3-5 tahun

3-5 TAHUN
7 Januari 2021

9 Tips Merawat Kesehatan Mata Anak di Kala Pandemi, Yuk Terapkan!

Terapkan metode 20-20-20
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dresyamaya
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Tentunya menjaga kesehatan mata anak selama pandemi COVID-19 adalah hal yang perlu Moms dan Dads pelajari. Sebab, semenjak pandemi ini berlangsung di dunia, gerakan untuk #dirumahaja mengharuskan anak sekolah dari rumah dengan bimbingan orang tua. Ini adalah gerakan untuk mencegah infeksi COVID-19.

Dengan ini, anak akan semakin sering terpapar cahaya biru dari gadget atau laptop selama sekolah online. Dampak dari sinar biru ini tentunya akan menggangu tumbuh kembang mata anak di kemudian hari.

Menurut studi Prevent Blindness, paparan cahaya biru yang diterima dari layar gadget, memang jumlahnya tidak sebanyak dari sinar UV. Namun, ada kekhawatiran tentang efek jangka panjang dari eksposur layar karena kedekatan layar dan lamanya waktu yang dihabiskan untuk melihatnya. Menurut penelitian, mata anak-anak menyerap lebih banyak cahaya biru daripada orang dewasa dari layar perangkat digital.

Maka dari itu, Moms perlu mengetahui bagaimana merawat mata anak selama pandemi, simak penjelasan berikut ini ya.

Kesehatan Mata Anak Selama Pandemi

Merawat mata anak selama pandemi.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Dengan peralihan sekolah tatap muka ke belajar online di rumah, anak-anak menghabiskan lebih banyak waktu di depan layar komputer, dan banyak orang tua yang ikut membimbing anak ketika sekolah online atau diselingi waktu Work From Home (WFH).

Di tengah pandemi ini, banyak anak yang menghabiskan lebih sedikit waktu untuk bermain di luar ruangan. Hal ini yang menyebabkan anak lebih banyak menghabiskan waktu di depan layar dan dapat menyebabkan masalah mata yang serius di masa depan, termasuk beberapa penyakit yang berpotensi membutakan mata.

"Penggunaan komputer berlarut-larut dapat mengganggu pertumbuhan kembang mata anak, seperti rabun jauh, silinder hingga merusak kornea mata," tambah dr. Kartika Lilisantosa, Sp. M., dokter Spesialis Mata @gooddoctor.id.

Baca Juga: Penyebab dan Cara Mengatasi Clavus atau Mata Ikan Pada Anak

Salah satu masalah kesehatan mata anak yang kerap dialami di pandemi seperti ini adalah, konjungtivitis pada mata anak. Menurut Kids Health, ini adalah masalah mata yang menyebaban gatal, kemerahan, peradangan hingga bengkak pada mata anak.

Cairan lengket berwarna bening atau putih akan terlihat menggumpal di sekitar mata.

Ini disebabkan oleh bakteri yang hidup di sekitar mata, hidung atau mulut. Mungkin Moms tidak pernah menyadarinya, maka sangat perlu merawat kesehatan dan kebersihan pada anak.

Selain itu, rabun jauh pada anak dapat disebabkan dari beberapa faktor seperti ini.

  • Genetik. Mungkin masih banyak orang beranggapan rabun jauh disebabkan karena gaya hidup tidak sehat dalam menggunakan gadget. Namun faktor genetik juga menjadi salah satu faktor penyebabnya. Menurut Medline Plus, risiko anak mengalami rabun jauh atau miopi, yakni bisa diturunkan dari genetik saudara kandung seperti adik atau kakak. Terkadang kondisinya bisa memburuk seiring bertambahnya usia.
  • Lingkungan. Faktor lingkungan bisa menyebabkan mata anak rabun. Seperti penggunaan gadget di bawah 30cm, pengaturan cahaya yang tidak baik seperti terlalu terang atau terlalu redup, atau terlalu lama menatap layar.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa menghabiskan waktu di luar rumah mungkin dapat memperlambat timbulnya dan perkembangan rabun jauh pada anak. Misalnya bermain di taman ketika tidak sedang banyak orang, atau bermain di halaman rumah dengan anggota keluarga.

Tips Merawat Kesehatan Mata Anak saat Pandemi

Merawat mata anak selama pandemi.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Ada banyak cara untuk merawat kesehatan mata anak selama pandemi berlangsung. Bagaimana tidak, seiring sekolah online terus dijalankan, anak akan lebih sering terpapar sinar biru dari layar laptop atau gadget untuk mendapatkan pelajaran penuh.

Moms perlu memerhatikan hal berikut ini untuk kesehatan mata anak di kemudian hari, ya!

1. Terapkan Aturan 20-20-20

Jika anak terus menatap layar sepanjang hari, dokter Kartika, sebagai spelialis mata anak, menyarankan orang tua untuk menerapkan aturan 20-20-20. Caranya cukup mudah, yaitu setiap 20 menit yang dihabiskan menggunakan layar, harus mencoba untuk melihat sesuatu yang berjarak 20 kaki dari selama total 20 detik.

Memang, anak akan sulit untuk diberikan aturan seperti ini, namun Moms bisa membuatnya sedikit unik dengan menempelkan gambar atau mainan kesukaan anak pada jarak 20 kaki. Seperti gambar pohon, atau kartun kesukaan anak. Dengan ini ia akan melihatnya dengan senang tanpa rasa terpaksa.

2. Rajin Minum Air

Selain itu, anak juga perlu minum air untuk membuat tubuhnya terhidrasi dengan baik. Sebaiknya air atau botol minum didekatkan dengan posisi anak belajar online, sehingga ia tak malas untuk mengambil air di tempat yang lebih jauh dari jangkauannya.

Minum teh hijau saat istirahat mungkin bisa lebih membantu. Karena teh hijau mengandung antioksidan yang disebut katekin yang dapat membantu mata anak menghasilkan air mata untuk pelumasan yang lebih baik.

American Academy of Ophthalmology menjelaskan bahwa melihat perangkat digital tidak serta merta merusak penglihatan anak. Tapi itu bisa menyebabkan ketegangan dan gejala yang tidak menyenangkan.

Normalnya, manusia biasanya berkedip sekitar 15 kali setiap menit. Saat menatap layar, angka ini berkurang.. Itu bisa menyebabkan mata kering, iritasi, dan lelah.

3. Mengkompres Mata dengan Air Hangat

Ketika anak sudah mulai mengucek mata, ini petanda mata anak mengalami kering. Bisa disebabkan dari angin yang masuk ke dalam mata, paparan sinar matahari, dan terlalu lama memandang layar tanpa jeda waktu. Mata kering dapat diatasi dengan mengkompres air hangat pada mata anak.

"Ketika anak menatap layar, ini menyebabkan air mata cepat menguap dan menyebabkan kekeringan pada mata," tambah dr. Kartika saat diwawancara.

Air hangat dapat menjadi cara untuk mengatasi air kering. Moms bisa menggunakan kapas atau handuk untuk mengompreskan ke mata anak sekitar 10-15 menit. Dengan ini, akan membantu mata anak menjadi lebih segar dan normal kembali.

Baca Juga Mata Minus pada Balita, Apa Penyebabnya dan Solusinya?

4. Menggunakan Obat Tetes Mata

Selain menggunakan kompres air hangat, obat tetes mata bisa menjadi alternatif untuk mengatasi mata kering pada mata anak. Namun tentunya tidak boleh asal menggunakan obat tetes mata layaknya pada orang dewasa.

Untuk anak, ada dosis dan jenis obat tetes mata yang boleh digunakan. Seperti tidak mengandung pengawet, sebab kandungan pengawet dapat merusak kesehatan mata anak dalam jangka waktu panjang.

