19 April 2024

6 Tugas para Rasul yang Perlu Diketahui Anak, Ajarkan Yuk!

Apa saja tugasnya?

Menjadi suri teladan bagi umat Islam merupakan salah satu tugas para rasul yang paling utama.

Apalagi pada zaman dahulu manusia masih berada dalam masa jahiliah, yakni tidak memiliki pegangan hidup dan norma-norma yang baik.

Kemudian Allah SWT menunjuk orang-orang terpilih sebagai rasul untuk membantu umat manusia berubah menjadi orang yang beradab.

Selain menjadi suri teladan, para rasul juga memiliki tugas mulia lainnya yang tak kalah penting.

Nah, di bawah ini terdapat penjelasan tentang tugas para rasul yang perlu Moms ketahui.

Simak bersama, yuk!

Baca Juga: Biografi Umar bin Khattab, Sahabat Nabi Muhammad SAW yang Menjadi Khalifah

Tugas Para Rasul dalam Islam

Tulisan Nabi
Foto: Tulisan Nabi (Freepik.com/freepik)

Allah SWT menunjuk manusia-manusia terbaik pilihannya untuk menyampaikan syariat Islam dan menjadi pemimpin bagi umat Islam.

Adapun jumlah rasul yang ditunjuk oleh Allah SWT tidak diketahui pasti berapa banyak jumlahnya.

Namun, ada 25 nama nabi dan rasul yang wajib diketahui oleh seluruh umat Islam, mulai dari Nabi Adam A.S. sampai Nabi Muhammad SAW.

Setiap nabi dan rasul tentu memiliki kisah masing-masing yang berbeda dan diberi tugas yang berbeda pula.

Namun, secara garis besar setidaknya ada 6 tugas para rasul yang utama, yaitu:

1. Mentauhidkan Allah SWT

Pada zaman jahiliah, banyak manusia yang menyembah benda-benda tertentu seperti patung berhala, api, matahari, dan lainnya.

Ajaran ini tentunya sangat bertentangan dengan prinsip dan akal sehat manusia.

Terlebih lagi, banyak pula praktik-praktik kepercayaan yang menyesatkan.

Oleh sebab itu, Allah SWT memilih para rasul untuk mengajak manusia kepada ajaran yang benar dan meninggalkan masa jahiliah tersebut.

Rasul-rasul tersebut mendapatkan wahyu yang diturunkan melalui perantara malaikat Jibril.

Rasul merupakan manusia terpilih yang memiliki 4 sifat-sifat mulia, yaitu siddiq, amanah, tablig, dan fatanah.

Tugas para rasul yang paling utama dan mendasar adalah mengajak manusia untuk menyembah Allah SWT dan meninggalkan sesembahan lainnya.

Sebagaimana firman Allah SWT yang berbunyi:

وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أَمَّةٍ رَّسُولاً أَنِ اعْبُدُوا اللهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ

Wa laqad ba’asna fii kulli ummatir rasulan ani’budullaaha wajtanibut-tagut

Artinya:

“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan):

'Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Tagut itu'.” (QS. An-Nahl: 36).

Dalam ayat tersebut, Allah SWT menjelaskan tugas dan inti risalah para rasul, yaitu mentauhidkan ajaran agama Allah SWT dan meninggalkan ajaran yang sesat.

Baca Juga: Belajar dari Kisah Nabi Ismail: Ditinggal di Padang Pasir hingga Hendak Dikurbankan

2. Menyampaikan Syariat Islam kepada Manusia

Al-Quran Kitab Suci
Foto: Al-Quran Kitab Suci (Freepik.com/freepik)

Tugas para rasul yang kedua yaitu menyampaikan syariat agama Islam kepada manusia yang telah bersedia mentauhidkan agama Allah.

Syariat ini berisi tentang kewajiban yang harus dipatuhi oleh umat Islam dan larangan apa saja yang perlu dijauhi.

Rasul juga bertugas memberikan pemahaman tentang hukum melakukan suatu hal dalam pandangan Islam.

Allah SWT menyampaikan hal ini dalam firman-Nya:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلرَّسُولُ بَلِّغْ مَآ أُنزِلَ إِلَيْكَ مِن رَّبِّكَ ۖ وَإِن لَّمْ تَفْعَلْ فَمَا بَلَّغْتَ رِسَالَتَهُۥ ۚ وَٱللَّهُ يَعْصِمُكَ مِنَ ٱلنَّاسِ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَهْدِى ٱلْقَوْمَ ٱلْكَٰفِرِينَ

Yaa ayyuhar-rasulu balligh maa unzila ilaika mir rabbik, wa illam taf’al famaa ballaghta risaalatah,

Wallaahu ya’simuka minan-nas, innallaaha laa yahdil qaumal kaafiriin

Artinya:

“Hai Rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu.

Dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu, berarti) kamu tidak menyampaikan amanat-Nya.

Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia.

Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.” (QS. Al-Maidah: 68).

Baca Juga: Kisah Nabi Sam'un, Nabi Terkuat dan Tak Terkalahkan

3. Menyampaikan Kabar Baik dan Membawa Peringatan

Tugas para rasul lainnya juga sebagai pemberi kabar baik dan membawa peringatan kepada umatnya.

Kabar baik ini berupa pahala yang diperoleh oleh umat Islam jika mereka melaksanakan kewajiban dan sunah, serta meninggalkan yang haram.

Pahala yang telah mereka kumpulkan nantinya akan ditimbang saat hari penghakiman dan menjadi penentu apakah layak masuk surga yang dijanjikan.

Sementara itu, bagi umat Islam yang tidak taat terhadap syariat agamanya, mereka akan mendapatkan peringatan dari para rasul.

Peringatan ini menerangkan dosa yang diakibatkan oleh perbuatan tercela mereka, serta siksaan yang disiapkan saat hari pembalasan atas perbuatan tersebut.

Peringatan yang disampaikan oleh rasul juga menjadi pengingat supaya umat Islam tidak melanggar perintah dan larangan-Nya.

Allah SWT berfirman dalam surat An-Nisaa ayat 165 yang berbunyi:

رُّسُلًا مُّبَشِّرِينَ وَمُنذِرِينَ لِئَلَّا يَكُونَ لِلنَّاسِ عَلَى ٱللَّهِ حُجَّةٌۢ بَعْدَ ٱلرُّسُلِ ۚ وَكَانَ ٱللَّهُ عَزِيزًا حَكِيمًا

Rusulam mubasysyiriina wa munziriina li ‘allaa yakuna linnaasi ‘alallaahi hujjatum ba’dar-rasul, wa kaanallaahu ‘azizan hakiimaa.

Artinya:

“(Mereka Kami utus) selaku rasul-rasul pembawa berita gembira dan pemberi peringatan,

Agar supaya tidak ada alasan bagi manusia membantah Allah sesudah diutusnya rasul-rasul itu.

Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. An-Nisaa: 165).

Allah SWT hanya menunjuk manusia-manusia terbaik pilihan-Nya untuk menjadi rasul dan pemimpin umat.

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.

rbb