ADVERTISEMENT

2-3 TAHUN
13 April 2022

Orang Tua Perlu Tahu, Begini Cara Mengetahui Tinggi dan Berat Badan Ideal Anak Balita

Si Kecil masuk kategori berat badan kurang, normal, atau risiko gizi lebih?
Artikel ditulis oleh Dresyamaya Fiona
Disunting oleh Widya Citra Andini

Si Kecil mungkin kelihatan kurus. Namun, belum tentu ia termasuk kategori kurang gizi. Untuk menentukan tinggi dan berat badan ideal anak, memang ada pengukuran khusus.

Status gizi pada anak ditandai oleh berat badan dan tinggi badan ideal anak sesuai standar pengukuran yang telah disepakati.

Standar antropometri anak sebagai rujukan untuk menilai status gizi dan tren pertumbuhan anak 0-5 tahun di Indonesia mengacu pada WHO Child Growth Standards.

Mengapa mengacu pada standar internasional? Bukankah anak-anak 'bule' cenderung bertubuh lebih besar daripada anak-anak Indonesia?

Ternyata tidak, Moms. Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak dari negara mana pun akan tumbuh sama bila gizi, kesehatan, dan pola asuh yang benar terpenuhi.

Untuk itu, yuk cari tahu berat badan ideal anak untuk masa tumbuh kembangnya!

Pentingnya Berat Badan Ideal Anak

ADVERTISEMENT

Foto: Cara-Kejar-Berat-Badan--Ideal-Anak-di-Tengah-Pandemi.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Pemantauan tumbuh kembang anak pada 1.000 hari pertama kehidupan sangat penting. Hal ini mengingat pesatnya pertumbuhan dan perkembangan pada usia ini.

ADVERTISEMENT

Artinya, di usia anak sejak dalam kandungan hingga 2 tahun menjadi momen 'golden age' untuk tubuh kembangnya.

Pertumbuhan pada anak terjadi ketika ada pertambahan ukuran fisik, baik tinggi atau berat badan anak secara ideal.

Menjaga berat badan Si Kecil tetap normal sesuai standar antropometri anak Indonesia ternyata penting, Moms.

Kalau pertumbuhan berat badan ideal anak dapat dipertahankan di batas normal, tinggi badan dan lingkar kepala juga akan normal.

ADVERTISEMENT

Sebaliknya, jika berat badan 'anjlok' berdasarkan persentil,artinya berat badan kurang dibanding tinggi badan, ini pertanda yang kurang baik.

Untuk skrining pertumbuhan dapat dilakukan dengan menimbang berat badan, mengukur panjang / tinggi badan, dan lingkar kepala.

Kemudian angka yang didapat dibandingkan ke dalam kurva pertumbuhan yang sesuai untuk umur dan jenis kelamin SI Kecil.

Bayi dengan berat badan lahir yang rendah artinya tidak dapat mengejar ketertinggalan (weight faltering).

Bahkan ini mempengaruhi tinggi badan dan lingkar kepala yang berakibat pada deselerasi atau kecepatan tumbuhnya berkurang.

Indeks berat badan ideal anak menurut umur (BB/U) menggambarkan berat badan dibandingkan umur anak.

Inilah tolok ukur balita dikatakan memiliki berat badan sangat kurang (severely underweight), kurang (underweight), normal, atau risiko berat badan lebih.

ADVERTISEMENT

Scroll untuk melanjutkan

Namun, untuk mengidentifikasi anak dengan gizi lebih dan obesitas, lebih cocok menggunakan indeks massa tubuh menurut umur (IMT/U).

Baca Juga: 4 Tahapan Perkembangan Motorik Anak SD, Catat!

Mengukur Tinggi dan Berat Badan Ideal Anak

Foto: Begini Cara Mengukur Tinggi dan Berat Badan Ideal Anak yang Akurat, Jangan Salah!

Foto: Orami Photo Stocks

Moms, seperti kita tahu sebelumnya, dalam menentukan berat badan ideal anak tak jauh berbeda antara satu negara dengan lainnya.

Adapun mengukur tinggi dan berat badan ideal anak satu ini yakni dengan menggunakan kurva World Health Organizaion (WHO).

ADVERTISEMENT

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menggunakan kurva WHO untuk kurva pertumbuhan standar yang menggambarkan pertumbuhan anak umur 4-5 tahun.

Dalam mengukur panjang badan, diukur pada posisi tidur telentang untuk anak usia 0-2 tahun dan setelah usia 2 tahun tinggi badan diukur ketika tinggi berdiri.

Tak perlu ke rumah sakit untuk mengukur berat badan ideal anak. Bahkan Moms bisa mencobanya sendiri dengan mengacu pada kurva pertumbuhan, lho!

Baca Juga: Apakah Berat Badan Bayi Moms Normal? Coba Cek Dulu Panduannya!

Nah, cara mengukur tinggi dan berat badan ideal anak menurut kurva WHO antara lain:

  • Tentukan umur, panjang badan, dan berat badan anak.
  • Tentukan angka yang berada pada garis horisontal / mendatar pada kurva. Garis horisontal pada beberapa kurva pertumbuhan WHO menggambarkan umur dan panjang / tinggi badan.
  • Tentukan angka yang berada pada garis vertikal/lurus pada kurva. Garis vertikal pada kurva pertumbuhan WHO menggambarkan panjang/berat badan, umur, dan IMT.
  • Hubungkan angka pada garis horisontal dengan angka pada garis vertikal hingga mendapat titik temu (plotted point). Titik temu ini merupakan gambaran perkembangan anak berdasarkan kurva pertumbuhan WHO.

Mengacu Kementerian Kesehatan RI, normalnya, berat badan ideal anak adalah sekitar 18,5-22,9 IMT.

Anak dengan BB/U rendah kemungkinan mengalami masalah pertumbuhan.

ADVERTISEMENT

Namun, tenaga medis perlu mengonfirmasinya dulu dengan indeks BB/TB (berat badan dibandingkan tinggi badan) atau IMT/U sebelum melakukan penanganan lebih lanjut.

Baca Juga: Kenapa Anak Doyan Makan Tapi Berat Badannya Sulit Naik?

Arti Berat Badan Kategori Underweight

Foto: berat badan ideal balita 2-5 tahun, Jika Berat Badan Si Kecil Masuk Kategori Underweight….jpg

Foto: pixabay.com

Tentunya setelah membaca kurva pertumbuhan tinggi dan berat badan ideal anak, ada beberapa kolom klasifikasi.

Salah satunya kolom underweight atau berat badan kurang.

ADVERTISEMENT

Underweight adalah kegagalan Si Kecil untuk mencapai berat badan ideal anak seusianya.

Si Kecil dapat dikatakan memiliki berat badan kurang atau underweight jika angka IMT kurang dari angka 18,5.

Tentunya ini akan mempengaruhi pertumbuhan tinggi badan, sesuai usianya dalam jangka waktu tertentu.

Penyebabnya bisa beragam, salah satunya karena kekurangan energi dan zat-zat gizi yang dibutuhkan sesuai usianya

Salah satu cara menaikkan berat badan Si Kecil adalah memberikan makanan yang dapat membantu Si Kecil cepat gemuk.

Bukan sekadar tinggi kalori, tapi juga harus kaya gizi dan seimbang. Contoh makanannya antara lain seperti di bawah ini:

  • Susu dan keju
  • Pasta, nasi, kentang, labu, jagung, dan sebagainya (sumber karbohidrat)
  • Alpukat (buah tinggi kalori dan lemak sehat)
  • Telur dan ikan (sumber protein)
  • Minyak zaitun, mentega, dan margarin (sumber lemak)

Moms yang memiliki buah hati dengan berat badan ideal, tetap perlu berhati-hati.

Meski masuk dalam kategori berat badan normal, Si Kecil berisiko masuk kategori underweight jika nafsu makannya turun atau sakit dalam waktu lama.

Konsultasikan dengan ahlinya agar balita dengan berat badan kurang bisa mengejar ketertinggalannya serta dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.

Baca Juga: 7 Cara Menambahkan Berat Badan Anak

Arti Berat Badan Overweight

Foto: berat badan ideal balita 2-5 tahun, Jika Berat Badan Si Kecil Masuk Kategori Risiko Berat Badan Lebih….jpg

Foto: pixabay.com

Tak hanya kekurangan berat badan, overweight juga menjadi 'ancaman' bagi orang tua dalam memperhatikan tumbuh kembang anak.

