Kesehatan Umum

1 Desember 2021

7 Manfaat Minyak Bunga Matahari untuk Tubuh

Selain baik untuk mengoptimalkan kesehatan tubuh, minyak ini bisa untuk merawat kulit
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Karinta
Disunting oleh Adeline Wahyu

Minyak zaitun, minyak kanola, hingga minyak kelapa sawit mungkin sudah umum didengar. Namun, pernahkah Moms mengetahui minyak bunga matahari (sunflower oil)?

Tak hanya untuk menggoreng, minyak bunga matahari juga baik dipakai untuk perawatan wajah lho, Moms!

Penasaran sebenarnya apa saja manfaat dalam minyak bunga matahari (sunflower oil)? Yuk, cari tahu bersama!

Baca Juga: 5 Resep Nasi Goreng Jawa dari Berbagai Kota, Gampang Banget!

Apa Itu Minyak Bunga Matahari?

minyak bunga matahari

Foto: Draxe.com

Minyak bunga matahari (sunflower oil) adalah jenis minyak sehat yang diolah dari proses penekanan biji bunga matahari yang punya nama latin Helianthus annuus.

Bukan tanpa alasan minyak bunga matahari disebut sebagai minyak sehat.

Pasalnya, minyak ini mengandung lemak tak jenuh sehingga baik untuk mendukung kesehatan jantung.

Asal bunga matahari adalah dari negara Amerika. Ekstral minyak bunga ini merupakan sumber lemak bagi penduduk asli Amerika yang didapat dari proses perebusan bijinya.

Sementara biji bunga matahari sendiri, ukurannya kecil tetapi bisa dimakan dengan mengupas bagian kulitnya. Orang Indonesia juga suka mengonsumsinya sebagai camilan, dikenal dengan nama kuaci.

Menariknya, selain untuk minyak memasak, minyak bunga matahari dapat dijadikan perawatan wajah.

Ini karena minyaknya mengandung beberapa senyawa yang bermanfaat untuk kulit, seperti vitamin E, asam oleat, hingga asam linoleat.

Manfaat Minyak Bunga Matahari

minyak bunga matahari wanita masak.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Secara keselurhan, manfaat minyak bunga matahari, baik untuk memasak maupun untuk perawatan wajah, yakni sebagai berikut:

1. Memiliki Smoke Point yang Tinggi

Manfaat minyak bunga matahari yang pertama ada di titik asap (smoke point) saat memasak.

Titik asap (smoke point) adalah temperatur atau suhu ketika minyak tampak mulai berasap karena menguapkan sejumlah senyawa.

Titik asap, atau disebut juga dengan titik pembakaran minyak, bisa berkisar dari suhu rendah yakni 163 derajat Celsius hingga sangat tinggi yaitu 271 derajat Celsius.

Semakin tinggi titik asap suatu jenis minyak goreng, semakin baik minyak ini dipakai untuk memasak.

Untuk minyak bunga matahari sendiri, titik asapnya bisa mencapai 226 derajat Celsius sampai 246 derajat Celsius.

Itu sebabnya, minyak ini dinilai bisa menjadi pilihan yang baik untuk memasak, termasuk menumis dan menggoreng.

Namun sayangnya, seperti kebanyakan minyak tak jenuh lainnya, minyak bunga matahari cenderung tidak stabil dan bisa rusak dengan pemanasan yang terlalu lama.

2. Mengandung Asam Lemak Esensial

Secara alami, minyak bunga matahari memiliki kandungan berbagai asam lemak esensial, seperti asam linoleat dan asam lemak omega-6 dengan struktur zig-zag.

Kabarnya, struktur zig-zag pada asam lemak ini lebih baik dan tidak meningkatkan kadar kolesterol ketimbang lemak jenuk dengan struktur lurus.

Alhasil, kandungan ini pula yang menjadikan minyak bunga matahari baik untuk kesehatan jantung sekaligus mencegah perkembangan penyakit kardiovaskular.

Baca Juga: Sering Makan Kol Goreng? Hati-hati, Ini 6 Bahayanya untuk Kesehatan Moms dan Dads!

3. Tinggi Kandungan Lemak Tak Jenuh

Selain punya asam lemak esensial, kandungan lemak tak jenuh di dalam minyak bunga matahari juga tergolong tinggi, Moms.

Sebaliknya pun begitu, kadar lemak jenuh di dalam minyak nabati ini tentu rendah sehingga tidak akan meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL).

Bahkan, minyak ini kaya dua jenis asam lemak, yakni asam lemak tak jenuh ganda dan asam lemak tak jenuh tunggal.

Asam lemak tak jenuh ganda atau polyunsaturated fatty acid (PUFA) dapat membantu mengurangi kadar kolesterol dan trigliserida dalam darah.

PUFA termasuk asam lemak omega-3 dan asam lemak omega-6.

Sementara asam lemka tak jenuh tunggal monounsaturated fatty acid (MUFA) bisa membantu menurunkan risiko penyakit jantung.

4. Baik untuk Menjaga Kesehatan Jantung

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, kandungan asam lemak esensial dan lemak tak jenuh tunggal yang dimiliki minyak bunga matahari terbilang tinggi.

Di dalamnya termasuk ada asam oleat dan asam linoleat.

Bila dikonsumsi, hal ini tentunya berdampak baik bagi jantung karena mampu meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL).

Menurut Food and Drug Administration (FDA), kadar asam oleat yang mendapai setidaknya 70% dapat membantu mengurangi risiko serangan penyakit jantung koroner.

Begitu pula dengan fungsi asam linoleat yang tidak kalah baik untuk jantung, termasuk untuk menurunkan peluang Moms, Dads, dan Si Kecil mengalami penyakit jantung.

Baca Juga: Manfaat Minyak Almond untuk Kesehatan yang Perlu Diketahui

5. Mengoptimalkan Fungsi Otak dan Saraf

Salah satu jenis vitamin yang banyak terdapat di dalam minyak bunga matahari adalah vitamin E.

Vitamin E adalah nutrisi yang penting untuk mengoptimalkan fungsi penglihatan, reproduksi, kesehatan darah, kesehatan otak, dan kesehatan kulit.

Tak hanya itu, vitamin E juga baik untuk menunda perkembangan penyakit Alzheimer pada orang yang sudah didiagnosis mengalami penyakit ini.

Kandungan antioksidan di dalam vitamin E juga bisa membantu melindungi sel-sel tubuh dari efek buruk radikal bebas.

6. Melindungi Skin Barrier

Manfaat minyak bunga matahari tak hanya baik sebagai asupan, tetapi juga bisa digunakan sebagai produk perawatan kulit.

Ini karena minyak nabati yang satu ini mengandung asam linolenat yang ternyata bisa membantu menjaga skin barrier atau perlindungan kulit agar tidak mudah rusak.

Kulit juga dibuat jadi lebih lembap dan dan mendapatkan efek antiperadangan bisa dipakai secara topikal atau dioleskan pada kulit.

Itu sebabnya, minyak bunga matahari dinilai sangat bermanfaat untuk kulit kering dan mengalami eksim.

7. Mempercepat Penyembuhan Luka

Kabar baiknya, kandungan asam oleat di dalam minyak bunga matahari juga bisa membantu mempercepat proses penyembuhan luka.

Cara pakainya hanya perlu Moms oleskan saja pada kulit yang mengalami luka.

Namun, masih diperlukan penelitian lanjutan untuk memastikan hal ini.

Baca Juga: Minyak Sayur: Manfaat, Bahaya dan Rekomendasi untuk Memasak

Namun, sebelum pakai minyak bunga matahari pada kulit, sebaiknya Moms lakukan tes terlebih dahulu untuk mencari tahu apa ada reaksi alergi.

Moms bisa mengoleskan sedikit minyak ini pada bagian belakang telinga, tengan, atau bagian tubuh lainnya yang dinilai aman. Kemudian, lihat reaksinya dalam beberapa jam atau hari.

Jika tidak muncul reaksi alergi, kemungkinan Moms bisa menggunakan minyak bunga matahari sebagai perawatan kulit.

Seberapa Sehat Minyak Ini Dibandingkan Jenis Minyak Lainnya?

minyak.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Jumlah asam lemak jenuh di dalam minyak bunga matahari kira-kira mirip dengan minyak zaitun dan minyak jagung.

Sementara dibandingkan dengan minyak canola dan minyak safflower, kandungan lemak jenuh minyak bunga matahari lebih tinggi.

Namun, jika dibandingkan minyak kelapa sawit dan minyak kedelai, kandungan lemak jenuhnya lebih rendah.

  • https://www.webmd.com/diet/sunflower-oil-good-for-you#1
  • https://www.healthline.com/nutrition/is-sunflower-oil-healthy
  • https://www.healthline.com/health/sunflower-oil-for-skin
  • https://www.masterclass.com/articles/what-is-sunflower-oil-a-guide-to-cooking-with-sunflower-oil#a-brief-history-of-sunflower-oil
  • https://www.verywellfit.com/smoke-points-of-cooking-oils-4781972
  • https://www.fda.gov/food/cfsan-constituent-updates/fda-completes-review-qualified-health-claim-petition-oleic-acid-and-risk-coronary-heart-disease
  • https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements-vitamin-e/art-20364144
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait