26 Maret 2023

6 Manfaat Minyak Jelantah, Dapat Diolah Jadi Lebih Berguna!

Ternyata minyak bekas memasak bisa jadi lilin aromaterapi, lho!

Minyak jelantah adalah minyak bekas menggoreng makanan yang sering dibuang begitu saja. Namun, sebenarnya ada berbagai manfaat minyak jelantah yang mungkin tidak banyak diketahui.

Namun, asalkan Moms memahami cara mengolahnya dengan tepat. Pastikan untuk tidak menggunakannya lagi untuk menggoreng, ya!

Sebab, ini bisa menyebabkan penyakit dan sangat membahayakan kesehatan.

Baca Juga: Penuh Khasiat, Ini 17 Manfaat Minyak Ikan untuk Kesehatan Tubuh hingga Ibu Hamil

Bahaya Menggunakan Minyak Bekas Berulang Kali untuk Memasak

Minyak Goreng untuk Memasak
Foto: Minyak Goreng untuk Memasak (Freepik.com/freepik)

Dalam studi di Critical Reviews in Food Science and Nutrition dijelaskan bahwa minyak goreng yang dipanaskan berulang kali dapat menghasilkan berbagai senyawa seperti polycyclic aromatic hydrocarbons (PAH), yang dapat bersifat karsinogenik.

Jika dikonsumsi dalam jumlah besar secara terus menerus dapat meningkatkan kerusakan sel dalam tubuh yang bisa berkaitan dengan penyakit kanker

Limbah minyak jelantah ini juga mencemari tanah yang dilaluinya.

Pencemaran tanah akan menyebabkan pori-pori tanah tertutup dan tanah menjadi keras.

Selain itu, minyak jelantah juga tidak dapat larut di dalam air. Alhasil, membuang minyak jelantah secara sembarangan dikhawatirkan bisa mencemari lingkungan.

Namun, ternyata minyak jelantah bisa dijadikan produk kebutuhan rumah tangga.

Penasaran apa saja manfaat minyak jelantah yang bisa Moms dapatkan? Simak ulasannya berikut ini!

Baca Juga: 7 Manfaat Minyak Cengkeh dan Cara Membuatnya

Manfaat Minyak Jelantah untuk Keperluan Sehari-Hari

Berikut ini beberapa manfaat minyak jelantah yang bisa diolah menjadi barang lain yang lebih berguna:

1. Pembuatan Lilin Aromaterapi

Lilin Aromaterapi
Foto: Lilin Aromaterapi (Orami Photo Stocks)

Studi di Jurnal Pusat Inovasi Masyarakat yang dikeluarkan oleh Institut Pertanian Bogor, meneliti tentang manfaat minyak jelantah sebagai bahan baku lilin aromaterapi.

Karena berbahan baku dari minyak jelantah, secara tidak langsung akan mengurangi limbah minyak jelantah.

Pengolahan lilin aromaterapi berbahan dasar minyak jelantah diolah dengan cara penyaringan, pelelehan, pencetakan, dan pengemasan yang menarik.

Walaupun berbahan dasar dari minyak jelantah, produk yang dihasilkan sama seperti lilin aromaterapi pada umumnya.

2. Sabun Cuci

Cuci Piring
Foto: Cuci Piring (Freepik.com/freepik)

Manfaat minyak jelantah selanjutnya adalah bisa dijadikan sabun cuci.

Terutama untuk membersihkan alat masak yang berlemak atau noda membandel.

Melansir studi di Jurnal Pengabdian Masyarakat Buguh yang dipublikasikan Universitas Lampung, pemanfaatan minyak jelantah dapat dibuat menjadi sabun dengan bantuan eco enzyme.

Eco enzyme adalah cairan hasil fermentasi limbah organic seperti kulit buah atau limbah sayur-sayuran.

Cara pengolahan minyak jelantah menjadi sabun cuci juga dijelaskan di laman UPN "Veteran" Yogyakarta, yakni dengan merendam minyak jelantah dengan arang selama semalam.

Kemudian disaring untuk membuang remah-remah kotoran dari minyak jelantah.

Masukkan air 170 ml ke dalam baskom dan juga 82 gram soda api, diaduk sampai larut dan dingin.

Kemudian 450 ml minyak jelantah dimasukkan, diaduk sampai hampir kental. Setelah itu tinggal dituang ke cetakan dan diamkan hingga mengeras.

Lalu lepas dari cetakan dan sabun cuci dari minyak goreng ini bisa digunakan selama 2 minggu.

3. Pembersih Lantai

Manfaat minyak jelantah lainnya adalah untuk cairan pembersih lantai. Cara pembuatannya ini dijelaskan dalam studi di Universitas Sebelas Maret.

Proses pembuatan pembersih lantai dari minyak jelantah adalah dengan cara menyaring minyak jelantah dengan kain saring terlebih dulu.

Hasil penyaringan direaksikan dengan larutan NaOH dan arpus yang digunakan sebagai desinfektan.

Hasil reaksi berupa padatan dan cairan yang akan digunakan sebagai pembersih lantai.

Namun, karena masih terlalu encer, perlu ditambah HEC (Hydroxy Ethyl Cellulose) yang berfungsi sebagai pengental.

Hasil pengentalan pembersih lantai ditambah Texapon (Sodium Lauryl Sulfate) yang berfungsi sebagai pengangkat kotoran dan penambah busa.

Untuk membuat 1 liter cairan pembersih lantai diperlukan sekitar 44,4 ml minyak jelantah.

Baca Juga: Cara Membersihkan Keramik Kamar Mandi yang Kuning, Mudah Moms!

4. Campuran Pakan Ayam atau Bebek

Manfaat minyak jelantah juga bisa diolah jadi bahan baku pembuatan pakan ternak.

Namun, sebelum mengolahnya, minyak jelantah ini perlu dinetralkan terlebih dahulu melalui tiga tahapan.

Pertama dengan memisahkan lendir, menetralisir, dan kemudian pemucatan untuk menghilangkan sifat karsinogenik yang berbahaya bagi ayam atau bebek.

Setelah melalui ketiga tahapan ini, campurkan minyak jelantah yang telah diolah dengan pakan ayam atau bebek.

Baca Juga: 17 Manfaat Minyak Kelapa, Bisa Mengatasi Gigitan Serangga!

5. Pupuk Tambahan untuk Tanaman

Pupuk
Foto: Pupuk (Orami Photo Stock)

Minyak jelantah mengalami beberapa reaksi akibat penggorengan berulang, sehingga akan menghasilkan asam lemak jenuh yang sangat tinggi.

Asam lemak ini membantu pertumbuhan tanaman. Perlu ingat, minyak jelantah untuk tanaman ini hanya bisa digunakan sebagai pupuk tambahan saja.

Karena tetap harus menambahkan pupuk dasar berupa pupuk kandang atau kompos dengan tambahan pupuk anorganik, seperti urea, SP, dan KCL.

6. Untuk Bahan Bakar Biosolar

Manfaat minyak jelantah selanjutnya adakah sebagai bahan bakar biodiesel.

Hal ini dijabarkan dalam laman Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE)

Minyak jelantah berpeluang untuk diolah menjadi biodiesel yang dapat digunakan menjadi pengganti minyak solar bagi mesin diesel untuk sektor transportasi maupun industri.

Siklus pengolahan minyak jelantah menjadi biodiesel diawali dengan proses pemurnian kemudian disaring dan dicampur dengan arang aktif lalu dinetralkan.

Lalu, dilakukan transferivikasi yang menghasilkan biodiesel kasar dan dimurnikan untuk menghasilkan biodiesel.

Baca Juga: 7 Manfaat Minyak Bunga Matahari untuk Tubuh

Adanya inovasi dan perkembangan teknologi di masa depan memungkinkan jika pengolahan minyak jelantah ini akan semakin beraneka ragam.

Ingat, minyak jelantah ini adalah jenis limbah yang dapat mencemari lingkungan dan bisa berbahaya.

Seperti misalnya jika mengalir ke sungai, maka ini bisa berbahaya bagi ikan dan tumbuhan yang ada di sana.

Ini karena mereka tidak bisa larut dalam air. Imbasnya, polusi air yang akan terjadi.

Oleh karena itu, mari mulai cintai lingkungan dan lestarikan bumi demi anak cucu di masa depan.

Jadi, apakah Moms tertarik untuk mengolah minyak jelantah menjadi barang yang lebih berguna?

  • https://zerowaste.id/zero-waste-lifestyle/bagaimana-cara-mengolah-minyak-jelantah/
  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/28925728/
  • https://journal.ipb.ac.id/index.php/pim/article/view/43140
  • http://repository.lppm.unila.ac.id/44902/1/PEMBUATAN%20SABUN%20DARI%20MINYAK%20JELANTAH%20DAN%20ECO%20ENZIME_Jurnal%20BUGUH.pdf
  • https://www.upnyk.ac.id/berita/modal-rp16000-sulap-minyak-jelantah-jadi-sabun-cuci-baju
  • https://digilib.uns.ac.id/dokumen/detail/33957/Pembuatan-Pembersih-Lantai-Dari-Minyak-Jelantah
  • https://ebtke.esdm.go.id/post/2021/03/09/2824/peluang.dan.tantangan.pemanfaatan.biodiesel.berbasis.minyak.jelantah.

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.

rbb