Tinggi dan berat badan ideal anak bisa masuk ke dalam kategori ini jika laju makan tidak diperhatikan.

Anak dikatakan overweight apabila IMT pada angka 23-24,9 IMT.

Moms bisa melakukan langkah-langkah yang disarankan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) berikut untuk Si Kecil agar berat badannya kembali ideal:

  • Terapkan pola makan sehat dan gizi seimbang. Perbanyak makanan tinggi serat karena lebih mengenyangkan.
  • Ganti snack tinggi kalori dengan buah segar dan air putih di antara jadwal makan berat dan camilan
  • Ajak Si Kecil memperbanyak aktivitas fisik (misalnya berjalan kaki bersepeda, atau berolahraga bersama) dan mengurangi bermain gadget
  • Puji dan semangati Si Kecil untuk setiap keberhasilannya menerapkan perilaku sehat
  • Libatkan seluruh anggota keluarga serta guru dan teman di sekolah untuk membantu Si Kecil mengatasi obesitas.

Target penurunan berat badan Si Kecil yang obesitas adalah 0,5 kg dalam seminggu atau turun mencapai 20% di atas berat badan ideal.

Selain itu, kalau berat badan Si Kecil belum masuk kategori ideal, Moms bisa mempertahankannya karena tubuhnya masih bisa meninggi.

Konsultasikan juga masalah berat badan Si Kecil kepada ahlinya, ya.

Baca Juga: Anak Gemuk Belum Tentu Sehat, Ketahui Tips Menjaga Berat Badan Anak

Mengutip Kementerian Kesehatan RI perlu tindakan pencegahan untuk memelihara tumbuh kembang anak tetap optimal.

Misalnya dari upaya sederhana seperti perbaikan status gizi, imunisasi menggunakan air bersih, dan sedini mungkin dalam mendeteksi penyakit atau infeksi.

Tentunya perlu adanya keseimbangan antara jumlah asupan (intake) zat gizi dan jumlah yang dibutuhkan (required) oleh tubuh.

Ini fungsinya untuk melaju pertumbuhan fisik, perkembangan, aktivitas atau produktivitas, pemeliharaan kesehatan dan lain-lain.

Adapun perlu diperhatikan bagi orang jika terjadi keterlambatan tumbuh kembang anak, khususnya di bawah usia 5 tahun.

Mengutip Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), pemantauan tumbuh kembang anak bisa ditemukan secara dini jika menunjukkan gejala seperti:

  • Gangguan pertumbuhan : misalnya status gizi  kurang atau buruk, anak bertubuh pendek.
  • Gangguan perkembangan : misalnya terlambat bicara.
  • Gangguan mental emosional anak: seperti gangguan konsentrasi dan hiperaktif.

Adapun peran orang tua dibutuhkan untuk mengontrol tinggi dan berat badan ideal anak masih dalam porsinya.

Jika gangguan tumbuh kembang ini dapat ditemukan secara dini, penanganannya akan semakin cepat.

Bagaimana, Moms, apakah Si Kecil memiliki tinggi dan berat badan ideal untuk anak seusianya?

  • https://www.who.int/childgrowth/standards/en/
  • https://www.idai.or.id/professional-resources/kurva-pertumbuhan/kurva-pertumbuhan-who
  • https://www.kemkes.go.id/index.php?txtKeyword=status+gizi&act=search-by-map&pgnumber=0&charindex=&strucid=1280&fullcontent=1&C-ALL=1
  • http://p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/obesitas/klasifikasi-obesitas-setelah-pengukuran-imt
  • https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/pentingnya-pemantauan-tumbuh-kembang-1000-hari-pertama-kehidupan-anak

Sebelumnya

Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasi TBC pada Anak
Defara Millenia • 11 Apr 2022

Selanjutnya

Anak Terlambat Bicara: Ketahui Ciri, Penyebab, Pemeriksaan, Hingga Cara Mengatasi yang Tepat
Nurul Aulia Ahmad • 13 Apr 2022

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

Artikel Terkait
Artikel Pilihan Editor

ADVERTISEMENT