05 April 2024

Puber Kedua pada Wanita dan Pria, Seperti Remaja Lagi!

Salah satunya cirinya adalah lemak menumpuk

Tips Menghadapi Fase Puber Kedua

Hubungan Romantis
Foto: Hubungan Romantis (Orami Photo Stock)

Oleh karena itu, penting bagi orang yang sudah memasuki usia paruh baya untuk bisa menjaga kinerja otak mereka.

Kinerja otak yang terjaga akan mampu mengontrol perilaku dan membuat orang terus percaya diri.

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan para pria dan wanita untuk menjaga kinerja otak mereka. Apa saja? Cari tahu yuk!

1. Rutin Berolahraga

Olahraga bukan hanya menyehatkan tubuh, tetapi juga menyehatkan otak.

Pilihlah olahraga yang tidak terlalu menguras tenaga dan lakukan secara rutin.

Menjelang masa menopause, Moms juga perlu menghadapi puber kedua dengan memperbanyak olahraga.

Tak usah terlalu ribet, Moms atau Dads bisa melakukannya di rumah dan lingkungan sekitar, seperti jogging, dance atau zumba.

Apabila Moms lebih suka pergi ke gym, bisa juga mencoba pilates, yoga dan lainnya. Berenang juga bisa jadi pilihan olahraga.

2. Konsumsi Makanan Sehat

Makanan Sehat
Foto: Makanan Sehat (Orami Photo Stock)

Setelah memasuki usia paruh baya, sebaiknya kurangi konsumsi produk hewani dan perbanyak konsumsi buah dan sayur segar.

Untuk daging, pilihlah daging ayam organik. Konsumsi gula dan garam pun perlu dikurangi.

Hal pertama yang bisa dilakukan untuk menghadapi puber kedua adalah dengan melakukan diet sehat.

Untuk poin ini, Moms harus perhatian terhadap asupan makanan yang dikonsumsi sehari-hari.

Buah, sayur, biji-bijian dan tepung, lemak baik, dan protein tanpa lemak merupakan kandungan yang disarankan dalam makanan.

Baca Juga: Sering BAB tapi Sedikit? Ini Kata Dokter Spesialis!

Makanan sehat dapat mencegah penambahan berat badan dan osteoporosis.

Selain itu, mood pun bisa meningkat, dan usus menjadi lebih sehat.

Dengan diet sehat, Moms bisa lebih sehat secara mental, dan punya otot serta tulang yang lebih kuat.

Bonusnya, kulit menjadi lebih sehat dan itu akan berpengaruh pada penampilan tentunya.

3. Mengurangi Beban Pekerjaan

Kurangi beban pekerjaan sambil mengatur waktu untuk menjauhkan diri dari stres.

Sesekali pergi berlibur agar otak kembali segar.

Isi waktu luang dengan membaca buku, bermain teka-teki silang, mendengarkan musik, melukis, atau melakukan aktivitas seru lainnya.

Perbanyak aktivitas yang menggunakan otak untuk bisa membantu menjaga kinerja saraf jadi lebih baik.

4. Perawatan Kulit dan Rambut

Menyisir Rambut
Foto: Menyisir Rambut (Shutterstock.com)

Akan lebih baik lagi jika Moms menghadapi puber kedua dengan lebih rajin lagi merawat kulit.

Dokter bisa memberi resep krim dengan kandungan retinoid dan emolien untuk merawat kulit yang rusak.

Sedangkan untuk rambut, Moms bisa menggunakan produk-produk yang diformulasikan untuk merangsang pertumbuhan rambut.

5. Pola Tidur Sehat

Mungkin akan sulit, karena dalam menghadapi puber kedua pria dan wanita akan dihadapkan pada masalah kesehatan mental.

Namun bagaimanapun, tidur nyenyak dengan jadwal yang konsisten, serta bangun sesuai jamnya akan baik untuk tubuh.

Mulailah menghindari konsumsi alkohol atau kafein sebelum tidur, agar bisa beristirahat lebih tenang.

Baca Juga: 9 Ciri-Ciri Pubertas Laki-Laki dan Tahapan Fasenya

6. Konsumsi Multivitamin

Sumber Vitamin D
Foto: Sumber Vitamin D (Orami Photo Stock)

Moms bisa konsultasikan dengan dokter, apakah harus mengonsumsi multivitamin atau tidak.

Dalam menghadapi puber kedua, multivitamin ini dapat memberi asupan nutrisi penting dalam tubuh yang mungkin terlewatkan.

Kandungan dalam buah, sayur, dan makanan sehat lainnya biasanya bisa didapat dari multivitamin juga.

Tubuh manusia terus-menerus mengalami perubahan yang terkadang membingungkan dan membuat kita lengah.

Salah satu perubahan itu adalah puber kedua dan bisa terjadi pada usia 20-an, 30-an, atau 40-an.

Dokter juga dapat membantu meringankan kekhawatiran dan mengobati masalah apapun.

7. Suntik Hormon Pria

Kebiasaan gaya hidup ini bisa berdampak baik bagi semua pria.

Setelah mencoba kebiasaan-kebiasaan ini, pria yang mengalami puber kedua dapat melihat perubahan dramatis dalam kesehatan mereka.

Namun perawatan lainnya juga bisa dilakukan dengan memberikan suntikan intramuskuler.

Barengi juga dengan konsumsi obat minum dan aplikasi gel pada perut dan bahu.

Semua ini dilakukan dengan tujuan untuk mengisi kembali hormon testosteron yang hilang.

Terapi untuk mengatur kadar testosteron dapat menjadi pilihan, lho.

Baca Juga: Jam Berapa Ibu Hamil Boleh Tidur Pagi? Ini Kata Dokter

Demikian sederet fakta mengenai puber kedua dan bagaimana cara menjaga kinerja otak agar kondisi tersebut bisa dilalui dengan baik.

Selamat Moms dan Dads dapat melewati fase ini dengan baik, ya!

  • https://www.healthline.com/health/second-puberty
  • https://academic.oup.com/endo/article/147/3/1166/2500710
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4707424/
  • https://academic.oup.com/biomedgerontology/article/57/2/M76/547924
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4440190/
  • https://www.healthline.com/health/warning-signs-male-menopause
  • https://www.self.com/story/what-is-second-puberty

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.

rbb