22 Januari 2023

Serba-serbi USG Doppler, Bisa Deteksi Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah

Menggunakan gelombang suara khusus dan tanpa rasa sakit

Ada banyak jenis pemeriksaan untuk mendeteksi penyakit dalam tubuh. Salah satunya adalah ultrasonografi (USG) doppler.

Seperti namanya, USG doppler dilakukan dengan menggunakan gelombang suara untuk melihat bagaimana darah mengalir melalui pembuluh darah dan arteri.

Biasanya pemeriksaan ini dilakukan untuk melihat aliran darah melalui lengan dan kaki.

Selama USG doppler, perangkat genggam memancarkan gelombang suara yang memantul dari benda bergerak, seperti sel darah.

Gelombang suara yang dipantulkan membuat gambar cara darah mengalir. Ingin tahu lebih lanjut tentang USG doppler? Yuk, simak pembahasannya, Moms!

Baca juga: 15 Kelainan Jantung pada Bayi Bawaan Lahir, Moms Sudah Tahu?

Fungsi USG Doppler dalam Medis

Fungsi USG Doppler dalam Medis
Foto: Fungsi USG Doppler dalam Medis (healthline.com)

Menurut tinjauan pada 2018 di Journal of Medical Ultrasound, fungsi dari USG doppler adalah untuk memeriksa aliran darah.

Tepatnya untuk mengevaluasi dan mengecek aliran darah di pembuluh darah besar dan kecil di tubuh.

Jadi, dokter menggunakan pemeriksaan ini untuk mempelajari aliran darah seseorang. Terutama jika dicurigai ada penyumbatan atau ketidakteraturan lainnya.

Biasanya, dokter menggunakan USG doppler untuk memeriksa:

  • Kerusakan pembuluh darah
  • Ketidakteraturan dalam struktur jantung
  • Penyumbatan, seperti deep vein thrombosis
  • Penyempitan atau pengerasan pembuluh darah
  • Tromboflebitis superfisial, yang melibatkan peradangan pada vena kaki
  • Tumor pembuluh darah di kaki
  • Tromboangiitis obliterans, penyakit langka yang menyebabkan pembuluh darah di tangan dan kaki membengkak
  • Setiap perubahan fungsi jantung
  • Setiap perubahan aliran darah setelah operasi
  • Setiap perubahan aliran darah selama kehamilan

Menurut studi pada 2017 di jurnal Utrasonography, USG doppler pada arteri ekstremitas bawah juga bisa digunakan untuk mendiagnosis penyakit arteri perifer.

Namun, lebih sering digunakan untuk diagnosis trombosis vena dalam atau penyakit varises.

Mengapa Seseorang Membutuhkan USG Doppler?

USG Doppler
Foto: USG Doppler (Orami Photo Stock)

Seseorang mungkin memerlukan USG doppler jika mereka memiliki gejala penyakit jantung.

Dokter biasanya akan menyarankan untuk menjalani USG doppler jika ada tanda-tanda berkurangnya aliran darah ke lengan, leher, atau kaki.

Beberapa kondisi yang bisa membuat aliran darah terganggu adalah:

  • Bekuan darah di pembuluh darah
  • Penyumbatan atau penyempitan pembuluh darah
  • Cedera pembuluh darah

Jika seseorang mengalami gejala penyakit arteri perifer, dokter juga biasanya akan menyarankan pemeriksaan USG doppler.

Ini terjadi ketika timbunan lemak terkumpul di arteri dan membatasi aliran darah. Penyakit arteri perifer dapat menyebabkan gejala berupa:

  • Dingin di kaki atau bagian bawah kaki
  • Kelemahan atau mati rasa di kaki
  • Kram yang menyakitkan pada otot kaki atau pinggul saat berjalan atau menaiki tangga
  • Perubahan warna kulit
  • Kulit mengkilap di kaki

Pada beberapa kasus, dokter juga dapat menyarankan pemeriksaan USG doppler jika:

  • Memiliki gejala kondisi jantung
  • Diduga ada kerusakan pada pembuluh darah
  • Sedang menjalani pengobatan untuk gangguan aliran darah
  • Baru-baru ini mengalami stroke
  • Pada ibu hamil, jika janin lebih kecil dari seharusnya. USG doppler dapat mencari penyimpangan dalam aliran darah

Baca juga: Efek Buruk Kolesterol Tinggi pada Tubuh, Yuk Jaga Kesehatan!

Prosedur USG Doppler

Prosedur USG Doppler
Foto: Prosedur USG Doppler (hvcnh.com)

Untuk menjalani pemeriksaan USG doppler, tidak ada persiapan khusus yang perlu dilakukan.

Namun, jika memiliki kebiasaan merokok, dokter mungkin meminta mereka untuk tidak merokok selama beberapa jam sebelum prosedur.

Sebab, merokok dapat mempersempit pembuluh darah, yang dapat mengubah pembacaan hasil.

USG doppler merupakan prosedur tanpa rasa sakit, bebas risiko, dan non-invasif.

Seseorang mungkin dapat menjalani pemeriksaan ini di unit radiologi rumah sakit, atau klinik yang menyediakan.

Sebelum prosedur dilakukan, melepas pakaian dan perhiasan di bagian tubuh yang akan dipindai sangat diperlukan.

Biasanya, bagian tubuh yang dipindai adalah lengan atau kaki. Kemudian, Moms akan diminta untuk berbaring di tempat tidur atau meja tes.

Dokter atau petugas medis yang menangani akan memasang manset tekanan darah di sekitar area.

Misalnya di betis, pergelangan kaki, atau paha, untuk mengukur tekanan di berbagai bagian lengan atau kaki.

Mereka kemudian mengoleskan pelumas ke alat genggam yang disebut transduser. Lalu, alat tersebut digerakkan di atas kulit.

Seluruh prosedur USG doppler biasanya berlangsung sekitar 30–45 menit dan Moms biasanya dapat segera pergi setelahnya.

Setelah itu, dokter akan memeriksa hasil USG doppler dan menyampaikannya pada Moms.

Hasil USG doppler membantu dokter menentukan kesehatan vena dan arteri. Hasil normal menunjukkan bahwa gambar tidak menunjukkan masalah seperti penyempitan pembuluh darah.

Jika ada masalah yang ditemukan selama pemeriksaan, biasanya dapat berupa:

  • Gumpalan darah
  • Penyumbatan di pembuluh darah atau arteri, yang mungkin merupakan penumpukan kolesterol
  • Penyempitan pembuluh darah
  • Kejang arteri koroner, yang melibatkan arteri di jantung yang mengencang, mungkin karena stres

Ada beberapa faktor yang bisa memengaruhi hasil pemeriksaan USG doppler, misalnya:

  • Kegemukan
  • Detak jantung tidak teratur
  • Penyakit kardiovaskular
  • Merokok sebelum prosedur dilakukan

Jika ditemukan kejanggalan atau masalah pada tubuh melalui pemeriksaan USG doppler, dokter akan membuat rencana pengobatan lebih lanjut.

Baca juga: Mengenal Varises, dari Gejala hingga Pencegahannya

Itulah pembahasan mengenai USG doppler, mulai dari fungsi, hingga prosedurnya.

Dapat diketahui bahwa pemeriksaan ini bisa dilakukan untuk membantu memeriksa masalah yang dapat menghambat aliran darah.

Ini adalah prosedur non-invasif yang umumnya aman.

Moms dapat menjalani USG doppler di rumah sakit atau pusat layanan kesehatan lain yang menyediakan.

Namun, biasanya pemeriksaan ini baru dianjurkan jika dokter mencurigai ada masalah pada jantung dan pembuluh darah.

  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6029191/
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5381852/
  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/326824
  • https://www.mayoclinic.org/doppler-ultrasound/expert-answers/faq-20058452

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.

rbb