3+ Obat Kuat Wanita, Bantu Tingkatkan Gairah Bercinta!

Tak hanya untuk pria, ada beragam obat kuat untuk wanita

Selama ini, obat kuat identik dengan pria. Namun sebenarnya, ada beragam jenis obat kuat wanita untuk bantu puaskan Dads di ranjang.

Obat kuat wanita adalah suplemen yang dirancang untuk meningkatkan gairah seksual, kepuasan, dan kinerja di tempat tidur bagi wanita.

Ada beberapa jenis obat kuat wanita yang tersedia di pasaran, masing-masing dengan formulasi dan cara kerja yang berbeda.

Kira-kira, apa saja jenisnya? Berikut ulasan obat kuat wanita, di bawah ini, ya Moms!

Baca Juga: Kursi Tantra, Untuk Aktivitas Seksual Lebih Menyenangkan!

Kenapa Wanita Membutuhkan Obat Kuat?

Ilustrasi Berhubungan
Foto: Ilustrasi Berhubungan (Redbookmag.com)

Pada dasarnya, setiap wanita memiliki faktor yang dapat memicu kenaikan gairah seksualnya.

Namun, dalam beberapa kasus, masalah fisik dan mental bisa memicu hasrat seks yang menurun.

Sementara itu, dalam pernikahan, seks menjadi salah satu kunci kelanggengan hubungan.

Agar hasrat seksual pada wanita tetap muncul, obat kuat digunakan untuk bantu menggelorakannya.

Naik turunnya hasrat seks ini karena masalah mental bisa jadi dipengaruhi oleh konflik yang sedang dihadapi, rasa cemas, hingga trauma masa lalu seputar seks.

Baca Juga: 10 Posisi Seks Kesukaan Suami yang Perlu Diketahui Istri

Sementara dari segi fisik, turunnya hasrat seks bisa disebabkan karena menopause hingga memiliki penyakit kronis seperti diabetes.

Sebagian wanita juga tidak memiliki dorongan seks karena HSDD.

Melansir penelitian dalam Mayo Clinic Proceedings, sekitar 10 persen wanita dewasa mengalami masalah kesehatan yang satu ini.

Adapun gejala yang muncul, yaitu:

  • Tidak adanya pikiran atau fantasi seks yang diinginkan
  • Berkurangnya atau tidak adanya keinginan melakukan hubungan intim meski sudah dirangsang secara seksual
  • Kehilangan atau tidak mampu mempertahankan minat saat berhubungan seksual
  • Perasaan frustasi dan khawatir karena kurangnya minat atau gairah seksual

Baca Juga: Mengenal Air Mani Wanita, Cairan Ejakulasi saat Orgasme

Jenis Obat Kuat Wanita

Sesuai dengan namanya, obat kuat wanita tentu saja dimaksudkan untuk menambah stamina dan meningkatkan gairah seksual pada wanita.

Pasalnya, kondisi atau masalah kesehatan tertentu bisa menurunkan gairah seksual.

Mulai dari usia yang memasuki masa menopause, hingga penyakit tertentu yang bisa menurunkan hasrat untuk berhubungan intim

Hingga saat ini, jenis obat kuat wanita yang direkomendasikan ada beberapa jenis, di antaranya:

1. Fllibanserin

Ilustrasi Obat
Foto: Ilustrasi Obat (liveservices.org)

Flibanserin (Addyi) adalah obat kuat wanita yang diperuntukkan untuk mengatasi hypoactive sexual desire disorder (HSDD).

Ini adalah obat HSDD pertama yang menerima persetujuan dari Food and Drugs Association (FDA) pada tahun 2015 setelah sebelumnya hanya sebagai antidepresan.

FDA menyetujui penggunaan flibanserin sebagai pengobatan untuk gairah seks yang rendah pada wanita pramenopause.

Meski tidak diketahui secara pasti cara kerja obat ini, minum flibanserin secara teratur diduga dapat meningkatkan kadar dopamin dan norepinefrin.

Keduanya merupakan hormon yang penting untuk gairah seksual. Dopamin berperan untuk meningkatkan hasrat seks.

Sementara norepinefrin memiliki peran untuk meningkatkan gairah seks.

Baca Juga: 7 Penyebab Gairah Seksual Wanita Menurun, Bisa Karena Ada Masalah dengan Pasangan!

Jika Moms diresepkan flibanserin sebagai obat kuat, dokter biasanya akan menyarankan untuk meminumnya 1 kali sehari sebelum tidur.

Saat mengonsumsi obat ini, Moms juga akan disarankan untuk menghindari minuman beralkohol.

Ini karena alkohol dikhawatirkan dapat memicu reaksi negatif pada flibanserin.

Sama seperti obat-obatan lainnya, flibanserin juga bisa menimbulkan efek samping yang berpotensi cukup serius, yaitu:

  • Menurunkan tekanan darah
  • Pusing
  • Pingsan
  • Insomnia
  • Mulut kering
  • Kelelahan

Penggunaan obat kuat wanita ini juga tak bisa dikonsumsi terus menerus. Para ahli menyarankan untuk berhenti minum obat jika tidak ada efek yang dirasakan setelah 8 minggu.

Selain itu, penting untuk diingat bahwa flibanserin tidak boleh dikonsumsi oleh orang dengan masalah liver.

Oleh karena itu, beri tahu dokter semua obat dan suplemen yang Moms konsumsi sebelum diresepkan flibanserin.

2. Bremelanotide

Ilustrasi Suntikan (Orami Photo Stock)
Foto: Ilustrasi Suntikan (Orami Photo Stock)

Obat kuat wanita lainnya yang juga aman digunakan yaitu bremelanotide (Vyleesi).

Obat ini telah disetujui oleh FDA pada 2019 untuk bantu mengobati hasrat seksual yang rendah pada wanita premenopause setelah flibanserin.

Perbedaannya, jika flibanserin digunakan dengan cara diminum, bremelanotide dipakai dengan cara disuntikkan.

Melansir dari Mayo Clinic, obat harus disuntikkan ke perut atau paha minimal 45 menit sebelum Moms berhubungan intim dengan pasangan.

Bremelanotide sebaiknya tidak digunakan lebih dari 1 kali dalam sehari atau lebih dari 8 kali dalam sebulan.

Adapun efek samping bremelanotide yang mungkin muncul, yaitu:

  • Mual
  • Sakit kepala
  • Muntah
  • Memar atau nyeri di area suntikan

Untuk menggunakan obat ini, tentu saja Moms perlu rekomendasi dokter.

Tujuannya agar dosis dan jenis yang digunakan bisa disesuaikan dengan kondisi Moms.

Namun, baik flibanserin maupun bremelanotide tidak disetujui FDA untuk digunakan pada wanita pascamenopause.

Flibanserin adalah obat kuat wanita untuk mengobati gangguan hasrat seksual pada wanita...

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.

rbb