19 January 2024

Mengenal 10 Tarian Daerah Suku Batak dan Asal Usulnya

Moms tahu yang mana saja?

Bagi Moms yang berasal dari Sumatera Utara, apa saja tarian daerah Suku Batak yang Moms tahu?

Mengenal budaya Indonesia sebagai bagian dari tradisi adalah salah satu bentuk cinta tanah air.

Karena dengan mengenalnya, kita akan selangkah lebih dekat dalam melestarikannya.

Sangat penting bagi generasi mendatang untuk mengenal dan menghargai budaya kita, agar budaya tersebut terus lestari dan diakui sebagai warisan Indonesia.

Maka dari itu sebagai upaya memberikan edukasi anak, Moms bisa mulai mengajari Si Kecil apa saja budaya yang ada di Indonesia.

Salah satunya adalah dengan mengenal tarian daerah dari Suku Batak.

Suku Batak memiliki sejarah panjang yang sarat dengan tradisi, legenda, dan cerita rakyat.

Tarian bagi Suku Batak tidak hanya sekadar hiburan, tetapi juga media komunikasi spiritual dan sarana untuk mengungkapkan perasaan, harapan, serta doa.

Baca Juga: 34 Senjata Tradisional Indonesia dari Semua Provinsi!

Asal Usul Suku Batak

Tarian Daerah Suku Batak
Foto: Tarian Daerah Suku Batak (Foto: min.wikipedia.org)

Melansir dari Kemendikbud, Suku Batak merupakan salah satu suku terbesar di Indonesia.

Penyebaran dari suku ini pun cukup merata baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

Suku Batak terdiri dari beberapa sub-suku yang bermukim sepanjang Pantai Barat dan Pantai Timur provinsi Sumatera Utara.

Lalu, kata 'Batak' diyakini berasal dari kata 'Mbatak' yang berarti teman.

Seiring berjalannya waktu, masyarakat ini berkembang pesat dengan adanya interaksi antar suku dan adaptasi dengan lingkungan sekitar.

Beberapa suku tersebut antara lain:

  • Angkola
  • Karo
  • Mandailing
  • Pakpak/Dairi
  • Simalungun
  • Toba

Suku Batak dikenal memiliki beragam keindahan pariwisata, wisata kuliner, dan budaya.

Salah satu yang terkenal adalah tari Tor Tor, tetapi ada juga tarian-tarian lainnya yang tak kalah menarik.

Baca Juga: Ragam Pakaian Adat Banten Suku Baduy, Sederhana tapi Sarat Makna

Tarian Daerah Suku Batak

Tarian-tarian Batak umumnya melambangkan hubungan manusia dengan alam, Tuhan, dan sesamanya.

Setiap gerakan dan irama memiliki makna mendalam yang mencerminkan filosofi hidup masyarakat Batak.

Menjadi salah satu kultur yang dimiliki Suku Batak, ada beberapa tarian daerah Suku Batak yang terkenal, antara lain:

1. Tari Tor Tor

Tarian Daerah Suku Batak
Foto: Tarian Daerah Suku Batak (Foto: id.wikipedia.org)

Salah satu tarian daerah Suku Batak yang paling sering dikenal ialah Tari Tor-tor.

Tarian Tor-tor merupakan berasal dari hentakan kaki penarinya di atas alas papan rumah adat Suku Batak.

Di era kolonial Belanda, tarian Tor-tor merupakan bentuk hiburan kepada raja-raja sekaligus menyiratkan patriotisme perlawanan terhadap penjajah.

Tari Tor-tor biasa dimainkan di berbagai acara atau upacara adat masyarakat Suku Batak, salah satunya adalah pernikahan.

Uniknya, dalam tari Tor-tor, tidak ada penari khusus. Semua orang bisa bergabung dan menjadi penortor (penari).

Tujuannya adalah agar melibatkan partisipasi siapa saja yang datang dan memeriahkan suasana.

2. Tarian Gundala-gundala

Tarian Daerah Suku Batak
Foto: Tarian Daerah Suku Batak (Foto: ayoindonesia.com)

Tarian tor-tor satu ini berasal dari Suku Batak Karo atau lebih tepatnya sering dibawakan oleh penduduk Desa Serebaya.

Desa Serebaya merupakan desa yang berada di Kecamatan Tigapanah, Kabupaten Karo, Sumatera Utara.

Tarian gundala-gundala dimaksudkan sebagai upaya penduduk dalam meminta hujan kepada Yang Maha Kuasa terutama di musim kemarau yang panjang.

Dalam tradisi ini penari akan menggunakan topeng kayu dari karakter tertentu.

Selain itu untuk kostumnya dibuat dengan jubah longgar dan besar serta sarung tangan yang kaku menyesuaikan dengan warna kulitnya.

Baca Juga: Mengenal Tari Merak Asal Jawa Barat, Jenis Tarian Kreasi Baru

3. Tarian Piso Surit

Tarian Daerah Suku Batak
Foto: Tarian Daerah Suku Batak (Foto: indonesiakaya.com)

Masih datang dari Tanah Karo, Piso Surit sebenarnya merupakan sebuah lagu yang menjadi tarian.

Lagunya sendiri diciptakan oleh seorang musisi asal Karo, Djaja Depari.

Tarian Piso Surit menggambarkan bagaimana seorang pria yang sedang menunggu kekasihnya yang tidak kunjung datang.

Sosok pria di sini disimbolkan dengan burung pincala, yaitu burung yang pandai bernyanyi dengan ekor yang panjang.

Untuk kostumnya, penari Piso Surit mengenakan gaun batik khas Suku Karo yang berwarna merah dengan bawahan kain jarik bermotif emas.

Selain itu, penari juga akan menggunakan topi khusus lebar yang menjadi ciri khas dari tarian ini.

Memiliki budaya bela diri pencak silat yang khas, masyakarat Karo memasukan unsur ini ke dalam...

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.

rbb