3-12 bulan

4 Mei 2021

Mengenal Tradisi Tedak Siten, Tradisi Jawa agar Anak Sukses di Masa Depan

Banyak selebriti yang juga menggelar tradisi tedak siten untuk buah hatinya
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Riskita
Disunting oleh Amelia Puteri

Pernahkah Moms mendengar budaya tedak siten?

Jika belum, perlu Moms ketahui bahwa tedak siten adalah salah satu tradisi dalam adat dan budaya Jawa yang bertujuan agar anak dapat tumbuh dan berkembang menjadi sosok sukses di masa depan.

Dengan restu dari Tuhan maupun bimbingan dari kedua orang tuanya.

Tradisi tedak siten ini sebenarnya sudah diselenggarakan sejak dahulu kala hingga kini sudah turun-temurun.

Selain menggambarkan doa dan harapan dari orang tua kepada buah hatinya, tradisi tedak siten ini juga dapat dimaknai sebagai bentuk rasa syukur atas karunia Tuhan karena telah diberi keturunan.

Lalu, seperti apa upacara tedak siten ini? Apa saja yang perlu dipersiapkan dan bagaimana tata laksananya? Simak penjelasannya berikut ini Moms.

Baca Juga: Sebelum Ada Teknologi, Ini 6 Permainan Tradisional dari Jawa yang Banyak Dimainkan Anak-anak

Upacara Tedak Siten

siraman-tedak-siten.jpg

Foto: javaans.be

Mengutip Joglo Semar, tedak berarti "melangkah", dan "siten" berasal dari kata siti yang artinya "tanah atau bumi". Jadi, tedak siten memiliki makna "melangkah di bumi".

Upacara ini menggambarkan kesiapan seorang anak untuk menghadapi kehidupan yang sukses di masa depan, dengan berkah Tuhan dan bimbingan dari orang tua, sejak masa kecilnya.

Upacara tedak siten dilakukan ketika seorang anak perempuan atau laki-laki berusia 7 lapan karena 1 lapan sama dengan 35 hari, jadi umur anak saat mengadakan tedak siten berusia 245 hari (7 x 35 = 245 hari).

Hal ini karena pada usia ini, perkembangan anak sudah berada pada tahap berdiri, dan di momen ini kaki anak sudah bisa menginjak tanah.

Perlu diketahui juga bahwa ada lima hari Pasaran (pasar) dalam satu Selapan: Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon. Oleh karena itu, setiap hari diberi nama berbeda dalam satu periode Selapan.

Satu periode dari Minggu Legi hingga Sabtu Kliwon adalah 35 hari. Itu namanya Weton dalam bahasa Jawa. Bagi orang Jawa, mengetahui hari Pasaran atau weton adalah sesuatu hal yang penting.

Biasanya, tedak siten harus diselenggarakan pada pagi hari, di halaman depan rumah.

Tedak siten menggunakan sajen atau persembahan yang melambangkan permintaan dan doa kepada Tuhan untuk menerima berkah dan perlindungan, berkah dari para leluhur, serta memerangi perbuatan jahat dari manusia dan roh jahat.

Baca Juga: 5 Tradisi Menyusui dari Berbagai Negara di Dunia

Ritual Tedak Siten

tedak siten-4.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Sebelum masuk ke proses acara, pihak orang tua yang hendak mengadakan tedak siten membutuhkan peralatan yang diperlukan, yaitu:

  • Kurungan dari bambu seperti untuk mengurung ayam
  • Aneka jenang warna-warni yang terbuat dari ketan
  • Tangga dan kursi, dibuat dari tebu
  • Ayam panggang ditusukkan pada batang tebu, dibawahnya diberi pisang, aneka barang-barang dan mainan tradisional
  • Tumpeng robyong, bubur dan jadah (terbuat dari ketan) 7 warna, buah-buahan dan jajanan pasar
  • Uang kertas/receh untuk disebarkan
  • Bayu gege (air gege), dibiarkan semalam di tempat terbuka dan paginya kena sinar matahari sampai pukul 08.00
  • Ayam hidup yang dilepaskan dan diperebutkan kepada tamu undangan

Setelah semua kebutuhan telah disiapkan, keluarga (orang tua, anak, kerabat) dan undangan berkumpul di tempat upacara. Langkah-langkah ritual harus sebagai berikut:

1. Berjalan di 7 Warna

Anak dipandu untuk berjalan di atas jenang 7 warna yang berbeda (merah, putih, jingga, kuning, hijau, biru, dan ungu) yang terbuat dari beras ketan.

Ritual ini melambangkan bahwa di masa depan, anak harus bisa mengatasi semua hambatan dalam hidup.

Sementara dilansir dari malangvoice, Budayawan Jawa, Suryadi atau yang lebih dikenal dengan Ki Suryo menjelaskan bahwa “Maknanya, hidup berawal dari yang gelap dan berakhir dengan terang.”

2. Menginjak Tangga dari Tebu

Anak selanjutnya dibimbing untuk menginjak tangga yang terbuat dari tebu "Arjuna" dan kemudian turun. Tebu merupakan singkatan dari Antebing Kalbu.

Diharapkan ke depannya, anak itu berperilaku seperti Arjuna, yang merupakan seorang pejuang sejati. Diharapkan anak bisa berjalan dalam kehidupan dengan tekad dan penuh percaya diri seperti Arjuna yang heroik.

Baca Juga: Bolehkah Ibu Hamil Minum Air Tebu?

3. Diletakkan di Tumpukan Pasir

Usai menginjak tangga dari tebu, selanjutnya anak dipandu dua langkah dan diletakkan di atas tumpukan pasir. Anak harus melakukan "Ceker-Ceker", yaitu ia bermain pasir dengan kedua kaki.

Dalam bahasa Jawa, ritual ini memiliki makna bahwa ceker-ceker tersebut artinya bekerja dan mendapatkan sesuatu untuk memenuhi kebutuhannya.

4. Masuk ke Kandang Ayam

Selanjutnya, sang anak kembali dipandu untuk memasuki kandang ayam yang didekorasi. Di dalam kandang, ada beberapa barang, seperti buku tulis, perhiasan, aksesoris emas, kalung, gelang, beras, kapas dan barang-barang bermanfaat lainnya.

Di tahap ini, anak akan memilih barang yang disediakan di kandang ayam tersebut.

Jika misalnya, anak bermain dengan buku tulis, mungkin dia harus bekerja di kantor atau menjadi profesor. Bila anak memilih perhiasan, mungkin anak itu haruslah menjadi orang kaya.

Semua simbol profesi ada di kurungan menjadi semacam penuntun bagi bayi dalam memilih pekerjaan nanti. Sementara kandang ayam tersebut memiliki makna bahwa ketika anak telah memasuki kehidupan, dia harus dijaga oleh hal-hal baik.

5. Menyebarkan Udik-udik

Sementara itu, ayah dan kakek anak tersebut menyebarkan "udik-udik", yang merupakan koin-koin dan bunga.

Diharapkan, bahwa anak harus memiliki cara mudah untuk mencari nafkah dan harus bermurah hati dengan membantu orang lain.

Baca Juga: Ternyata Begini Tradisi Hari Pertama Sekolah Di Berbagai Negara

6. Dimandikan dengan Bunga Sritaman

Selanjutnya, anak harus dimandikan atau dibersihkan dengan bunga Sritaman.

Air mandi ini terdiri dari bunga mawar, melati, magnolia dan kenanga.

Dikutip dari javaans.be, ritual ini melambangkan harapan bahwa bayi akan membawa rasa hormat, kehormatan, dan ketenaran bagi keluarga.

7. Dipakaikan Pakaian Baru

Usai menjalani semua ritual, anak itu dipakaikan pakaian rapi yang indah dan baru.

Ini menggambarkan bahwa ia harus selalu memiliki kehidupan yang baik dan makmur, dan dapat membuat orang tuanya hidup bahagia.

Baca Juga: Tips Memilih Pakaian Anak Sesuai dengan Cuaca

Selebriti yang Menyelenggarakan Tedak Siten

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, tedak sinten telah dilaksanakan sejak dulu kala dan hingga kini masih diselenggarakan oleh masyarakat secara turun-temurun.

Tak terkecuali oleh keluarga selebriti. Berikut daftar selebriti yang juga menyelenggarakan tradisi tedak siten untuk buah hatinya.

1. Ardina Rasti dan Arie Dwi Andika

ardina_.jpg

Foto: instagram.com/ardinarasti6

Pasangan selebriti Ardina Rasti dan Arie Dwi Andhika yang telah dikaruniai anak pertama bernama Anara Langit, pada Desember 2018 silam ini melaksanakan tradisi tedak siten.

Upacara tedak siten tersebut diadakan pada Senin, 22 Juli 2019 di Pendopo Kemang Kafe, Jakarta Selatan. Acara tidak hanya dihadiri oleh keluarga, tetapi juga kerabat dari Ardina maupun Arie.

Tampak Ardina dan Arie berbusana serba biru, lengkap dengan properti dan dekorasi upacara dengan warna biru yang senada.

Pasangan Ardina dan Arie menggelar upacara tedak siten ketika anak mereka memasuki usia tujuh bulan.

2. Momo Geisha dan Nicola Reza Samudra

tedak-siten-anak-momo-geisha

Foto: Instagram.com/therealmomogeisha

Anak pertama penyanyi Momo Geisha yang bernama Sheena Gabriella Aurora Samudra juga pernah mengikuti ritual tedak siten. Acara tedak siten tersebut digelar pada Sabtu, 28 Oktober 2019 saat sang buah hati berusia berusia delapan bulan.

Momo memang menikah dengan suaminya yang suaminya dengan darah Jawa yang kental. Tidak heran, pasangan ini melakukan tedak siten untuk putrinya yang akrab disapa Briell. Keluarga kecil ini tampak mengenakan baju adat budaya Jawa dengan warna senada. Lengkap dengan aksesorinya, yaitu blangkon untuk laki-laki yang dikenakan suami Momo dan juga sanggul, seperti pada tatanan rambut Momo.

3. Fitri Ayu dan Kenji Hamada

tedak-siten-anak-fitri-ayu.jpg

Foto: Instagram.com/fitriayuu

Bintang sinetron Fitri Ayu yang telah menikah dengan Kenji Hamada telah dikaruniai anak dengan diberi nama Kouichi Kamayel. Saat sang putra berusia 10 bulan, Fitri Ayu dan suami pun menggelar acara tedak siten. Prosesi ini dilaksanakan pada Selasa, 11 Februari 2020.

Anak dari pasangan Fitri Ayu dan Kenji Hamada itu menjalani ritual tedak siten dengan khidmat sesuai tradisi Jawa. Mereka juga kompak mengenakan pakaian adat Jawa. Dekorasi acara tedak siten pun terlihat penuh filosofi dan mewah.

Itulah informasi lengkap seputar tedak siten yang biasanya dilakukan oleh masyarakat Jawa serta beberapa artis yang juga menyelenggarakannya. Semoga dapat bermanfaat bagi Moms yang ingin menggelar tedak sinten untuk buah hati.

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait