Kesehatan

10 September 2021

Tanpa Gejala, Azoospermia Bisa Menjadi Penyebab Kesulitan Hamil

Cairan semen yang terlihat normal, belum tentu mengandung sperma yang memadai untuk pembuahan
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Cholif Rahma
Disunting oleh Karla Farhana

Pernahkah mendengar soal masalah kesuburuan pria? Salah satunya, azoospermia. Azoospermia adalah satu satu masalah infertilitas yang bisa terjadi pada pria.

Kondisi ini mungkin tidak disadari sampai Dads dan pasangan tak kunjung dikaruniai anak meski sudah berhubungan seks secara teratur.

Dikutip dari Cleveland Clinic, kasus azoospermia diperkirakan terjadi pada setidaknya 1% dari total populasi pria.

Sebanyak 10-15% laki-laki yang tidak subur diperkirakan juga mengalami azoospermia.

Lantas, mengapa kondisi ini bisa terjadi? Berikut adalah penjelasan seputar azoospermia. Yuk disimak!

Baca Juga: Calon Ayah Wajib Tahu, Ini 11 Hal yang Menurunkan Kualitas Sperma

Sekilas tentang Azoospermia

1 Sekilas Tentang Azoospermia.jpg

Foto: kingsfertility.co.uk

Melansir Hopkins Medicine, ada dua jenis azoospermia, yaitu obstruktif dan nonobstuktif.

“Saat seseorang mengidap tipe obstruktif, itu berarti sperma diproduksi dalam testis, namun terhambat dan tidak dapat keluar,” ungkap Kepala Ahli Bedah di Departemen Kedokteran Reproduksi Pria di Rumah Sakit New York Presbyterian, Weill Cornell Medical Center, New York City, Marc Goldstein, M.D., seperti dikutip dari parents.com.

Sedangkan jenis azoospermia nonobstruktif terletak pada bagian produksi, di mana sperma tidak dibuat.

Penyebab azoospermia tidak diketahui pasti, namun ada kemungkinan hubungan genetik langka yang dapat mengganggu produksi dan pergerakan sperma.

1. Azoospermia Nonobstruktif

Kondisi azoospermia tipe ini bisa disebabkan oleh gangguan hormon yang membuat pria tidak bisa menghasilkan sperma atau adanya kelainan pada testis.

Gangguan hormon ini bisa terjadi akibat beberapa kondisi, antara lain hipogonadisme, hiperprolaktinemia, dan sindrom Kallmann.

Sementara itu, azoospermia karena masalah di testis bisa disebabkan oleh kelainan pada fungsi atau struktur testis.

Azoospermia akibat kelainan pada testis bisa terjadi karena beberapa kondisi, di antaranya:

  • Tidak adanya testis (anorchia)
  • Testis gagal memproduksi sperma (sertoli cell-only syndrome)
  • Torsio testis
  • Tumor atau kanker testis
  • Varikokel
  • Kelainan genetik
  • Efek samping obat-obatan
  • Penyakit tertentu, seperti diabetes dan gagal ginjal

2. Azoospermia Obstruktif

Azoospermia tipe ini disebabkan oleh gangguan pada saluran organ reproduksi pria, sehingga sperma tidak dapat dikeluarkan saat ejakulasi.

Azoospermia obstruktif bisa disebabkan oleh berbagai hal. Misalnya epididimitis dan ejakulasi retrograd.

Ejakulasi retrograd yaitu kondisi ketika air mani tidak mengalir keluar dari penis, tetapi masuk ke saluran kemih.

Selain itu, azoospermia obstruktif juga bisa terjadi akibat cedera atau terbentuknya jaringan parut di saluran sperma dan prosedur vasektomi.

Baca Juga: Ternyata Sunat Bermanfaat untuk Hubungan Seks

Penyebab yang mungkin paling mudah diketahui karena memang dipicu oleh intervensi dari luar adalah vasektomi.

Vasektomi merupakan jenis kontrasepsi pria yang mencegah sperma bergabung dengan cairan mani saat proses ejakulasi.

“Kondisi medis seperti diabetes juga dapat menyebabkan aliran semen berjalan balik atau ejakulasi mundur,” ungkap endokrinologi reproduksi dan Direktur Medis di HRC Fertility, Michael Feinman, M.D., seperti dikutip dari parents.com.

Pasien kanker yang perlu menjalani radiasi dan kemoterapi juga dapat mengidap azoospermia karena kedua perawatan ini menghancurkan sel penghasil sperma.

Tidak hanya itu, penggunaan testosteron berlebihan juga dapat mengakibatkan azoospermia sementara hingga permanen.

Umumnya, dokter mendiagnosis azoospermia apabila proses sentrifugasi menggunakan mikroskop terhadap air mani tidak menemukan sel sperma.

Baca Juga: Benarkah Terlalu Kurus Jadi Sulit Hamil?

Gejala dan Diagnosis Azoospermia

2 Gejala dan Diagnosis Azoospermia.jpg

Foto: verywellfamily.com

Secara garis besar, tidak ada gejala khusus yang menandakan Dads mengidap azoospermia.

Namun pada beberapa kasus, pria yang mengidap azoospermia memiliki testis kecil atau struktur pembengkakan pada testis.

