Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Kesehatan Balita | Aug 6, 2018

Balita Alergi Air, Apa Penyebab dan Gejalanya?

Bagikan



Moms mungkin sudah pernah mendengar tentang balita yang alergi susu, makanan, cuaca, ataupun debu, tapi jadinya ya kalau balita alergi air? Apa itu artinya dia jadi tidak bisa mandi atau minum?

Apa Kata Ahli?

balita alergi air

californiawindowanddoor.net

Pada bulan Februari lalu dunia kedokteran sempat dihebohkan oleh kasus Ivy Angerman, seorang anak berusia 18 bulan yang didiagnosa mengalami aquagenic urticaria alias alergi air. Meski kasus urticaria cukup umum dialami oleh balita, tapi variasi aquagenic sangatlah langka.

Menurut Dr. David Fischer, Presiden Canadian Society of Allergy and Clinical Immunology, dalam sejarah kesehatan dunia hanya tercatat ada sekitar 50 kasus serupa.

Baca Juga : Berbahayakah Alergi Untuk Tumbuh Kembang Balita?

Penyebab Balita Alergi Air

balita alergi air

parkbench.com

Penyebab pasti kondisi balita alergi air memang masih harus ditelusuri lebih lanjut, tapi para peneliti memiliki beberapa teori tentang penyebab kondisi ini.

Menurut National Institutes of Health’s Genetic and Rare Diseases Information Center (GARD), salah satu kemungkinannya adalah bahwa alergi bukan disebabkan oleh air itu sendiri.

Dalam teori yang mereka kemukakan, reaksi alergi yang dialami Ivy kemungkinan dipicu oleh zat kimia tertentu yang larut di dalam air (seperti kaporit) dan meresap kedalam kulit.

Kemudian ada pula teori lain yang menyebutkan bahwa kulit orang yang alergi air akan mengeluarkan material “beracun” saat bersentuhan dengan air, sehingga menimbulkan reaksi alergi. Yang jelas semua teori tadi masih harus diteliti lebih lanjut ya, Moms.

Gejala Balita Alergi Air

balita alergi air

Walau hanya berinteraksi dengan air dalam waktu kurang dari 15 detik, diketahui bahwa Ivy dan penderita alergi air lain akan menunjukkan gejala seperti:

1. Perubahan warna kulit yang sangat drastis menjadi merah atau sangat putih.

2. Gatal-gatal.

3. Sakit seperti terbakar.

Semua gejala ini biasanya akan hilang dengan sendirinya dalam waktu 30 atau 60 menit setelah terkena air. Meski begitu, siapa yang tega melihat anaknya menjerit kesakitan karena dimandikan ya, Moms?

Pengobatan Balita Alergi Air

Menurut GARD, saat ini belum ada pengobatan atau perawatan khusus untuk menyembuhkan kondisi ini, karena keterbatasan data yang ada. Tapi penderitanya biasanya disarankan untuk mengonsumsi antihistamine, melakukan fototerapi, serta mengoleskan krim sebagai pembatas antara air dan kulit.

Pengidap alergi air juga disarankan untuk mandi dengan air yang dimurnikan serta tinggal di rumah yang suhu udaranya bisa diatur. Ini karena air yang terkandung dalam keringat dan air mata juga bisa memicu reaksi alergi. Bisa bayangkan bagaimana sulitnya menjaga balita agar tidak berkeringat atau menangis kan, Moms?

Berita baiknya, Dr. Fischer mengatakan bahwa balita alergi air masih tetap bisa makan dan minum dengan normal, karena masalahnya ada pada interaksi antara air dengan kulit.

Selama ini kita menganggap mandi dan bermain air adalah sesuatu yang biasa, tapi bagi balita alergi air itu adalah hal yang sangat menakutkan. Bagaimana menurut Moms, apakah Ivy kelak bisa hidup normal seperti anak lainnya?

(WA)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.