel yang pecah ini bisa masuk ke rongga perut dan panggul selama prosesnya. Kondisi ini bisa membuat rongga perut dan panggul mengalami iritasi.

Akan tetapi, karena rasa sakit ini tidak selalu terjadi pada saat memasuki masa subur, maka tanda ini tidak boleh digunakan sebagai tanda pasti.

Baca Juga: Apakah Hepatitis B Memengaruhi Kesuburan?

Bercak atau Flek

Jangan kaget apabila Moms melihat ada bercak dari vagina pada saat sudah tidak mengalami menstruasi.

Beberapa perempuan bisa mengalami sedikit bercak di sekitar waktu masa suburnya.

Pada bagian pertama dari siklus, kadar estrogen meningkat sehingga menyebabkan lapisan rahim tumbuh.

Setelah ovulasi, kadar progesteron naik dan menyebabkan lapisan uterus menebal.

Perubahan Posisi Serviks atau Rahim

lady holding stomach in discomfort
Foto: lady holding stomach in discomfort

Pada sebagian besar waktu, serviks di vagina relatif rendah dan pembukaannya sangat kecil.

Pada saat memasuki masa subur, serviks bergerak lebih tinggi dan menjadi lebih lunak juga lebih terbuka.

Perubahannya agak tipis, tetapi jika Moms terbiasa memeriksa serviks secara teratur, maka Moms mungkin bisa membedakannya.

Untuk memeriksa serviks atau leher rahim, Moms bisa memasukkan jari (tentu saja yang bersih) ke dalam vagina sampai merasakan adanya tonjolan kecil di ujung saluran vagina.

Bengkak Pada Kelenjar Getah Bening Inguinalis

Kelenjar getah bening inguinalis adalah kelenjar kecil yang terletak di kedua sisi panggul.

Perempuan mungkin mengalami pembengkakan getah bening di sisi tubuh yang sama pada saat telur dilepaskan atau mulai memasuki masa subur.

Toni Weschler, Penulis Buku Taking Charge of Your Fertility, mengatakan tanda kesuburan yang tidak banyak diketahui ini rupanya terjadi pada 70% wanita yang mendekati masa ovulasi.

Baca Juga: Hamil dengan Plasenta Previa Bisa Melahirkan Normal?

Lendir Serviks yang Berlebih

Berbahayakah Vagina Berkeringat Ini Penyebab dan Pencegahannya 03.jpg
Foto: Berbahayakah Vagina Berkeringat Ini Penyebab dan Pencegahannya 03.jpg (bustle.com)

Bukan hanya mirip dengan putih telur, lendir serviks pada saat memasuki masa subur juga akan keluar dengan volume berlebih.

Pada masa ini biasanya perempuan merasa telah mengeluarkan banyak cairan, bahkan hingga mengalir melalui vagina dan membasahi permukaan celana dalam.

Indera Penciuman Meningkat

Sebuah penelitian tentang Hormone and Behavior, menunjukan bahwa perempuan yang memasuki masa subur jauh lebih sensitif terhadap aroma yang diberikan pada mereka.

Hal ini dikatakan agar perempuan bisa mencium aroma feromon dan androsterone serta androstenone pria.

(RIE/ERW)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.