11 Maret 2020

5 Mitos Tentang IVF yang Perlu Diketahui

Ketahui fakta sebenarnya dari mitos tentang IVF yang dapat menjadi pertimbangan sebelum menjalani IVF

Bagi banyak wanita yang berjuang dengan infertilitas, program in vitro fertilization (IVF) dapat menjadi salah satu jalan keluar yang dapat dipilih.

Namun sebelum memutuskan untuk menjalaninya, Moms mungkin akan mencari tahu beragam informasi mengenai IVF. Selain mendengar kisah sukses menjalani IVF, Moms juga akan menemukan beragam mitos tentang IVF.

5 Mitos Tentang IVF yang Perlu Diketahui

Berikut ini fakta sebenarnya mengenai mitos tentang IVF yang mungkin pernah Moms dengar.

1. Mitos Tentang IVF Meningkatkan Risiko Kanker Payudara

mitos tentang IVF
Foto: mitos tentang IVF

Foto: indianexpress.com

Dalam program IVF, Moms akan diberikan obat untuk merangsang ovarium agar menghasilkan beberapa buah telur. Obat ini dapat memengaruhi dua hormon yang terkait dengan kanker payudara, yaitu estrogen dan progesteron.

Sehingga muncul mitos tentang IVF akan meningkatkan risiko kanker payudara. Faktanya, sebuah studi yang diterbitkan dalam JAMA: The Journal of the American Medical Association menyebutkan hal lain.

Dalam studi tersebut, diteliti 25.108 wanita di Belanda yang menjalani perawatan kesuburan (mayoritas menjalani IVF) antara tahun 1980 dan 1995. Hasilnya, wanita yang menjalani IVF tidak lebih mungkin didiagnosis mengalami kanker payudara daripada wanita pada populasi umum.

Ketua Komite Praktik di American Society for Reproductive Medicine, Samantha Pfeifer, MD. juga menyebutkan bahwa obat kesuburan hanya menaikkan tingkat estrogen selama tujuh hari. “Tingkat estrogen tidak naik secara signifikan untuk waktu yang lama,” ungkapnya, seperti dikutip dari webmd.com.

Baca Juga: Adakah Risiko Komplikasi pada Program IVF?

2. Mitos Tentang IVF Berhubungan Dengan Kanker Ovarium

mitos tentang IVF
Foto: mitos tentang IVF (Orami Photo Stocks)

Foto: foodieaffairnetwork.wordpress.com

Untuk alasan yang sama IVF dianggap menyebabkan kanker payudara, juga ada mitos tentang IVF bahwa program tersebut meningkatkan risiko kanker ovarium.

Tetapi para peneliti dari studi meta analisis di tahun 2013 yang melibatkan lebih dari 180.000 wanita dan diterbitkan dalam Cochrane Database of Systematic Reviews menyimpulkan bahwa tidak ada bukti yang meyakinkan dari peningkatan risiko tumor ovarium invasif dengan penggunaan obat kesuburan.

Baca Juga: Ketahui 6 Faktor yang memengaruhi kesuksesan IVF

3. Mitos Tentang IVF Dapat Membuat Bayi Cacat Lahir

mitos tentang IVF
Foto: mitos tentang IVF

Foto: npr.org

Ada mitos tentang IVF yang menyebutkan bahwa bayi yang lahir melalui IVF akan mengalami keterlambatan perkembangan dan memiliki risiko cacat lahir lebih tinggi.

“Itu tidak benar,” ungkap Direktur Medis dan Co-Founder Southern California Reproductive Center, Mark Surrey, MD, seperti dikutip dari health.com.

Terutama karena embrio saat program IVF akan diuji secara genetik terlebih dahulu, sebelum diimplantasi. Bahkan menurut Shahin Ghadir, MD, bayi yang lahir dengan IVF memiliki perkembangan lebih baik.

“Sebuah penelitian menyebutkan bahwa anak yang lahir melalui IVF, faktanya memiliki orang tua berpendidikan baik dan mendapatkan informasi yang memadai dan kemungkinan memiliki tingkat sosial ekonomi lebih tinggi… memiliki nilai IQ lebih tinggi dan berkembang lebih pesat,” ungkap Dr. Shahin, seperti dikutip dari health.com.

Baca Juga: Sebelum Menjalani IVF, Ketahui 5 Hal Ini!

4. Mitos Tentang IVF Harus Dijalani Lagi Untuk Hamil Selanjutnya

mitos tentang IVF
Foto: mitos tentang IVF

Foto: time.com

Jika satu kali menjalani IVF maka saat ingin hamil kembali harus menjalani IVF juga, rupanya itu hanyalah mitos tentang IVF.

Misalnya, jika Moms mengalami infertilitas tanpa alasan yang jelas (artinya penyebab medis tidak dapat terdiagnosis) akhirnya berhasil memiliki anak dengan IVF, maka selanjutnya Moms mungkin saja sukses untuk hamil secara alami, tanpa bantuan IVF kembali.

Baca Juga: Mudah Hamil Di Segala Usia Dengan IVF. Benarkah?

5. Mitos Tentang IVF Lebih Mudah Dijalani

mitos tentang IVF
Foto: mitos tentang IVF

Foto: healthline.com

Melihat banyaknya kisah sukses, muncul mitos tentang IVF yang lebih mudah dilalui. Padahal faktanya, wanita yang menjalani program IVF perlu menjalani beragam pemeriksaan oleh Dokter.

Seperti diabetes, tekanan darah tinggi, dan kemungkinan kelahiran prematur. Namun biasanya pemeriksaan ini dilakukan bukan hanya karena program IVF yang sedang dijalani, tapi juga karena penyebab yang mendasari infertilitas dapat juga memengaruhi kehamilan.

Itulah beberapa mitos tentang IVF yang perlu Moms ketahui. Sehingga dapat menjadi pertimbangan Moms dalam memutuskan untuk mengikuti program IVF agar peluang kehamilan semakin besar.

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.