Moms juga perlu berkonsultasi sesuai anjuran dokter sebelum meneteskan obat mata pada anak. Biasanya, untuk obat tetes mata khusus anak dapat digunakan hingga 4 kali dalam sehari.

5. Istirahatkan Mata

Peran Moms sangat diperlukan untuk membatasi paparan gadget pada anak ketika sekolah online. Anak tidak boleh terus-terusan menatap layar karena akan berdampak pada kesehatan matanya.

Sebaiknya, jika Moms tengah melakukan aktivitas lain ketika anak sekolah online, bisa menggunakan aplikasi timer agar anak tahu waktunya untuk istirahatkan mata.

Memang ini terlihat sepele, namun sangat memengaruhi kondisi mata anak dan menghindari terjadinya mata kering, gatal dan kemerahan.

Apabila anak mulai mengucek-ucek mata, tanyakan pada dirinya apakah jelas yang mereka lihat atau tidak. "Banyak anak tidak menjelaskan atau memberitahu kalau pandangan mereka kabur atau tidak jelas, ini yang membuat orang tua tidak tahu kondisi mata anak sebenarnya," tambah dr. Kartika.

6. Buat Posisi Belajar Nyaman

Posisi yang nyaman dan aman tentunya akan meningkatkan rasa kemauan anak untuk belajar dan menjaga kesehatan mata anak selama pandemi. Atur posisi komputer dengan jarak yang pas, tidak terlalu jauh dan tidak terlalu dekat. Jika Moms bingung, bisa mengukur menggunakan lengan bahu ibu sebagai acuannya.

Usahakan mata anak sejajar dengan pandangan gadget, sehingga ia tak akan menunduk atau mendangak yang dapat membuat otot leher tegang dan rasa tidak nyaman.

Pencahayaan yang tidak sesuai juga akan merusak mata anak, maka, atur kontras dan cahaya pada laptop atau gadget dengan suhu yang pas. Untuk pencahayaan ruangan juga perlu disesuaikan. Jangan memasang lampu tepat di atas kepala anak, maka ia akan merasakan silau dan pandangan tidak nyaman.

Ukuran gadget juga perlu diperhatikan ya Moms, jangan telalu kecil, sekitar 13-15 inci baik untuk menjaga kesehatan mata anak.

7. Terapkan 4 Sehat 5 Sempurna

Berikan makanan bergizi 4 sehat 5 sempurna pada anak dengan buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, dan konsumsi ikan yang mengandung tinggi protein.

Makanan yang mengandung antioksidan dan nutrisi utama seperti vitamin C, vitamin, E, seng, asam lemak omega-3, dan lutein, dapat menjaga kesehatan mata anak.

Anak tidak diharapkan konsumsi wortel secara berlebihan, karena bukan hanya vitamin A yang perlu dikonsumsi, melainkan vitamin dan nutrisi lain turut mendukung pertumbuhan kesehatan mata anak.

Berjemur juga menjadi salah satu cara untuk mendapatkan vitamin D, yakni untuk menjaga dan meningkatkan imunitas pada tubuh anak.

Baca Juga: 6 Makanan Sehat yang Bantu Lawan Infeksi Virus

8. Memakai Kacamata

Memakai kacamata pada anak memang dibolehkan sesuai anjuran dan diagnosis oleh dokter mata.

Menurut American Academy of Opthalmology, memakai kacamata ketika belajar di rumah diperlukan apabila anak telah mendapatkan persetujuan dari dokter anak. Apalagi, di saat pandemi seperti ini, memakai kacamata dapat mencegah penularan infeksi COVID-19. Namun perlu diingat, ini tidak memberikan keamanan 100 persen.

Anak yang memakai kacamata, lebih baik Moms memilih bingkai atau warna kacamata yang menarik perhatian mereka. Ketika mereka telah senang dan menyukainya, maka ia akan mau untuk rutin memakainya ketika sedang screen time.

Lensanya sendiri dapat dibuat dari bahan yang berbeda, seperti kaca pengaman atau plastik anti pecah (polikarbonat). Karena kaca cenderung berat dan dapat pecah, kebanyakan kaca saat ini terbuat dari plastik polikarbonat.

Pastikan selalu membersihkan kacamata dengan lap bersih agar tidak ada debu yang tersisa.

Baca Juga: Penyebab dan Cara Mengatasi Mata Juling Pada Anak

9. Membasuh Bulu Mata Anak

Sering kali, ketika anak merasakan gatal pada matanya, Moms meniupkan ke mata anak untuk membuatnya tidak gatal. Ini adalah hal yang perlu dihindari ya Moms. Gatal pada mata anak biasanya disebabkan kering atau ada infeksi pada mata. Untuk mengatasi ini, basuhlah pangkal bulu mata seperti sedang mencuci rambut.

Gunakan sampo bayi yang dicampurkan dengan air lalu bersihkan pangkal bulu mata anak. Maka ini akan meredakan rasa gatal pada mata.

Namun jika masih berlanjut, mungkin ini adalah salah satu reaksi alergi terhadap makanan, atau faktor lainnya yang bisa memengaruhi dan menyebabkan mata gatal.

Dampak Gadget untuk Kesehatan Mata Anak

Dampak gadget untuk kesehatan mata anak

Foto: Orami Photo Stock

"Anak di bawah usia 2 tahun tidak direkomendasikan untuk menatap layar gadget, karena lapisan pada mata anak belum sepenuhnya berkembang dan penglihatan masih kurang baik," ujar dr. kartika, Spesialis Mata Anak Indonesia.

Ketika anak di usia 2-5 tahun dibolehkan screen time dengan syarat membatasi 1 jam setiap harinya. Beberapa studi mengatakan, anak dengan kisaran umur ini, gadget dapat memberikan dampak kurang baik untuk kesehatan matanya. Diperlukan waktu 2-3 jam untuk istirahatkan mata.

Agar anak tidak selalu menatap layar, alihkan dengan kegiatan luar ruangan seperti bersepeda, berlari, atau bermain yang mereka sukai. Maka ini akan membuat ia mengalihkan perhatiannya dari layar. Tentunya, saat anak sedang istirahat makan, jangan dibarengi dengan menatap layar untuk menonton video ya, Moms.

Selain itu, dampak gadget untuk kesehatan mata anak juga akan menganggu siklus tidur anak. Anak akan mudah terbangun atau kesulitan tidur di malam hari.

Baca Juga: Mata Anak Merah, Apa Sebabnya?

Anak bayi seringkali didapati sedang video call dengan anggota keluarganya untuk melepas rindu di kala pandemi ini. Tentu, menurur dokter Kartika, ini boleh dilakukan asal tidak terlalu sering dan jarak mata anak dengan gadget tidak terlalu dekat.

Ukuran smartphone yang besar sangat dianjurkan ketika anak sedang video call, agar penglihatan mata anak tidak terganggu dan jelas.

Lakukan istirahat mata setiap 30 menit sekali dan batasi durasi menatap layar, ya. Usahakan juga jangan menggunakan flashlight ketika sedang foto dengan anak, karena anak membuatnya silau dan meganggu penglihatan.

Menurut Healthy Children, ternyata bayi baru lahir juga bisa terkena penyakit mata yang disebabkan paparan bakteri. Infeksi mata yang serius dapat terjadi akibat paparan bakteri selama perjalanan melalui jalan lahir, itulah sebabnya semua bayi dirawat dengan salep mata antibiotik atau tetes di ruang bersalin.

Infeksi semacam itu harus ditangani sejak dini untuk mencegah komplikasi yang serius.

Baca Juga: 4 Cara Mengurangi Kecemasan di Tengah Pandemi COVID-19

Artikel Terkait