Gratis Ongkir minimum Rp 300.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Sex & Relationship | Aug 15, 2018

Apa yang Dimaksud Puber Kedua Pada Pria?

Bagikan



Memasuki usia 40 tahun, pria identik dengan istilah puber kedua. Puber kedua ini kerap dikaitkan dengan perilaku pria yang kembali seperti remaja sedang jatuh cinta dengan lawan jenis. Saat puber kedua tiba, pria konon menjadi lebih genit.

Tapi, apakah benar puber kedua itu ada? Benarkan seperti yang selama ini orang pahami?

Dikutip dari Keep-healthy-today.blogspot.com, puber kedua akan dialami oleh pria dan wanita ketika memasuki usia 40 tahun.

Perilaku orang-orang yang memasuki puber kedua itu sama seperti perilaku remaja yang baru mengalami puber. Puber kedua juga ditandai dengan perubahan fisik dan psikologi seseorang.

Apa Itu Puber Kedua?

puber kedua pada pria

Tapi tahukah Moms bahwa ternyata istilah puber kedua itu tidak ada di dunia medis. Puber kedua hanya sebuah istilah untuk menggambarkan perilaku pria dan wanita berusia 40an tahun yang berubah seperti remaja yang baru mengalami puber.

Dari segi medis, perubahan perilaku pada puber kedua terjadi karena adanya perubahan hormon.

Saat memasuki usia 40, hormon-hormon seperti testosteron dan androgen bertanggung jawab atas kedewasaan yang tidak lagi diproduksi sebanyak ketika orang masih di bawah usia 40 tahun.

Akhirnya, kondisi ini membuat kepercayaan orang turun dan akhirnya bertindak seperti remaja yang baru mengalami puber.

Di usia tersebut, pria telihat lebih menunjukan gejala puber kedua. Hal tersebut terjadi karena adanya dorongan seksual yang merupakan simbol kejantanan dan kemampuan seksual pria mulai menurun seiring dengan bertambahnya usia.

Baca Juga : Tak Cuma Laki-laki, Perempuan Juga Mengalami Puber Kedua, Lho. Ini Tanda-tandanya

Bagaimana Pria Menghadapinya?

Puber Kedua Pada Pria

Proses alami ini biasanya ditolak oleh para pria. Sebaliknya, mereka justru mencoba membuktikan sebaliknya. Mereka ingin menunjukan bahwa usia tidak membuat kejantanan mereka menurun. Berbagai upaya pun akhirnya dilakukan oleh pria untuk membuktikan hal tersebut.

Ada yang membuktikannya dengan bentuk kesuksesan dalam bidang agama, olahraga, hobi baru, dan yang lainnya. Di sisi lain, ada juga yang membuktikan kejantanan dan kemampuan seksualnya dengan menggoda wanita yang lebih muda.

Untuk mendukung upayanya itu, para pria juga berusaha menunjukan perubahan secara fisik. Mereka jadi lebih perhatian pada penampilan.

Para pria akan menyemir rambut agar terlihat lebih muda, menjadi sangat fashionable, dan memodifikasi kendaraan menjadi seperti yang sedang ngetren di kalangan anak muda.

Mereka juga kerap melakukan kegiatan-kegiatan ala anak muda, seperti berkendara jarak jauh atau nongkrong di kelab malam. Dalam beberapa kasus, tahap ini dapat diterima tetapi terkadang tidak terkendali.

Baca Juga : 5 Area Sensitif Pria dan Cara Menstimulasinya Agar Makin Bergairah

Lewati Puber Kedua dengan Menjaga Kinerja Otak

Puber Kedua Pada Pria

Karena itu, penting bagi orang yang sudah memasuki usia paruh baya untuk bisa menjaga kinerja otak mereka. Kinerja otak yang terjaga akan mampu mengontrol perilaku dan membuat orang terus percaya diri.

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan para pria untuk menjaga kinerja otak mereka. Apa saja? Cari tahu yuk!

1. Rutin berolahraga

Olahraga bukan hanya menyehatkan tubuh, tetapi juga menyehatkan otak. Pilihlah olahraga yang tidak terlalu menguras tenaga, lakukan secara rutin.

2. Konsumsi makanan sehat

Setelah memasuki usia paruh baya, sebaiknya kurangi konsumsi produk hewani dan perbanyak konsumsi buah dan sayur segar. Untuk daging, pilihlah daging ayam organis. Konsumsi gula dan garam pun perlu dikurangi.

3. Mengurangi beban pekerjaan

Kurangi beban pekerjaan sambil memperbaikin menajemen waktu untuk menjauhkan diri dari stres. Sesekali pergi berlibur agar otak kembali fresh.

4. Olahraga otak

Membaca buku, bermain teka-teki silang, mendengarkan musik, melukis, atau melakukan aktivitas yang menggunakan otak bisa membantu untuk menjaga kinerja otak.

Itulah fakta-fakta mengenai puber kedua dan bagaimana cara menjaga kinerja otak agar puber kedua bisa dilalui dengan baik. Selamat mencoba!

(AND)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.