09 Januari 2023

Kabar Baik! Menkes Pastikan Vaksin COVID-19 untuk Anak 6 Bulan hingga 11 Tahun Gratis!

Jenis vaksin ini berbeda dengan yang diberikan kepada remaja dan dewasa
Kabar Baik! Menkes Pastikan Vaksin COVID-19 untuk Anak 6 Bulan hingga 11 Tahun Gratis!

Foto: Freepik

Ada kabar baik, nih Moms! vaksin COVID-19 bisa diberikan kepada anak usia 6 bulan hingga 11 tahun dan gratis, lho.

BPOM menerbitkan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) vaksin COVID-19 jenis Pfizer-Biontech (Comirnaty) untuk anak usia 6 bulan hingga 11 tahun.

Jenis vaksin COVID-19 ini berbeda dengan yang digunakan untuk remaja dan dewasa. Menurut Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), vaksin yang digunakan adalah Comirnaty.

Nah, izin penggunaan darurat vaksin untuk anak usia 5 - 11 tahun sudah diberikan sejak 29 November 2022 dan untuk anak 6 bulan - 4 tahun baru pada 11 Desember 2022.

Baca Juga: 102 Obat Sirop yang Dilarang BPOM dan Perbedaannya dengan 5 Obat yang Ditarik

Vaksin COVID-19 untuk Anak 6 Bulan ke Atas

Ini informasi yang bisa Moms ketahui mengenai izin penggunaan vaksin COVID-19 untuk anak 6 bulan hingga 11 tahun..

1. Vaksin yang Digunakan Berbeda

Vaksin Anak
Foto: Vaksin Anak (Dct.azureedge.net)

Kepala BPOM, Penny K Lukito, menyatakan vaksin COVID-19 jenis Pfizer yang dimaksud berbeda dengan yang digunakan untuk remaja dan dewasa.

"Vaksin Comirnaty Children memiliki formulasi dan kekuatan yang berbeda dengan vaksin Comirnaty untuk remaja dan dewasa sehingga vaksin Comirnaty Children tidak dapat digunakan pada individu berusia 12 tahun ke atas," kata Penny.

2. Aturan Pakai Vaksin untuk Usia 6 Bulan hingga 4 Tahun

Dosis vaksin Comirnaty anak (6 bulan hingga 4 tahun) untuk vaksinasi primer sebanyak 3 mcg/0,2 mL dan diberikan dalam 3 dosis.

Untuk 2 dosis pertama diberikan dalam rentang waktu 3 minggu. Selanjutnya, untuk dosis ketiga diberikan setidaknya 8 minggu, setelah dosis kedua.

Baca Juga: 160 Lokasi Vaksin COVID-19 di Bandung Desember 2022, Tersedia Vaksin Booster!

3. Dosis Vaksin Comirnaty Children

Vaksinasi primer sebanyak 10 mcg/0,2 mL. Diberikan dalam 2 dosis dengan rentang waktu 3 minggu, antara dosis pertama dan kedua.

“Dosis Vaksin Comirnaty Children (6 bulan - 4 tahun) untuk vaksinasi primer adalah 3 mcg/0,2 mL yang diberikan dalam 3 dosis pemberian.

Dua dosis pertama diberikan dalam rentang waktu 3 minggu, diikuti dengan dosis ketiga yang diberikan setidaknya 8 minggu setelah dosis kedua.

Sementara dosis Vaksin Comirnaty Children (5 - 11 tahun) untuk vaksinasi primer adalah 10 mcg/0,2 mL, diberikan dalam 2 dosis dengan rentang waktu 3 minggu antara dosis pertama dan kedua,” papar Kepala BPOM melalui keterangan tertulis.

4. Memiliki Efek Samping yang Bisa Ditoleransi

Penny mengatakan vaksin yang diberikan izin penggunaan darurat memiliki efek samping yang bisa ditoleransi.

Sejauh ini, efek samping yang dilaporkan pada anak kelompok usia 6 bulan hingga kurang dari 5 tahun secara umum dengan intensitas ringan hingga sedang.

"Masyarakat juga diminta untuk bijak dan berhati-hati dalam mengonsumsi obat-obatan yang digunakan dalam penanganan COVID-19.

Serta tidak mudah terpengaruh dengan promosi produk obat, obat tradisional, maupun suplemen kesehatan dengan klaim dapat mencegah atau mengobati COVID-19," kata Penny.

Baca Juga: 47+ Lokasi Vaksin COVID-19 di Tangerang Raya Desember 2022, Tersedia Vaksin Booster!

5. Efek Samping Vaksin Comirnaty

Lebih lanjut lagi, efek samping yang dilaporkan antara lain berupa lymphadenopathy atau pembengkakan atau pembesaran kelenjar getah bening.

Persentase anak usia 6 bulan hingga kurang dari 2 tahun yang mengalami efek samping vaksin tersebut sebesar 0,2 persen.

Sementara, di kalangan usia 2 tahun hingga kurang dari 5 tahun sebesar 0,1 persen.

Efek samping yang dialami kelompok anak usia 5 tahun sampai 11 tahun menjadi perhatian khusus, Moms.

Sebab, reaksi angioedema (pembengkakan disertai kemerahan), yang terjadi pada subjek kelompok vaksin 5 - 11 tahun, sebesar 1,2 persen.

Lalu, subjek kelompok plasebo, yang terjadi pada usia 5-11 tahun, memiliki reaksi angioderma sebesar 0,8 persen.

Kemudian dilaporkan 13 kasus lymphadenopathy (0,9 persen subjek) pada kelompok vaksin dan 1 kasus pada kelompok plasebo, untuk usia 5 - 11 tahun.

Profil keamanan ini dinyatakan serupa dengan laporan AESI pada kelompok usia di atas 12 tahun, Moms.

7. Menkes Pastikan Vaksin Ini Gratis

Setelah adanya wacana tentang vaksin untuk anak usia 6 bulan, kini Menkes memastikan bahwa vaksin COVID-19 untuk anak usia 6 bulan ke atas bisa didapatkan secara gratis.

Menurut Menkes Budi Gunadi Sadikin, anggaran untuk menggratiskan vaksin ini cukup. "Anggarannya cukup kok. Bisa untuk melakukan vaksinasi pada anak secara gratis," katanya.

Baca Juga: 57 Lokasi Vaksin COVID-19 untuk Anak 12-17 Tahun di Jabodetabek, Tersedia Vaksin Pfizer!

Syarat Vaksin COVID-19 Anak Usia 6 Bulan ke Atas

Sama seperti vaksin dewasa, vaksin COVID-19 anak usia 6 bulan ke atas juga harus mengikuti beberapa syarat.

Yuk, disimak syaratnya.

1. Harus anak 6 bulan hingga 11 tahun

Ilustrasi Vaksin Bayi
Foto: Ilustrasi Vaksin Bayi

Seperti yang sudah Moms ketahui, vaksin ini hanya berlaku untuk anak usia 6 bulan hingga yang paling tua adalah 11 tahun.

Dosis yang diberikan juga berbeda untuk anak 6 bulan hingga 4 tahun dan anak usia 5-11 tahun.

2. Aturan Pakai

Anak 6 Bulan hingga 4 Tahun

Dosis vaksin Comirnaty Children (6 bulan - 4 tahun) untuk vaksinasi primer adalah 3 mcg/0,2 mL yang diberikan dalam 3 dosis pemberian.

Dua dosis pertama diberikan dalam rentang waktu 3 minggu, diikuti dengan dosis ketiga yang diberikan setidaknya 8 minggu setelah dosis kedua.

Anak 5 hingga 11 tahun

Vaksin Comirnaty Children (5 - 11 tahun) untuk vaksinasi primer adalah 10 mcg/0,2 mL, diberikan dalam 2 dosis dengan rentang waktu 3 minggu antara dosis pertama dan kedua.

3. Anak Harus Sehat

Merujuk pada aturan vaksinasi anak oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), anak harus dalam kondisi sehat dan terbukti sehat.

Artinya, anak tidak mengalami kontraindikasi seperti defisiensi imun primer, penyakit autoimun tak terkontrol, penyakit Sindrom Guillain Barre, mielitis transversa, dan acute demyelinating encephalomyelitis.

Anak juga tidak sedang mengalami demam dengan suhu melebihi 37,5 derajat Celcius.

Jika sebelumnya pernah terinfeksi COVID-19, pemberian vaksin dilakukan minimal 3 bulan setelah sembuh.

4. Tidak Mendapatkan Vaksin Lain

Tidak mendapatkan vaksin lain dalam rentang waktu 1 bulan juga menjadi syarat vaksin COVID-19 anak usia 6 bulan.

Jadi, anak yang hendak mendapatkan vaksin COVID-19 harus sedang tidak mendapatkan imunisasi lainnya setidaknya 1 bulan.

Nah itu dia Moms informasi seputar vaksin COVID-19 jenis Pfizer yang bisa diberikan untuk anak usia 6 bulan ke atas.

  • https://www.pom.go.id/new/view/more/pers/670/Penerbitan-EUA-Vaksin-Comirnaty-Children-untuk-Penggunaan-pada-Anak-Usia-6-Bulan-Hingga-11-Tahun.html
  • https://www.idai.or.id/tentang-idai/pernyataan-idai/rekomendasi-ikatan-dokter-anak-indonesia-terkait-pemberian-vaksin-covid-19-pada-anak-dan-remaja

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.