3-12 bulan

10 Agustus 2021

Sebabkan Cedera, Simak Bahaya Baby Walker dan Alternatif yang Lebih Aman untuk Si Kecil

Tanpa disadari, Moms membiarkan Si Kecil berhadapan dengan bahaya baby walker
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Cholif Rahma
Disunting oleh Orami

Bahaya baby walker untuk belajar jalan ternyata bisa menyebabkan bayi mengalami kecelakaan lho, Moms.

Hal yang terlintas di benak Moms saat hendak membelikan baby walker untuk bayi adalah merangsang bayi untuk berjalan, menjadi pengganti kursi makan, memberikan hiburan saat Moms sedang sibuk di rumah. Apakah dari ketiga hal tersebut ada yang menjadi alasan Moms?

Jika iya, pertimbangkan lagi rencana tersebut. Sebab ternyata, alat tersebut menyimpan sedikit manfaat dan lebih banyak sisi negatif.

Salah satu bahaya baby walker adalah cedera karena terjatuh hingga harus dibawa ke rumah sakit.

“Bahkan ketika mereka berada di permukaan rumah yang rata, saat naik baby walker seorang bayi bisa menjangkau tungku panas, cangkir kopi panas, atau jatuh ke kolam sebelum mereka sepenuhnya memahami bahaya ini,” kata Gary A. Smith, MD, DrPH, direktur Pusat Penelitian dan Kebijakan Cidera di Rumah Sakit Anak Nationwide di Columbus, OH.

Baca Juga: Cegukan Pada Bayi, Apakah Berbahaya?

Bahaya Baby Walker

Baby Walker Tempat Nyaman Namun Simpan Bahaya -1.jpg

Foto: ticotimes.com

Para peneliti memeriksa data cedera nasional antara 1990 dan 2014 dan menemukan baby walker menghasilkan 230.676 korban cedera ke UGD untuk anak-anak di bawah usia 15 bulan.

90% dari cedera terjadi di kepala dan leher dan hampir 40% yang dirawat di rumah sakit mengalami patah tulang tengkorak.

Alasan paling umum cedera tersebut adalah jatuh dari tangga. Tetapi penulis mengingatkan bahaya baby walker bukan hanya itu, tapi juga semua jenis situasi berbahaya, termasuk jatuh ke kolam atau memberi mereka akses ke barang-barang seperti pembersih rumah tangga atau cairan panas.

“Mayoritas cedera terjadi pada anak-anak yang berusia sekitar 8 bulan. Tidak ada alasan bagi anak berusia 8 bulan untuk berjalan; mereka hanya merangkak pada usia itu," kata Dr. Nina L. Shapiro, Direktur Otolaringologi Anak di Fakultas Kedokteran David Geffen di UCLA dan penulis ‘Hype: Panduan Dokter untuk Mitos Medis, Klaim Berlebihan, dan Saran Buruk’.

Para ahli mengatakan bahwa baby walker juga tidak memberikan manfaat fungsional untuk bayi yang sedang berkembang. Klaim dapat membantu melancarkan bayi berjalan belum diverifikasi oleh bukti faktual apa pun.

Berikut adalah beberapa bahaya baby walker, sehingga tidak disarankan untuk digunakan:

  • Meningkatkan risiko otot menjadi tegang. Alasannya karena baby walker memungkinkan Si Kecil untuk berdiri dan berjalan dengan ujung jari kaki.
  • Baby walker membuat Si Kecil tidak melihat kakinya saat berjalan. Akibatnya, ia tidak bisa mempelajari bagaimana cara untuk menyeimbangkan tubuh.
  • Baby walker menguatkan otot yang salah. Kedua tungkai bawah memang diperkuat, namun tungkai atas (paha) dan pinggang tetap tidak dilatih. Padahal, tungkai atas dan pinggang sangat penting untuk berjalan.
  • Si Kecil jatuh terguling saat tubuhnya miring ke kanan/kiri di atas baby walker, karena kepalabayi memang masih lebih berat dibandingkan tubuhnya.
  • Si Kecil dapat meraih benda-benda berbahaya, seperti air panas, api, atau colokan listrik.
  • Si Kecil lebih mudah terbentur dan menabrak perabot rumah atau benda berbahaya.

Baca Juga: Waspada Moms, Ini 3 Permainan di Playground yang Berpotensi Bikin Anak Cedera

Manfaat Belajar Berjalan Tanpa Baby Walker

Daripada membiasakan Si Kecil menggunakan baby walker, Moms bisa mencari cara lain untuk membantunya belajar berjalan.

Antara lain dengan menghindari kebiasaan menggendong dan mengajaknya mendorong benda berat, seperti kursi.

Berikut adalah beberapa manfaat belajar berjalan tanpa harus takut bahaya baby walker bagi Si Kecil:

  • Belajar duduk, merangkak, dan bergerak bebas.
  • Belajar bergerak dari duduk ke melutut. Lalu dari melutut, ia akan belajar menarik diri untuk berdiri meskipun harus memegang benda di sekitarnya. Ini bisa membantu menguatkan otot yang diperlukan untuk berjalan.
  • Memungkinkan Si Kecil melihat kakinya saat belajar berjalan. Sehingga ia bisa mempelajari keseimbangan dengan jatuh dan berdiri kembali, lalu melangkah secara perlahan.
  • Bahaya baby walker akan membuat tubuh Si Kecil mudah bergerak tanpa perlu usaha lebih dalam mengoordinasikan kaki, otot, serta sendinya. Hal ini justru akan membuat kecerdasan motorik si anak terhambat.
  • Kecepatan berjalan bayi saat diletakkan di baby walker juga tak bisa kita kontrol. Sehingga, bisa saja Si Kecil tiba-tiba berjalan cepat kea rah tertentu dan kita terlambat mencegah hal buruk terjadi.

Baca Juga: Sebelum Jalan-jalan, Berikut Kebutuhan Bayi yang Diperlukan untuk Bepergian

Rekomendasi American Academy of Pediatrics

Baby Walker Tempat Nyaman Namun Simpan Bahaya -2.jpg

Foto: smartparenting.co.ph

American Academy of Pediatrics (AAP) sebenarnya telah menyarankan larangan pembuatan dan penjualan baby walker di AS.

Meskipun banyak perbaikan dengan penambahan fitur keselamatan, AAP tetap tidak merekomendasikannya untuk dipakai anak.

Penelitian Gary mengungkapkan, sebenarnya jumlah bayi cedera terkait baby walker telah menurun secara dramatis sejak 1990, ketika lebih dari 20.000 anak-anak harus dilarikan ke rumah sakit.

Namun, Gary menyoroti parahnya akibat dari bahaya baby walker. "Hal yang menarik perhatian saya adalah bahwa ada proporsi yang sangat tinggi dari cedera parah. Ini termasuk patah tulang tengkorak, gegar otak, dan luka bakar di kepala dan leher,” katanya.

Gary mengakui niat baik dari ibu yang memberikan baby walker. Tapi menurutnya, bayi yang belum mengerti bahaya dan berada di atas alat beroda yang bisa berjalan cepat, suatu saat tidak akan bisa terkontrol.

“Tidak masalah jika Anda terus berada di sampingnya. Tapi ada kalanya anak-anak akan bergerak begitu cepat sehingga Anda tidak punya waktu untuk bereaksi,” tandasnya.

Baca Juga: Suka Berolahraga, Ini 5 Cara Menghindari Cedera pada Anak

Alternatif Lain dari Baby Walker

Baby Walker Tempat Nyaman Namun Simpan Bahaya -3.jpg

Foto: mamanatural.com

Jika alasan Moms memberikan baby walker adalah untuk membuat bayi lebih senang, tertantang, bahagia dan bergerak bebas, sebenarnya ada cara lain yang bisa dilakukan.

Misalnya dengan lebih banyak mengajak bayi tummy time. Bayi akan lebih bisa bergerak dan memberinya latihan untuk mengangkat kepalanya, berguling, mendorong tangan dan lututnya, dan mulai merangkak.

Tidak perlu mainan berharga mahal, AAP bahkan menyarankan untuk mengikat bayi yang sudah bisa berdiri ke kursi tinggi untuk bermain dengan mainan yang diletakkan di atas nampan.

Moms juga bisa mengajak Si Kecil bermain di playmatt dengan berbekal mainan dan buku. Selain melatihnya bergerak, juga memberikan waktu bagi Moms membangun bonding dengan bayi.

Baca Juga: 8 Permainan Indoor untuk Melatih Motorik Bayi

Para ahli menyarankan orang tua untuk tidak menaruh bayinya di baby walker. Sebagai gantinya, ajak bayi untuk bergerak aktif di lantai yang bersih di dalam ruangan yang aman, sehingga dia bebas merangkak, duduk, dan berlatih berjalan.

Memegang kedua tangan bayi sambil mengajaknya belajar berjalan, atau di Indonesia disebut juga dengan tatih, relatif lebih aman dibandingkan menggunakan alat.

Setelah mengetahu bahaya baby walker, pertimbangan apa yang membuat Moms tetap ingin membelinya?

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait