30 September 2021

Mengapa Ada Orang yang Alergi Air? Ini Penyebab hingga Pengobatannya

Alergi air bisa sebabkan ruam dan gatal setelah menyentuh air

Air adalah sumber kehidupan. Namun, siapa sangka ada segelintir orang yang ternyata memiliki alergi air.

Mengapa bisa begitu? Lantas, bisakah disembuhkan? Agar tak bingung, berikut ulasannya untuk Moms.

Apa Itu Alergi Air?

alergi air
Foto: alergi air

Foto: Orami Photo Stock

Alergi air adalah kondisi langka yang menyebabkan ruam muncul setelah seseorang menyentuh air, terlepas dari suhunya.

Kondisi ini biasanya menyebabkan gatal-gatal yang kadang disertai dengan rasa terbakar.

Umumnya, gejala lebih sering muncul pada wanita dan di awal masa pubertas.

Alergi air atau yang juga disebut urtikaria aquagenic bisa dipicu dari berbagai sumber air, seperti:

  • Hujan
  • Salju
  • Keringat
  • Air mata

Menurut penelitian dalam jurnal Annals of Dermatology, ada kurang dari 100 kasus urtikaria aquagenic yang dilaporkan dalam literatur. Artinya, penyakit ini termasuk langka.

Karena kelangkaan inilah data mengenai efektivitas perawatan sangat terbatas.

Namun, ada berbagai obat dan terapi yang telah digunakan dan berhasil meski mungkin tidak efektif untuk semua orang.

Baca Juga: Kulit Biduran, Ketahui Penyebab dan Obat Biduran Alami untuk Ibu Hamil

Gejala Alergi Air

alergi air
Foto: alergi air

Foto: Orami Photo Stock

Alergi air mungkin akan ditandai dengan berbagai gejala, seperti:

  • Ruam yang menonjol dan dikelilingi oleh area yang lebih besar dan memerah
  • Benjolan atau ruam terasa gatal
  • Ruam biasanya muncul di leher, lengan atas, dan area tubuh seperti punggung atau dada

Ruam umumnya hilang dalam 30-60 menit. Namun, tak jarang orang mengalami gejala seperti sakit kepala, sesak napas, mengi, pusing, dan pingsan.

Penyebab Alergi Air

Moms mungkin bertanya-tanya, apa yang membuat seseorang bisa mengalami alergi air?

Para peneliti masih melakukan beberapa penelitian untuk mencari penyebab pasti dari urtikaria aquagenic ini.

Sebagian beranggapan ini karena bahan kimia tambahan di dalam air seperti klorin. Jadi, yang menyebabkan ruam adalah klorin atau alergen di dalamnya, bukan air.

Selain itu, diduga juga bahwa ini terjadi karena interaksi antara air dan zat yang ditemukan di dalamnya atau dikulit menghasilkan bahan beracun.

Akan tetapi, hal ini belum bisa dipastikan dengan jelas karena memang belum ada penelitian kuat yang membuktikannya.

Satu hal yang pasti, alergi disebabkan oleh pelepasan histamin.

Ketika Moms mengalami reaksi alergi, sistem kekebalan tubuh melepaskan histamin sebagai respons untuk melawan zat berbahaya.

Histamin ini kemudian dapat memicu gejala seperti alergi tergantung pada bagian tubuh yang terpengaruh.

Sebagian kasus alergi air kemungkinan akan meningkat risikonya jika keluarnya memiliki riwayat alergi ini.

Bagaimana Mendiagnosis Kondisi Ini?

Dokter kemungkinan akan mencurigai kondisi ini ketika mengetahui seseorang memiliki riwayat ruam setelah terkena air.

Biasanya dokter akan melakukan semacam tes untuk memastikan bahwa ruam atau urtikaria ini disebabkan oleh alergi air.

Caranya yaitu dengan meletakkan kompres basah di dada orang tersebut dan memeriksa apakah muncul ruam setelah sekitar 20 menit.

Hal penting yang perlu dipastikan adalah orang yang sedang dites tidak sedang minum antihistamin.

Pasalnya, antihistamin bisa menetralisir alergi sehingga gejala tidak akan muncul meski sudah "dipancing".

Baca Juga: 4 Tips Menjaga Tubuh Agar Tidak Jatuh Sakit Akibat Kehujanan

Pengobatan untuk Alergi Air

alergi air
Foto: alergi air

Foto: Orami Photo Stock

Obat khusus alergi air sebenarnya belum ditemukan. Namun, ada pilihan pengobatan yang tersedia untuk bantu meringkankan gejala.

1. Antihistamin

Antihistamin adalah obat yang digunakan untuk mengobati gejala seperti alergi.

Dokter mungkin akan meresepkan Moms obat ini untuk bantu hilangkan gatal setelah bersentuhan dengan air.

2. EpiPen

Jika Moms memiliki kasus alergi parah hingga tidak bisa bernapas (syok anafilaktik), dokter mungkin akan meresepkan EpiPen.

EpiPen mengandung epinefrin yang juga dikenal sebagai adrenalin. Obat ini hanya digunakan sebagai alternatif untuk alergi yang sangat parah.

EpiPen bantu meningkatkan tekanan darah untuk mengurangi pembengkakan dan gatal-gatal.

Selain itu, EpiPen juga membantu fungsi paru-paru ketika menyempit agar jalan napas kembali normal.

3. Krim

Krim dan zat lain yang bisa membentuk penghalang antara air dan kulit mungkin bisa membantu.

Beberapa ahli merekomendasikan bahan ini dicoba sebelum antihistamin, terutama untuk anak-anak yang alergi terhadap air.

4. Terapi Sinar Ultraviolet

Fototerapi menggunakan sinar UV bisa menjadi salah satu pilihan pengobatan.

Pasalnya, terapi ini bantu menguatkan kulit dan membuatnya menjadi lebih kebal terhadap air.

5. Omalizumab

Dokter mungkin akan meresepkan omalizumab untuk bantu mengobati alergi.

Dilansir dari WebMD, seseorang dengan alergi air yang minum obat ini merasakan gejala yang berangsur hilang. Bahkan, ia bisa berenang tanpa alami ruam.

Karena kurangnya bukti kuat tentang keamanan dan efektivitas perawatan yang telah disebutkan, orang dengan alergi ini harus rutin berkonsultasi ke dokter mengenai pengobatan yang cocok.

Dilansir dari laman Genetic and Rare Diseases Information Center, sebagian orang mungkin tidak mengalami perbaikan gejala meski telah diobati.

Oleh karena itu, mengurangi paparan air jadi salah satu solusi.

Baca Juga: Lakukan 10 Langkah Keselamatan Ini Saat Rumah Kebanjiran

Hal yang Perlu Dilakukan

alergi air
Foto: alergi air

Foto: Orami Photo Stock

Bisa Moms bayangkan, apa yang terjadi jika kita memiliki alergi air? Tentu ini sangat membuat sedih bahkan mungkin marah.

Pasalnya, kehidupan sehari-hari kita tak lepas dari air, mulai dari mandi, minum, memasak, hingga membersihkan rumah semuanya membutuhkan air.

Untuk itu beberapa perawatan rumah mungkin bisa membantu:

Tidak Beraktivitas Terlalu Padat

Aktivitas padat apalagi di luar ruangan di tengah teriknya matahari bisa memicu keringat yang sangat banyak.

Oleh karena itu, jika Moms memiliki alergi ini, usahakan untuk beraktivitas minim dan selalu berada di ruangan ber-AC atau sirkulasi baik.

Pasalnya, jika keringat memicu alergi Moms, dipastikan saat beraktivitas Moms akan merasakan gatal-gatal hebat. Tidak mau hal ini terjadi, bukan?

Hindari Menonton Film Sedih

Pada orang dengan alergi air, air mata bisa memicu ruam dan gatal. Untuk itu, pastikan Moms tidak menonton film yang memicu air mata.

Tontonlah film komedi atau action yang jauh dari air mata dan hanya mengundang gelak tawa.

Mandi dengan Pembersih Berbahan Alkohol

Mandi memang menyegarkan, tetapi tidak dengan orang yang alergi air. Untuk itu, orang dengan kondisi ini sebaiknya mengganti air dengan pembersih berbahan alkohol.

Diharapkan ini tidak akan memicu ruam dan urtikaria yang kerap muncul.

Minum Menggunakan Sedotan

Ada kasus dimana seorang pria berusia 18 tahun mengalami pembengkakan pada bibir dan bagian dalam mulut setelah minum air.

Untuk itu, Moms mungkin bisa mengakalinya dengan menggunakan sedotan. Namun, memang tak semuanya mengalami hal tersebut.

Pasalnya, ada orang dengan kondisi ini bisa minum seperti biasa tanpa memicu reaksi apa pun karena air hanya melewati tenggorokan, bukan kulit bagian luar.

Baca Juga: Inilah Nutrisi Penting untuk Bantu Atasi Alergi pada Anak

Jika Moms mengalami gejala yang mengarah pada alergi air, jangan malu untuk berkonsultasi ke dokter, ya!

  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3276800/
  • https://www.webmd.com/allergies/what-is-aquagenic-urticaria
  • https://rarediseases.info.nih.gov/diseases/10901/aquagenic-urticaria
  • https://www.healthline.com/health/aquagenic-urticaria#prevention

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.