Melansir Clinics Journal, meski bisa tidak bergejala, pria yang mengalami azoospermia karena kondisi tertentu juga bisa mengalami beberapa gejala berikut ini:

  • Gairah seks rendah
  • Volume air mani sedikit
  • Disfungsi ereksi
  • Benjolan, bengkak, atau rasa tidak nyaman di sekitar testis
  • Rambut berkurang di sekitar wajah atau tubuh
  • Nyeri pinggul
  • Nyeri saat berkemih

“Azoospermia biasanya terdiagnosa saat pasangan mulai mengetahui bahwa mereka tidak dapat memiliki keturunan,” ungkap Direktur Kedokterteran dan Operasi Reproduksi Pria serta asisten profesor di Departemen Urologi, Stanford University School of Medicine, Michael Eisenberg, M.D., seperti dikutip dari parents.com.

Cara mendiagnosis azoospermia dapat dilakukan dengan analisis sperma dan cairan semen.

Dads akan diminta untuk memberikan sample sperma dan Dokter akan menganalisis jumlah, bentuk, pergerakan dan variabel sperma.

“Secara general, jumlah sperma dengan bentuk normal yang tinggi menunjukkan tingginya fertilitas,” ungkap ahli urologi dengan spesialisasi pengobatan reproduksi pria dan mikrobedah di Raleigh, North Carolina, Stephen Shaban, MD, seperti dikutip dari WebMD.

Jika hasilnya menunjukkan tidak adanya sperma dalam cairan semen, itu menunjukkan Dads mengidap azoospermia.

Seiring dengan pemeriksaan fisik, dokter akan mulai mengalanisa dengan kesehatan Dads. Melansir Healthline, mungkin dokter akan bertanya tentang:

  • Riwayat kesuburan (apakah Dads sudah pernah mempunyai anak atau belum)
  • Riwayat keluarga (seperti cystic fibrosis atau masalah kesuburan)
  • Penyakit yang Dads miliki saat kecil
  • Berbagai operasi atau prosedur yang Dads lakukan di area panggul atau saluran reproduksi
  • Riwayat infeksi, seperti infeksi saluran kemih (ISK) atau infeksi menular seksual (IMS)
  • paparan sebelumnya atau saat ini terhadap hal-hal seperti radiasi atau kemoterapi
  • penggunaan obat sebelumnya atau saat ini
  • Kemungkinan penyalahgunaan obat-obatan atau alkohol
  • penyakit baru-baru ini yang melibatkan demam
  • paparan panas tinggi baru-baru ini

Alat diagnostik lainnya yang digunakan, termasuk:

  • Tes darah untuk mengevaluasi kadar hormon atau kondisi genetik
  • USG untuk memvisualisasikan skrotum dan bagian lain dari saluran reproduksi
  • pencitraan otak untuk mencari masalah dengan hipotalamus atau kelenjar pituitari
  • Biopsi untuk lebih dekat memeriksa produksi sperma

Baca Juga: Ternyata 3 Kelainan Rahim Ini Bikin Sulit Hamil

Perawatan dan Pencegahan Azoospermia

3 Perawatan dan Pencegahan Azoospermia.jpg

Foto: throughlinegroup.com

Perawatan akan azoospermia tergantung pada penyebab utama dari kondisi yang mendasari.

Misalnya jika azoospermia terjadi karena infeksi menular seksual (seperti epididimitis) atau karena perbaikan hernia yang ternyata melukai vas deferens.

Dalam kasus ini, maka dokter dapat memperbaikinya dengan mikrobedah.

Tindakan operasi juga biasa akan diberlakukan jika azoospermia disebabkan oleh penyumbatan pada saluran pembawa cairan semen dan sperma.

Kalau operasi tersebut berhasil dilakukan, maka peluang Dads untuk memiliki keturunan menjadi terbuka.

Pengobatan hormonal juga bisa membantu jika penyebab utama azoospermia adalah produksi hormon pembuat sperma yang rendah.

Sementara itu, azoospermia non-obstruktif kemungkinan tidak bisa diobati. 

Meski demikian, Dads masih bisa memiliki keturunan melalui program bayi tabung.

Jadi, pastikan Dads selalu berkonsultasi pada dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Pencegahan terhadap azoospermia juga dapat dilakukan dengan menjaga diri dari penyakit menular seksual.

Juga dengan mendapatkan perawatan sesegera mungkin jika mengalami penyakit infeksi kelamin.

Dads juga direkomendasikan untuk menghindari konsumsi alkohol, obat-obatan terlarang, testosteron dan steroid anabolik.

Baca Juga: Apa Benar Ibu Hamil Obesitas Akan Sulit Melahirkan?

Itu dia Moms informasi seputar azoospermia yang tidak menunjukkan gejala.

Maka, ada baiknya lakukan pemeriksaan rutin ya ke dokter jika Moms dan Dads sedang melakukan program hamil.

  • https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/15441-azoospermia#:~:text=Azoospermia%20means%20there's%20no%20sperm,with%20testicular%20structure%20or%20function.
  • https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/azoospermia
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3583158/
  • https://www.webmd.com/infertility-and-reproduction/guide/azoospermia-causes-treatment
  • https://www.healthline.com/health/infertility/azoospermia#diagnosis
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait