06 Agustus 2023

Kisah Uwais Al Qarni, Penghuni Langit yang Cinta pada Ibunya

Pemuda istimewa yang berbakti pada sang ibu

Nama Uwais Al Qarni mungkin tak sepopuler sahabat nabi lainnya. Namun, Ia begitu istimewa karena keta'atannya pada Allah SWT.

Ia dikenal sebagai pemuda yang begitu istimewa karena sikapnya yang begitu cinta dan berbakti kepada sang ibu.

Keteladannya menjadi kisah yang inspiratif dan bisa diajarkan kepada Si Kecil dan diri kita sendiri sebagai anak.

Ingin tahu seperti apa kisahnya? Simak artikel ini sampai akhir, ya!

Baca Juga: Kisah Nabi Sam'un, Nabi Terkuat dan Tak Terkalahkan

Uwais Al Qarni, Pemuda Hebat yang Berbakti pada Sang Ibu

Kisah Uwais Al Qarni
Foto: Kisah Uwais Al Qarni (Tabungamal.id)

Dilansir dari NU Online, berikut kisah Uwais Al Qarni yang begitu berbakti pada ibunya.

Di Yaman, hiduplah seorang pemuda bernama Uwais al-Qarni yang menderita penyakit kulit yang menyebabkan kulitnya belang-belang.

Meskipun mengalami cacat, Uwais adalah sosok pemuda yang sangat sholeh dan taat kepada ibunya, seorang wanita tua yang lumpuh.

Ibu Uwais berharap agar putranya dapat membantu mewujudkan mimpinya untuk menunaikan ibadah haji di Mekkah.

Namun, situasi mereka sangat sulit karena Uwais hidup dalam kemiskinan dan tidak memiliki sarana untuk perjalanan jauh tersebut.

Dengan tekad bulat dan cinta yang tulus kepada ibunya, Uwais mencari cara untuk memenuhi keinginan sang ibu.

Ia membeli seekor anak lembu dan berlatih menggendongnya naik-turun bukit setiap hari.

Meskipun banyak orang yang meragukannya dan menyebutnya gila, Uwais tetap gigih melakukan latihan ini tanpa hari terlewatkan.

Tujuan sebenarnya adalah agar ia bisa menggendong ibunya selama perjalanan haji.

Setelah 8 bulan latihan yang penuh kesabaran dan ketekunan, Uwais dan ibunya siap untuk memulai perjalanan menuju Mekkah.

Dengan kekuatan dan cinta yang luar biasa, Uwais menggendong ibunya dari Yaman menuju Mekkah untuk beribadah di Ka'bah.

Perjalanan yang panjang dan melelahkan tersebut menjadi bukti sejati dari cinta dan kesetiaan Uwais Al Qarni kepada ibunya.

Di hadapan Ka'bah, Uwais Al Qarni dan ibunya bersujud dengan penuh haru dan berdoa memohon ampunan dari Allah.

Uwais mengharapkan kebahagiaan bagi ibunya dan rela mengorbankan dirinya demi kebahagiaan sang ibu di surga.

Setelah doa yang tulus dan penuh cinta itu, Uwais Al Qarni diberikan karunia luar biasa oleh Allah, penyakit kulitnya sembuh dan hanya menyisakan satu bulatan putih di tangan kanannya sebagai tanda pengenal untuk sahabat Nabi, Umar bin Khattab dan Ali bin Abi Thalib.

Menandakan bahwa Uwais Al Qarni adalah seorang pribadi yang istimewa dan doanya sangat makbul di hadapan Allah.

Baca Juga: Kisah Nabi Ilyas, Utusan Allah untuk Kaum Fenisia

Mencari Rasulullah ke Madinah

Tauladan Uwais Al Qarni
Foto: Tauladan Uwais Al Qarni (Nu.or.id)

Setelah menempuh perjalanan yang jauh, akhirnya Uwais al-Qarni tiba di kota Madinah.

Dengan penuh semangat, ia segera mencari rumah Nabi Muhammad SAW.

Saat tiba di sana, Uwais mengetuk pintu rumah dengan sopan dan menyampaikan salam. Seorang wanita keluar dari rumah itu dan membalas salamnya.

Uwais pun bertanya tentang keberadaan Nabi, hanya untuk mendapatkan kabar bahwa Nabi sedang berada di medan pertempuran.

Uwais Al Qarni merasa kecewa karena kesempatan bertemu langsung dengan Nabi terasa menyusut.

Meskipun hatinya berkecamuk ingin menunggu Nabi pulang, pesan ibunya yang sudah tua dan sakit-sakitan untuk segera pulang ke Yaman mengalahkan keinginannya.

Dengan perasaan sedih dan terharu, Uwais Al Qarni memberi salam kepada Siti Aisyah, istri Nabi, dan meninggalkan pesan untuk Nabi sebelum berangkat kembali ke Yaman.

Baca Juga: Arti Kalimat Wallahualam yang Disunnahkan oleh Rasul, Masya Allah!

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.