21 Juni 2022

Mengenal Ayurveda, Pengobatan Tradisional India untuk Tubuh dan Pikiran yang Sehat

Perawatannya umumnya berupa pengobatan herbal, terapi pijat, yoga, dan meditasi

Seiring dengan perkembangan zaman, teknik pengobatan pun ikut berkembang. Namun, hal ini tidak menggerus eksistensi pengobatan tradisional, seperti Ayurveda.

Dari banyak pengobatan tradisional, pengobatan Ayurveda menjadi yang cukup populer.

Konon, pengobatan yang berasal dari India ini sudah ada sejak lama dan tetap bertahan hingga sekarang.

Dikutip dari laman WebMD, Ayurveda merupakan salah satu pengobatan tradisional paling tua di dunia dan diperkirakan pertama dipraktikkan sekitar 3.000 tahun lalu.

Pengobatan Ayurveda didasarkan pada kepercayaan bahwa kondisi kesehatan seseorang bergantung pada pikiran, tubuh, dan jiwa.

Tujuannya bukanlah untuk memerangi penyakit, melainkan untuk meningkatkan kualitas kesehatan.

Baca Juga: Akupresur, Teknik Pijat yang Bermanfaat Bagi Kesehatan Tubuh

Tiga Energi Kehidupan

Tiga Energi Kehidupan
Foto: Tiga Energi Kehidupan

Foto: Orami Photo Stock

Istilah Ayurveda berasal dari kata Sansekerta, ayur (kehidupan) dan veda (ilmu atau pengetahuan).

Dengan demikian, Ayurveda diterjemahkan menjadi pengetahuan tentang kehidupan.

Menurut penelitian di jurnal The Significance of Ayurvedic Medicinal Plants, Ayurveda berusaha untuk menormalkan fungsi tubuh dengan berbagai teknik termasuk saran tentang makanan dan aktivitas, persiapan herbal internal, perawatan pemurnian (panchakarma), dan metode bedah (shalya chikitsa).

Orang-orang yang berlatih Ayurveda percaya bahwa setiap orang terbuat dari 5 elemen dasar yang ditemukan di alam semesta, yaitu ruang, udara, api, air, dan bumi.

Elemen-elemen ini bergabung dalam tubuh manusia untuk membentuk 3 kekuatan atau energi kehidupan yang disebut dosha.

Dosha ini yang mengendalikan cara kerja tubuh kita. Ada 3 dosha yang dipercaya membentuk manusia, yakni Vata dosha (ruang dan udara), Pitta dosha (api dan air), dan Kapha dosha (air dan bumi).

Semua orang mewarisi campuran unik dari ketiga dosha, tetapi ada satu yang biasanya lebih kuat dari yang lain. Masing-masing mengontrol fungsi tubuh yang berbeda.

Saat sakit, para praktisi Ayurveda percaya bahwa telah terjadi ketidakseimbangan dosha dalam tubuh. Berikut ini penjelasan mengenai energi tersebut.

1. Vata Dosha

Mereka yang berlatih Ayurveda percaya vata dosha adalah yang paling kuat dari ketiga dosha.

Ia mengontrol fungsi tubuh yang sangat mendasar, seperti bagaimana sel membelah.

Ini juga mengontrol pikiran, pernapasan, aliran darah, fungsi jantung, dan kemampuan untuk membuang limbah melalui usus.

Hal-hal yang dapat mengganggu itu termasuk makan lagi terlalu cepat setelah makan, ketakutan, kesedihan, dan begadang.

Jika vata dosha adalah kekuatan hidup utama, Moms lebih mungkin untuk mengembangkan kondisi seperti kecemasan, asma, penyakit jantung, masalah kulit, dan rheumatoid arthritis.

Baca Juga: Gurah Hidung: Pengobatan Tradisional untuk Atasi Sinus, Amankah?

2. Pitta Dosha

Energi ini mengendalikan pencernaan, metabolisme (seberapa baik Moms memecah makanan), dan hormon-hormon tertentu yang terkait dengan selera makan Moms.

Hal-hal yang dapat mengganggu adalah mengonsumsi makanan asam atau makanan pedas dan menghabiskan terlalu banyak waktu di bawah sinar matahari.

Jika itu adalah kekuatan hidup utama Moms, Moms akan lebih mungkin untuk mengembangkan kondisi seperti penyakit Crohn, penyakit jantung, tekanan darah tinggi, dan infeksi.

Baca Juga: Manfaat Yoga dan Pilates dalam Program Hamil

3. Kapha Dosha

Kekuatan hidup ini mengendalikan pertumbuhan otot, kekuatan dan stabilitas tubuh, berat badan, dan sistem kekebalan tubuh Moms.

Moms dapat mengacaukannya dengan tidur di siang hari, makan terlalu banyak makanan manis, dan makan atau minum hal-hal yang mengandung terlalu banyak garam atau air.

Jika ini adalah energi hidup utama Moms, Moms mungkin menderita asma dan gangguan pernapasan lainnya, kanker, diabetes, mual setelah makan, dan obesitas.

Baca Juga: Benarkah Obat Kuat Herbal di Apotik Ampuh? Ini Penjelasannya!

