27 Mei 2019

4 Cara Melatih Stimulasi pada Bayi dengan Tepat

Ini stimulasi untuk melatih kemampuannya.

Pertumbuhan dan perkembangan bayi setiap harinya akan selalu dipantau oleh orangtua. Seiring pertambahan usianya, maka pertumbuhan dan perkembangannya juga semakin meningkat. Namun, sebenarnya bayi tetap membutuhkan stimulasi agar kemampuan motoriknya terlatih sejak dini. Seberapa pentingnya kemampuan motorik?

Begini, Moms, kegiatan motorik adalah kegiatan yang melibatkan otot-otot pada badan manusia, baik gerakan otot besar yang disebut motorik kasar dan gerakan otot kecil yang disebut motorik halus.

Umumnya, kemampuan motorik anak terbentuk saat masih bayi yang berawal dari gerakan sederhana sampai gerakan kompleks. Hal ini diungkapkan oleh seorang early childhood practitioner dan co-founder Rumah Dandelion bernama Carmelia Riyadhni.

“Ketika bayi berusia 0-3 bulan, ia mulai bisa memutar dan mengangkat kepala. Beranjak ke usia 3-6 bulan, bayi mampu berguling sendiri dan mulai belajar untuk duduk. Kemudian, di usia 6-12 bulan, ia akan belajar untuk berdiri,” ujar Carmelia saat bincang-bincang Kulwap Orami Community pada Selasa (5/3) lalu.

Baca Juga: Cara Menstimulasi Indra Bayi Saat Mandi dengan Menyenangkan

Ada juga yang disebut gerakan refleks, yang hampir dimiliki oleh setiap bayi dan merupakan bawaan sejak lahir. Gerakan tersebut misalnya merentangkan kaki seperti berjalan yang ditimbulkan saat bayi digendong, bayi yang baru lahir refleks melengkungkan punggung, melemparkan kepala ke belakang, dan merentangkan tangan dan kakinya.

“Seiring dengan perkembangannya, gerakan ini akan berkurang bahkan hilang. Untuk itu, bayi perlu belajar gerakan yang dilakukan secara sadar untuk kemampuan hidupnya, misalnya menguatkan otot kaki supaya kuat berjalan. Nah, cara untuk mengasah kemampuannya dengan lebih baik adalah memberikan stimulasi sejak dini,” lanjut Carmelia.

Baca Juga: 5 Cara Mudah Menstimulasi Pola dan Warna Pada Bayi

Memberikan Stimulasi pada Bayi dengan Tepat

Cara Melatih Stimulasi pada Bayi-1.jpg
Foto: Cara Melatih Stimulasi pada Bayi-1.jpg (todaysparent.com)

Lalu, bagaimana cara yang tepat untuk memberikan stimulasi pada bayi. Ini penjelasannya yaitu sebagai berikut:

  1. Perkembangan anak umumnya berawal dari kepala ke kaki, atau dari atas ke bawah. Untuk awalnya, Moms bisa melatih bayi untuk bisa mengangkat kepalanya sendiri. Awalnya dibantu dengan digulingkan, nanti lama kelamaan bayi akan belajar berguling sendiri karena berguling bukan gerakan refleks sehingga perlu diajarkan. Tapi, pastikan bayi tidak tertidur dengan posisi tengkurap dalam waktu lebih dari 20 menit.
  2. Stimulasi juga dapat diberikan setelah bayi mandi, yaitu dengan kondisi tubuh yang segar. Berikan benda yang menarik di depannya, bisa boneka, kerincingan, atau lainnya saat tengkurap. Lakukan setidaknya 5-10 menit setiap harinya.
  3. Mengajak anak berayun saat digendong juga merupakan stimulus buat anak, yaitu untuk melatih indera vestibularnya. Indera vestibular adalah indera internal yang bertugas untuk mengatur keseimbangan ketika tubuh bergerak. Stimulasi ini dapat membantu anak untuk berguling, merangkak, hingga nantinya dapat berjalan stabil.
  4. Jika bayi sudah memasuki usia 4 bulan, Moms bisa mengajarkan anak untuk duduk. Lakukan secara pelan-pelan dan tak perlu terburu-buru. Gerakan sederhana seperti stretching dan memijat ke tubuh si anak juga bisa dijadikan sebagai salah satu stimulasi pada bayi.

Baca Juga: 4 Stimulasi Agar Bayi Bisa Merangkak dengan Lincah

Bagaimana, Moms? Memberikan stimulasi pada bayi bukan hal yang sulit, kan? Yang terpenting adalah orangtua harus percaya diri dan tidak merasa takut saat memberikan stimulasi pada bayi. Pada dasarnya, rasa takut bisa menular pada anak.

Gerakan sederhana pada bayi dapat mempengaruhi kemampuan motoriknya di masa depan. Biarkan prosesnya berjalan dengan alami, yang penting lakukan stimulasi dengan konsisten setiap hari. Dengan begitu, kemampuan motorik anak akan terlatih sejak ia masih bayi.

(DG)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.