Scroll untuk melanjutkan membaca

KESEHATAN UMUM
30 Mei 2022

Veneer Gigi: Fungsi, Biaya, Jenis, serta Risiko dan Efek Sampingnya

Ketahui beragam fakta seputar veneer gigi sebelum melakukan prosedur ini
Veneer Gigi: Fungsi, Biaya, Jenis, serta Risiko dan Efek Sampingnya

Moms, terkadang penampilan gigi yang kurang oke memang membuat kita jadi hilang percaya diri. Apalagi saat bertemu orang banyak. Untuk mengatasinya, beberapa orang pun melakukan veneer gigi.

Lantas, apa sebenarnya veneer gigi? Apakah ini boleh dilakukan dan apa saja risikonya bagi kesehatan gigi?

Mari cari tahu penjelasan selengkapnya mengenai veneer gigi berikut ini.

Baca Juga: Tidak Perlu Veneer, Ini 3 Cara Memutihkan Gigi Secara Alami

Apa itu Veneer Gigi?

Veneer gigi merupakan rangkaian prosedur kecantikan dari dokter gigi yang bisa membuat gigi Moms jadi lebih baik, dari segi warna, bentuk, posisi, ataupun yang gompal.

Menurut penelitian yang diterbitkan di Contemporary Clinical Dentistry, ini adalah cara memutihkan gigi yang banyak diminati karena kecanggihannya.

Fungsi Veneer Gigi

Prosedur ini umumnya digunakan untuk mengubah warna gigi, memperbaiki gigi yang patah, rusak, tidak rata, atau ada gap.

Caranya adalah veneer dipasang menutupi permukaan bagian depan gigi.

Terdapat dua jenis veneer gigi, yakni veneer dari porselen dan veneer dari komposit resin.

Untuk segi kualitas, veneer dari bahan porselen lebih baik karena lebih mirip bentuk gigi asli.

Fakta Seputar Veneer Gigi

Nah, kalau Moms berencana untuk melakukan veneer, berikut ini beberapa hal yang perlu diketahui, ya.

1. Pilih Dokter Gigi yang Kredibel

Pilih Dokter Gigi yang Kredibel

Foto: Pilih Dokter Gigi yang Kredibel

Foto: Orami Photo Stocks

Veneer gigi merupakan bentuk tindakan perawatan gigi yang hanya bisa dilakukan oleh dokter gigi.

Maka, pastikan kalau Moms bisa melihat hasil kerja dokter gigi kosmetik tersebut untuk memastikan kalau mereka memang kredibel dan sesuai dengan style Moms.

Pastikan juga Moms bisa melihat karya-karya before dan after-nya agar bisa lebih meyakinkan.

Jangan tergiur dengan biaya yang murah apalagi jika dilakukan tidak dengan ahlinya.

2. Tidak Bisa Bisa Dilepas

Veneer gigi dipasang permanen pada gigi dan hanya bisa dilepaskan oleh dokter gigi.

Metode ini biasanya bertahan sekitar 10 - 20 tahun, tapi ada juga yang bertahan lebih lama.

Namun, kalau Moms malas merawat dan menyikatnya, maka bisa bertahan kurang dari waktu tersebut. Setelah 10-20 tahun berlalu, veneer gigi harus diganti.

3. Gigi Bisa Jadi Terlalu Putih

Gigi Bisa Jadi Terlalu Putih

Foto: Gigi Bisa Jadi Terlalu Putih

Foto: Orami Photo Stocks

Pernah kan Moms melihat ada orang yang punya warna gigi sangat putih sampai rasanya tidak wajar?

Ya, itulah hasil dari veneer gigi yang terlalu putih sehingga tidak nampak natural.

Bila Moms mau melakukan metode ini, sebaiknya pilih warna putih yang memang sesuai dengan warna kulit. Biasanya soft white jadi pilihan netral.

Baca Juga: Bagaimana Cara Memutihkan Gigi Kuning?

4. Bisa Pecah

Seperti gigi asli, veneer gigi pun bisa pecah kalau Moms tidak berhati-hati. Misalnya saja akibat mengunyah makanan yang terlalu keras atau terbentur sesuatu.

