Di atas 5 tahun

18 Juni 2020

4 Cara Mengasah Kemampuan Pengambilan Perspektif Anak

Yuk, mulai ajarkan anak melihat dari sudut pandang berbeda
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Wina Andria
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Tahukah Moms, kalau ada begitu banyak manfaat dari mengasah kemampuan pengambilan perspektif anak bagi pembentukan kepribadian serta kesuksesannya di masa depan? Termasuk juga bagi kemampuan berempati, toleransi, inisiatif, pengendalian diri, dan memecahkan masalah.

Secara sederhana, pengambilan perspektif sendiri bisa didefinisikan sebagai kemampuan untuk melihat situasi atau konsep dari sudut pandang orang lain. Sedikit berbeda dengan empati yang mengedepankan kepekaan emosional, pengambilan perspektif lebih dominan menggunakan kemampuan berpikir.

Berdasarkan teori Jean Piaget, psikolog perkembangan anak, waktu terbaik untuk mulai mengenalkan dan mengasah kemampuan pengambilan perspektif anak adalah di usia 5-9 tahun. Pada usia tersebut, anak mulai menyadari kalau orang lain memiliki perasaan dan pemikiran yang berbeda dengannya.

Baca Juga: 4 Aktivitas Untuk Mengasah Kemampuan Berpikir Abstrak Balita

Semua Hal Tentang Mengasah Kemampuan Pengambilan Perspektif Anak

Yuk Moms, cari tahu lebih banyak tentang cara mengajarkan anak melihat dari sudut pandang lain.

1. Perkaya Kosa Kata Tentang Perasaan

4 Cara Mengasah Kemampuan Pengambilan Perspektif Anak 1.jpg

Foto: Freepik.com

Saat masih balita, Moms pasti sudah mengajarkan buah hati mengenal berbagai macam perasaan dasar seperti sedih, bahagia, dan marah.

Untuk mengasah kemampuan pengambilan perspektif anak, Moms perlu kembali memperkaya kosa kata dan pemahamannya tentang perasaan yang lebih kompleks, seperti terkejut, kecewa, iri, kagum, bangga, khawatir, dan semacamnya.

Menurut sebuah studi yang dilansir dalam Journal of Education and Educational Development, kemampuan bahasa yang baik mendukung perkembangan kemampuan pengambilan perspektif anak.

2. Berdiskusi Tentang Karakter Dalam Buku

4 Cara Mengasah Kemampuan Pengambilan Perspektif Anak 2.jpg

Foto: Freepik.com

Walau sudah masuk sekolah, rutinitas membaca buku bersama anak memang sebaiknya terus dilanjutkan. Selain untuk mendukung perkembangan bahasa, Moms juga bisa berdiskusi tentang karakter dalam buku untuk mengasah pengambilan perspektif anak.

Saat membaca buku, ajak Si Kecil berdiskusi dengan memberikan pertanyaan seperti “Bagaimana perasaanmu kalau mengalami hal seperti itu?,” “Kenapa tokoh tersebut merasa sedih/marah/kecewa?,” atau “Kira-kira, apa alasan dia melakukan hal itu?”

Jika rutin dilakukan, cara ini akan membantu anak menghubungkan reaksi atau tindakan seseorang dengan emosi tertentu.

Baca Juga: Yuk, Coba 5 Aktivitas dengan Jepit Baju untuk Mengasah Motorik Halus Balita

3. Bermain Peran

4 Cara Mengasah Kemampuan Pengambilan Perspektif Anak 3.jpg

Foto: Life1071.com

Menempatkan diri di posisi orang lain juga bisa membantu Si Kecil memahami kalau setiap orang memiliki sudut pandang berbeda, sehingga akan bereaksi, bertindak, dan bersikap berbeda pula.

Misalnya, Moms bisa mengajak Si Kecil memposisikan diri sebagai Dads yang baru pulang ke rumah setelah seharian bekerja di luar rumah. Setelah itu tanya pendapat Si Kecil, kira-kira apa yang ingin ia lakukan saat pulang ke rumah atau bagaimana perasaannya jika harus langsung menghadapi anak yang rewel?

Di lain waktu, Si Kecil juga bisa berperan sebagai anak lain di sekolah. Kemudian tanyakan apa yang akan ia rasakan kalau diejek atau dibohongi, atau apa yang akan ia rasakan kalau ada yang membantu membereskan bukunya yang terjatuh dari tas.

4. Latih Kemampuan Memecahkan Masalah

4 Cara Mengasah Kemampuan Pengambilan Perspektif Anak 4.jpg

Foto: Freepik.com

Kemampuan pengambilan perspektif belum lengkap tanpa problem-solving atau kemampuan memecahkan masalah. Sekali lagi, observasi, bermain peran, dan berdiskusi tentang skenario bisa sangat membantu.

Misalnya saat ia berkunjung ke rumah kakek nenek, lalu melihat nenek yang sedang sibuk merapikan rumah atau kakek yang sedang berkebun di bawah terik matahari. Ajak Si Kecil untuk memperhatikan dan menempatkan diri sebagai kakek dan nenek, lalu bayangkan apa yang akan membuatnya merasa lebih nyaman atau senang.

Tidak apa kalau Si Kecil masih belum tanggap, Moms bisa memancingnya dengan pertanyaan “Menurutmu, apa pekerjaan nenek lebih ringan kalau mainan dan buku langsung ditaruh lagi di tempatnya setelah tidak dipakai?” atau “Apa menurutmu pakai topi bisa membuat kakek tidak kepanasan?”

Baca Juga: Puzzle, Mainan Edukatif untuk Mengasah Otak Anak

Mengasah kemampuan pengambilan perspektif anak memang tidak semudah membalikkan tangan, sehingga tetap butuh pendampingan dan contoh nyata secara konsisten dari Moms dan Dads.

Selain penting untuk membantu Si Kecil tumbuh menjadi pribadi positif di masa depan, kemampuan pengambilan perspektif yang baik juga akan sangat mendukung kelancaran akademis, pergaulan, karier, dan berbagai aspek kehidupan anak lain di masa mendatang.

Apa Moms sudah pernah mencoba cara lain untuk mengajarkan Si Kecil melihat dari sudut pandang yang berbeda?

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait