16 Juni 2022

Arachnophobia Alias Ketakutan Terhadap Laba-Laba, Ini 3 Kemungkinan Penyebabnya

Bisa ganggu kehidupan sehari-hari

Arachnophobia, atau dikenal sebagai fobia laba-laba, adalah ketakutan yang intens terhadap laba-laba dan hewan jenis arakhnida lainnya.

Diklasifikasikan sebagai fobia spesifik, arachnophobia yang parah dapat memengaruhi kualitas hidup seseorang.

Ketika bersentuhan dengan, atau memikirkan tentang laba-laba, pengidapnya akan merasa takut dan mengalami gejala kecemasan.

Baca juga: Emetophobia, Rasa Takut Ekstrem Terhadap Muntah: Gejala, Penyebab, dan Terapi yang Bisa Dilakukan

Seperti Apa Gejala Arachnophobia?

hujan laba laba
Foto: hujan laba laba (Orami Photo Stocks)

Foto: Orami Photo Stock

Jika seseorang menderita arachnophobia, ia mungkin mengalami berbagai gejala terkait fobia spesifik ini.

Entah saat berada di hadapan laba-laba atau hanya memikirkannya.

Gejala arachnophobia mungkin termasuk:

  • Ketakutan dan kecemasan langsung ketika melihat atau memikirkan laba-laba.
  • Ketakutan atau kecemasan berlebihan, yang tidak sebanding dengan bahaya yang ditimbulkan laba-laba.
  • Selalu berusaha menghindari laba-laba.
  • Serangan panik dan/atau kecemasan, seperti kesulitan bernapas, detak jantung cepat, mual, berkeringat, dan gemetar.

Efek arachnophobia dapat secara signifikan memengaruhi kualitas hidup penderitanya.

Mereka mungkin mengalami gejala serangan panik dan tidak nyaman berada di rumah karena mengetahui ada laba-laba di dalamnya.

Mereka juga dapat menghindari kegiatan di luar ruangan di mana laba-laba mungkin ada, seperti hiking atau piknik di taman.

Penyebab Arachnophobia

kenali perbedaan fobia artikel hero
Foto: kenali perbedaan fobia artikel hero

Foto: Orami Photo Stock

Arachnophobia dapat disebabkan oleh suatu pengalaman atau beberapa peristiwa traumatis dengan laba-laba.

Selain itu, fobia ini juga dapat disebabkan oleh:

1. Tanggapan Evolusioner

Penelitian pada 2017 di jurnal Frontiers in Psychology menunjukkan bahwa arachnophobia sudah “terprogram” sebagai teknik bertahan hidup leluhur.

Laba-laba telah jadi ancaman bagi nenek moyang kita selama 40–60 juta tahun hidup berdampingan.

Hal ini memungkinkan manusia keturunannya mengembangkan mekanisme untuk mendeteksi potensi ancaman hewan ini dengan cepat

2. Keyakinan Budaya dan/atau Agama

Beberapa individu dalam kelompok budaya atau agama tertentu tampaknya memiliki fobia yang berasal dari pengaruh ini.

Fobia khusus ini berbeda dari fobia yang umum pada populasi umum.

Hal ini membuat budaya dan agama menjadi faktor potensial dalam perkembangan fobia tertentu.

3. Pengaruh Genetik atau Keluarga

Para ahli percaya bahwa mungkin ada komponen genetik yang terkait dengan fobia.

Faktor lingkungan keluarga juga dapat memengaruhi perkembangan fobia.

Misalnya, jika orangtua memiliki fobia spesifik terhadap sesuatu, seorang anak dapat menangkap ketakutan itu.

Ia kemudian akan mengembangkan respons fobia terhadapnya.

Fobia spesifik lebih sering terjadi pada wanita daripada pria pada remaja dan orang dewasa.

Seseorang mungkin lebih berisiko terkena arachnophobia jika pernah mengalami pengalaman traumatis sebelumnya dengan laba-laba.

Studi pada 2009 di jurnal Social Psychiatry and Psychiatric Epidemiology menyebutkan bahwa fobia spesifik juga berkaitan dengan kondisi lain.

Jika seseorang memiliki kondisi kesehatan mental lain, risiko mengalami fobia ini juga meningkat.

Baca juga: Mengulik Necrophobia, Ketakutan dengan Hal-Hal Berbau Kematian

Bagaimana Mendiagnosis Arachnophobia?

psikolog.jpg
Foto: psikolog.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Arachnophobia yang ringan biasanya tidak memerlukan diagnosis dan pengobatan dari profesional kesehatan.

Namun, seseorang dapat mempertimbangkan untuk menemui dokter atau psikolog, untuk membantu mengatasi fobia ini.

Terutama jika kondisi ini berdampak signifikan pada kehidupan, seperti:

  • Membuat sulit untuk pergi ke luar ruangan.
  • Menghalangi pekerjaan.
  • Mempengaruhi kehidupan sosial.
  • Jadi tidak bisa menghabiskan waktu bersama orang yang dicintai.
  • Membuat sering terjaga di malam hari.
  • Menghabiskan sebagian besar waktu untuk memikirkannya berlebihan.

Diagnosis fobia spesifik seperti arachnophobia mengharuskan gejalanya muncul setidaknya selama enam bulan.

Untuk didiagnosis fobia, kondisi ini juga harus menyebabkan penderitaan yang signifikan atau gangguan pada kualitas hidup seseorang.

Dokter atau psikolog mungkin menanyakan pertanyaan tentang gejala, intensitasnya, dan durasinya.

Mereka mungkin juga menanyakan tentang riwayat medis, serta keterampilan dalam mengatasi kondisi ini.

Pengobatan untuk Arachnophobia

paksa hadapi ketakutan mampu hilangkan fobia 3
Foto: paksa hadapi ketakutan mampu hilangkan fobia 3

Foto: Orami Photo Stock

Seperti fobia spesifik lainnya, arachnophobia paling sering diobati dengan terapi, khususnya terapi perilaku kognitif.

Terapi ini berfokus pada penghentian pikiran otomatis negatif yang terkait dengan objek atau situasi yang ditakuti.

Lalu menggantinya dengan pikiran yang lebih rasional. Teknik yang digunakan mungkin termasuk:

1. Pembingkaian Ulang Kognitif

Metode ini membantu mengubah cara seseorang memandang sesuatu sehingga tidak lagi menganggapnya berbahaya atau membuat stres.

Ini pada akhirnya dapat mengubah reaksi fisik menjadi stimulus pemicu, seperti melihat laba-laba.

2. Desensitisasi Sistematis

Dalam metode ini, dokter menggunakan teknik relaksasi.

Lalu, penderita fobia harus menghadapi ketakutannya dari yang paling sedikit menimbulkan rasa takut hingga yang paling banyak.

Desensitisasi dan pemrosesan ulang gerakan mata (EMDR) mungkin merupakan teknik terapi yang membantu.

Terutama jika fobia spesifik seperti arachnophobia berkembang karena pengalaman traumatis.

Dalam beberapa kasus, obat-obatan juga dapat digunakan untuk mengobati gejala arachnophobia.

Jika Moms mengalami gejala arachnophobia, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasinya, yaitu:

  • Teknik relaksasi. Seperti pernapasan dalam, relaksasi otot progresif, dan meditasi dapat membantu mengurangi gejala arachnophobia.
  • Perawatan diri. Termasuk mempraktikkan kebersihan tidur yang baik, berolahraga, dan meminta dukungan dari orang terdekat.
  • Eksposur diri secara bertahap. Pertimbangkan untuk mengekspos diri secara bertahap ke laba-laba, sambil mempraktikkan teknik relaksasi.

Itulah pembahasan mengenai arachnophobia dan hal-hal yang perlu diketahui terkait kondisi ini.

Seperti dijelaskan tadi, jika fobia ini sudah sangat mengganggu kehidupan, jangan ragu untuk meminta bantuan ahlinya.

Dokter atau psikolog dapat membantu mengatasi rasa takut tersebut secara langsung.

Dengan begitu, Moms dapat menghadapi lebih sedikit rasa takut dengan laba-laba di masa depan, jika mereka muncul.

Baca juga: Mengulas Ombrophobia, Perasaan Takut Berlebih saat Hujan Turun

Seperti fobia lainnya, menghindari total hal yang membuat takut tidak dianjurkan karena hanya akan meningkatkan ketakutan.

Semakin cepat kondisi ini diatasi dengan terapi, semakin besar kemungkinan fobia dapat diobati.

Menunda bantuan profesional dapat membuat terapi menjadi lebih sulit.

  • https://doi.org/10.3389/fpsyg.2017.01710
  • https://link.springer.com/article/10.1007/s00127-009-0159-5
  • https://www.verywellmind.com/spider-fears-or-arachnophobia-2671679
  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/arachnophobia#what-it-is
  • https://www.psycom.net/arachnophobia-fear-of-spiders

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.