Kesehatan Umum

14 September 2021

Hati-hati, Kenali Gejala Tubuh Terserang Bakteri Listeria

Salah satu gejalanya adalah demam dan nyeri otot yang diikuti mual dan diare
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Riskita
Disunting oleh Amelia Puteri

Moms mungkin sudah tidak asing dengan bakteri Listeria, salah satu bakteri yang dapat menyebabkan keracunan makanan pada manusia.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), listeria bertanggung jawab atas sekitar 1.600 penyakit dan 260 kematian di Amerika Serikat setiap tahun, melebihi tingkat kematian akibat Salmonella dan Clostridium botulinum.

Melansir U.S Food & Drug Administration, Listeria monocytogenes (L. monocytogenes) adalah spesies bakteri patogen (penyebab penyakit) yang dapat ditemukan di lingkungan lembap, tanah, air, vegetasi, serta hewan yang membusuk.

Sebagai bakteri yang tidak membentuk spora, L. monocytogenes sangat kuat dan tahan terhadap panas, asam, dan garam.

Oleh karena itu, bakteri Listeria juga tahan terhadap pembekuan dan dapat tetap tumbuh pada suhu 40 derajat Celsius, khususnya pada makanan yang disimpan dalam lemari pendingin.

Bakteri L. monocytogenes juga membentuk biofilm, yakni terbentuknya lapisan lendir pada permukaan makanan.

Untuk Moms ketahui, berikut penjelasan mengenai bakteri listeria beserta penyakit listeriosis yang dikutip dari beragam sumber.

Baca Juga: Gejalanya Terlihat Sama, Ini Perbedaan Flu Perut dan Keracunan Makanan, Jangan Terbalik!

Penyebab Listeriosis

bakteri listeria.jpg

Foto: mbriofood

Mengutip Mayo Clinic, ketika seseorang mengonsumsi makanan yang terkontaminasi L. monocytogenes, mereka dapat mengembangkan penyakit yang disebut dengan listeriosis.

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, bakteri listeria dapat ditemukan di tanah, air dan kotoran hewan. Jadi, seseorang dapat terinfeksi ketikan mengonsumsi makanan berikut:

  • Sayuran mentah yang telah terkontaminasi bakteri dari tanah atau dari kotoran hewan yang terkontaminasi digunakan sebagai pupuk
  • Daging yang terkontaminasi
  • Susu yang tidak dipasteurisasi atau makanan yang dibuat dengan susu yang tidak dipasteurisasi
  • Makanan olahan tertentu, seperti keju lunak, hot dog, dan daging deli yang telah terkontaminasi setelah diproses.

Selain pada anak-anak dan orang dewasa, bayi yang belum lahir juga dapat tertular infeksi listeria dari ibu selama mereka berada dalam kandungan.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), wanita hamil 10 kali lebih mungkin mengembangkan listeriosis daripada populasi umum.

Insiden listeriosis selama kehamilan adalah 12 per 100.000, dibandingkan dengan 0,7 per 100.000 pada populasi umum.

Orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah juga memiliki risiko lebih tinggi terhadap listeriosis. Kategori ini mencakup orang-orang yang:

  • Lebih tua dari usia 65 tahun
  • Terkena AIDS
  • Sedang menjalani perawatan kemoterapi
  • Memiliki diabetes atau penyakit ginjal
  • Minum prednison dosis tinggi atau obat rheumatoid arthritis tertentu
  • Minum obat untuk memblokir penolakan organ yang ditransplantasikan.

Baca Juga: 5 Manfaat Pohon Gaharu, Mulai dari Melawan Infeksi Bakteri Hingga Bahan Pembuatan Parfum

Gejala Terinfeksi Bakteri Listeria

gejala terinfeksi bakteri listeria

Foto: Orami Photo Stock

Adapun gejala ketika tubuh telah terserang bakteri ini cukup mudah dideteksi, yaitu saat Moms merasa:

Jika Moms mengalami beberapa gejala yang telah disebutkan setelah mengonsumsi produk-produk yang telah disebutkan di atas, kemungkinan Moms telah terkontaminasi bakteri L. monocytogenes.

Tak hanya itu, bakteri Listeria juga dapat menyerang ke dalam sistem syaraf, dan jika sistem syaraf Moms mulai terserang, Moms akan mengalami gejala seperti:

Bahkan, jika bakteri ini menyerang Moms yang sedang hamil, dapat menyebabkan janin lahir prematur, keguguran, kelahiran mati, hingga infeksi yang berpotensi fatal setelah lahir.

Lamanya gejala yang dialami akibat terinfeksi bakteri Listeria sangat beragam, mulai dari 1-6 minggu, tergantung pada tingkat keparahannya.

Baca Juga: Keracunan Makanan pada Anak: Ini Cara Mencegah dan Pertolongan Pertamanya!

Diagnosis dan Pengobatan Infeksi Bakteri Listeria

mengatasi infeksi bakteri listeria

Foto: Orami Photo Stock

Listeriosis didiagnosis dengan tes darah. Urin atau cairan tulang belakang mungkin juga diuji untuk memperkuat diagnosis.

Untuk infeksi ringan, obat mungkin tidak diperlukan.

Sementara untuk kasus listeriosis yang lebih serius, antibiotik adalah pilihan pengobatan yang paling umum dan biasanya, ampisilin dapat digunakan sendiri atau bersama dengan antibiotik lain, seperti gentamisin.

Pada individu yang rentan, listeriosis dapat menyebabkan infeksi darah yang serius (septikemia) atau radang selaput di sekitar otak (meningitis).

Jika infeksi listeriosis menyebar ke otak, hasilnya bisa parah dan mungkin termasuk:

  • Kelumpuhan saraf kranial: Kelumpuhan dan tremor.
  • Ensefalitis: Peradangan otak.
  • Meningitis: Peradangan pada selaput yang menutupi otak dan sumsum tulang belakang.
  • Meningoensefalitis: Kombinasi meningitis dan ensefalitis.
  • Abses serebral: Penumpukan nanah yang terlokalisasi di dalam otak.

Jika septikemia atau meningitis terjadi, pasien tersebut akan diberikan antibiotik intravena, serta memerlukan perawatan dan pengobatan hingga 6 minggu.

Menurut Kemenkes RI, L. monocytogenes merupakan salah satu penyebab penyakit yang serius dengan tingkat kematian sekitar 20-30 persen.

Tingkat kematian di antara bayi yang baru lahir yang terinfeksi L. monocytogenes adalah 25-50 persen.

Berdasarkan jurnal yang diterbitkan dalam Frontiers in Cellular and Infection Microbiology, listeria menyebabkan infeksi janin pada wanita hamil dan meningitis, serta memicu meningoensefalitis atau gastroenteritis demam pada individu yang tidak hamil.

Oleh karena itu, kita semua perlu berhati-hati.

Baca Juga: Begini Cara Sistem Imun Kita Melawan dalam Bakteri dan Virus di Tubuh, Luar Biasa!

Pencegahan Terhadap Bakteri Listeria

pencegahan bakteri listeria

Foto: Orami Photo Stock

Secara penyebarannya, hingga saat ini belum ada penelitian yang menunjukkan kalau bakteri Listeria dapat menyebar langsung antar manusia, karena penyebarannya memang terjadi melalui produk hasil ternak dan perkebunan.

Upaya pencegahannya pun sebenarnya cukup mudah yaitu, saat Moms membeli berbagai macam produk tumbuhan dan daging, upayakan untuk selalu memisahkannya.

Dari mulai daging ternak, unggas, ikan hingga sayur mayur semunya harus disimpan secara terpisah.

Sesampainya di rumah, jangan lupa untuk langsung menyimpan produk-produk tersebut dengan suhu dibawah 4 derajat Celcius atau dalam freezer.

Meskipun masih dapat hidup dalam suhu yang rendah, Moms bisa menekan penyebarannya dengan menjaga kebersihan tempat penyimpanan.

Dalam urusan memasak pun perlu diperhatikan, pastikan makanan olahan dimasak dengan suhu diatas 74 derajat Celcius, untuk itu waspadailah makanan mentah, seperti sushi yang mungkin menjadi favorit Moms dan keluarga.

Begitu pula dalam mengkonsumsi susu olahan seperti keju, perlu waspada yang cukup tinggi karena bisa saja terkontaminasi listeria.

Pastikan untuk selalu mencuci tangan sebelum dan sesudah memasak. Bersihkan juga area dapur karena bakteri ini dapat hidup di area mana pun.

Bagi Moms yang memiliki hewan peliharaan harus berhati-hati untuk menghindari kontaminasi silang saat menyiapkan makanan hewan peliharaan mereka.

Oleh karena itu, pastikan untuk mengambil dan mencuci piring makanan secara menyeluruh segera setelah hewan peliharaan selesai makan, dan cegahlah anak-anak, orang tua, dan orang lain dengan sistem kekebalan yang lemah sehingga tidak terpapar makanan atau hewan peliharaan yang telah mengonsumsi makanan yang mungkin berpotensi terkontaminasi L. monocytogenes.

Terakhir, sama seperti jenis bakteri pada umumnya, bakteri ini dapat masuk dan bereproduksi di dalam tubuh, untuk itu Moms perlu sangat berhati-hati dalam mengolah produk holtikultura dan hasil ternak.

Baca Juga: Fakta Seputar Antibiotik, Moms Sudah Tahu?

Itu dia Moms, penjelasan seputar bakteri Listeria dan potensi penyakitnya jika seseorang terinfeksi. Semoga Moms dan keluarga dapat menghindarinya, ya.

  • https://www.cdc.gov/listeria/technical.html
  • https://www.fda.gov/food/foodborne-pathogens/listeria-listeriosis
  • https://www.cdc.gov/listeria/risk-groups/pregnant-women.html
  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/listeria-infection/symptoms-causes/syc-20355269
  • https://www.frontiersin.org/articles/10.3389/fcimb.2014.00009/full
  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/180370
  • https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20150127/2711851/mengenal-bakteri-listeria-monocytogenes/
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait