Scroll untuk melanjutkan membaca

KESEHATAN UMUM
25 Februari 2022

Bahaya Arteriosklerosis, Pengerasan Pembuluh Darah yang Bisa Sebabkan Serangan Jantung dan Stroke

Simak penjelasan lengkap tentang arteriosklerosis di sini
Bahaya Arteriosklerosis, Pengerasan Pembuluh Darah yang Bisa Sebabkan Serangan Jantung dan Stroke

Aterosklerosis adalah proses pengerasan pembuluh darah akibat timbulnya lemak (plak) pada dinding pembuluh darah.

"Kondisi ini menyebabkan terjadinya penyempitan pada lumen atau rongga pembuluh darah, sehingga aliran pembuluh darah ke organ tubuh menjadi terhambat.

Terganggunya suplai aliran darah ini mengakibatkan berbagai gejala, terutama saat beraktivitas," ungkap dr. M. Fadil. Sp.JP, FIHA, FAsCC, FSCAI, Dokter Spesialis Jantung & Pembuluh Darah Konsultan Kardiologi Intervensi RS Pondok Indah, Bintaro Jaya.

Kondisi ini dapat menyebabkan masalah serius lainnya pada tubuh, sehingga membutuhkan penanganan yang tepat.

Maka dari itu, penting untuk mengetahui penyebab serta cara mengatasi arteriosklerosis, yang akan dibahas pada artikel ini.

Baca Juga: Penyakit Jantung Koroner: Ketahui Penyebab, Gejala, serta Cara Mencegahnya

Penyebab Arteriosklerosis

Penyebab Arteriosklerosis

Foto: Penyebab Arteriosklerosis

Foto: hospitalnews.com

Hal yang menjadi penyebab terjadinya aterosklerosis adalah tingginya kadar kolesterol dalam darah yang disertai dengan proses oksidasi dari zat radikal bebas yang masuk ke dalam dinding pembuluh darah.

Terdapat dua faktor risiko yang turut meningkatkan terjadinya aterosklerosis yang juga dijelaskan oleh dr. M. Fadil, yaitu:

1. Faktor-faktor risiko yang dapat dikontrol:

  • Kebiasaan merokok
  • Diabetes
  • Dislipidemia atau kadar kolesterol tinggi
  • Hipertensi
  • Obesitas
  • Jarang berolahraga
  • Stres.

2. Faktor-faktor risiko yang tidak dapat dikontrol:

  • Usia
  • Jenis kelamin
  • Riwayat keluarga atau genetik

Baca Juga: 7 Camilan yang Mengandung Probiotik, Baik untuk Pencernaan Anak

Cara Mengatasi Arteriosklerosis

Cara Mengatasi Arteriosklerosis

Foto: Cara Mengatasi Arteriosklerosis

Foto: Orami Photo Stock

Cara mengatasi aterosklerosis adalah dengan mengontrol faktor-faktor risikonya dengan cara:

  • Berolahraga rutin
  • Berhenti merokok
  • Menurunkan kadar kolesterol
  • Menghindari stres
  • Menjaga berat badan ideal
  • Mengontrol tekanan darah

Selain itu, pada beberapa kasus juga membutuhkan terapi pengobatan. Dokter juga terkadang menyarankan untuk melakukan tindakan medis, seperti:

Angioplasti

Prosedur ini seringkali digunakan untuk menangani penderita jantung koroner.

Tindakan ini dilakukan dengan memasukkan kateter yang diujungnya terdapat balon dengan tujuan untuk melebarkan pembuluh darah yang tersumbat.

Operasi Bypass

Operasi bypass dilakukan dengan cara melakukan pencangkokkan pembuluh darah di area tubuh lain.

Lalu, direkatkan dengan cara dijahit pada otot jantung yang rusak akibat dari pembuluh darah yang tersumbat.

Endarterektomi

Prosedur ini dilakukan untuk menghilangkan plak pada arteri yang mengalami penyempitan.

Baca Juga: Ini 8 Makanan yang Ramah Jantung

Organ Tubuh yang Bisa Terdampak Arteriosklerosis

Organ yang BisaTerdampak Arteriosklerosis

Foto: Organ yang BisaTerdampak Arteriosklerosis

Foto: Orami Photo Stock

Arteriosklerosis ini dapat memengaruhi sejumlah organ pada tubuh dan menyebabkan penyakit yang cukup serius.

Apa saja organ yang bisa terdampak arteriosklerosis? Berikut daftarnya.

1. Ginjal

Organ yang bisa terdampak arteriosklerosis yang pertama adalah ginjal. Melalui arteri, darah akan dibawa ke ginjal.

Di ginjal, seluruh volume darah akan disaring lebih dari 30 kali sehari. Terjadinya arteriosklerosis dapat menyebabkan penyakit ginjal kronis.

Pada kondisi yang parah bahkan bisa menyebabkan kondisi gagal ginjal yang membutuhkan cuci darah (dialisis) scara rutin.

Selain itu, penyumbatan arteri pada kedua ginjal juga dapat menyebabkan tekanan darah tinggi, atau kondisi yang disebut stenosis arteri renalis.

2. Mata

Organ yang bisa terdampak arteriosklerosis selanjutnya adalah mata. Arteri kecil membawa darah ke saraf mata.

Jika plak aterosklerotik pecah dan menyumbat arteri retina sentral, maka terjadi "stroke mata" yang menyebabkan kebutaan pada satu mata.

Baca Juga: Penyakit Arteri Perifer: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasi

3. Organ Seks

Organ yang bisa terdampak arteriosklerosis selanjutnya adalah organ seks.

Menurut penelitian yang diterbitkan di jurnal Current Atherosclerosis Reports, kondisi ini membuat arteri di penis juga bisa rusak oleh arteriosklerosis dan tidak bisa mengalirkan darah yang diperlukan sehingga kondisi disfungsi ereksi dapat terjadi.

Pria membutuhkan aliran darah yang kuat ke penis untuk menperoleh dan mempertahankan ereksi.

4. Sistem Pencernaan

Kondisi aterosklerosis dapat menyerang sistem pencernaan dengan mempersempit arteri yang memasok darah ke usus.

Ketika terjadi penyumbatan, maka oksigen yang dibawa oleh darah melalui arteri tidak dapat tersampaikan.

Akibatnya, hal tersebut bisa menyebabkan iskemia mesenterika, yaitu kondisi ketika aliran darah ke usus berkurang yang bisa berisiko menyebabkan kematian.

5. Aorta

Aorta adalah saluran utama darah dari jantung ke tubuh. Kondisi arteriosklerosis sangat sering terjadi pada aorta.

Jika terjadi arteriosklerosis pada aorta, maka akan menyebabkan aorta melemah, sehingga memicu pembengkakan. Kondisi ini disebut aneurisma aorta.

Pembekakan tersebut dapat pecah dan menyebabkan perdarahan yang mengancam jiwa.

6. Jantung

Selanjutnya ada organ vital tubuh, yaitu jantung. Plak aterosklerosis dapat menghambat aliran darah ke jantung yang mengakibatkan penyakit jantung koroner.

Pada awal kondisi jantung koroner, biasanya penderita tidak akan mengalami adanya gejala. Namun, pada beberapa orang akan mengalami angina atau angin duduk.

Terdapat dua jenis angin duduk, yaitu angin duduk stabil dan angin duduk yang tidak stabil. Angin duduk stabil, berarti gejala bisa berkembang perlahan atau bahkan tidak berkembang sama sekali.

Hal ini juga tidak menyebabkan kerusakan otot jantung secara permanen. Akan tetapi, angina juga bisa berubah menjadi parah ketika terjadi peradangan pada plak yang menyebabkan penyumbatan arteri.

Angin duduk yang tidak stabil dapat dengan cepat berubah menjadi gumpalan darah dan menghalangi arteri koroner. Hal ini menyebabkan serangan jantung atau infark miokard.

Serangan jantung juga sering terjadi tanpa adanya gejala angina sebelumnya.

Selain serangan jantung, kondisi serius seperti gagal jantung pun dapat terjadi akibat adanya aterosklerosis yang diderita.

7. Otak

Organ yang bisa terdampak arteriosklerosis selanjutnya adalah otak.

Penyumbatan pembuluh darah di otak bisa menyebabkan stroke. Jika arteri tidak dibuka kembali dengan cepat, jaringan otak yang tidak mendapatkan suplai melalui darah akan mati.

Kerusakan otak permanen dapat menyebabkan kelemahan atau kesulitan berbicara yang dapat berlangsung lama.

Setengah dari semua penyakit stroke disebabkan oleh adanya aterosklerosis. Mirip dengan serangan jantung, stroke adalah "serangan pada otak”, yang bisa terjadi kapan saja.

8. Kaki

Yang terakhir adalah bagian tubuh paling ujung, yaitu kaki. Penyempitan arteri yang progresif pada tungkai dapat menyebabkan penyakit arteri perifer.

Kondisi ini dapat menyebabkan rasa sakit saat berjalan yang jika tidak segera diatasi, maka akan berisiko untuk amputasi.

Baca Juga: Yuk Jalan Kaki 10 Menit Setiap Hari! Ini 4 Manfaatnya

Itulah penjelasan tentang arteriosklerosis, serta beberapa organ yang bisa terkena dampaknya.

Agar terhindar dari penyakit arteriosklerosis, sebaiknya rutin periksakan kolesterol dan tekanan darah ya Moms dan Dads.

Jika ternyata tinggi, segera melakukan pengobatan dan jangan lupa untuk selalu menerapkan gaya hidup sehat.

  • https://www.webmd.com/heart-disease/what-is-atherosclerosis
  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/12162940/
  • https://www.webmd.com/heart-disease/features/your-arterial-lifeline