05 April 2024

Puber Kedua pada Wanita dan Pria, Seperti Remaja Lagi!

Salah satunya cirinya adalah lemak menumpuk

Puber Kedua Pria di Setiap Fase Usia

Cara Menghilangkan Uban di Usia Muda
Foto: Cara Menghilangkan Uban di Usia Muda (Orami Photo Stocks)

Fakta lainnya, puber kedua bisa terjadi bahkan sejak usia 20-an, Moms.

Puber kedua juga tidak selalu dikaitkan dengan dorongan seksual, lho.

Pria yang mengalami puber kedua erat kaitannya dengan perubahan dalam tubuh saat dewasa.

Ada beberapa tanda puber kedua pada pria yang dilihat dari perubahan tubuhnya, di antaranya:

1. Di Usia 20-an

Selama waktu ini, Dads terus menjadi dewasa secara fisik saat beralih dari remaja.

Puber kedua ini termasuk perubahan fisik, seperti perubahan tulang.

Pria akan mengalami perubahan massa tulang maksimal.

Artinya, tulang telah mencapai massa puncak dan ini merupakan jaringan tulang paling banyak dalam tubuh.

Kemudian, tubuh juga akan memperlambat pertumbuhan prostat.

Selama masa pubertas, prostat tumbuh dengan cepat. Tetapi, pada usia 20-an, organ tubuh ini mulai tumbuh sangat lambat.

2. Di Usia 30-an

Pada pertengahan 30-an, kadar testosteron pria secara bertahap menurun. Namun, ini tidak akan menyebabkan tanda-tanda yang nyata.

Perubahan fisik yang pria alami biasanya terkait dengan penuaan secara umum.

Massa tulang yang menurun akan terjadi di pertengahan atau akhir usia 30-an.

Kemudian, tubuh akan mulai kehilangan massa otot.

Sebagian orang mungkin mengalami kerutan atau bintik-bintik penuaan di usia akhir 30-an.

Setelah usia pertengahan 30-an, rambut pria juga cenderung mulai beruban, lho.

3. Di Usia 40-an

Perubahan yang terjadi di usia 30-an berlanjut hingga usia 40-an.

Pada saat yang sama, perubahan fisik akibat penurunan testosteron akan menjadi lebih terlihat.

Perubahan ini dikenal sebagai menopause pria atau andropause.

Perubahan di usia 40-an pria akan redistribusi lemak. Artinya, lemak dapat menumpuk di perut atau dada.

Selain itu, tinggi badan juga akan berkurang sekitar 1-2 inci karena tulang belakang mulai menyusut.

Prostat juga mungkin mengalami lonjakan pertumbuhan lain. Ini mungkin membuat sulit buang air kecil.

Saat testosteron menurun, seorang pria menjadi lebih sulit untuk mempertahankan ereksi.

Baca Juga: 9 Rekomendasi Produk Kahf, Skincare Lokal untuk Pria

Ciri-Ciri Lain Pria Sedang Puber Kedua

Masa Subur Pria
Foto: Masa Subur Pria (Freepik.com)

Seperti sudah dibahas sebelumnya, puber kedua ditandai dengan perubahan fisik.

Proses alami ini biasanya ditolak oleh para pria. Sebaliknya, mereka justru mencoba membuktikan sebaliknya.

Mereka ingin menunjukan bahwa usia tidak membuat kejantanan mereka menurun.

Berbagai upaya pun akhirnya dilakukan oleh pria untuk membuktikan hal tersebut.

Berikut beberapa ciri-ciri lain yang menunjukkan pria sedang puber kedua:

1. Membuat Perubahan Baru

Ada yang membuktikannya dengan bentuk kesuksesan dalam bidang agama, olahraga, hobi baru, dan yang lainnya.

Di sisi lain, ada juga yang membuktikan kejantanan dan kemampuan seksualnya dengan menggoda wanita yang lebih muda.

Untuk mendukung upayanya itu, para pria juga berusaha menunjukan perubahan secara fisik.

Mereka jadi lebih perhatian pada penampilan untuk meraih perhatian orang lain.

Para pria akan menyemir rambut agar terlihat lebih muda dan menjadi sangat fashionable.

Mereka akan memodifikasi kendaraan menjadi seperti yang sedang ngetren di kalangan anak muda, lho.

2. Kadar Testosteron Menurun

Cara Ampuh Meningkatkan Level Testosteron Pria
Foto: Cara Ampuh Meningkatkan Level Testosteron Pria (Orami Photo Stocks)

Mereka juga kerap melakukan kegiatan-kegiatan ala anak muda, seperti berkendara jarak jauh atau nongkrong di kelab malam.

Dalam beberapa kasus, tahap ini dapat diterima tetapi terkadang tidak terkendali.

Berdasarkan jurnal Therapeutic Advances in Urology, kadar testosteron menurun seiring menuanya usia secepat 0,4 hingga 2% per tahun setelah usia 30.

Sekitar 13% dari populasi pria memiliki hipogonadisme, yang merupakan kegagalan untuk menghasilkan testosteron yang cukup.

Mengutip dari Journal of Gerontology, puber kedua pada suami bisa ditandai dengan perubahan berat badan dan berkurangnya energi.

Selain itu berkurangnya fungsi seksual, suasana hati yang seperti tertekan, dan penurunan fungsi kognitif juga bisa terjadi.

Baca Juga: Sakit Kepala Sampai ke Mata, Ini Kata Dokter Spesialis

3. Perubahan Kulit

Sehubungan dengan perubahan fisik, rendahnya hormon testosteron akan menyebabkan kelemahan otot dan kekuatan tulang berkurang.

Puber kedua pada pria in juga menyebabkan berkurangnya potensi seksual, penurunan kekuatan, dan jumlah ejakulasi.

Selain itu, kulit juga menjadi kering dan keriput, keringat di malam hari, dan juga peningkatan kadar kolesterol.

Oleh karena itu, menjaga kesehatan kulit jadi yang terpenting dalam rutinitas sehari-hari.

4. Emosional Melonjak

Pria Marah
Foto: Pria Marah (Freepik.com/drobotdean)

Ketika kita berbicara tentang perubahan emosional, artinya adalah bahwa biasanya kondisi ini memengaruhi harga diri suami Moms.

Hal ini dikarenakan pria merasa tidak mampu untuk menyenangkan diri sendiri dan keinginan pasangan selama berhubungan seksual.

Berdasarkan jurnal Andropause, gejala-gejala gangguan emosional di kalangan suami termasuk:

  • Kemurungan
  • Cepat marah
  • Gugup
  • Depresi dan jengkel
  • Merasa lelah
  • Konsentrasi yang buruk
  • Memori yang menurun

Manajemen stres kurang baik dan teknik koping yang berhubungan dengan stres, bisa juga mengalami gangguan mood yang berkepanjangan.

5. Dada Membengkak

Tanda pubertas kedua lainnya yang mungkin dialami oleh suami kita seperti mengalami dada bengkak atau terasa lunak.

Ukuran testis yang menurun, atau rambut rontok pun kerap dialami kebanyakan pria.

Kadar testosteron yang rendah pada pria juga dikaitkan dengan osteoporosis.

Hal ini merupakan kondisi di mana tulang kita menjadi lemah dan rapuh.

Baca Juga: Mengenal Biseksual, Ketertarikan pada Pria dan Wanita Sekaligus

Oleh karena itu, penting bagi orang yang sudah memasuki usia paruh baya untuk bisa menjaga kinerja...

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.

rbb