Kesehatan Umum

1 Oktober 2021

Kenali Lebih Dalam Soal Vitamin E, dari Manfaat hingga Sumber Makanannya

Jangan sembarangan minum vitamin E, Moms! Simak infonya berikut
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Anggia Hapsari
Disunting oleh Karla Farhana

Setiap orang memerlukan pola makan yang sehat dan bergizi seimbang. Untuk mencegah tubuh agar tidak mudah sakit, Moms memerlukan asupan vitamin E.

Di dalam tubuh, vitamin ini bertindak sebagai antioksidan yang membantu melindungi sel dari kerusakaan akibat radikal bebas.

Vitamin E banyak terdapat di liver sebelum dilepaskan ke seluruh tubuh melalui darah untuk membantu meningkatkan sistem kekebalan.

Selain itu, jenis vitamin ini juga berguna untuk mencegah terjadinya penggumpalan darah dan interaksi asal sel.

Jumlah dosis vitamin E yang perlu dikonsumsi juga beragam sesuai dengan usia seseorang.

Dilansir dari laman National Institutes of Health, kebutuhan vitamin E seseorang dapat dikatakan tercukupi jika sudah sesuai dengan angka kecukupan gizi atau AKG vitamin E.

Pada orang dewasa dengan kesehatan normal, ia membutuhkan vitamin ini sebesar 15mg AKG per hari. Hal yang sama juga berlaku untuk Moms yang sedang hamil.

Bagaimana dengan Moms yang sedang menyusui? Moms disarankan untuk mengonsumsinya sebesar 19 mg AKG per hari.

Baca juga: Apa Perbedaan Peredaran Darah Besar dan Kecil?

Apa Saja Manfaat Vitamin E?

Makan Avokad untuk Kesehatan Kulit-1.jpg

Foto: Orami Photo Stock

JurnalThe Role of Vitamin E in Human Health and Some Diseases menyatakan bahwa vitamin E adalah antioksidan yang membantu mempertahankan sel dari radikal bebas.

Radikal bebas dipercaya dapat merusak sel dan membuat seseorang menjadi rentan terhadap masalah kesehatan tertentu.

Tak heran jika vitamin ini selalu digadang-gadang sebagai vitamin untuk merawat kulit.

Hal ini karena vitamin E adalah senyawa antioksidan penting yang larut dalam lemak.

Dengan demikian, vitamin ini membantu tubuh dalam menetralisir efek berbahaya setelah oksidasi lemak.

Penelitian saat ini bahkan melihat peran penting dari vitamin ini sebagai antioksidan yang bagus untuk kulit sebagai pencegah perkembangan penyakit kronis dan penuaan dini.

Bagi wanita, vitamin ini juga berperan untuk mendukung kehamilan yang sehat.

Jenis vitamin sangat efektif melindungi sel saraf, sel darah merah, fungsi sistem kekebalan tubuh, membantu dalam pencegahan dan penyembuhan gangguan neurologis, penyakit virus kronis, serta anemia.

Sedangkan bagi pria, vitamin ini ternyata bisa membantu mobilitas sperma. Menurut situs First Cry Parenting, mobilitas sperma adalah kemampuan organisme untuk bergerak dengan sendirinya.

Agar Moms bisa hamil, mobilitas sperma yang baik tentu merupakan suatu keharusan karena sperma akan lebih mudah berenang dan melintasi jarak tertentu untuk membuahi sel telur.

Tak hanya itu saja, bagi pria, vitamin E pun bertugas untuk mencegah kerusakan sel sperma, pelindung sel sperna, hingga mencegah infeksi yang bisa mengakibatkan sel sperma menurun.

Sebagian orang mungkin memenuhi kebutuhan vitamin E dengan mengonsumsi suplemen vitamin E tambahan.

Meski demikian, banyak ahli lebih menyarankan setiap orang untuk mengonsumsi vitamin E lewat diet organik.

