Trimester 3

TRIMESTER 3
12 April 2019

3 Hal yang Perlu Dipersiapkan untuk Menyusui Sejak Masa Kehamilan

Semua ibu yang sudah melahirkan pastinya ingin agar bayinya mendapatkan asupan ASI yang optimal
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Carla Octama
Disunting oleh Carla Octama

Di masa kehamilan, banyak hal yang dipersiapkan ibu selagi menanti kelahiran buah hati. Salah satunya adalah persiapan memenuhi kebutuhan asupan gizi bayi, caranya dengan memperkaya informasi tentang persiapan menyusui.

Semua ibu yang sudah melahirkan pastinya ingin agar bayinya mendapatkan asupan ASI yang optimal dan khawatir jika produksi ASI tidak maksimal. ASI memang bermanfaat untuk bayi, terutama selama 6 bulan pertama usianya.

ASI mudah dicerna dan diserap oleh bayi dan mengandung zat penangkal sakit sehingga menyempurnakan sistem kekebalan tubuhnya.

Selain untuk bayi, ASI juga bermanfaat bagi ibu menyusui karena membantu pemulihan pasca melahirkan hingga dapat menjadikan berat badan ibu kembali seperti semula. ASI juga memperkuat ikatan kasih antara ibu dan bayi.

Baca Juga : 5 Faktor Penyebab Ibu Menyusui Kesulitan Memberi ASI Eksklusif

Untuk itu, persiapan menyusui sebaiknya dilakukan selama kehamilan. Persiapan menyusui ini harus sesuai dan tidak termakan oleh mitos-mitos di luar sana.

Nyatanya, konsumsi booster ASI selama hamil dan pijat payudara tidak dianjurkan selama masa kehamilan.

“Selama masa hamil, ibu tidak perlu konsumsi booster ASI agar produksinya ASI melimpah. Pijat payudara yang memberi rangsangan pada puting payudara juga tidak dianjurkan karena dapat memicu kontraksi rahim,” ujar dr. Aini, seorang konselor laktasi kepada Kulwap Orami Community pada Kamis (19/2) lalu.

Lalu, apakah hal yang harus dipersiapkan selama masa kehamilan agar proses menyusui berjalan baik? Ini ulasannya.

1. Mengikuti Kontak Keberhasilan Menyusui

Foto: dailymirror

Menurut dr. Aini, hal terutama yang perlu dipersiapkan selama proses menyusui adalah mengikuti 7 kontak keberhasilan menyusui yang dianjurkan oleh WHO.

Maksudnya adalah pada masa-masa ini, Moms dianjurkan untuk konseling tentang menyusui, yaitu sebagai berikut:

  • Usia kehamilan 28 minggu.
  • Usia kehamilan 36 minggu.
  • IMD, yaitu proses menyusu segera yang dilakukan dalam satu jam pertama setelah bayi lahir.
  • Setelah melahirkan saat masih dirawat di ruang bersalin.
  • Masa nifas hari ke-7.
  • Nifas hari ke-14.
  • Nifas hari ke-40.

“Sebelum melahirkan, disarankan untuk dua kali untuk konseling ke konselor laktasi atau dokter kandungan," ,” ungkap dokter yang praktik di RSIA Kemang Medical Care ini.

Menurut dr. Aini, proses konseling bisa ditemani suami atau keluarga. Hal ini penting untuk dilakukan, agar ibu memahami proses menyusui anak sampai usianya 2 tahun.

2. Memahami Proses Menyusui dengan Tepat

Foto: thebridgehead

Ibu menyusui harus konsumsi makanan bergizi itu sudah pasti diketahui, ya, Moms. Namun, hal penting yang perlu diketahui juga memahami proses menyusui dengan tepat.

Sederhananya, saat bayi mulai menyusu, rangsangan ini menimbulkan impuls. Impuls pada ujung saraf dikirim ke hipotalamus yang menghasilkan dua hormon, yaitu prolaktin dan oksitosin.

Adapun hormon prolaktin yang memproduksi ASI. Untuk itu, jangan pernah menunda memberikan ASI.

“Hormon prolaktin dapat terbentuk lebih cepat pada hari-hari pertama setelah melahirkan dengan menyusui dini dan sering. Proses menyusui tidak boleh ditunda selama lebih dari 6 jam setelah melahirkan,” ucap dr. Aini.

Lalu, bayi biasanya akan menyusu setiap 2-3 jam dengan durasi berkisar antara 10-45 menit. Bayi menjadi komandan dalam proses menyusui.

Perlu diingat, Moms, jangan memberikan minuman dan makanan lain selain ASI selama bayi menjalani ASI eksklusif.

Baca Juga : Jangan Panik! Ini 8 Cara Mengatasi Saluran ASI Tersumbat

3. Dukungan Suami itu Penting

Foto: billboard

Pengetahuan tentang proses menyusui penting untuk diketahui oleh ibu, namun yang tak kalah pentingnya adalah dukungan dari suami.

Seorang anak adalah anugerah yang diberikan kepada orangtua, sehingga kerja sama antara suami dan istri dibutuhkan.

Suami dan juga anggota keluarga yang lain sebaiknya memberikan dukungan dan semangat selama masa kehamilan, melahirkan, hingga masuk ke masa menyusui.

Peranan suami bisa dengan mengetahui jadwal konseling menyusui, menemani ibu serta calon bayinya untuk berolahraga serta periksa kandungan.

Nikmati setiap proses dengan pikiran positif dan hati yang gembira, ya, Moms!

(DG/CAR)

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait