Scroll untuk melanjutkan membaca

PARENTING
11 Agustus 2022

3 Adaptasi Makhluk Hidup dan Contohnya: Morfologi, Fisiologi, dan Tingkah Laku

Adaptasi makhluk hidup dilakukan oleh manusia, hewan, dan tumbuhan.
3 Adaptasi Makhluk Hidup dan Contohnya: Morfologi, Fisiologi, dan Tingkah Laku

Adaptasi makhluk hidup perlu dilakukan agar mereka bisa bertahan hidup melewati situasi yang berubah-ubah.

Adaptasi dibedakan menjadi 3 kategori, yaitu adaptasi morfologi (fisik), fisiologi (organ dalam tubuh), dan tingkah laku.

Yuk, simak penjelasan adaptasi makhluk hidup berdasarkan 3 kategori tersebut pada manusia, hewan, dan tumbuhan!

Baca Juga: Mengenal Karakteristik Hewan Berdarah Dingin dan Hewan Berdarah Panas

Pengertian Adaptasi Makhluk Hidup

Pengertian adaptasi mahluk hidup

Foto: Pengertian adaptasi mahluk hidup (wikimedia.org)

Foto beruang di Kutub Utara (Orami Photo Stock)

Secara umum, adaptasi merupakan proses makhluk hidup menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitarnya agar bisa bertahan hidup.

Dalam prosesnya, makhluk hidup tersebut kerap kali mengalami perubahan dalam dirinya, seperti perubahan bentuk tubuh, fungsi organ dalam tubuh, hingga perubahan perilaku.

Hal ini bukan hanya terjadi pada manusia saja, hewan dan tumbuhan juga bisa mengalami adaptasi lingkungan.

Adaptasi makhluk hidup dimulai sejak mereka lahir sampai mati. Contohnya, bayi yang baru lahir belum bisa makan nasi, tetapi seiring bertambahnya usia ia bisa makan nasi setelah giginya tumbuh.

Tujuan Adaptasi Makhluk Hidup

Tujuan adaptasi mahluk hidup

Foto: Tujuan adaptasi mahluk hidup

Foto kaktus (Orami Photo Stock)

Bukan tanpa alasan, adaptasi bertujuan agar makhluk hidup bisa bertahan hidup di situasi yang kerap berubah-ubah.

Selain itu, ada beberapa tujuan lain adaptasi yang bisa diperoleh, antara lain:

  • Melindungi diri dari serangan musuh dan pemangsa.
  • Memperoleh makanan.
  • Berkembang biak.

Jenis Adaptasi Makhluk Hidup

Jenis adaptasi mahluk hidup

Foto: Jenis adaptasi mahluk hidup (sheknows.com)

Foto anak memakai sunscreen (Orami Photo Stock)

Adaptasi makhluk hidup dibedakan menjadi 3 kategori, yaitu adaptasi morfologi, adaptasi fisiologi, dan adaptasi tingkah laku.

Berikut penjelasan tiap jenis adaptasi makhluk hidup berikut contoh-contohnya pada manusia, hewan, dan tumbuhan.

1. Adaptasi Morfologi

Adaptasi morfologi merupakan bentuk adaptasi berdasarkan bentuk tubuh sehingga makhluk hidup bisa beradaptasi dengan lingkungannya.

Adaptasi morfologi juga kerap disebut adaptasi fisik karena perubahannya bisa dilihat secara kasat mata, seperti perubahan panjang kaki, tumbuhnya gigi, bertambahnya jumlah daun pada tumbuhan, dan lain-lain.

Manusia mengalami adaptasi morfologi mulai dari lahir sampai meninggal. Contohnya, bayi baru lahir belum bisa makan nasi karena giginya belum tumbuh, namun menginjak usia 2 tahun giginya sudah tumbuh dan bisa makan nasi.

Adaptasi morfologi pada hewan bisa dilihat dari bentuk tempurung kura-kura. Ketika baru lahir tempurungnya belum terlalu keras, tetapi seiring bertambahnya usia tempurung kura-kura jadi semakin keras.

Tempurung ini berfungsi untuk melindungi organ dalam kura-kura, serta menjadi tempat persembunyiannya dari predator.

Ada pula bunglon yang beradaptasi dengan cara kamuflase, yakni berubahnya warna kulit menyerupai lingkungan di sekitarnya. Tujuannya yaitu untuk melindungi diri dari predator.

Selanjutnya yaitu adaptasi morfologi tumbuhan, contohnya kaktus dan sukulen yang kerap dijumpai di wilayah kering seperti gurun.

Sukulen menyimpan cadangan airnya di batang dan daun. Kaktus juga menggunakan batangnya sebagai tempat penyimpanan air.

Kaktus yang dengan warna duri terang juga berfungsi untuk melindungi dirinya dari teriknya sinar matahari.

Baca Juga: Tumbuhan Hidrofit: Definisi, Ciri, dan Contoh Tanamannya

2. Adaptasi Fisiologi

Adaptasi fisiologi merupakan proses adaptasi yang terjadi di dalam tubuh makhluk hidup dan tidak bisa dilihat secara kasat mata.

Pada manusia, adaptasi morfologi ini bisa dilihat dengan berubahnya warna kulit menjadi lebih gelap setelah terpapar teriknya matahari.

Saat terkena sinar matahari, kulit secara alami akan memproduksi melanin untuk melindungi dari paparan sinar UVA dan UVB.

Nah, melanin ini merupakan pigmen kulit yang bikin kulit terlihat lebih gelap. Jadi, semakin banyak melanin yang diproduksi, kulit juga jadi semakin gelap.

Adaptasi fisiologi pada hewan bisa dijumpai pada jaring laba-laba. Laba-laba menggunakan beberapa kelenjar dari dalam perutnya untuk menghasilkan protein yang nantinya digunakan untuk membuat jaring laba-laba.

Salah satu kelenjar yang disebut ampulla mayor (the major ampullate) inilah yang membuat jaring tersebut kuat. Bahkan, kekuatan jaring laba-laba dipercaya lebih kuat ketimbang baja menurut peneliti Ali Dhinojwala.

“Jaring laba-laba bisa menahan beban berat. Berdasarkan beratnya, sutra di jaring laba-laba lebih kuat daripada baja.” ujarnya kepada Livescience pada 12 November 2010.

Sementara itu, adaptasi fisiologi pada tumbuhan terjadi melalui mekanisme CAM (Crassulacean Acid Metabolism), yaitu kemampuan menyimpan karbondioksida pada malam hari lalu mengeluarkannya pada siang hari.

Tumbuhan akan menggunakan karbondioksida ini sebagai bahan fotosintesis. Salah satu tumbuhan yang memiliki kemampuan ini adalah kaktus.

3. Adaptasi Tingkah Laku

Adaptasi tingkah laku merupakan adaptasi makhluk hidup terhadap lingkungan sehingga menimbulkan perilaku atau kebiasaan baru untuk bertahan hidup.

Misalnya, manusia melakukan adaptasi sosial ketika pindah ke lingkungan yang baru. Orang yang hidup di kota mungkin harus belajar bertani ketika ia pindah ke desa. Pasalnya, di desa umumnya para penduduknya berprofesi sebagai petani.

Sementara itu, hewan seperti beruang melakukan hibernasi saat musim dingin tiba. Hibernasi memungkinkan beruang untuk menurunkan suhu tubuhnya hingga 8-12 derajat dan menyimpan lemak sebagai makanannya.

Baca Juga: 11 Tumbuhan Langka di Indonesia yang Harus Diketahui

Durasi hibernasi beruang juga berbeda-beda, tergantung tempat tinggal mereka. Beruang Alaska bisa berhibernasi hingga 7 bulan, sedangkan beruang dari wilayah yang lebih hangat hanya berhibernasi sekitar 2-5 bulan saja.

Adaptasi tingkah laku pada tumbuhan bisa dijumpai pada tanaman jati. Pohon jati akan menggugurkan daunnya pada musim kemarau.

Hal ini dilakukan untuk mengurangi penguapan sehingga bisa bertahan hidup di kondisi tanah yang kering.

Itulah penjelasan mengenai adaptasi makhluk hidup. Semoga informasi ini bermanfaat!

https://education.nationalgeographic.org/resource/adaptation

https://www.livescience.com/8934-scientists-untangled-spider-web-stickiness.html

https://www.adfg.alaska.gov/index.cfm?adfg=wildlifenews.view_article&articles_id=349

https://www.google.com/url?sa=t&source=web&rct=j&url=https://www.thinktrees.org/wp-content/uploads/2019/07/Plant-Adaptations.pdf&ved=2ahUKEwibnJSy5rT5AhVmT2wGHVEZDBwQFnoECEEQAQ&usg=AOvVaw0mZ2dqwp2Ruq0Ttg-CfIQJ

https://www.google.com/url?sa=t&source=web&rct=j&url=https://www.conservatoryofflowers.org/sites/default/files/Plant%2520Adaptations.pdf&ved=2ahUKEwibnJSy5rT5AhVmT2wGHVEZDBwQFnoECCoQAQ&usg=AOvVaw0gVzyZm5_uuifhdeEpw-NV

https://www.google.com/url?sa=t&source=web&rct=j&url=https://www.mccdistrict.org/self%2520guided%2520opportunities/Amazing%2520Animal%2520Adaptations.pdf&ved=2ahUKEwiUxM2I5rT5AhXnSmwGHQk6BqEQFnoECAsQBg&usg=AOvVaw3MqC0CpLNaOkaRFPYVNFDx