22 Februari 2022

Turunkan Kolesterol dengan Obat Atorvastatin Calcium, Simak Dosisnya!

Tidak boleh sembarangan, lho, Moms!

Atorvastatin Calcium adalah obat yang biasa diresepkan dokter untuk menurunkan kolesterol jahat yang kadarnya tinggi.

Kolesterol tinggi dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit, termasuk stroke dan serangan jantung.

Dengan mengonsumsi Atorvastatin Calcium, jumlah kolesterol jahat dalam tubuh akan turun.

Sebab, obat ini dapat menghambat enzim yang bertugas memproduksi kolesterol di hati.

Seperti apa cara kerja obat, dosis, dan efek sampingnya, akan dibahas dalam pembahasan berikut ini.

Baca Juga: 5 Olahraga untuk Kolesterol Tinggi, Mudah dan Menyenangkan untuk Dilakukan

Manfaat Atorvastatin Calcium

kadar kolesterol LDL - 1.jpg
Foto: kadar kolesterol LDL - 1.jpg (Orami Photo Stock)

Foto: Orami Photo Stock

Seperti dijelaskan tadi, manfaat Atorvastatin Calcium adalah menurunkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh.

Obat ini juga biasa diresepkan dokter untuk orang yang berisiko tinggi terkena stroke atau serangan jantung akibat kolesterol tinggi.

Sebab, Atorvastatin Calcium juga membantu mencegah kolesterol menumpuk di pembuluh darah arteri.

Pembuluh arteri yang tersumbat oleh kolesterol dapat menghalangi aliran darah ke jantung dan otak.

Atorvastatin Calcium dapat digunakan sebagai bagian dari terapi kombinasi.

Artinya, seseorang mungkin perlu meminumnya dengan obat lain.

Misalnya resin asam empedu dan obat penurun kolesterol lainnya.

Atorvastatin Calcium termasuk dalam kelas obat yang disebut penghambat reduktase HMG-CoA, atau statin.

Kelas obat adalah sekelompok obat yang bekerja dengan cara yang sama.

Obat ini sering digunakan untuk mengobati kondisi serupa.

Obat ini bekerja dengan menurunkan kolesterol jahat dan meningkatkan kolesterol baik.

Atorvastatin Calcium meningkatkan kemampuan tubuh untuk membuang kolesterol jahat melalui hati.

Baca Juga: 6 Komplikasi Darah Tinggi yang Perlu Diwaspadai

Dosis dan Cara Penggunaan Atorvastatin Calcium

obat-darah-tinggi.jpg
Foto: obat-darah-tinggi.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Atorvastatin Calcium adalah obat resep, yang artinya harus digunakan sesuai dengan resep dan arahan dokter.

Dosis obat pada setiap orang bisa jadi berbeda, tergantung usia dan kondisi yang dialami.

Secara umum, berikut ini dosis Atorvastatin Calcium berdasarkan kondisi yang dialami dan usia pasien:

1. Untuk Mengatasi Kolesterol Tinggi dan Disiplidemia

Dewasa dan lansia:

  • Dosis awal: 10–20 mg, diminum 1 kali sehari.
  • Dosis lanjutan: bila diperlukan, dosis bisa ditingkatkan menjadi 40 mg, diminum 1 kali sehari.
  • Dosis maksimal: 80 mg per hari.

Anak-anak:

  • Dosis awal: 10 mg, diminum 1 kali sehari.
  • Dosis lanjutan: 10–20 mg, diminum 1 kali sehari.

2. Untuk Mengatasi Penyakit Kardiovaskular

Dewasa:

10 mg, diminum 1 kali sehari. Bila diperlukan, dosis dapat ditingkatkan oleh dokter.

Pastikan untuk mengonsumsi Atorvastatin Calcium sesuai dosis yang ditetapkan dokter. Tablet Atorvastatin Calcium harus ditelan utuh dengan bantuan air putih.

Baca Juga: Manfaat dan Efek Samping Obat Diuretik untuk Penderita Hipertensi

Hindari membelah atau menggerus obat ini, karena dapat meningkatkan risiko efek samping.

Obat ini bisa diminum sebelum ataupun sesudah makan.

Agar hasilnya optimal, sebaiknya minum Atorvastatin Calcium di jam yang sama setiap harinya.

Jika terlupa, segera minum saat ingat.

Namun, jika jarak waktu dengan dosis selanjutnya sudah dekat, abaikan dan jangan menggandakan dosis obat.

Jangan menghentikan penggunaan obat tanpa instruksi dari dokter, meski sudah merasa sehat.

Ini bisa berpotensi menyebabkan gejala muncul kembali.

Untuk menyimpan Atorvastatin Calcium, tidak ada aturan khusus.

Pastikan untuk menyimpan obat ini di suhu ruangan, dan jauhkan dari lembap, sinar matahari langsung, dan jangkauan anak-anak.

Efek Samping Atorvastatin Calcium

maag 2
Foto: maag 2

Foto: Orami Photo Stock

Beberapa efek samping umum yang dapat terjadi saat menjalani pengobatan dengan Atorvastatin Calcium adalah:

Pada kebanyakan kasus, efek samping tersebut cukup ringan dan hilang dalam beberapa hari.

Namun, jika tak kunjung hilang atau jadi semakin parah, sebaiknya segera hubungi dokter.

Selain efek samping umum, ada risiko efek samping yang lebih serius akibat penggunaan Atorvastatin Calcium, seperti:

  • Kelemahan dan nyeri otot tanpa sebab.
  • Kelelahan.
  • Kehilangan selera makan.
  • Sakit perut bagian atas.
  • Urine berwarna gelap.
  • Menguningnya kulit atau bagian putih mata.
  • Reaksi alergi.

Baca Juga: 9 Obat Kolesterol Anjuran Dokter, Catat!

Ada pula anggapan bahwa Atorvastatin Calcium dapat memengaruhi berat badan.

Hal ini pernah dibahas dalam penelitian pada 2008 di American Journal of Cardiovascular Drugs.

Para peneliti menduga, pada beberapa kasus, penggunaan obat statin seperti Atorvastatin Calcium meningkatkan berat badan.

Namun, masih belum diketahui secara pasti apakah obat itu sendiri yang menyebabkan efek samping ini, atau disebabkan karena faktor lain.

Dalam studi yang lebih baru, pada 2018 di jurnal Physiological Reports, hal ini juga dibahas.

Para peneliti menduga, mereka yang mengonsumsi obat statin mungkin mengonsumsi lebih banyak kalori karena memiliki kadar leptin yang lebih rendah.

Baca juga: Carbamazepine (Obat Epilepsi): Manfaat, Dosis, dan Efek Sampingnya

Leptin adalah hormon yang mengatur penyimpanan lemak dalam tubuh.

Jadi, Atorvastatin Calcium diduga dapat menurunkan kadar leptin.

Namun, penelitian lebih lanjut mengenai ini masih diperlukan.

Memiliki kadar leptin yang lebih rendah dalam sel-sel lemak dapat meningkatkan rasa lapar.

Ini kemudian dapat menyebabkan penambahan berat badan.

Di sisi lain, penurunan berat badan juga mungkin terjadi karena konsumsi Atorvastatin Calcium, jika memiliki efek samping tertentu dari obat tersebut, seperti:

Namun, tak perlu panik, ya, Moms!

Jika khawatir tentang perubahan berat badan saat menjalani pengobatan dengan Atorvastatin Calcium, bicarakan dengan dokter.

Dokter dapat memberi saran terbaik tentang apa yang harus dilakukan untuk mengelola risiko efek samping yang bisa terjadi.

  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/labs/pmc/articles/PMC2849981/#R757
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/labs/pmc/articles/PMC5789723/
  • https://www.healthline.com/health/drugs/atorvastatin-oral-tablet
  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/atorvastatin-oral-tablet
  • https://www.mims.com/indonesia/drug/info/atorvastatin?mtype=generic
  • https://www.drugs.com/atorvastatin.html

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.

rbb