Sumber Makanan yang Mengandung Vitamin E

Melansir dari Global Healing Center, diet atau pola makan ini bisa memenuhi kebutuhan vitamin E harian Moms dan keluarga.

Pilih beberapa asupan makanan berikut:

1. Kacang Almond

kacang almond

Foto: Orami Photo Stock

Begitu banyak manfaat almond bagi kesehatan tubuh, salah satunya kandungan vitamin E yang tinggi.

Satu ons kacang almond mengandung 7,4 miligram vitamin E.

Moms juga bisa mendapatkan kebutuhan vitamin E dalam bentuk susu almond dan minyak almond. Lebih baik lagi jika Moms bisa memilih makan almond mentah.

2. Biji-Bijian

Biji-bijian yang dimaksud adalah biji bunga matahari, labu, atau wijen. Mengonsumsi ¼ cangkir biji bunga matahari bisa memberikan 90,5% vitamin dari nilai harian yang dibutuhkan.

Wah! Tak ada salahnya mengonsumsi biji bunga matahari sebagai salah satu camilan harian nih, Moms!

3. Bayam

manfaat bayam untuk atasi konstipasi

Foto: Orami Photo Stock

Tidak semua orang menyukai sayur bayam. Meski demikian, Moms sebaiknya memasukkan bayam sebagai salah satu menu kaya vitamin E dalam sajian sehat keluarga.

Satu ikat bayam akan memberi sekitar 20% vitamin E dari kebutuhan harian.

Moms bisa menyajikannya dengan cara dibuat sayur bayam kuah bening atau ditumis dengan bawang putih dan bawang merah.

Lakukan berbagai variasi makanan sesuai selera untuk menyajikan sayur bayam di meja makan.

4. Kale

Kale sangat kaya akan nutrisi. Satu cangkir kale rebus dapat memberi hampir 6% dari kebutuhan vitamin E harian Moms.

Jika memungkinkan, cobalah memilih kale organik.

5. Hazelnut

hazelnut1.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Kacang ini memang identik dengan cokelat. Nah, mengonsumsi satu ons kacang hazel saja, dapat memberi sekitar 20% dari kebutuhan vitamin E sehari-hari.

Moms juga bisa membuat kacang hazel ini menjadi susu seperti membuat susu kedelai.

Tambahkan ke dalam secangkir the, kopi, atau minum segar begitu saja. Hmm..lezat dan sehat!

Baca juga: Mengenal 13 Jenis Kacang-Kacangan, Makanan Sehat untuk Kehamilan

6. Avokad

Avokad memiliki sifat alami kaya akan minyak. Setengah kandungan dari keseluruhan kandungan avokad mengandung lebih dari 2 mg vitamin E.

Moms bisa mengonsumsi avokad secara langsung, sebagai campuran salad, salah satu isian sandwich, hingga jus yang nikmat dan mengenyangkan.

7. Pepaya

Papaya.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Buah tropis ini dikenal sebagai sumber vitamin C terbaik serta tinggi vitamin E. Tidak hanya membantu melancarkan sistem pencernaan, papaya pun kaya akan antioksidan.

Dikatakan oleh Dr. Elson M.Hasspenulis buku Staying Healthy with Nutrition:

The Complete Guide to Diet and Nutritional Medicine, pepaya bisa memberikan seseorang sekitar 17% dari kebutuhan vitamin E harian.

Jadi, tak ada salahnya mengonsumsi pepaya dalam menu buah harian keluarga ‘kan?

8. Brokoli

Satu cangkir brokoli yang dikukus, akan memberi 4% dari kebutuhan harian seseorang.

9. Peterseli

parsley - medicalnewstoday.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Peterseli atau parsley adalah makanan yang tinggi akan vitamin E. Coba tambahkan peterseli segar ke dalam salad atau hidangan Moms

Peterseli kering juga akan memberi Anda vitamin penting ini.Meski demikian memilih bahan makanan yang segar tentu menjadi pilihan yang bijak.

Dampak Kelebihan Vitamin E

mg-blog-why-we-choose-vitamin-e-feature_14.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Di era pandemi ini, semua orang merasa perlu menjaga kesehatan tubuh dengan berbagai macam cara.

Mulai dari makan makanan sehat, teratur berolahraga, hinga minum berbagai jenis vitamin yang mampu membantu menjaga data tahan tubuh.

Selain vitamin C dan D, salah satu vitamin yang umumnya dikonsumsi adalah vitamin E.

Seperti dilansir dari laman researchgate.net, penelitian Vitamin E and Respiratory Infection in The Elderly menyatakan bahwa vitamin E ternyata memiliki efek positif bagi kesehatan paru-paru lansia.

Penelitian tersebut dilakukan oleh Simin Nikbin Meydani, Sung Nim Han, dan Davidson H Hamer.

Lebih lanjut, penelitian tersebut menunjukkan bahwa kondisi paru-paru para lansiayang kian membaik ini terjadi karena rutin mengonsumsi vitamin C dan E secara rutin.

Meski demikian, seperti yang telah Moms ketahui sebelumnya.

Segala sesuatu yang dikonsumsi terlalu berlebihan tentu akan merugikan kesehatan. Hal yang sama juga akan terjadi jika tubuh terlalu banyak mendapatkan asupan vitamin E

Simak beberapa gangguan kesehatan yang mungkin dialami seseorang jika seseorang mendapatkan asupan vitamin E secara berlebih.

1. Meningkatkan Risiko Stroke & Kematian

Dilansir dari laman Healthline, risiko gangguan kesehatan jika tubuh kelebihan vitamin E yang pertama adalah meningkatkan risiko stroke.

Stroke merupakan kondisi yang disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah di otak. Hal ini membuat sebagian atau beberapa bagian tubuh melemah bahkan mati rasa.

Pecahnya pembuluh darah di otak ini, bisa membawa pada risiko yang lebih berat, yaitu meninggal dunia.

Untuk menghindari risiko ini, jangan mengonsumsi vitamin E yang terdapat dalam makanan dan vitamin lebih dari 1000 mg per hari.

Risiko overdosis akan lebih minim terjadi jika seseorang mengonsumsi vitamin E hanya dari makanan yang ia konsumsi.

2. Meningkatkan Risiko Osteoporosis

Risiko selanjutnya jika seseorang kelebihan minum vitamin E adalah bisa meningkatkan risiko osteoporosis atau dikenal juga sebagai pengeroposan tulang.

Yes, dilansir dari laman MayoClinic, selain meningkatkan risiko diare, mual, pusing, sakit kepala, pandangan mata buram, gatal dan kemerahan, hingga creatinuria, vitamin E yang berlebihan bisa meningkatkan efek alfa-tokoferol.

Efek tersebut, akan sangat berdampak pada performa atau kekuatan tulang pada tubuh.

Jika kekuatan tulang menurun, maka seseorang tersebut akan rentan terhadap gangguan tulang. Salah satunya adalah osteoporosis.

Jadi, sebelum Moms atau kerabat minum vitaminE, ada baiknya berkonsultasi terlebih dahulu ke dokter keluarga.

Apalagi jika dalam keluarga (atau Moms sendiri) memiliki kecenderungan akan defisit vitamin K, retinitis pigmentosa, pendarahan, diabetes, stroke, serangan jantung, lever, hingga kanker.

  • https://www.researchgate.net/publication/7981371_Vitamin_E_and_Respiratory_Infection_in_the_Elderly
  • https://www.healthline.com/nutrition/vitamin-e-overdose#bottom-line
  • https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements-vitamin-e/art-20364144
  • https://globalhealing.com/natural-health/vitamin-e-health-benefits/
  • https://ods.od.nih.gov/factsheets/VitaminE-HealthProfessional/
  • https://globalhealing.com/natural-health/vitamin-e-health-benefits/
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait