04 September 2018

Ternyata Ini 5 Alasan Kita Malas Menambah Pertemanan Seiring Bertambahnya Usia!

Gaya hidup yang berubah membuat ada ketidaknyamanan satu sama lain.


Pernahkah Moms menyadari bahwa semakin bertambahnya usia, biasanya jumlah teman yang dimiliki semakin sedikit?

Bila dulu ketika masih remaja Moms memiliki banyak sekali teman yang selalu siap dikontak kapan saja, sekarang Moms hanya memiliki segelintir teman saja yang dapat di kontak dengan mudah.

Hal ini sebenarnya lumrah saja mengingat ada banyak faktor yang menyebabkan mengapa lingkaran pertemanan dapat menjadi semakin sempit seiring bertambahnya usia. Seperti adanya kesibukkan pada dunia kerja, urusan rumah tangga maupun hal-hal pribadi lainnya.

Namun benarkah salah satu faktor lingkungan yang semakin sempit adalah karena semakin bertambahnya usia, kita semakin malas menambah pertemanan? Mari simak beberapa faktor berikut:

Enggan Beradaptasi

Bukanlah perkara mudah bagi seseorang untuk beradaptasi dengan lingkungan baru, sekalipun adalah sosok yang mudah bergaul.

Banyak alasan mengapa seseorang malas beradptasi, diantaranya seperti malas untuk kembali memperkenalkan diri, mencari topik yang pas untuk membuat hubungan satu sama lain menjadi dekat, maupun adanya rasa skeptis yang semakin tumbuh seiring berjalannya waktu.

Perubahan Diri

shutterstock 391541998
Foto: shutterstock 391541998

Tak hanya dengan lingkungan yang baru, seiring berjalannya waktu, setiap manusia tentu akan berubah, termasuk Moms. Teman yang semula sangat dekat dan membuat nyaman, dapat berubah secara tiba-tiba.

Begitu juga sebaliknya Moms kepada mereka, Moms bisa saja membuat mereka tak nyaman dengan perubahan Moms. Tak melulu perubahan sifat, bisa saja kebiasaan yang berubah.

Contohnya saja seperti dulu mungkin masih senang dengan gaya nongkrong yang sederhana, namun sekarang mungkin gaya hidup yang berubah membuat adanya ketidaknyamanan satu sama lain.

Adanya Prioritas

Perubahan lain yang akan terjadi ada pada prioritas, inilah yang membuat pertemananmu mengendur dengan sendirinya. Seiring bertambahnya usia, prioritas Moms teman-teman jelas mulai berubah.

Semasa muda memang akan banyak waktu untuk bermain atau bersenang-senang bersama. Sementara sekarang Moms memikirkan keluarga dan masa depan anak-anak Moms tentunya.

Tak ada lagi ruang lebih untuk sekedar bersenang-senang, karena ada hal yang jauh lebih penting. Itulah pula yang menjadi faktor Moms malas membuang waktu untuk menambah lingkup pertemanan.

Baca Juga : Sahabat: 'Vitamin' Terbaik Untuk Perempuan

Menghindari Drama dan Basa-Basi

shutterstock 1079701310
Foto: shutterstock 1079701310

Semakin bertamabahnya usia, Moms akan cenderung semakin cuek dengan hal yang tak penting. Pada dasarnya semakin bertambahnya usia juga berarti berkurangnya rasa kompromi terhadap drama. Bagi Moms, hal-hal seperti itu sudah malas Moms ladeni sehingga pada akhirnya Moms akan berhenti peduli lagi pada urusan bersosialisasi.

Tak hanya drama, Moms mungkin akan mulai malas pula dengan basa-basi, susahnya mengumpulkan teman-teman akan menjadi salah satu alasan untuk tidak menjalin komunikasi yang lebih intens seperti dulu.

Makna Sahabat yang Berubah

Mungkin dulu, bagi Moms sahabat adalah sosok yang menjadi tempat mencurahkan segala isi hati dan sosok yang paling mengerti Moms. Dapat pula Moms artikan sebagai orang-orang terdekat yang banyak menghabiskan waktu dengan Moms.

Namun kini, bagi Moms makna sahabat lebih realistis dari itu. Sahabat adalah orang yang tetap bisa Moms percaya, akrab namun sudah tak lagi menjadi tempat pelarian utama. Karena kini Moms telah memiliki pasangan yang siap mendengarkan Moms kapan saja.

Sejumlah hal diataslah yang menjadi faktor mengapa semakin bertambahnya usia, seseorang menjadi semakin malas bersosialisasi. Sehingga, ruang lingkup pertemananpun semakin sempit.

Meski demikian, tetap ada hal yang dapat disikapi dengan positif, yaitu, saat menjadi semakin sempit tentunya pertemananpun akan menjadi semakin intim dan jauh dari kata drama maupun basa-basi.

(MDP)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.