Gratis Ongkir minimum Rp 200.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Sex & Relationship | Jun 24, 2018

5 Alasan Kenapa Wanita Menikah Selingkuh dengan Pria Lain

Bagikan


Kita biasanya mengharapkan pernikahan adalah pertama dan terakhir kalinya, bahwa kita akan menghabiskan waktu sampai akhir hayat dengan orang yang kita nikahi. 

Namun, sejak tahun 1990an, tingkat wanita yang selingkuh dengan orang lain naik hingga 40%.

Menurut survey dari The Insider yang dilakukan pada 423 partisipan, wanita biasanya berselingkuh pada saat usia pernikahan mencapai 6-10 tahun.

Tidak sedikit wanita yang berselingkuh terlihat bahagia dengan pernikahan yang mereka jalani.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh American Sociological Association (ASA), 100% wanita yang berselingkuh tidak mau menceraikan suaminya, karena mereka merasa bahagia dan nyaman dengan suami.

Kalau begitu, kenapa mereka berselingkuh? Nah, ini dia 5 alasan kenapa wanita menikah selingkuh dengan pria lain.

1. Mencari passion dalam hubungan seks

Masih dari penelitian oleh ASA, 67% wanita berselingkuh mengaku merasa kurang passion dalam berhubungan seksual dengan suami.

Semakin lama kita menikah, kita tentunya semakin mengenal tubuh dan hal-hal yang dapat merangsang suami.

Akibat terlalu terbiasa, seks pun menjadi sesuatu yang monoton dan membosankan. Oleh sebab itu, wanita mencari petualangan seks yang baru dengan pria lain.

2. Merasa puas dengan adanya rahasia saat selingkuh

Perselingkuhan merupakan sebuah rahasia yang harus disimpan rapat agar tidak diketahui suami atau orang lain.

Rahasia perselingkuhan itu kerap membuat wanita menjadi bersemangat, karena akhirnya ada satu hal yang bisa dia simpan sendiri tanpa harus dibagikan ke orang lain.

Perselingkuhan juga terasa seperti ‘rekreasi’, di mana wanita bisa istirahat sejenak dan melepaskan stres ketika bersama selingkuhannya.

3. Merasa penikahannya membosankan

Tidak hanya secara seksual, pernikahan juga bisa terasa membosankan secara emosional.

Tak ada rasa excited lagi ketika melihat suami, serta terus menjalani rutinitas pernikahan yang sama selama bertahun-tahun bisa membuat pernikahan jadi tidak hidup.

Wanita yang menikah merasa perselingkuhannya dengan pria lain membuat hidupnya jadi lebih berwarna.

Mereka bisa mengeksplor banyak hal, dari segi seksual dan emosional dengan bebas tanpa ada batasan.

Baca juga: Mudah Dikenali, Seperti Ini 4 Ciri Pria yang Suka Selingkuh

4. Merasa dikekang dan terbebani dalam pernikahan

Terdapat beberapa peraturan tak tertulis untuk wanita yang menikah; memasak, mengurus anak, mencuci, membersihkan rumah, mengatur jadwal anak, mengurus suami, dan seterusnya.

Meski tidak semua wanita di pernikahan melakukan peran yang sama, banyak wanita yang merasa bahwa pernikahan mengekang kebebasan mereka.

Selingkuh adalah satu cara yang dapat membebaskan mereka, karena saat wanita bersama dengan pria lain, mereka tidak menanggung beban ekspektasi yang ditimpakan pada mereka di rumah.

5. Memiliki suami yang abusif

Abusif tidak hanya secara fisik, suami juga dapat menyakiti secara verbal dan emosional. Misalnya, selalu mengkritik, tidak pernah memuji, dan lainnya.

Akibat sifat suami yang seperti ini, wanita pun tertarik pada pria lain yang lebih baik dan penyayang.

Mereka lebih merasa dihargai dan dicintai oleh pria tersebut dibanding oleh suaminya sendiri.

Terdapat satu pola dari alasan-alasan ini, yakni wanita merasa tidak bahagia, baik dengan pasangan juga hidupnya.

Perselingkuhan bukanlah sebuah penyelesaian yang bijak untuk keluar dari hubungan yang tidak membahagiakan.

Cobalah berkomunikasi dengan suami untuk membuat hubungan pernikahan menjadi lebih menyenangkan seperti di saat awal menikah.

Kita dan suami harus lebih jujur dengan satu sama lain ketika ada suatu hal yang mengganjal, kemudian berusaha menyelesaikannya bersama.

Proses tersebut memang sulit, apalagi jika kita sudah terlalu terbiasa lari dari masalah dengan adanya kehadiran pria lain.

Namun komunikasi yang terbuka bersama suami dapat menjalin hubungan yang lebih positif dan dapat menghidupkan kembali hubungan kita yang sudah lama redup.

(INT)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.