Newborn

28 Mei 2021

Bayi Muntah Menyembur, Moms Harus Tahu Penyebab dan Cara Mengatasinya

Bawa ke dokter sebagai langkah penanganannya, Moms!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Fia Afifah R
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Bayi muntah menyembur bisa menjadi sebuah kondisi yang bikin orangtua panik. Terlebih bayi muntah menyembur sendiri kerap terjadi ketika Moms sedang menyusui sang buah hati.

Ketika bayi muntah menyembur, orangtua biasanya pun berpikir "apakah ASI yang diberikan cukup?" Ya, hal tersebut bisa menjadi salah satu kekhawatiran orangtua.

Sebagai orangtua, Moms akan melalui banyak pengalaman pertama dengan Si Kecil, ada suka maupun duka. Salah satu pengalaman baru yang bisa dianggap sangat tidak menyenangkan dan paling mendebarkan adalah reaksi kaget atau takut bayi saat pertama kali muntah terlebih ketika bayi muntah menyembur.

Sebenarnya, muntah bukanlah suatu kondisi serius atau penyakit pada bayi. Matthew Goldman, MD seorang dokter obat keluarga mengatakan, muntah adalah gejala dari masalah lain. “Menemukan penyebab yang mendasarinya adalah kunci untuk mengobatinya,” kata dia.

Baca Juga: 12 Penyebab Bayi Muntah, Cari Tahu Moms!

Kadang-kadang, Si Kecil hanya muntah ringan terjadi sebentar saja. Di lain waktu, itu adalah tanda sesuatu yang lebih serius. Menurutnya, anak-anak terutama bayi atau balita kadang-kadang lebih sensitif terhadap bakteri tertentu, sehingga mereka mungkin lebih rentan terhadap virus atau keracunan makanan.

Oleh karena itu, Moms harus segera mencari cara mencegah bayi muntah terus-menerus. Terlebih ketika bayi muntah menyembur. "Mereka tidak merespons dengan cara yang sama seperti orang dewasa dengan sistem kekebalan yang lebih maju," jelasnya.

Padahal, jika bayi terlalu sering muntah akan mengurangi cairan di dalam tubuhnya. Jika bayi kehilangan cairan tubuh terlalu banyak, bayi akan mengalami dehidrasi yang sangat berisiko untuk kesehatannya.

Moms perlu segera melakukan tindakan dan mencari apa yang menjadi penyebab bayi muntah dengan berkonsultasi ke dokter.

Karena itu, baca lebih lanjut untuk mengetahui apa saja penyebab bayi muntah, gumoh, bayi muntah menyembur, dan langkah apa yang bisa dilakukan oleh orangtua sebagai penanganan pertamanya.

Perbedaan Gumoh dan Bayi Muntah Menyembur

penyebab bayi muntah-perbedaan gumoh dan muntah

Foto: Orami Photo Stock

Umumnya, bayi sering muntah atau gumoh setelah diberi susu. Muntah dan gumoh sebenarnya dua hal yang berbeda.

Bayi dikatakan gumoh jika hanya mengeluarkan sedikit susu bercampur asam dari mulutnya saat selesai diberi susu atau ketika ia bersendawa. Istilah medis dari gumoh adalah gastroesophageal reflux.

Kondisi ini terjadi karena katup otot di bagian bawah kerongkongan bayi masih belum kuat untuk menahan makanan di dalam lambung.

Sebagai akibatnya, sedikit susu bercampur asam lambung seringkali mengalir balik ke kerongkongan saat lambungnya penuh.

Hal ini lazim terjadi dan umumnya tidak perlu dikhawatirkan. Frekuensi gumoh pada bayi akan berkurang seiring bertambahnya usia.

Bayi dikatakan muntah jika isi lambungnya keluar lewat mulut karena adanya kontraksi dari otot perut dan diafragma.

Bayi juga bisa mengalami muntah menyembur. Namun, sebelum membahas hal ini, Moms perlu tahu dulu penyebab bayi muntah. Pada umumnya, bayi muntah dikarenakan ada masalah pemberian makan, misalnya bayi diberi susu sampai kekenyangan atau bayi langsung aktif bergerak sesudah diberi makan.

Baca Juga: Redakan Diare dan Muntah pada Bayi dengan Makanan Ini

Penyebab Bayi Muntah

Meski masalah pemberian makanan umumnya menjadi penyebab bayi muntah, tak ada salahnya orangtua tetap waspada.

Pasalnya, muntah (terutama bila terjadi berulang kali) bisa menjadi gejala gangguan kesehatan pada bayi.

Berikut beberapa kondisi penyebab bayi muntah yang perlu diwaspadai:

1. Infeksi Tertentu

penyebab bayi muntah-infeksi

Foto: Orami Photo Stock

Infeksi pada perut (gastroenteritis) yang disebabkan oleh virus atau bakteri biasanya menimbulkan gejala berupa muntah pada bayi.

Selain muntah, kondisi ini juga menyebabkan diare dan demam ringan.

Pada bayi, gastroenteritis biasanya menular lewat makanan atau peralatan makan yang tercemar virus atau bakteri.

Namun penularannya juga bisa terjadi saat bayi menyentuh benda atau permukaan barang yang sudah terkontaminasi dan memasukkan tangannya ke mulut.