Untuk itu, berhati-hatilah saat menggunakan veneer. Hindari makanan dengan tekstur keras atau mengunyah terlalu cepat.

5. Gigi Jadi Lebih Sensitif

Gigi Jadi Lebih Sensitif

Foto: Gigi Jadi Lebih Sensitif (<a href="https://www.freepik.com/free-photos-vectors/hand">Hand photo created by katemangostar - www.freepik.com</a>)

Foto: Orami Photo Stocks

Sebelum dipasang veneer, gigi akan dikikis sebanyak 0,5 mm supaya ada ruang untuk memasang veneer.

Karena pengikisan inilah, kekuatan gigi berkurang sehingga jadi lebih sensitif.

Setelah menggunakan veneer, Moms mungkin akan merasa ngilu saat mengonsumsi makanan dingin dan panas.

Selain itu, gigi jadi sensitif saat menggigit makanan yang terlalu keras.

6. Gusi Jadi Rentan Iritasi

Selain gigi jadi lebih sensitif, hal yang harus diketahui setelah pasang veneer gigi adalah gusi jadi rentan iritasi.

Umumnya iritasi gusi terjadi pada awal pemasangan, karena gusi harus menyesuaikan bentuk gigi yang baru.

Namun, iritasi pada gusi juga bisa terjadi kalau Moms tidak menjaga kebersihan mulut dengan baik.

7. Tersedia Veneer Gigi Sementara

Tersedia Veneer Gigi Sementara

Foto: Tersedia Veneer Gigi Sementara

Foto: Orami Photo Stocks

Setelah Moms berdiskusi dengan dokter gigi tentang veneer gigi seperti apa yang diinginkan, dokter akan mencetak gigi Moms untuk membuat veneer temporary.

Veneer sementara ini terbuat dari komposit cair atau liquid composite.

Veneer sementara ini seperti blue print untuk gigi Moms.

"Veneer sementara ini tidak mengilap seperti veneer porselen asli dan ukurannya sedikit lebih besar.

Tapi jangan khawatir, karena mereka hanya sementara," jelas Dr. Michael Apa, seorang dokter gigi di New York, Los Angeles, dan Dubai.

8. Tidak Semua Gigi Harus Di-Veneer

Kalau Moms hanya butuh melapisi satu gigi (karena jatuh atau gompal dan jadi kurang bagus), Moms bisa untuk melakukan veneer hanya satu gigi saja.

Jadi, tidak perlu semua gigi dilapisi. Bisa tergantung kebutuhan atau budget.

Nanti, Moms cukup konsultasikan dengan dokter dan disesuaikan dengan saran dokter gigi.

Baca Juga: Implan Gigi, Prosedur Pemasangan Gigi Tiruan dengan Mengganti Akar Gigi

9. Tidak Semua Orang Bisa Pakai Veneer

Tidak Semua Orang Bisa Pakai Veneer

Foto: Tidak Semua Orang Bisa Pakai Veneer

Foto: Orami Photo Stocks

Veneer gigi memang kian populer, tapi bukan berarti semua orang bisa menggunakannya.

Sebelum menggunakan veneer, tentu saja Moms harus melewati beberapa prosedur dan pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter gigi.

Kalau tidak disetujui dokter, maka veneer tidak bisa dilakukan. Misalnya saja kalau Moms punya penyakit mulut atau kerusakan gigi yang parah.

Harga Veneer Gigi

Perlu diketahui juga veneer gigi membutuhkan biaya yang cukup besar.

Untuk direct veneer atau veneer yang menggunakan resin komposit, biayanya bisa mencapai Rp1.000.000 - Rp2.000.000 per satu gigi.

Sementara untuk indirect veneer atau veneer yang menggunakan porselen, memakan biaya sekitar Rp3.000.000 - Rp10.000.000 per satu gigi.

Jenis Veneer Gigi

Jenis Veneer Gigi

Foto: Jenis Veneer Gigi

Foto: Orami Photo Stocks

Sebelum memakai veneer gigi, ada baiknya mengetahui jenis-jenis yang bisa Moms pilih.

Namun, ini dikembalikan pada jenis dan bentuk gigi setiap orang dari hasil pemeriksaan dokter gigi, ya.

Berikut perbedaan jenis veneer gigi menurut American Dental Association, antara lain:

1. Veneer Porselen

Veneer gigi porselen adalah cangkang tipis yang dibuat khusus dari porselen agar pas dengan gigi.

Menerapkan veneer jenis porselen ini melibatkan beberapa struktur gigi, terkadang mencabut beberapa gigi.

Hal ini juga kadang membutuhkan anestesi lokal untuk mereda nyeri.

Manfaat veneer gigi porselen:

  • Lebih kuat dan tahan lama.
  • Tampak alami.
  • Lebih sedikit enamel gigi yang perlu dihilangkan dibandingkan dengan mahkota atau penutup gigi.

2. Vener Resin Komposit

Veneer gigi resin komposit adalah cangkang tipis dari porselen transparan atau resin komposit berwarna gigi, tembus pandang, dan dibuat khusus agar sesuai dengan gigi.

Ia memperbaiki warna, bentuk, dan penampilan secara keseluruhan.

Penempatan veneer gigi dapat meningkatkan senyum dan penampilan secara lebih baik.

Manfaat veneer resin komposit, yaitu:

  • Biasanya lebih sedikit enamel gigi yang perlu dihilangkan dibandingkan dengan veneer porselen.
  • Biayanya lebih murah daripada veneer porselen.
  • Mudah diperbaiki jika rusak.

Meskipun veneer resin komposit umumnya tidak sekuat atau tahan lama seperti veneer porselen, veneer komposit dapat diperbaiki dengan mudah dan cepat.

Baca Juga: 10 Rekomendasi Obat Gusi Bengkak dan Tindakan Perawatan yang Bisa Dilakukan untuk Mengatasinya

Risiko dan Efek Samping Veneer Gigi bagi Kesehatan

Efek Samping Veneer Gigi

Foto: Efek Samping Veneer Gigi

Foto: Orami Photo Stocks

Meskipun jarang terjadi, ada beberapa risiko dari perawatan veneer gigi.

Sebagian besar risiko dan efek samping ini dapat dengan mudah diperbaiki dengan baik oleh dokter gigi.

Risiko-risiko yang bisa terjadi antara lain:

1. Gigi Lebih Sensitif

Untuk memasang veneer gigi, dokter gigi harus menghilangkan lapisan enamel. Lapisan luar pelindung gigi ini adalah zat yang paling keras di dalam tubuh.

Setelah sebagian dari enamel dicabut, struktur internal gigi akan lebih terlihat.

Mengutip studi dalam Journal of Dentistry, ada juga risiko kecil kerusakan gigi yang terjadi.

Ini juga dapat meningkatkan sensitivitas terhadap suhu panas dan dingin. Efek samping ini akan memudar seiring waktu.

2. Nyeri Rahang

Nyeri Rahang

Foto: Nyeri Rahang

Foto: Orami Photo Stocks

Penempatan veneer gigi dapat menyebabkan peningkatan sensitivitas gigi termasuk nyeri di sekitar rahang mulut.

Sensitivitas yang berkepanjangan dapat menjadi indikasi bahwa veneer gigi tidak dipasang dengan benar atau terjadi kerusakan saraf selama perawatan.

Jika Moms masih mengalami nyeri ini 3 hingga 6 bulan setelah prosedur, segera berkonsultasi dengan dokter gigi.

Baca Juga: 5 Cara Mencegah Gigi Berlubang Pada Anak

3. Hasil Tidak Memuaskan

Sebelum memasang veneer gigi, dokter gigi akan melakukan beberapa pemeriksaan menyeluruh untuk memastikannya pas dan tidak berdampak negatif.

Namun, salah memilih jenis veneer gigi yang tepat dapat menyebabkan hasil yang tidak memuaskan.

Veneer gigi yang tidak pas dapat memengaruhi keseimbangan gigitan dan terjadi peningkatan risiko kerusakan, ketidaknyamanan saat makan, dan sakit pada sendi rahang.

4. Gigi Retak

Gigi Retak

Foto: Gigi Retak

Foto: Orami Photo Stocks

Berdasarkan studi yang diterbitkan di Clinical Oral Investigation, risiko selanjutnya dari pemakaian veneer gigi yakni gigi akan mudah retak dan tidak kokoh.

Veneer gigi dapat memberikan tekanan dan menggeretakkan gigi, yang menyebabkan retak, aus, atau lepas.

Kebiasaan tertentu seperti menggigit kuku, mengunyah barang kecil, dan kebiasaan makan es batu juga dapat menyebabkan veneer gigi rusak sebelum waktunya dan memerlukan perawatan ulang yang mahal.

5. Perubahan Warna Veneer Gigi

Meskipun veneer gigi tahan noda, semen yang mengikatnya ke gigi membuat ia warnanya tidak tahan lama.

Seiring waktu, bahan ini bisa berubah warna dan membuat warnanya menjadi kusam.

Perubahan warna dapat diperbaiki dengan mengaplikasikan semen baru setelah veneer gigi diganti.

Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Melakukan Veneer Gigi

Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Melakukan Veneer Gigi

Foto: Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Melakukan Veneer Gigi

Foto: wmsmile.com

Sebelum mendapatkan prosedur veneer, pertama-tama Moms akan memiliki janji temu awal dengan dokter gigi untuk mendiskusikan pilihan mana yang tepat untuk gigi dan berapa banyak prosedur veneer pada gigi yang ingin dipasang.

Dalam beberapa kasus, jika gigi bengkok atau tidak rata, Moms mungkin perlu memasang kawat gigi sebelum dokter gigi dapat memasang veneer.

Dilansir dari Healthline.com, Selanjutnya dokter gigi akan melakukan rontgen untuk mengevaluasi kesehatan gigi.

Mereka akan mencari tanda-tanda adanya kerusakan gigi, penyakit gusi, atau kebutuhan akan saluran akar.

Jika Moms memiliki salah satu dari kondisi ini, Moms mungkin tidak dapat melakukan prosedur veneer gigi.

Untuk mendapatkan veneer gigi dengan ukuran yang akurat, dokter gigi biasanya akan memangkas sekitar setengah milimeter gigi (mereka menghilangkan email gigi menggunakan alat gerinda) sebelum mereka mengambil cetakan gigi.

Cetakan ini kemudian dikirim ke laboratorium untuk membuat veneer khusus gigi Moms.

Tren Veneer Gigi Kelinci

Tren Veneer Gigi Kelinci

Foto: Tren Veneer Gigi Kelinci

Foto: Orami Photo Stocks

Beberapa tahun ini, tren veneer gigi kelinci mulai digemari masyarakat.

Tren ini diawali dari negara Jepang yang menganggap bentuk gigi yang tampak seperti kelinci lebih lucu dan menarik.

Menurut drg. Annisa Kheria, Sp.KG yang dikutip dari Chanel Youtube Net Entertainment News tahun 2014, menjelaskan bahwa kebanyakan yang tertarik dengan tren bunny smile ini adalah perempuan.

Lebih lanjut dijelaskan, prosedur ini dilakukan dengan melakukan veneer gigi terlebih dahulu lalu menambah ukuran gigi menjadi sedikit lebih panjang di dua gigi seri bagian atas.

Tidak ada efek samping dari prosedur gigi ini, namun diperlukan perawatan ekstra setelah menjalani prosedur gigi kelinci.

Baca Juga: Belum Perlu Ke Dokter, Ini 5 Obat Sakit Gigi Alami agar Cepat Sembuh

Nah, itulah beberapa hal yang perlu Moms ketahui sebelum melakukan veneer gigi, ya.

Bagaimana, apakah sudah mengambil keputusan mau melakukan veneer gigi atau tidak?

Jangan lupa yang paling utama adalah selalu jaga kebersihan gigi dan mulut ya, Moms!

  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3703685/
  • https://www.aspendental.com/dental-services/cosmetic-dentistry/dental-veneers
  • https://www.sciencedirect.com/journal/journal-of-dentistry
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2238777/
  • https://www.healthline.com/health/dental-veneers
  • https://www.youtube.com/watch?v=mFUZxxymIB8