Scroll untuk melanjutkan membaca

GIZI
25 Mei 2022

Hari Susu Sedunia: Tingkatkan Konsumsi Susu untuk Kesehatan dan Kurangi Dampak Buruknya bagi Lingkungan

Ketahui proses pengolahan susu, hingga dampak serta penanggulangannya terhadap lingkungan
Hari Susu Sedunia: Tingkatkan Konsumsi Susu untuk Kesehatan dan Kurangi Dampak Buruknya bagi Lingkungan

Tahukah Moms? Lebih dari 20 tahun lamanya, Hari Susu Sedunia diperingati setiap tanggal 1 Juni, lho!

Yuk, ketahui lebih jauh tentang perayaan Hari Susu Sedunia atau World Milk Day serta apa saja manfaat susu, bagaimana proses pengolahan susu, dan seperti apa dampaknya bagi lingkungan.

Baca Juga: 5 Manfaat Sarapan Pagi untuk Anak, Bisa Bantu Si Kecil Berprestasi di Sekolah

Sejarah Hari Susu Sedunia

Sejarah Hari Susu Sedunia

Foto: Sejarah Hari Susu Sedunia

Foto: Orami Photo Stocks

Perayaan Hari Susu Sedunia pertama kali diadakan tahun 2001 dan digagas oleh Food and Agriculture Organization (FAO) dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Tujuan perayaan ini adalah memberi perhatian lebih pada hal-hal yang berkaitan dengan susu sebagai bagian dari pangan global dan industri susu.

Di berbagai negara hal ini pun turut dirayakan, termasuk di Indonesia.

Di Indonesia, perayaan ini juga dikenal dengan Hari Susu Nusantara yang dimulai sejak tahun 2009 melalui Keputusan Menteri Pertanian Nomor: 2182/KPTS/PD.420/5/2009.

Perkumpulan Insinyur dan Sarjana Peternakan Indonesia (ISPI) menilai bahwa susu berperan penting dalam aspek kesehatan, seperti memenuhi kebutuhan nutrisi sejak bayi.

Sayangnya, di Indonesia sendiri tingkat konsumsi terhadap susu masih rendah karena berbagai faktor mendasarinya.

Tak hanya untuk memenuhi nutrisi dan gizi tubuh, perayaan Hari Susu Nasional ini pun ditujukan untuk memaksimalkan sektor peternakan sapi perah di Indonesia.

Berbeda dengan perayaan sebelumnya, Hari Susu Sedunia di tahun 2022 juga menyoroti dampak konsumsi susu terhadap sektor lingkungan dan cara apa yang bisa dilakukan untuk meminimalkan dampak buruknya.

Menurut World Milk Day, tujuannya untuk meningkatkan kesadaran akan pesan dan tujuan menuju Dairy Net Zero.

Dairy Net Zero adalah sebuah kampanye yang dijalankan oleh berbagai pelaku industri dan komunitas penggiat terkait susu serta organisasi dunia untuk bersama-sama mengurangi dampak buruk sektor susu pada lingkungan.

Baca Juga: Susu Penambah Tinggi Badan, Perlukah Diberikan untuk Anak?

Tingkat Konsumsi Susu di Indonesia

Tingkat Konsumsi Susu di Indonesia

Foto: Tingkat Konsumsi Susu di Indonesia

Foto: Orami Photo Stocks

Peringatan Hari Susu tentunya juga menyoroti tingkat konsumsi susu yang ada di Indonesia. Kira-kira berapa banyak tingkat konsumsi susu di Indonesia sendiri?

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) tingkat konsumsi susu masyarakat Indonesia tahun 2019 sebanyak 16,23 kg/kapita/tahun.

Sementara di tahun 2020 konsumsi susu meningkat menjadi 16,27 kg/kapita/tahun.

Baca Juga: Aturan Minum Susu UHT untuk Anak, Tidak Boleh Sembarangan!

Sayangnya tingkat konsumsi susu di Indonesia rupanya masih terbilang rendah dibanding negara ASEAN.

"Konsumsi susu di Negara kita masih tergolong rendah jika dibandingkan dengan negara-negara lain," jelas Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, I Ketut Diarmita, seperti mengutip dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Rata-rata konsumsi susu dari negara ASEAN antara lain:

  • Malaysia: 50 kg/kapita/tahun
  • Thailand: 22,2 kg/kapita/tahun
  • Myanmar: 26,7 kg/kapita/tahun
  • Vietnam: 20kg/kapita/tahun

Di sisi lain kebutuhan susu di Indonesia mencapai 4,3 juta ton per tahun dan kontribusi susu dalam negeri terhadap kebutuhan susu nasional hanya 22,7%. Sisanya diperoleh dan dipenuhi dari impor.

Secara umum, susu memiliki segudang manfaat, terutama untuk regenerasi sel, menguatkan tulang dan gigi, membantu pertumbuhan fisik, mampu mencegah stunting pada anak-anak dan lain-lain, hingga mencegah risiko terinfeksi penyakit.

Terlebih di masa pandemi COVID-19 yang masih ada di sekitar kita, mengonsumsi susu tentunya memiliki andil untuk membantu menjaga kesehatan. Tapi mengapa konsumsi susu di Indonesia masih rendah?

tingkat konsumsi susu di indonesia

Foto: tingkat konsumsi susu di indonesia

Agar konsumsi susu di Indonesia meningkat, perlu adanya kontribusi dalam peningkatan populasi sapi perah.

Populasi sapi yang tinggi otomatis dapat meningkatkan produksi susu dan memenuhi kebutuhan susu nasional.

Pada 2019, jumlah peternak penghasil susu segar sejumlah 238.766 populasi dari Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, dengan produksi susu 1.533.000 kg per hari.

Dengan jumlah angka yang diperoleh dari Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, ketiga provinsi ini menjadi provinsi yang terkenal sebagai penghasil susu sapi.

Di luar hal itu, populasi sapi perah nasional sendiri pada tahun 2019 sejumlah 561.061 ekor dengan produksi susu sebanyak 996.442 ton berdasarkan Data Statistik Peternakan dan Kesehatan Hewan tahun 2019.

Sementara di 2020, secara nasional jumlah populasi sapi perah cukup stagnan yaitu di angka 584.582 ekor dengan produksi Susu Segar Dalam Negeri (SSDN) sebanyak 997 ribu ton.

Dengan begitu, walaupun sudah banyak kota yang memproduksi susu, tingkat konsumsi susu masih rendah di Indonesia.

Jenis Susu dan Kandungan Gizinya

Di era pandemi COVID-19, pola hidup sehat semakin digaungkan guna menjaga imunitas tubuh dari berbagai penyakit menular.

Dalam studi yang dipaparkan di seminar bertajuk "Kebaikan Susu Sebagai Bagian Gizi Seimbang, dari Peternak Sapi Perah untuk Keluarga Indonesia Sehat Berprestasi" yang diadakan oleh Perhimpunan Pakar Gizi dan Pangan Indonesia (PERGIZI), kesadaran akan hidup sehat di dalam negeri semakin meningkat.

Ini pun sejalan dengan tujuan perayaan Hari Susu Sedunia. Dari hasil temuan tersebut, dilihat dari meningkatnya daya tarik masyarakat terhadap konsumsi suplemen kesehatan serta sumber hewani termasuk susu.

“Semakin banyak bukti kuat menunjukkan bahwa minum susu 1 - 2 gelas sehari baik untuk ibu hamil, anak-anak, hingga orang dewasa,” terang Prof. Dr. Hardiansyah MS, Guru Besar Ilmu Gizi IPB, dikutip dari materi seminar yang dipublikasikan PERGIZI Pangan Indonesia.

Susu yang bisa dikonsumsi tentu tidak hanya susu sapi saja, karena ada beragam jenis susu dan kandungannya yang perlu Moms ketahui.

Berikut ini beragam jenis susu dan kandungan gizi di dalamnya.

1. Susu Sapi

Hari Susu Nasional - Susu Sapi.jpg

Foto: Hari Susu Nasional - Susu Sapi.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Susu sapi termasuk jenis minuman susu yang paling umum dan banyak diminati dari setiap kalangan usia.

Melansir Data Komposisi Pangan Indonesia, berikut kandungan gizi susu sapi 100 g sebelum diolah, antara lain:

  • Air: 88,3 g
  • Energi: 61 kkal
  • Protein: 3,2 g
  • Lemak: 3,5 g
  • Karbohidrat: 4,3 g
  • Kalsium: 143 m

Jarang diketahui, susu sapi pun memiliki beragam jenis yang berbeda untuk setiap konsumen, lho!

Pengolahan yang paling sering ada di pasaran yakni susu segar, susu rendah lemak, susu skim, susu organik, dan susu bebas laktosa.

Untuk anak-anak, kebutuhan akan konsumsi susu pun meningkat seiring bertambahnya usia.

Baca Juga: 7 Manfaat Susu Kedelai untuk Ibu Hamil, Ketahui Porsi yang Tepat!

2. Susu Almond

Termasuk sumber protein nabati, kacang almond pun termasuk jenis susu yang paling umum di pasaran.

Menggunakan bahan utama kacang almond, ini pun memiliki kandungan gizi susu yang tak kalah baik.

Dalam Nutritionix, berikut kandungan gizi susu almond 120 gr tanpa pemanis buatan:

  • Energi: 15 kkal
  • Protein: 9,6 g
  • Lemak: 1,3 g
  • Karbohidrat: 0,6 g
  • Kalsium: 9 mg

Susu almond akan sangat cocok untuk Moms yang mengadopsi hidup vegan, serta ada riwayat intoleransi terhadap susu sapi.

"Ini juga lebih pantas disebut sebagai sari almond dibandingkan susu," terang Mochammad Rizal, S.Gz, seorang Ahli Gizi, saat diwawancara oleh Orami Magazine (11/5/2022).

3. Susu Kambing

Susu Kambing

Foto: Susu Kambing

Foto: Orami Photo Stocks

Di beberapa negara, banyak orang lebih menyukai susu kambing daripada susu sapi.

Susu kambing teksturnya lebih kental dan lebih lembut daripada susu sapi atau nabati lainnya.

Jika melihat Data Pangan Indonesia, kandungan gizi susu kambing 100 g sebelum diolah, tertera seperti berikut ini:

  • Air: 85,9 g
  • Energi: 64 kkal
  • Protein: 4,3 g
  • Lemak: 2,3 g
  • Karbohidrat: 6,6 g
  • Kalsium: 98 mg

Temuan menarik dalam studi Research Gate memaparkan, susu kambing mengandung fluoride 10-100 kali lebih tinggi dibandingkan susu sapi.

Artinya, ini bisa digunakan sebagai antiseptik alami dalam sistem pencernaan.

Jenis makanan yang diolah dari susu kambing adalah kefir atau susu yang melalui proses fermentasi. Mirip dengan yoghurt, ini pun diminati banyak orang.

Baca Juga: Moms Wajib Tahu, Ini Efek Minum Susu Formula Tidak Sesuai Umur Bayi

4. Susu Kedelai

Dalam memperingati Hari Susu Nusantara, susu kedelai pun termasuk dalam jenis olahan yang penting sekaligus menyehatkan untuk dikonsumsi.

"Susu kedelai bisa jadi alternatif untuk penderita lactose intolerance atau gangguan pencernaan," tambah Rizal.

Dalam 100 g susu kedelai yang telah diolah, berikut kandungan gizinya melansir Data Pangan Indonesia:

  • Air: 87 g
  • Energi: 41 kkal
  • Protein: 3,5 g
  • Lemak: 2,5 g
  • Karbohidrat: 5 g
  • Kalsium: 50 mg

Data dalam USSEC Worldwide Soy Food Markets Update, Indonesia merupakan konsumen susu kedelai terbesar ke-10 di dunia.

Faktanya tertulis bahwa total konsumsi dari 82 juta liter pada tahun 2012, menjadi 116 juta liter pada tahun 2018.

Sulawesi dan Kalimantan adalah wilayah yang berpotensi kuat terhadap pertumbuhan ekonomi kedelai di Indonesia.

Manfaat Susu untuk Anak dan Dewasa

manfaat-minum-susu.jpg

Foto: manfaat-minum-susu.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Setelah mengetahui jenis susu dan kandungan gizinya, susu sapi sendiri memiliki manfaat tersendiri bagi tubuh.

Dalam 1 gelas susu mengandung 7 - 8 gram protein yang mana bermanfaat sebagai zat pembangun dan regenerasi sel-sel tubuh, pembentuk hormon, enzim, darah, rambut, kuku, dan juga bantu menjaga massa otot.

Menurut Mochammad Rizal, S.Gz, seorang Ahli Gizi, kandungan protein pada susu termasuk ke dalam jenis protein hewani yang asam aminonya lebih lengkap dibandingkan asam amino pada protein nabati.

Tapi pastinya susu tidak hanya mengandung protein, per 1 gelas 250 ml terdapat 30 persen AKG kalsium.

testimoni Ahli Gizi-Hari Susu Sedunia

Foto: testimoni Ahli Gizi-Hari Susu Sedunia

Di mana kandungan ini dapat membantu menjaga kesehatan tulang dan gigi, menjaga kesehatan sistem kerja saraf, dan membantu dalam proses kontraksi otot.

Terlebih terdapat pula kandungan vitamin D, zat besi, zinc, asam lemak CLA ( Conjugated Linoleic Acid), dan masih banyak lagi yang tentunya baik untuk tubuh.

Manfaat susu mulanya memang dikenal baik untuk anak-anak. Jadi, tentunya hal ini tidak perlu diragukan lagi kalau anak-anak memang sangat membutuhkan susu.

Sebab, apa yang dikonsumsi anak-anak memainkan peran kunci dalam kesehatan sekaligus tumbuh kembang Si Kecil.

Di era modern ini, pemilihan susu sudah cukup banyak mulai dari susu almond, susu kedelai, hingga susu rendah lemak.

Varian susu tentunya memiliki manfaat dan kandungan yang berbeda-beda.

Susu sapi sendiri pada umumnya memiliki nutrisi yang penting seperti kalsium. Tapi beberapa kandungan gizi lainnya berupa

  • Protein berkualitas tinggi
  • Kalsium, guna mendukung kesehatan tulang
  • Kalium, membantu menjaga tekanan darah yang sehat
  • Vitamin D, mendukung kesehatan tulang dan kesehatan jantung
  • Vitamin B12, membangun sel darah merah
  • Vitamin A, meningkatkan sistem kekebalan tubuh
  • Fosfor, mendukung kesehatan tulang
  • Vitamin B2, riboflavin, yang dapat mengubah makanan menjadi energi
  • Vitamin B3, niasin, yang mengubah makanan menjadi energi
manfaat susu

Foto: manfaat susu

Dilansir dari Parenting Science, banyak anak-anak sering mengalami kekurangan vitamin D.

Anak-anak dengan tingkat vitamin D yang rendah, terutama bagi anak-anak yang masih sangat kecil, dapat berisiko kondisi rakhitis atau pelunakan tulang sekaligus berisiko pada pertumbuhan yang buruk.

Memperoleh vitamin D selain dari sinar matahari, mengonsumsi susu sapi adalah salah satu cara paling baik untuk mengisi kekosongan vitamin D dalam tubuh.

Serangkaian gizi yang disebutkan di atas, sangat berguna bagi pertumbuhan anak-anak.

Jika anak-anak tidak mendapatkan semua kandungan gizi di atas, di mana yang biasa diperoleh dari susu, maka dampaknya akan memengaruhi proses perkembangan Si Kecil.

Selain kandungan gizi yang baik untuk Si Kecil, lalu apa manfaat dari susu bagi tumbuhnya kembangnya?

Baca Juga: 8 Manfaat Susu Kedelai bagi Tubuh, Sehat Banget!

1. Membantu Membentuk Tulang

Kandungan kalsium yang tinggi pada susu, membantu pembentukan tulang pada anak yang masih dalam fase perkembangan. Sekaligus mencegah pengeroposan tulang di kemudian hari.

Tentunya kalsium tidak hanya bagus untuk tulang. Kalsium dalam susu sapi dapat berkontribusi dalam pembentukan gigi, mengurangi risiko malnutrisi protein, mencegah gigi berlubang.

Selin itu, bisa meningkatkan kandungan mineral di tulang sehingga mencegah risiko patah tulang, dan mengurangi risiko penyakit rakhitis.

2. Pencegahan Kanker

manfaat susu untuk Pencegahan Kanker

Foto: manfaat susu untuk Pencegahan Kanker (shutterstock.com)

Foto: Orami Photo Stocks

Seperti yang perlu diketahui, anak kecil juga dapat berisiko dalam penyakit kanker.

Dilansir dari National Institute of Health, susu yang mengandung kalsium dan vitamin D dapat membantu melindungi Si Kecil dari pertumbuhan sel kanker.

Kalsium yang terkandung dapat melindungi lapisan usus untuk mengurangi risiko kanker usus besar atau kanker rektum. Sementara vitamin D sendiri berperan dalam meregulasi pertumbuhan sel.

3. Membantu Perkembangan Otak

Melansir dari The American Journal of Clinical Nutrition, susu juga mengandung antioksidan.

Di mana pemenuhan antioksidan yang mencukupi, dapat membantu pembentukan perkembangan otak.

Hal ini senada dengan temuan dari University of Kansas Medical Center, bahwa mereka yang mengonsumsi susu memiliki tingkat glutathione yang lebih tinggi di otak.

Sedangkan glutathione sendiri dapat membantu mencegah stres oksidatif dan kerusakan akibat senyawa kimia reaktif yang dihasilkan selama proses metabolisme normal di otak.

Khususnya saat masa anak-anak pembentukan otak merupakan salah satu hal penting untuk perkembangannya di masa depan.

Tapi manfaat ini tidak hanya untuk anak-anak melainkan bermanfaat bagi dewasa.

“Orang dewasa yang rutin mengonsumsi susu punya kadar glutathione (semacam antioksidan) di otak 30% lebih tinggi dibandingkan dengan orang yang tidak rajin mengonsumsi susu,” jelas Rizal.

Namun meskipun demikian, perlu adanya tambahan penelitian lebih lanjut untuk mendukung temuan di atas.

4. Menyehatkan Jantung

manfaat susu dapat menyehatkan jantung

Foto: manfaat susu dapat menyehatkan jantung

Foto: Orami Photo Stocks

Jika Si Kecil mengonsumsi susu dalam jumlah yang tepat sekaligus dengan jumlah kalsium yang dibutuhkan tubuhnya, maka konsumsi susu bisa membantu mengurangi risiko kondisi aterosklerosis dan penyakit jantung.

Magnesium dan kalium yang terkandung dalam susu juga berfungsi sebagai vasodilator yang mengatur suplai darah ke organ vital.

Konsumsi susu yang seimbang disertai dengan makanan-makanan bergizi tinggi, bisa membantu Si Kecil dalam proses pembentukkan antibodi sehingga terhindar dari risiko penyakit di kemudian hari.

Tentunya susu tidak hanya bermanfaat bagi anak-anak walaupun susu memang selalu dikenal sebagai minuman anak-anak. Kandungan susu juga sangat bermanfaat bagi dewasa.

Dilansir dari American Dairy Association, susu merupakan sumber vitamin D dan kalsium di mana kandungan ini cenderung lebih dibutuhkan oleh orang dewasa bahkan lansia untuk menjaga kesehatan tulang.

Selain tulang, susu bisa membantu menjaga kekuatan otot dan mencegah osteoporosis.

Bagi lansia, susu merupakan keharusan karena lebih dari sekadar nutrisi. Sebab susu membantu memberikan kenyamanan lansia di hari-hari kedepannya. Manfaat lainnya, berupa

5. Mencegah Osteoporosis

Perlu diketahui, berdasarkan Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Kesehatan, di tahun 2050, diperkirakan kelompok usia 50 hingga 70 tahun, sebanyak 113 juta berisiko osteoporosis dan akan menjadi ⅓ dari total populasi di Indonesia.

Dengan mengonsumsi susu yang kaya vitamin D dan kalsium, bisa membantu mencegah risiko osteoporosis hingga patah tulang pada lansia.

6. Mencegah Depresi

otak-manusia.jpg

Foto: otak-manusia.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Menariknya, susu tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan fisik, melainkan mental yang mungkin tidak orang ketahui.

Dari artikel jurnal yang terbit pada 2019, berjudul Efficacy of Vitamin D Supplementation in Major Depression, menunjukkan bahwa tingkat vitamin D dalam tubuh yang cukup, bisa membantu orang dengan gejala depresi berat hingga sedang untuk membantu mengelola gejala.

Tingkat vitamin D yang cukup mendukung produksi serotonin, hormon yang terkait dengan suasana hati, nafsu makan, dan tidur.

Senada dengan Rizal yang mengungkapkan bahwa mengonsumi susu rendah lemak berisiko lebih rendah untuk mengalami gejala depresi.

“Mengonsumsi susu rendah lemak atau yogurt 1-4 kali per minggu punya risiko lebih rendah untuk mengalami gejala depresi dibandingkan dengan orang yang tidak mengonsumsi sama sekali,” ujar Rizal.

Baca Juga: 20+ Manfaat Susu, Tak Hanya Bagus untuk Tulang, Bisa Bikin Mood Bahagia Juga, Lho!

7. Kesehatan Otak

Jika pada anak-anak susu membantu perkembangan otaknya, untuk orang dewasa yang lebih tua, susu bermanfaat untuk menjaga kesehatan otak.

Dilansir dari Medical News Today, konsumsi susu setiap hari memiliki jumlah glutathione yang lebih tinggi dan kadar antioksidan yang kuat.

Di mana keduanya membantu menjaga kesehatan otak untuk orang dewasa dan lansia.

“Misalkan, susu mengandung protein, tapi protein tidak hanya bisa didapatkan dari susu melainkan bisa didapatkan juga dari telur, ayam, daging, ikan, kacang-kacangan dan polong-polongan,” jelas Rizal.

Baca Juga: Tips Mendengarkan Brainwave dan Manfaatnya untuk Kesehatan Otak

Upaya Pemerintah Meningkatkan Konsumsi Susu Nasional

Beragam khasiat susu bagi kebutuhan sehari-hari, pemerintah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan konsumsi susu.

Berkaitan Hari Susu Sedunia, berikut beragam aksi nyata pemerintah guna meningkatkan konsumsi susu nasional, di antaranya:

1. Program Keliling Susu Sekolah

Program Susu Sekolah

Foto: Program Susu Sekolah

Foto: jatengprov.go.id

Aksi program susu sekolah ini adalah kampanye Hari Susu Sedunia yang dilakukan berbagai sekolah di Indonesia, meliputi TK, SD, hingga jenjang SMA.

Dikenal sebutan school milk program, ini telah lama diberlakukan untuk memenuhi gizi Si Kecil di usianya yang masih berkembang.

Pemerintah daerah Sukabumi misalnya, pernah mencanangkan dan melaksanakan Program Gerimis Bagus (Gerakan Minum Susu bagi Anak Usia Sekolah).

Ini untuk meningkatkan konsumsi susu segar di kalangan murid SD di masa pertumbuhan.

2. Peningkatan Populasi Sapi Perah

Menyambut perayaan Hari Susu Sedunia, pemerintah pun berkoordinasi dengan pihak lain.

Kementerian Pertanian Republik Indonesia bekerja sama dengan Selandia Baru, dalam rangka mencapai Indonesia Dairy Excellence Activity (IDEA).

Peternak lokal di Indonesia diharapkan bisa bergerak maju dan berkualitas layaknya peternak di manca negara.

“Melalui program IDEA ini, tujuannya membantu edukasi masyarakat tentang arti pentingnya susu segar bagi pemenuhan gizi,” jelas Ir. Sugiono. MP, Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak Ditjen PKH.

Secara tak langsung, masyarakat bisa mengenal berbagai olahan susu sapi dan meningkatkan tingkat konsumsi susu di Indonesia.

Baca Juga: 10 Promo Susu Anak di Bawah 3 Tahun, Hemat Diskon Hingga 23%!

3. Edukasi Produsen Lokal

UMKM Susu Sapi

Foto: UMKM Susu Sapi

Foto: jakartakita.com

Berkat ada berbagai pelatihan dan edukasi UMKM dari pemerintah, distribusi susu lokal di Indonesia semakin melebar.

Penjualan online di masa pandemi COVID-19 pun digencarkan.

Konsumen juga tak hanya merasakan manfaat susu, melainkan juga terdukasi sepenuhnya terhadap pentingnya susu.

Dijumpai juga, UMKM susu di Indonesia sering kali melakukan pelatihan serta program untuk bisnis pensiunan dan edukasi anak-anak sekolah.

Bekerja sama dengan berbagai komunitas lokal, juga bantu perekonomian di Indonesia bergerak semakin maju dan terdepan.

4. Produksi Semen Beku (Bibit) Sapi

Berkaitan Hari Susu Sedunia, pemerintah akan meningkatkan konsumsi susu nasional dari dukungan berbagai pihak.

Hal ini terlihat dari upaya program Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari untuk tingkatkan produksi susu nasional.

Hasil produksi semen beku produksi BBIB selama ini 75% dibeli oleh para peternak di Jawa Timur.

Program ini akan terus digencarkan untuk meningkatkan populasi produsen susu sapi lokal untuk memenuhi kebutuhan konsumen.

Di samping itu, program bibit impor dari berbagai negara juga dilakukan agar variasi jenis sapi ternak di Indonesia beragam.

Tak menutup kemungkinan, wilayah lain dari Jawa Timur pun akan menerapkan program inseminasi buatan bibit sapi perah ini.

Baca Juga: Jarang Disadari, Ini 9 Manfaat Sumsum Tulang Sapi bagi Kesehatan

Proses Pengolahan Susu dari Berbagai Produsen Susu Lokal

Menyambut Hari Susu Sedunia dan juga Hari Susu Nasional, masyarakat pun perlu tahu bagaimana proses pengolahan susu sapi perah di Indonesia.

Proses pembuatan susu sapi pun memiliki ciri khas yang berbeda dan unik dari setiap produsen susu lokal.

Begitu pula dengan kisah produksi susu sapi di Serba Susu Lembang, Cibugary Jakarta, dan Kelompok Peternak Karya Lestari di Pekanbaru.

Yuk, simak bagaimana proses pengolahan susu di berbagai produsen susu lokal berikut ini.

1. Serba Susu Lembang

Serba Susu Lembang

Foto: Serba Susu Lembang

Foto: dok/serba susu lembang

Berawal dari usaha pribadi untuk tingkatkan pemasukan keluarga, produsen Serba Susu Lembang berkembang pesat di awal tahun 2009.

Berkat melonjaknya permintaan konsumen, outlet dari UMKM saat ini mencapai 8 buah yang menyebar ke berbagai destinasi tempat wisata.

  • Hasil produk olahan

Aneka makanan hasil produk susu dijual mulai dari susu murni, yoghurt, makanan kering, kue lapis, serta dodol rasa susu.

Bebas pengawet dan terjamin kesegarannya menjadi keunikan dari produsen susu lokal ini.

“Bahan baku per harinya sekitar 200 - 500 liter untuk aneka jenis olahan susu,” terang Lucy Trisna, Pemilik Serba Susu Lembang melalui wawancara dengan Orami (11/5/2022).

Kualitas dari kandungan gizi susu pun didukung dari faktor perawatan. Saat ini, ternak sapi bisa mencapai sekitar 70 ekor.

Baca Juga: 11 Rekomendasi Merek Susu UHT untuk Mendukung Nutrisi Anak, Si Kecil Suka yang Mana, Moms?

  • Perawatan sapi ternak

Jenis sapi yang digunakan yakni berbadan kokoh, tulang kuat, serta kondisi fisik yang sehat. Adanya mantri atau dokter ternak pun menjadi bagian perawatan kualitas ternak sapi perah.

Dalam hal ini, Lucy Trisna selaku owner menggunakan alat lactose scan untuk mengecek kualitas susu dan kadar air selama proses produksi.

Setiap harinya, pemerahan sapi dilakukan 2 kali pada pagi dan sore hari. Di hari yang sama, hasil perahan susu akan langsung diproduksi untuk berbagai makanan hasil olahan susu sapi.

Hal ini guna menjaga kesegaran dari susu murni sapi.

  • Penggunaan pakan organik

Perawatan kandang selalu steril pun menjadi bagian dari proses perah yang begitu penting.

“Kualitas dan rasa produk sangat dipengaruhi dari pakan yang dipakai,” terang Lucy, produsen susu lokal.

Di tempat ini pun, menggunakan pakan organik tanpa kimia, sehingga hasil yang dirasakan dari olahan susu menjadi lebih sehat.

Di samping itu, Serba Susu Lembang pun memperhatikan kebersihan lingkungan dari dampak produksi susu.

Produsen susu ini telah lama memakai alat produksi sederhana dan tradisional untuk pengolahan susu.

Ini membuat dampak pencemaran terhadap lingkungan menjadi lebih rendah dan sehat.

Baca Juga: 9 Ciri-Ciri Bayi Alergi Susu Sapi dan Cara Mengatasinya

2. Cibugary

Farm Cibugary

Foto: Farm Cibugary

Foto: instagram/cibugary

Beda halnya dengan Cibugary, produsen susu lokal ini berfokus pada pengedukasian masyarakat atau konsumen terhadap pentingnya konsumsi susu sapi.

Hingga saat ini, industri susu sapi perah Cibugary mencapai 12 ribu ekor, dengan didukung puluhan peternak sapi.

Cukup mudah diakses di ibu kota, lokasi peternakan dan agrowisata ini berada di Jakarta.

Berdiri sejak tahun 1994, Cibugary (Cibubur Garden Dairy) gencar melakukan edukasi pentingnya susu dan membuka kunjungan dari berbagai sekolah dan jenjang pendidikan.

“Kegiatan yang dilakukan seputar penyuluhan pentingnya konsumsi susu sapi serta proses pembuatan susu di peternakan,” jelas Rachmat Al-Baghory, pendiri Cibugary, saat diwawancara Orami (12/Mei/2022).

Jika inseminasi buatan sapi Jawa Timur ditenagai BNIB, Cibugary menggunakan bibit dari Australia dan New Zealand.

  • Pengolahan susu

Proses pengolahan dan perawatan sapinya pun berbeda dengan ternak lokal biasanya.

Proses pemerahan susu sapi pun dilakukan 2 kali, yakni pagi dan sore hari. Menggunakan alat bantu sederhana, setiap harinya produksi susu mencapai 10 - 15 liter per ekor sapi.

Kemudian, diberlakukan juga adanya sanitasi kandang rutin agar susu sapi tak terkontaminasi.

Untuk menjaga kesegaran susu sapi, pada hari yang sama pun langsung diproses ke dalam kemasan steril untuk dikirim ke berbagai distributor dan konsumen.

Baca Juga: Moms, Ketahui Manfaat Kacang Kedelai untuk IVF

  • Perawatan ternak

“Sapi juga terpengaruh dari suhu udara, semakin dingin suhunya, produksi susu bisa mencapai 20 liter per harinya,” tutur Rachmat, produsen lokal Cibugary.

Cibugary pun menerapkan standar SNI untuk mencegah kontaminasi bakteri dalam kandungan susu sapi perah.

Rahmat menjelaskan, proses dan pengolahan susu sapi Cibugary ini pun didukung Pemda DKI Jakarta.

Ada berbagai program yang dilakukan dari pemerintah guna meningkatkan pentingnya konsumsi susu bagi masyarakat.

“Dari dukungan berbagai pihak ini, berharap bisa melahirkan 1 juta peternak sapi perah di seluruh Indonesia,” terang Rachmat saat diwawancara.

Harapan ini pun terus digencarkan agar tercapainya perluasan peternakan produsen susu sapi Cibugary di ibu kota Jakarta.

3. Kelompok Peternak Karya Lestari

Kelompok Peternak Karya Lestari

Foto: Kelompok Peternak Karya Lestari (https://dispkh.riau.go.id/post/14/kelompok-peternak-karya-lestari-bangun-rumah-pengolahan-susu)

Foto: dispkh.riau.go.id

Berbeda dari kedua produsen susu di atas, Kelompok Peternak Karya Lestari justru mulanya tidak berencana untuk memproduksi susu sapi.

Hingga kini, Kelompok Peternak Karya Lestari memiliki sebanyak 70 ekor sapi dan 40 ekor sapi perah. Dari jumlah tersebut, 30 ekor sapinya diberikan oleh pemerintah.

"Dinas Peternakan memberi apresiasi dan ditambah 30 ekor oleh pemerintah dan berkembang hingga sekarang," jelas Beni Manggolo, sebagai Ketua Kelompok Peternak Karya Lestari.

Mulanya para Kelompok Peternak Karya Lestari merupakan petani kelapa sawit yang sedang mengalami kesulitan. Mengakibatkan kehabisan cara untuk mempertahankan kelapa sawit tersebut.

Lalu atas inisiatif kelompok, dibuatlah pupuk kandang beserta dengan sapi agar bisa diolah menjadi pupuk kandang dan dapat membantu memulihkan kebun kelapa sawit.

"Seiring berjalannya waktu, ada petugas lapangan datang memberikan saran. Lama-lama kami membuat ternak sapi dan jadi banyak," jelas Beni.

  • Pengolahan susu

Pengolahan susu yang dilakukan oleh Kelompok Peternak Karya Lestari ini hanya menggunakan cara pasteurisasi. Sebagai pelengkap, kelompok ini menggunakan mesin homogenizer susu.

Mesin homogenizer ini berfungsi untuk memecahkan lemak susu dalam butiran, menjadi bentuk susu yang lebih halus.

Dari olahan-olahan susu tersebut, Kelompok Peternak Karya Lestari tidak hanya membuat susu untuk diminum, melainkan dibuat sebagai sabun susu, kerupuk susu, dan permen susu.

  • Perawatan ternak

Mulanya Beni Manggolo bercerita bahwa sapi yang dirawat oleh Kelompok Peternak Karya Lestari mengalami kesulitan akibat cuaca panas.

Sementara, jenis sapi perah yang dikembangkan oleh kelompok ini harus berada di bawah suhu dingin agar bisa menghasilkan jumlah susu yang banyak.

Namun dengan saran dari kelompok peternak sapi lainnya, akhirnya sapi yang dirawat kelompok ini diberikan kipas angin yang dilengkapi dengan uap agar sapi dalam keadaan dingin.

Sapi yang merasa sejuk, bisa memberikan susu yang lebih banyak pula.

proses pengolahan susu-1

Foto: proses pengolahan susu-1

proses pengolahan susu-2

Foto: proses pengolahan susu-2

Baca Juga: 5+ Manfaat Daging Sapi untuk Kesehatan yang Masih Jarang Diketahui Banyak Orang

Aspek Perekonomian dari Industri Susu

Susu Nasional dan Aspek Ekonomi.jpg

Foto: Susu Nasional dan Aspek Ekonomi.jpg (Dairyfarmersofcanada.ca)

Foto: Orami Photo Stocks

Hari Susu Sedunia kali ini pun menyoroti aspek perekonomian terhadap menjamurnya industri susu di Indonesia.

Semakin banyaknya permintaan konsumen akan kebutuhan susu, produsen dan pabrik susu pun meningkat di Indonesia.

Ini seiring dengan meningkatnya pendapatan per kapita masyarakat dan menjamurnya UMKM serta bisnis kecil.

Baca Juga: 5 Cara Membuat Susu Almond Mudah ala Rumahan, Yuk Coba!

Melansir data Kementerian Perindustrian (Kemenperin), sebagian besar 98% industru susu segar nasional berasal dari kepulauan Jawa.

“Kami yakin peluang pasar dan tingkat konsumsi produk susu olahan akan terus tumbuh tinggi ke depannya,” ujar Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perindustrian, dikutip dari situs Kemenperin.

Terlebih, permintaan akan produk bernutrisi tinggi saat pandemi COVID-19 pun melonjak, termasuk kebutuhan dan kandungan gizi susu.

“PDB Industri makanan dan minuman tumbuh sebesar 1,58% pada tahun 2020 di atas pertumbuhan industri pengolahan non migas,” terang Agus.

Pergerakan perekonomian di sektor susu tentunya juga tak lepas dari para peternak dan produsen sapi lokal.

Seperti perkembangan yang terjadi pada usahanya dan dirasakan oleh para produsen lokal berikut ini:

  • Serba Susu Lembang

Seperti halnya Serba Susu Lembang, masa pandemi membuat inovasi terus dilakukan untuk menstabilkan pemasukan.

“Yang tadinya berjualan di outlet, sekarang untuk bertahan perlu berjualan online juga,” jelas Lucy, produsen Serba Susu Lembang.

Penjualan susu secara online pun membuat pemasukan juga meningkat. “Sekarang, malah sudah buka reseller, lho” tutur Lucy.

Membuka lapangan kerja bagi masyarakat lokal pun jadi salah satu upaya yang dilakukan produsen Serba Susu Lembang.

“Awalnya cuman berdua buat bisnis ini, sekarang total ada 150 karyawan lebih,” jelasnya.

  • Cibugary

Di samping itu, produsen susu lokal Cibugary pun mempunyai cara tersendiri untuk meningkatkan perekonomian Indonesia.

Gerakan Putih Indonesia yang digencarkan Cibugary pun menjadi moto yang digencarkan.

“Melalui program edukasi, ini berharap dapat meningkatkan daya tarik masyarakat mengonsumsi susu,” jelas Rachmat.

Berawal dari 30 ekor sapi, saat ini mencapai hingga puluhan ekor yang menghasilkan 20 liter untuk diolah menjadi makanan atau produk susu yang siap konsumsi.

“Dilakukan penyuluhan ke berbagai usaha kecil, komunitas, serta sekolah-sekolah, untuk meningkatkan persentase konsumsi susu segar,” terang Rachmat.

UMKM lain turut bergerak untuk mengolah tanaman hias, pupuk pertanian, sehingga roda perekonomian terus berlanjut seiring produksi susu.

  • Kelompok Peternak Karya Lestari

Guna meningkatkan perekonomian Indonesia, sejauh ini Kelompok Peternak Karya Lestari mencoba untuk mendorong UMKM lainnya untuk menjual susu.

Bahkan sejauh ini, Kelompok Peternak Karya Lestari sudah memiliki reseller di hampir seluruh wilayah Pekanbaru.

Hal ini pun membantu dan mendorong masyarakat Pekanbaru untuk turut berjualan susu.

Di samping itu, peternakan sapi milik Kelompok Peternak Karya Lestari yang semakin berkembang, membutuhkan tenaga kerja tambahan.

Tentunya aspek ini juga membantu untuk memperluas kesempatan kerja bagi yang membutuhkan khususnya di wilayah Pekanbaru.

''Sekarang punya karyawan sapi potong 2 orang dan beberapa warga lainnya menjual susu keliling setiap hari," jelas Beni.

Baca Juga: 3 Cara Membersihkan Babat Sapi, Anti Bau!

Upaya Pemerintah Memajukan Peternakan Sapi dan Produsen Susu Lokal

Upaya Pemerintah Memajukan Peternakan Sapi dan Produsen Susu Lokal

Foto: Upaya Pemerintah Memajukan Peternakan Sapi dan Produsen Susu Lokal

Foto: Orami Photo Stocks

Dari data tingkat konsumsi susu di atas, untuk memenuhi konsumsi susu di Indonesia, Indonesia masih mengandalkan susu impor dibanding produksi secara lokal.

Terkait hal ini, pemerintah sendiri sudah mengupayakan untuk memajukan peternakan susu lokal agar Indonesia tidak lagi bergantung pada susu impor.

Beberapa di antaranya yaitu menjalankan dan mengupayakan peternakan sapi perah untuk produksi berkelanjutan.

Kementerian Pertanian bekerja sama dengan Danish Veterinary Food and Administration (DVFA) dalam kerjasama Strategic Sector Cooperation (SSC) Indonesia-Denmark.

Sejauh ini, upaya pemerintah untuk meningkatkan peternakan susu sudah mencapai pengembangan persusuan dengan meningkatkan populasi melalui program Sikomandan/Upsus SIWAB.

Kemudian, pemasukan sapi perah (heifer) dan rearing atau pemeliharaan pedet.

Upaya pemerintah lainnya yang akan terus dijalankan adalah perbaikan genetik dengan mengembangkan jenis sapi perah baru, pendampingan penerapan Good Farming Practices, serta memperbaiki kualitas dan kuantitas pakan bagi peternakan lokal.

Dengan adanya upaya-upaya tersebut, pemerintah berharap nantinya di 2025 pemenuhan susu nasional dari susu segar lokal bisa mencapai 60 persen. Di mana sekarang pemenuhan susu lokal baru 22,7%.

Baca Juga: Ketahui Kandungan Penting Susu Pertumbuhan untuk Anak

Makmun, selaku Sekretaris Ditjen PKH mengungkapkan pengembangan peternakan sapi perah lokal akan dilakukan dari hulu ke hilir agar program berkelanjutan ini tetap berjalan.

Salah satu upaya di hilir adalah dengan mengelola limbah peternakan sapi perah menjadi biogas dan pupuk organik.

Dengan adanya upaya tersebut, pemerintah berharap bisa mendorong konsumen di Indonesia untuk mengonsumsi susu lokal dan mempercayakan kualitas susu lokal sama baiknya dengan susu impor.

Di sisi lain Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo, mengatakan, untuk mengurangi produksi susu impor, pemerintah sudah melakukan upaya seperti meningkatkan skala dan efisiensi usaha peternakan.

Lalu meningkatkan kemampuan ekonomi para peternak atau pelaku usaha susu, meningkatkan akses pasar, meningkatkan daya saing dan membangun sinergi guna menciptakan simbiosis mutualisme, hingga menggandeng para usaha peternakan.

Selain meningkatkan konsumsi susu di masyarakat sekaligus meningkatkan upaya memajukan peternakan susu lokal, pemerintah juga berharap dengan upaya ini, susu nasional bisa bersaing di ranah internasional.

Namun tentunya pemerintah masih berupaya untuk meningkatkan sosialisasi tentang kesadaran masyarakat akan konsumsi susu.

Baca Juga: 9 Ciri-Ciri Bayi Alergi Susu Sapi dan Cara Mengatasinya

Dampak Susu terhadap Lingkungan Hidup

Dampak Susu terhadap Lingkungan Hidup

Foto: Dampak Susu terhadap Lingkungan Hidup (Pexels/Yogendra Singh)

Foto: Orami Photo Stocks

Di balik dari manfaat susu yang luar biasa bagi kesehatan fisik dan mental, kehadiran susu nyatanya memengaruhi lingkungan hidup.

Dewan Pelestarian Sumber Alam atau Natural Resources Defense Council (NRDC) menemukan produk susu yang meningkat menyumbang pemanasan global di dunia yang cukup signifikan.

Hal ini senada dengan Abdul Ghofar, selaku Pengkampanye Urban WALHI Nasional, menurutnya peternakan merupakan salah satu subsektor yang menyumbang emisi gas rumah kaca (GRK) cukup tinggi.

“Data terakhir yang dirilis KLHK melalui laporan IGRK tahun 2020 menyebut subsektor peternakan menghasilkan emisi sebesar 31.828 Giga Ton CO2e,” ungkap Ghofar kepada Orami.

Sebab, untuk memelihara sapi sendiri membutuhkan beberapa sumber energi salah satunya perlu menanam pakan yang berupa biji-bijian.

Di mana untuk menanamnya membutuhkan banyak pestisida dan pupuk. Penggunaan pestisida dan pupuk dianggap menjadi sumber polusi pada pemanasan global yang signifikan.

dampak pengolahan susu

Foto: dampak pengolahan susu

Lalu faktor lainnya, ketika sapi memakan pakan yang diberikan, sapi melepaskan gas metana melalui sistem pencernaannya dalam bentuk serdawa selain itu kotoran sapi menghasilkan banyak efek gas rumah kaca.

NRDC sendiri menemukan adanya tingkat emisi metana yang tinggi ketika pabrik peternakan membuang kotoran sapi.

Kandungan lainnya yang juga buruk bagi lingkungan adalah nitrous oxide, yaitu polutan yang menyebabkan pemanasan iklim 298 kali lebih kuat dari karbon dioksida.

Menurut artikel jurnal berjudul Productivity Gains and Greenhouse Gas Emissions Intensity In Dairy Systems, proses produksi hewan secara kompleks juga menyumbang emisi gas rumah kaca.

Terutama metana (CH4), dinitrogen oksida (N2O), dan karbon dioksida (CO2).

Baca Juga: Selamatkan Lingkungan dengan Gaya Hidup Zero Waste

Masih berdasarkan sumber yang sama, produksi pakan, pengolahan, perubahan penggunaan lahan yang terkait dengan sektor peternakan global diperkirakan menyumbang 18 persen atau setara dengan 7,1 miliar ton atau CO2 dari total emisi gas rumah kaca.

Secara global, Life Cycle Assessment (LCA) mengungkapkan bahwa di 2007 sektor peternakan sapi untuk memproduksi susu mengeluarkan 1.969 juta ton CO2 di mana 1.328-nya dikaitkan dengan susu.

Dengan begitu, rantai susu berkontribusi untuk masalah lingkungan terutama pengelolaan sumber daya air, melalui penarikan atau withdrawals, modifikasi limpasan dan pelepasan, hingga polutan.

Jika permintaan akan susu meningkat, bisa dipastikan emisi dari sistem peternakan juga akan meningkat. Di mana hal ini semakin berpengaruh terhadap lingkungan hidup.

Selain mengganggu lingkungan, masalah lingkungan dari produksi susu juga berisiko bagi kesehatan manusia apabila produsen susu tidak beralih ke cara ramah lingkungan.

Seperti, pencemaran sumber air. Sumber air yang tercemar tentu akan mengganggu masalah kesehatan bagi masyarakat jika air tercemar tersebut dipergunakan untuk dikonsumsi.

Tidak hanya air, plastik sekali pakai pada pengemasan produk susu juga berdampak pada pencemaran.

“Sementara pengemasan produk susu yang menggunakan sedotan plastik dan kemasan plastik akan menimbulkan masalah pencemaran plastik sekali pakai.

Plastik sekali pakai akan menjadi mikroplastik merusak ekosistem dan dapat masuk ke rantai makanan yang akan mempengaruhi kesehatan manusia,” jelas Ghofar.

testimoni walhi

Foto: testimoni walhi

Baca Juga: 12 Cara Mengurangi Sampah Plastik, Yuk Cintai Lingkungan!

Upaya Mengurangi Dampak Buruk pada Lingkungan Akibat Produksi Susu

Upaya Mengurangi Dampak Buruk pada Lingkungan Akibat Produksi Susu

Foto: Upaya Mengurangi Dampak Buruk pada Lingkungan Akibat Produksi Susu (https://www.nutricia.com/)

Foto: Orami Photo Stocks

Menuju Dairy Net Zero, Hari Susu Nasional menyoroti aspek lingkungan untuk mencegah pencemaran limbah dari para industri dan produsen susu.

Di samping tingginya aktivitas produksi susu, para produsen melakukan berbagai upaya meminimalisir pencemaran lingkungan.

Berikut sederet upaya yang telah dilakukan para produsen susu sapi perah lokal, di antaranya:

1. Mendaur Ulang Limbah Produksi

Upaya yang diusung Serba Susu Lembang dalam mengurangi emisi karbon mengadopsi konsep recycle.

Proses pembakaran dari pengolahan susu diminimalisir, serta mendaur ulang hasil-hasil limbah olahan.

“Hasil produksi diolah lagi buat pakan sapi, sehingga lebih organik dan mengandung prebiotik yang menyehatkan,” tutur Lucy.

Tak hanya itu, hasil limbah ini juga dimanfaatkan untuk pupuk organik.

Pupuk organik ini kemudian dipakai untuk penyubur tanaman dan kebun di sekitar ternak.

2. Kerja Sama dengan Komunitas Pengolah Limbah

Lucy menjelaskan, hasil limbah dari minyak masak juga dikumpulkan untuk diolah kembali pada lembaga khusus pengolahan bahan bakar alternatif.

“Telur yang dipakai untuk bahan masakan pun dimanfaatkan lagi sebagai pakan sapi ternak,” tambahnya. Jadi, sisa limbah minim tersisa untuk menjaga kelestarian lingkungan.

Dinas Bandung pun telah lama menerapkan program daur ulang minyak jelantah yang ditenagai para masyarakat lokal.

Adanya dukungan pemerintah ini semakin dekat dengan menerapkan Dairy Net Zero sebagai bagian dari Hari Susu Sedunia.

Baca Juga: 5 Manfaat Sabun Susu Kambing untuk Kulit, Dapat Cegah Alergi

3. Mengandalkan Alat Produksi Sederhana

Alat produksi sederhana yang dimiliki Cibugary dan Serba Susu Lembang pun dapat menurunkan risiko emisi karbon terhadap lingkungan.

Hal ini terlihat dari masih mengandalkan proses masak menggunakan kompor yang ditenagai para karyawan secara mandiri.

Karena masih mengandalkan alat produksi sederhana, dampak pencemaran terhadap lingkungan pun tak sebesar industri susu besar.

Hasil limbah produksi juga diolah kembali melalui kerjasama antar komunitas lokal.

“Misalnya, pakan ternak sapi menggunakan olahan dari produksi jagung dan tahu di Lembang,” tutur Rachmat.

Ini sejalan dengan prinsip yang diterapkan UMKM yakni melahirkan produk olahan susu yang zero waste.

Pandangan Pakar Terhadap Limbah Industri Susu

Pandangan Pakar Terhadap Produksi Susu.jpg

Foto: Pandangan Pakar Terhadap Produksi Susu.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Secara umum, industri susu di Indonesia pun tak menutup kemungkinan berpotensi menyebabkan emisi karbon terhadap lingkungan.

Tak bisa terhindari, pencemaran lingkungan akibat peternakan pun cukup berperan besar.

Seperti hanya gas metana yang dihasilkan dari kotoran hewan ternak seperti sapi perah.

Melansir studi yang dilakukan Institut Pertanian Bogor (IPB), total emisi metana dari sektor susu di Indonesia adalah 48,28 Gg/tahun. Sementara itu, emisi N20 adalah 258.680/kg per tahunnya.

Artinya, gas N20 atau emisi karbon dari sektor industri susu di Indonesia masih cukup tinggi.

Dalam hal ini, para pakar melihat dampak pencemaran bisa dicegah dengan berbagai upaya seperti:

1. Memanfaatkan Gas Metana

Kehadiran UMKM produsen susu lokal yang bekerja sama dengan berbagai komunitas dan Pemda, bisa mencegah pencemaran emisi karbon lebih jauh.

Misalnya, gas metana yang dihasilkan hewan ternak, sebenarnya dapat mengurangi dampak negatif dari emisi karbon.

Hal ini pun didukung oleh salah satu pakar peneliti dan pengajar di Universitas Airlangga.

“Melalui teknologi biogas, limbah kotoran sapi dapat menjadi sumber energi alternatif untuk memasak menggantikan gas LPG dan kayu bakar,” Terang pakar peneliti sekaligus pengajar Shochrul Rohmatul Ajija, SE, M.Ec, Rumayya, Ph.D., dikutip dari Unair News.

2. Diubah Menjadi Energi Listrik

Sejalan dengan World Wild Life, gas metana yang diolah dari kotoran hewan ternak ini dapat memerangi perubahan iklim di bumi.

Ini merupakan salah satu bentuk dari pemanfaatan energi alternatif yang bersifat renewable.

Menariknya, pemanfaatan yang telah digencarkan para produsen susu lokal ini juga bisa mengurangi operasional pengolahan susu.

Hal ini lantaran biogas dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi listrik untuk peternakan, lho.

penanggulangan limbah produksi susu

Foto: penanggulangan limbah produksi susu

Baca Juga: 5 Jenis Susu Pelancar ASI dan Rekomendasi Merek Susu untuk Ibu Menyusui

Jadi sebenarnya, saat ini akses masyarakat terhadap konsumsi susu sudah semakin mudah dan praktis. Ini seiring menjamurnya produsen susu lokal di Indonesia.

Adanya peringatan Hari Susu Sedunia ini pun guna mengingatkan kembali pentingnya konsumsi susu sehari-hari, Moms.

Mulai sekarang selalu konsumsi susu setiap harinya, ya!


Ditulis oleh:

  • Dresyamaya Fiona
  • Chrismonica

Disunting oleh:

  • Aprillia Ramadhina
  • Widya Citra Andini

Ilustrasi oleh:

  • Achyadi

  • http://www.fao.org/home/en
  • https://pb-ispi.org/menyambut-hari-susu-nusantara-dan-world-milk-day-1-juni/
  • https://sciencepress.mnhn.fr/sites/default/files/articles/pdf/az2012n2a7.pdf
  • https://pergizi.org/materi-hari-susu-nusantara-2020/
  • https://www.panganku.org/id-ID/view
  • https://www.nutritionix.com/food/unsweetened-almond-milk
  • https://www.researchgate.net/publication/285667909_Dairy_goats_in_Indonesia_potential_opportunities_and_challenges
  • https://ussec.org/wp-content/uploads/2020/09/Soy-foods-update-August-2020-presentation.pdf
  • https://www.pertanian.go.id/home/?show=news&act=view&id=2622
  • https://www.kemenperin.go.id/artikel/22347/Menperin-Apresiasi-Industri-Pengolahan-Susu-Investasi-Rp-3,8-Triliun
  • https://bbibsingosari.ditjenpkh.pertanian.go.id/en/production-distribution/
  • http://permana.staff.ipb.ac.id/files/2010/05/Full-Paper-ISAI-2012-Bogor-Idat-Galih-Permana.pdf
  • https://www.worldwildlife.org/blogs/sustainability-works/posts/the-biogas-solution-turning-manure-into-profit
  • http://news.unair.ac.id/2020/10/13/turning-cow-dung-into-biogas-to-improve-farmers-prosperity/?lang=en
  • https://www.nrdc.org/stories/shrink-your-carbon-footprint-ease-dairy
  • https://parentingscience.com/benefits-of-milk/
  • https://www.childrens.com/health-wellness/what-is-the-best-milk-for-children
  • https://ods.od.nih.gov/factsheets/Calcium-Consumer/
  • https://academic.oup.com/ajcn/article/101/2/287/4494384
  • https://www.americandairy.com/dairy-diary/learn-how-drinking-milk-keeps-seniors-moving/#:~:text=Milk%20is%20a%20good%20source,comfort%20in%20their%20golden%20years.
  • https://pusdatin.kemkes.go.id/resources/download/pusdatin/infodatin/Infodatin-Osteoporosis-2020.pdf
  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/296564#risks
  • https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S1871141311000953?via%3Dihub
  • https://www.pertanian.go.id/home/?show=news&act=view&id=4397
  • https://www.sciencedirect.com/topics/earth-and-planetary-sciences/life-cycle-assessment#:~:text=Life%20cycle%20assessment%20is%20a,manufacture%2C%20distribution%2C%20and%20use.
  • https://www.nrdc.org/stories/shrink-your-carbon-footprint-ease-dairy
  • https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S1871141311000953#:~:text=The%20contribution%20of%20different%20gases,but%20on%20a%20lower%20scale.
  • https://ditjenpkh.pertanian.go.id/berita/1260-kementan-upayakan-peningkatan-produksi-susu-sapi-segar
  • https://ditjenpkh.pertanian.go.id/berita/1340-kementan-berkomitmen-kembangkan-produksi-susu-segar-dalam-negeri