Pengobatan Ayurveda

Pengobatan Ayurveda
Foto: Pengobatan Ayurveda

Foto: pengobatan tradisional (Orami Photo Stock)

Berdasarkan gagasan bahwa penyakit disebabkan ketidakseimbangan atau stres dalam kesadaran seseorang, Ayurveda mendorong intervensi gaya hidup tertentu dan terapi alami untuk mendapatkan kembali keseimbangan antara tubuh, pikiran, jiwa, dan lingkungan.

Perawatan Ayurveda dimulai dengan proses pemurnian internal, diikuti dengan diet khusus, pengobatan herbal, terapi pijat, yoga, dan meditasi.

Konsep keterkaitan universal, konstitusi tubuh (prakriti), dan kekuatan hidup (dosha) adalah dasar utama pengobatan ayurveda.

Tujuan pengobatan membantu orang tersebut dengan menghilangkan kotoran, mengurangi gejala, meningkatkan ketahanan terhadap penyakit, mengurangi kekhawatiran, dan meningkatkan keharmonisan dalam hidup.

Herbal dan tanaman lainnya, termasuk minyak dan rempah-rempah umum, juga digunakan secara luas dalam pengobatan Ayurveda.

Praktisi Ayurveda biasanya akan memulainya dengan membuat rencana perawatan yang dirancang khusus untuk Moms.

Dia akan memperhitungkan kondisi fisik dan emosional yang unik, kekuatan hidup utama Moms, dan keseimbangan antara ketiga elemen ini.

Tujuan dari perawatan adalah membersihkan tubuh Moms dari makanan yang tidak tercerna, yang dapat tetap berada di tubuh Moms dan menyebabkan penyakit.

Proses pembersihan yang disebut "panchakarma" ini dirancang untuk mengurangi masalah kesehatan Moms dan mengembalikan keharmonisan dan keseimbangan.

Untuk mencapai hal ini, seorang praktisi Ayurveda akan melakukan beberapa perawatan, seperti pemurnian darah, pijat, minyak medis, herbal, dan enema atau pencahar.

Baca Juga: Cara Menanam Kunyit di Rumah untuk Dijadikan Obat Tradisional

Apakah Pengobatan Ayurveda Terbukti Efektif?

ayurveda.jpg
Foto: ayurveda.jpg (keralaayurveda.biz)

Foto: obat herbal (keralaayurveda.biz)

Para praktisi Ayurveda di negara asalnya, yakni India biasanya telah menjalani pelatihan yang diakui negara dan dilembagakan sehingga cenderung aman di lakukan.

Sementara di luar negeri, ada beberapa sekolah Ayurveda yang disetujui negara bagian di Amerika Serikat, tetapi tidak ada pelatihan standar nasional atau program sertifikasi bagi mereka yang mempraktikkan terapi alternatif ini.

Sedangkan di Indonesia sendiri, belum ada informasi yang cukup jelas untuk mengatur cara pengobatan Ayurveda.

Kendati demikian, pengobatan Ayurveda mungkin dapat memiliki efek positif bila digunakan sebagai terapi pelengkap yang dikombinasikan dengan perawatan medis konvensional standar.

Namun, Moms tetap perlu berhati-hati jika ingin melakukan pengobatan alternatif ini.

Pasalnya, banyak bahan Ayurveda yang belum dipelajari secara menyeluruh baik dalam penelitian Barat atau India.

Beberapa produk yang digunakan dalam pengobatan Ayurveda mengandung herbal, logam, mineral, atau bahan lain yang mungkin berbahaya jika digunakan secara tidak benar atau tanpa arahan praktisi terlatih.

Obat-obatan Ayurveda diatur sebagai suplemen makanan dan bukan sebagai obat sehingga tidak diharuskan memenuhi standar keamanan dan kemanjuran untuk obat-obatan konvensional.

Obat-obatan mungkin ini dapat berinteraksi, atau bekerja melawan, efek obat-obatan Barat.

Maka, penting bagi Moms untuk menyelidiki pelatihan dan latar belakang praktisi Ayurveda yang ingin digunakan.

Selain itu, penting bagi Moms untuk mendiskusikan perawatan Ayurveda yang digunakan dengan dokter.

Wanita yang sedang hamil atau menyusui, atau orang yang berpikir untuk menggunakan terapi ini untuk merawat anak, juga harus berkonsultasi dengan penyedia layanan kesehatan.

Terpenting adalah Moms memastikan bahwa setiap diagnosis penyakit atau kondisi telah dibuat oleh penyedia layanan kesehatan yang memiliki pelatihan dan pengalaman medis konvensional yang substansial dalam menangani penyakit atau kondisi tersebut.

Ingat Moms, Ayurveda dapat memiliki efek positif bila digunakan sebagai terapi komplementer dalam kombinasi dengan standar dan perawatan medis konvensional.

Seharusnya pengobatan alternatif ini tidak dilakukan untuk menggantikan standar perawatan medis konvensional, terutama ketika merawat kondisi serius.

  • https://www.webmd.com/balance/guide/ayurvedic-treatments
  • https://www.hopkinsmedicine.org/health/wellness-and-prevention/ayurveda
  • https://journals.sagepub.com/doi/10.1177/2156587216671392

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.