03 Juni 2022

Bayi Jarang Menangis dan Cenderung Pendiam, Normalkah?

Ternyata dapat menjadi pertanda kondisi medis lho Moms

Sebagai orang tua, Moms pasti memiliki banyak kekhawatiran. Apalagi ketika bayi jarang menangis. Lantas, normalkah jika bayi jarang menangis dan cenderung pendiam?

Kebanyakan bayi baru lahir lebih sering menangis hampir sepanjang hari. Tetapi beberapa bayi justru masuk kategori bayi jarang menangis dan lebih pendiam.

Melansir Parents, bayi jarang menangis tak perlu dikhawatirkan sebab bayi juga memiliki sifat dan temperamen berbeda-beda.

Walau demikian, pasti timbul kekhawatiran bukan?

Lantas, apa saja yang bisa menyebabkan bayi jarang menangis dan pendiam? Yuk simak ulasannya di bawah ini Moms!

Baca Juga: Tips Agar Bayi Tidak Menangis Saat Mandi

Penyebab Bayi Jarang Menangis dan Pendiam

Menangis adalah cara bayi untuk berkomunikasi dengan orang sekitarnya, serta caranya berekspresi ketika ada sesuatu yang tidak nyaman.

Alasan bayi menangis biasanya untuk memberi tahu bahwa dia lapar, mengantuk, kedinginan atau kepanasan.

Menangis juga menjadi cara bayi untuk berkomunikasi ketika popoknya basah, merasa tidak nyaman, takut, atau bosan dan sekadar ingin digendong.

Oleh karena itu, bayi menangis adalah hal yang normal. Namun bagaimana bila bayi jarang menangis, tenang, dan bahkan pendiam?

Berikut ini adalah penyebabnya, yuk disimak, Moms!

1. Kepribadian yang Dipengaruhi Faktor Genetik

Bayi Pendiam dan Jarang Menangis, Normalkah 1.jpg
Foto: Bayi Pendiam dan Jarang Menangis, Normalkah 1.jpg

foto: parents.com

Meskipun tidak banyak yang diketahui tentang bagaimana gen dapat memengaruhi kepribadian bayi.

Melansir Raising Children, dokter setuju bahwa faktor genetik dapat menyebabkan bayi memiliki kepribadian yang berbeda, termasuk dengan saudara kandungnya sendiri.

Maka dari itu, bayi jarang menangis bisa jadi karena kepribadiannya yang sudah terbentuk sedemikian rupa.

Para peneliti saat ini sedang mempelajari bagaimana gen memengaruhi kepribadian bayi.

Tetapi mereka mengatakan bahwa lingkungan juga turut memainkan peran penting terhadap kepribadian bayi.

“Ada pengaruh alamiah dan pengasuhan terhadap kepribadian bayi. Ada bayi pendiam dan tumbuh menjadi introvert dan beberapa lainnya menjadi ekstrovert."

"Bayi pendiam tidak selalu buruk dalam situasi sosial dan itu merupakan kondisi biologis serta genetik yang pasti,” kata Jen Meyers, salah satu penulis Raising Your Child.

2. Perubahan Kepribadian karena Perkembangan Sosial dan Emosional Bayi

Bayi Pendiam dan Jarang Menangis, Normalkah 2.jpg
Foto: Bayi Pendiam dan Jarang Menangis, Normalkah 2.jpg

foto: romper.com

Ketika seorang bayi jarang menangis dan lebih diam saat usia 2-14 bulan, mungkin pertanda bahwa dia membutuhkan perhatian khusus dan kontak pribadi lebih sering.

Terutama jika saudaranya cenderung aktif. Hal ini juga harus menjadi perhatian Moms, terutama bila sebelumnya ia merupakan bayi yang aktif dalam bergerak dan berbicara.

Dia membutuhkan Moms untuk menunjukkan bagaimana bersikap aktif dan terlibat dalam kegiatan di lingkungannya.

Jika tidak didampingi untuk membantu meningkatkan kepribadiannya, bayi jarang menangis dan pendiam dapat tumbuh menjadi anak yang pemalu dan introvert di masa depan.

Baca Juga: Terlahir Tuli, Bayi Perempuan Ini Menangis Pilu Saat Pertama Kali Mendengar Suara Ibunya....

3. Gejala Dini Sindrom Down dan Autis

Bayi Pendiam dan Jarang Menangis, Normalkah 3.jpg
Foto: Bayi Pendiam dan Jarang Menangis, Normalkah 3.jpg

foto: babycenter.com

Sindrom Down dapat menyebabkan bayi jarang menangis dan cenderung pendiam.

Tetapi kondisi tersebut kemungkinan terlihat sejak lahir dan bukan perubahan yang muncul secara tiba-tiba dari perilaku bayi.

Hal yang sama juga berlaku pada bayi autis yang biasanya juga bayi jarang menangis dan menangis.

4. Kelesuan karena Sakit atau Terserang Infeksi

Bayi Pendiam dan Jarang Menangis, Normalkah 4.jpg
Foto: Bayi Pendiam dan Jarang Menangis, Normalkah 4.jpg

foto: qni.org.uk

Bayi jarang menangis dan pendiam yang terjadi secara tiba-tiba juga dapat menjadi pertanda kelesuan.

Biasanya, disebabkan oleh infeksi serius seperti flu atau meningitis.

Jika bayi bayi jarang menangis dan pendiam, serta lebih banyak tidur dibandingkan biasanya.

Bahkan sulit bangun pada jadwal-jadwal menyusu, sangat disarankan untuk segera menghubungi dokter untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.

Baca Juga: Normal atau Bahaya, Apa Penyebab Bayi Mendengkur Saat Tidur?

5. Gejala Hipotiroid

Bayi Pendiam dan Jarang Menangis, Normalkah 5.png
Foto: Bayi Pendiam dan Jarang Menangis, Normalkah 5.png

foto: bundoo.com

Kelenjar tiroid membantu berjalannya metabolisme tubuh.

Maka ketika bayi memproduksi hormon tiroid yang terlalu banyak atau terlalu sedikit, itu dapat memengaruhi aktivitas dan perilaku mereka.

“Tanpa pengobatan, bayi yang mengidap hirotiroid dapat menjadi pasif dan pendiam,” jelas ahli endokrinologi pediatri, Roy Kim, MD, MPH, seperti dikutip dari Health24.com.

“Tetapi ketika hormon yang dibutuhkan tubuh bayi diganti melalui terapi, mereka biasanya mulai memiliki lebih banyak energi dan menjadi lebih aktif," imbuhnya.

Namun, tidak semua bayi jarang menangis dan pendiam mengidap hipotiroid

Kecuali jika sama sekali tidak menunjukkan gejala-gejala lainnya seperti kuning, tangisan yang terdengar parau, nafsu makan buruk, hernia umbilikalis, sembelit, dan pertumbuhan tulang yang lambat.

6. Tempramen Bayi

bayi jarang menangis
Foto: bayi jarang menangis (Orami Photo Stock)

Foto: Orami Photo Stock

Bayi jarang menangis pada 2 minggu pertama kelahiran adalah hal normal, karena ia masih suka tidur.

Lambat laun, ia akan semakin sering bangun, sehingga akan menangis lebih banyak.

Kendati demikian, ternyata ada pula bayi yang tenang, pendiam, dan jarang menangis. Hal ini tergantung pada temperamen sang bayi.

Temperamen akan menunjukkan bagaimana bayi bereaksi terhadap sekitarnya, serta bagaimana ia mengekspresikan emosi maupun kebutuhannya.

Temperamen ditentukan secara biologis dan berpengaruh besar terhadap perkembangan bayi.

Selama menurut dokter tidak ada masalah kesehatan berarti, maka bisa jadi bayi jarang menangis karena ia termasuk ke dalam temperamen yang mudah atau easy.

Akan tetapi, Moms harus berhati-hati dalam merawat bayi dengan tipe temperamen seperti ini.

Pasalnya, jika Si Kecil suka menangis, Moms jadi tahu kapan ia membutuhkan Moms.

Sementara pada bayi dengan temperamen easy, Moms bisa saja menganggap Si Kecil anteng, padahal ia sebenarnya membutuhkan sesuatu atau merasa tidak nyaman.

Baca Juga: Bayi Tidak Menangis Saat Lahir, Pertanda Tidak Normal?

Gejala Lainnya yang Tidak Boleh Diabaikan

bayi jarang menangis
Foto: bayi jarang menangis

Foto: Orami Photo Stock

Bayi jarang menangis memang merupakan hal wajar terjadi, terutama ila dipengaruhi tempramen dan kepribadiannya.

Namun, Moms harus segera bawa ia ke dokter bila bayi jaran g menangis dan menunjukkan gejala yang harus diwaspadai, termasuk:

1. Bayi Kurang Aktif

Bila bayi jarang menangis, terlihat lemah, letih, lesu, sering mengantuk, dan bahkan tidur lebih lama dari biasanya.

Terkadang bayi juga jadi malas bermain atau tidak merespons saat diajak berbicara dan bermain.

2. Tidak Nafsu Makan atau Malas Menyusu

Bayi biasanya menyusu setiap 2-4 jam.

Jika bayi jarang menyusu, terus tertidur, dan tidak mau menyusu walau sudah tiba waktunya menyusu, atau jika bayi muntah cukup banyak setelah menyusu, bisa jadi ini pertanda ia sedang sakit.

3. Berat Badan Turun

Bayi biasanya mengalami penurunan berat badan sebanyak 10% dari berat lahir pada minggu pertama kehidupannya.

Tapi berat badan bayi akan kembali seperti semula dalam waktu 2 minggu.

Jika berat badan bayi terus menurun atau berat badannya tidak bertambah dan tidak sesuai dengan usianya, maka kondisi ini juga perlu diperhatikan.

Moms juga perlu waspada dan segera membawa Si Kecil ke dokter apabila bayi jarang menangis dan mengalami gejala lain berupa:

  • Demam
  • Sesak napas
  • Napas berbunyi
  • Bibir terlihat kebiruan
  • Kulit pucat dan teraba dingin
  • Mata tampak cekung
  • Jarang atau sama sekali tidak pipis
  • Kejang

Jika bayi jarang menangis disertai beberapa gejala di atas, maka besar kemungkinan ia mengalami penyakit atau kondisi tertentu yang membutuhkan penanganan medis sesegera mungkin.

Baca Juga: Bayi Menolak Menyusu, Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasinya

Itulah beberapa penyebab bayi jarang menangis dan pendiam yang perlu Moms ketahui.

Pelajari lebih jauh ya jika tiba-tiba bayi pendiam dan jarang menangis.

Segera hubungi dokter jika kondisinya berkaitan dengan kesehatan

  • https://momlovesbest.com/newborn-doesnt-cry
  • https://www.mumsnet.com/Talk/behaviour_development/106977-has-anyone-had-a-baby-that-hardly-cries-at-all
  • https://www.seattlechildrens.org/conditions/a-z/crying-baby-before-3-months-old/
  • https://www.parents.com/baby/care/should-i-be-worried-that-my-newborn-isnt-crying/
  • https://www.healthychildren.org/English/ages-stages/baby/crying-colic/Pages/Responding-to-Your-Babys-Cries.aspx
  • https://raisingchildren.net.au/newborns/behaviour/understanding-behaviour/newborn-behaviour
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5494986/

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.