Scroll untuk melanjutkan membaca

HOME & LIVING
06 Juni 2022

Wallpaper Dinding: Perbedaan, Fungsi, Jenis, Cara Memasang dan Rekomendasinya

Ternyata tidak sesulit yang dibayangkan, lho!
Wallpaper Dinding: Perbedaan, Fungsi, Jenis, Cara Memasang dan Rekomendasinya

Memasang wallpaper dinding bisa jadi cara alternatif untuk mengubah suasana ruangan.

Tidak seperti cat yang pilihan warna dan motifnya terbatas, wallpaper menawarkan beragam warna dan motif yang bisa Moms pilih.

Nah bagi Moms yang berencana ingin memasang wallpaper di rumah, mari simak penjelasan lebih lanjut di bawah ini.

Baca Juga: 3 Jenis Investasi Jangka Pendek yang Aman bagi Pemula serta Kelebihan dan Kekurangannya

Perbedaan Wallpaper Dinding dengan Wallsticker

wallpaper dinding

Foto: wallpaper dinding

Foto: Orami Photo Stock

Kedua material pelapis dinding antara wallpaper dan wallsticker bila dilihat sekilas memang tidak ada bedanya.

Namun, saat ditelisik lebih jauh lagi, keduanya memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Agar tidak salah saat membelinya, berikut ini perbedaan antara wallpaper dengan wallsticker, dikutip dari kanal YouTube Alvino Senjaya:

1. Ukuran

Umumnya, ukuran untuk wallpaper dinding memiliki ukuran 10 m × 53 cm atau setengah meter.

Untuk wallsticker sendiri adalah berukuran 10 m × 45 cm atau 0,45 m.

2. Bahan

Bahan untuk wallsticker adalah bahan stiker pada umumnya yang biasa ditempel pada berbagai permukaan seperti kaca, dinding, dan sebagainya.

Sementara itu, bahan dari wallpaper adalah vinyl atau seperti plastik.

Jadi untuk wallpaper dinding memiliki bahan yang lebih baik daripada wall sticker.

3. Umur Penggunaan

Dari umur penggunaan, wallpaper memiliki ketahanan selama lima hingga sepuluh tahun karena bahannya yang lebih tebal dan tahan terhadap panas ataupun dingin.

Sementara itu, wallsticker ketahanannya hanya sementara, yaitu sekitar paling lama 1 hingga 2 tahun.

4. Dekorasi

Dekorasi untuk wallpaper dinding bisa mencapai desain yang tiga dimensi (3D).

Sedangkan untuk wallsticker dekorasinya tampak seperti biasa.

Meski tampak cukup dekoratif, desain wallsticker tidak bisa mencapai desain yang 3D.

Baca Juga: Tanah Lot Bali, Objek Wisata dengan Sejuta Keindahan

5. Tekstur

Tekstur untuk wallpaper bisa lebih kamu rasakan, karena efek timbul dari bahannya lebih terasa.

Sedangkan untuk wallsticker bahannya datar atau teksturnya sama saja.

Tidak ada tekstur yang terasa dari atas sampai ke bawah dalam satu roll wallsticker.

6. Harga

Karena memiliki kualitas yang lebih baik ketimbang wallsticker, harga untuk wallpaper cenderung mahal.

Harga wallpaper yang dijual biasanya mulai dari Rp 150.000 hingga Rp 300.000 per roll.

Sementara itu, wall sticker harganya bisa mulai dari Rp 45.000 hingga Rp 100.000 per roll.

8. Proses Pemasangan

Untuk proses pemasangan wallpaper ke dinding sebuah ruangan membutuhkan lem yang terpisah dan beberapa alat bantu lainnya seperti kapi, alat untuk meratakan lem.

Sedangkan untuk wallsticker, sudah ada lem atau perekatnya langsung di belakang sisi permukaan wallsticker, sehingga Moms dapat langsung menempelkannya tanpa perlu lem.

Baca Juga: 4 Cara Menanam Lidah Buaya dan Manfaatnya untuk Kesehatan

Fungsi Wallpaper Dinding

shutterstock 267743792

Foto: shutterstock 267743792

Foto: Orami Photo Stock

Wallpaper dinding biasanya digunakan untuk mempercantik ruangan.

Namun tidak hanya itu saja, ternyata wallpaper dinding memiliki fungsi yang perlu diketahui manfaatnya.

Berikut fungsi wallpaper dinding:

1. Menutupi Keretakan Dinding

Di saat dinding rumah retak, dapat memanfaatkan wallpaper untuk menutupi keretakan tersebut.

Hal ini akan lebih menguntungkan, sebab rumah akan menjadi lebih enak dipandang tanpa harus melihat keretakan pada tembok.

2. Mempercepat Dekorasi Rumah

Dekorasi rumah selalu memakan waktu yang lama, beragam perbaikan membutuhkan banyak waktu untuk menyelesaikannya.

Pemasangan wallpaper dinding dapat menjadi pilihan dibandingkan dengan mengecat ulang tembok rumah.

Bandingkan saja, mengecat memerlukan pengamplasan agar hasil car benar-benar terlihat halus.

Belum lagi pengaplikasian cat terkadang diperlukan beberapa lapisan agar warna cat benar-benar terlihat sesuai keinginan Moms.

Sedangkan dengan pemasangan wallpaper hanya cukup membersihkan dinding dan menempelkannya, maka dinding sudah terlihat cantik.

Baca Juga: Hari Susu Sedunia: Tingkatkan Konsumsi Susu untuk Kesehatan dan Kurangi Dampak Buruknya bagi Lingkungan

3. Menghemat Dana

Penggunaan wallpaper dinding ini dapat menghemat dana, ketimbang Moms harus menggunakan cat yang berbeda-beda di setiap ruangan.

Dengan menggunakan wallpaper hanya perlu membeli sesuai harga yang diinginkan.

Meski harganya bervariasi, namun Moms dapat menyesuaikan sesuai budget.

4. Menutupi Rembesan Air

Tidak jarang terlihat di beberapa dinding rumah terdapat bekas rembesan air yang menggenang.

Biasanya ini terjadi ketika ada beberapa bagian rumah yang bocor jika terkena air.

Untuk menghilangkan bekas rembesan air tersebut, yang perlu dilakukan adalah menggunakan wallpaper dinding tersebut.

Pilihlah yang sesuai dengan keinginan dan konsep hunian.

5. Memudahkan Membersihkan Dinding dari Coretan Anak

Wallpaper merupakan pelapis dinding yang sangat mudah dibersihkan.

Misalkan Si Kecil mencoret-coret dinding yang terlapisi dengan wallpaper, maka Moms hanya perlu mengelapnya dengan busa atau kain yang dibasai dengan air hingga coretan anak anda menghilang.

Baca Juga: Serba-Serbi Pantjoran Pantai Indah Kapuk, Wisata Pecinan di Jakarta!

Cara Memasang Wallpaper Dinding Sendiri

shutterstock 267896942

Foto: shutterstock 267896942

Foto: Orami Photo Stock

Pemasangan wallpaper dinding dapat menjadi tantangan tersendiri apalagi jika Moms belum pernah melakukan ini sebelumnya.

Jika Moms sudah memilih wallpaper dinding yang akan digunakan, yuk langsung simak cara memasang wallpaper dinding dengan rapi!

1. Ukur Wallpaper

Cara memasang wallpaper dinding yang pertama adalah ukur lebar dinding, sehingga Moms bisa menetukan banyaknya wallpaper yang digunakan.

Sebelum memulai, baca dulu instruksi pemasangan yang ada pada kemasan wallpaper.

Jangan lupa juga lepaskan paku dan menambal lubang bekas paku yang tertancap dengan dempul tembok agar permukaan dinding kembali halus.

Setelah itu, ukur lebar wallpaper. Lebihkan 5 cm dari tepi wallpaper untuk dibuat garis lurus.

Garis tersebut jadi panduan Moms untuk menempelkan wallpaper di sudut dinding.

Sisa kelebihan wallpaper bisa Moms potong setelah proses pemasangan selesai semua.

2. Membuat Campuran Perekat Wallpaper

Beberapa wallpaper sudah dilengkapi dengan perekat sehingga Moms hanya perlu menempelkannya ke dinding.

Namun, beberapa lainnya tidak dilengkapi dengan perekat sehingga Moms perlu menyiapkan perekatnya.

Nah, cara memasang wallpaper dinding selanjutnya adalah siapkan lem untuk merekatkannya.

Moms bisa membeli bahan lem wallpaper di toko, biasanya berbentuk serbuk.

Campurkan serbuk tersebut dengan air sampai tercampur rata dengan konsistensi yang pas.

Baca Juga : 6 Pilihan Warna Cat Kamar Tidur Anak Ini Ternyata Punya Kelebihan Tersendiri Lho!

3. Menempelkan Perekat Wallpaper ke Dinding

Cara memasang wallpaper dinding berikutnya, Moms bisa mulai menempelkannya dari sudut dinding.

Untuk dapat menempelkan wallpaper dinding dengan rapi, Moms perlu menggambar garis lurus pada dinding untuk digunakan sebagai patokan saat menempelkannya nanti.

Moms juga dapat dibantu dengan alat bernama plump bob.

Gunakan kuas cat untuk membubuhkan lem ke dinding yang akan ditempeli wallpaper.

Kuas cat paling pas untuk membubuhkan lem di bagian sudut dinding.

Pastikan kuas yang digunakan tidak mudah rontok. Kuas yang rontok dapat menimbulkan tekstur pada saat dinding ditempeli oleh wallpaper dinding.

Untuk bagian tengah dinding, Moms bisa menggunakan kuas roller.

Aplikasikan lem secukupnya pada dinding. Jika terlalu sedikit, wallpaper dinding tidak akan menempel. Namun, jika terlalu banyak, wallpaper dinding dapat mengkerut.

4. Menempelkan Wallpaper

shutterstock 424757074

Foto: shutterstock 424757074

Foto: Orami Photo Stock

Setelah mengaplikasikan lem, cara memasang wallaper dinding berikutnya Moms bisa mulai menempelkan wallpaper dari dinding paling atas ke bawah.

Agar menempel dengan sempurna, Moms bisa menekan wallpaper dengan tangan dari atas ke bawah.

Tambahkan sedikit lem pada ujung wallpaper agar semakin rekat.

5. Haluskan Permukaan Wallpaper

Berikutnya, jangan lupakan cara memasang wallpaper dinding sendiri satu ini.

Saat menempelkan wallpaper dinding, Moms mungkin akan menemukan gelembung pada tengah dinding. Jangan khawatir, Moms masih bisa mengatasi ini.

Gunakan alat penghalus atau kain/spons untuk menghaluskan permukaan wallpaper.

Hal ini perlu dilakukan untuk menghilangkan gelembung udara yang ada di bawah wallpaper.

Baca Juga : 6 Inspirasi Bunk Bed Unik untuk Kamar Anak

6. Sesuaikan Pola dan Gambar

Selain menghindari gelembung, menyesuaikan pola wallpaper dinding menjadi tantangan terbesar saat belajar cara memasang wallpaper dinding.

Setelah berhasil menempel gulungan pertama, Moms perlu ekstra teliti dan hati-hati untuk melanjutkan gulungan berikutnya. Apalagi jika motif yang dipakai memiliki pola bersambung.

7. Cocokkan Ujung Wallpaper

Saat menempel wallpaper kedua dan seterusnya, selalu pastikan untuk mencocokkan ujung wallpaper satu dengan ujung wallpaper lain yang akan ditempel.

Cara memasang wallpaper dinding ini ditujukan agar polanya tersusun dengan pas.

8. Potong Sisa Wallpaper

Setelah proses penempelan selesai, cara memasang wallpaper dinding berikutnya adalah memotongnya sisa dan merapikannya.

Moms juga perlu membersihkan sisa lem di ujung wallpaper dengan menggunakan spons atau kain basah.

Baca Juga: Tidak Cuma Pink, 5 Warna Cat Dinding Ini Juga Cocok untuk Kamar Anak Perempuan

Jenis Wallpaper Dinding

Wallpaper dinding

Foto: Wallpaper dinding

Foto: Orami Photo Stock

Selain memiliki motif yang beragam, jenis dan bahan wallpaper dinding juga bermacam-macam.

Berikut empat jenis wallpaper dinding yang umum digunakan untuk mendekorasi ruangan

  • Wallpaper heavy duty paper

Terbuat dari kertas yang memiliki lapisan cukup tebal.

Biasanya, wallpaper ini dibuat dengan motif timbul yang unik.

  • Fabric wallpaper

Terbuat dari dari kain yang umumnya berbahan beludru.

Jika dibandingkan dengan material lainnya, wallpaper dinding berbahan kain terbilang mahal.

Pengaplikasiannya pun cukup rumit karena mudah kusut. 

  • Wallpaper vinyl

Terbuat dari bahan vinyl yang saat ini banyak diminati.

Selain harganya yang terjangkau, wallpaper vinyl juga memiliki ketahanan yang relatif lama, tidak mudah kotor ataupun sobek. 

  • Pure backing wallpaper

Salah satu jenis wallpaper yang banyak digunakan.

Materialnya dari kertas sehingga harganya terjangkau dan mudah dipasang.

Sayangnya wallpaper ini cenderung tipis dan rentan sobek. 

  • Foil wallpaper

Dapat menjadi pilihan bila Pins menyukai efek mengilat dari materialnya.

Namun pastikan berhati-hati saat memasangnya, karena wallpaper ini mudah kusut.

Baca Juga: 15 Cara Memancing ASI Keluar Saat Hamil, Yuk Persiapkan Moms! 

Rekomendasi Wallpaper Dinding

rekomendasi wallpaper dinding

Foto: rekomendasi wallpaper dinding

Foto: Orami Photo Stock

Setelah mengetahui perbedaan, fungsi, hingga cara memasang wallpaper dinding, berikut rekomendasikan wallpaper dinding yang bisa Moms pilih:

1. Wallpaper Motif Rustic

Jika menyukai interior bergaya pedesaan, Moms harus mencoba wallpaper dengan motif rustic ini.

Ciri khas desain rustic adalah memberi kesan klasik dalam nuansa alami pedesaan.

Namun, motif ini tetap cocok dipadukan dengan rumah modern bergaya minimalis, lho.

Warnanya yang kalem pun akan membuat suasana ruangan tidak terkesan kotor dan suram.

2. Wallpaper Motif Salur Krem Polos

Moms bisa memasang wallpaper ini di ruang tamu ataupun kamar tidur untuk mendapatkan nuansa glamor.

Warna gold-nya akan membantu Moms mendapatkan ketenangan dan kehangatan setelah aktivitas yang dijalani seharian.

Rumah akan akan terasa jauh lebih nyaman untuk menghabiskan istirahat malam.

Baca Juga: Stimuno, Suplemen untuk Memperbaiki Sistem Imun Anak dan Orang Dewasa

3. Wallpaper Netral

Salah satu wallpaper dinding paling aman adalah dengan menggunakan warna yang netral dan bernuansa soft.

Dengan wallpaper dinding netral, Moms tak perlu pusing memadu padankan antara ruangan dan futniture karena dengan wallpaper netral akan masuk dengan apapun.

4. Wallpaper Bunga

Apakah Moms menyukai ruangan dengan kesan bersih dan tenang? Bisa memilih wallpaper bermotif bunga ini.

Desain sederhana dengan motif bunga mawar akan memberi kesan lembut dan feminin pada ruangan.

Selain itu, suasana ruangan Moms juga akan terasa lebih ceria dengan keramaian motif bunga ini.

5. Wallpaper 3D Motif Foam Bata Putih

Wallpaper ini akan menghadirkan suasana modern dengan sentuhan klasik di ruangan.

Moms bisa memasangnya di ruang kerja pribadi, ruang meeting, ataupun ruang belajar.

Warna putih akan memantulkan cahaya, sehingga menjadi lebih bersemangat dalam melakukan rutinitas harian.

Ruangan dengan pencahayaan minimal juga akan sangat terbantu dengan wallpaper ini.

Baca Juga: Ingin Hidup Lebih Praktis? Pastikan Memiliki 6 Alat Elektronik Ini!

Itu dia Moms serba-serbi mengenai wallpaper dinding. Semoga membantu ya!

  • https://www.familyhandyman.com/project/how-to-wallpaper/
  • https://www.hometipsor.com/hang-wallpaper-alone/
  • https://www.youtube.com/watch?v=7u00Fzfh23Y