Muntah dan diare yang disebabkan oleh infeksi virus umumnya akan berangsur-angsur berkurang dan membaik dalam beberapa hari walau tidak diobati.

Baca Juga: Redakan Diare dan Muntah pada Bayi dengan Makanan Ini

Jika gastroenteritis menjadi penyebab bayi muntah, pastikan Si Kecil tidak sampai dehidrasi. Berikan banyak minum untuk mengganti cairan tubuh yang hilang.

Jangan ragu untuk menghubungi dokter apabila bayi selalu muntah dan diare setiap kali diberi minum maupun makan.

Pasalnya, bayi dikhawatirkan mengalami kekurangan cairan tubuh. Gastroenteritis mudah sekali menular.

Karena itu, Moms wajib mencuci tangan dengan sabun dan air bersih yang mengalir sebelum menyiapkan makanan dan memberi makan pada bayi dan menghindari penyebab muntah bayi ini.

Makanan bayi juga sebaiknya dimasak hingga benar-benar matang dan gunakan peralatan makan yang sudah dicuci dan melalui proses steril.

Jika dirasa perlu, gunakan disinfektan untuk membersihkan permukaan benda-benda yang sering disentuh oleh bayi.

Moms juga bisa mengurangi risiko infeksi rotavirus yang menyebabkan gastroenteritis. Caranya adalah dengan vaksinasi yang bisa dilakukan pada bayi di bawah enam bulan.

Baca Juga: Infeksi Persendian Pada Bayi, Kenali Gejalanya!

2. Stenosis Pilorus

penyebab bayi muntah-2

Foto: Orami Photo Stock

Kemungkinan lain dari penyebab bayi muntah adalah stenosis pilorus. Kondisi ini adalah jenis obstruksi saluran pencernaan berupa penebalan otot bagian bawah lambung (pilorus) yang terhubung dengan usus halus.

Karena penebalan otot tersebut, makanan sulit atau bahkan tidak bisa memasuki usus halus. Akibatnya, Si Kecil akan sering muntah.

Gejala-gejala stenosis pilorus akan terlihat pada bayi usia tiga minggu hingga tiga bulan. Gejalanya pun macam-macam, tergantung dari kondisi kesehatan Si Kecil, seperti:

  • Sering muntah beberapa saat setelah diberi susu.
  • Bayi sering merasa lapar.
  • Tampak gerakan otot seperti gelombang di perut bayi bagian atas setelah bayi disusui.
  • Gangguan buang air besar (BAB), seperti jarang BAB, bentuk tinja yang lebih kecil dan jumlahnya yang lebih sedikit, atau konstipasi.
  • Berat badan bayi tidak naik atau bahkan mengalami penurunan.

Baca Juga: Moms, Ini 5 Kondisi Tanda Bayi Mengalami Dehidrasi

Dehidrasi pada Si Kecil ditandai dengan bayi menjadi lesu atau kurang aktif bergerak dibanding biasanya, jarang buang air kecil (popok bayi tetap kering selama empat sampai enam jam), menangis tanpa keluar air mata, dan kulitnya terlihat agak keriput.

Stenosis pilorus merupakan kondisi yang memerlukan penanganan medis secepatnya. Segera periksakan Si kecil ke dokter jika mengalami gejala-gejala di atas ya, Moms.

Untuk mengatasi stenosis pilorus, diperlukan tindakan pembedahan untuk mengurangi ketebalan otot pilorus agar saluran ke usus halus bisa terbuka.

Tindakan bedah bisa dilakukan dengan prosedur laparoskopi yang hanya membutuhkan sayatan kecil.

3. Alergi Tertentu

penyebab bayi muntah-alergi

Foto: Orami Photo Stock

Faktor lain yang menjadi penyebab bayi muntah adalah alergi terhadap susu atau makanan tertentu. Gejala alergi umumnya meliputi muntah, gangguan pencernaan, atau gatal-gatal.

Dalam sebuah jurnal yang berjudul Infant Anaphylaxis: The Importance of Early Recognition menuliskan bahwa bayi yang alergi bisa memuntahkan kembali asupan yang ia konsumsi.

Gejala tersebut bisa muncul dalam hitungan beberapa menit hingga beberapa jam setelah bayi diberi makanan tertentu, dan merupakan reaksi abnormal dari sistem kekebalan tubuh terhadap suatu zat yang terkandung dalam makanan maupun susu yang dikonsumsi.

Jika Moms mencurigai alergi sebagai penyebab bayi muntah, segera hentikan pemberian makanan atau susu tersebut pada bayi.

Ada baiknya berkonsultasi dengan dokter untuk penanganan alergi serta menyusun menu makanan yang cocok untuk Si Kecil.

Untuk mendeteksi dan mencegah reaksi alergi, berikan satu jenis makanan saja tiap kali hendak memberi makan bayi.

Apabila muncul reaksi alergi, hindari pemberian makanan tersebut pada buah hati.

Baca Juga: Waspadai Tanda-tanda Bayi Alergi Susu Formula

Gejala dan Penyebab Bayi Muntah Menyembur

bayi muntah menyembur

Foto: Orami Photo Stock

Ada beberapa hal yang bisa menjadi penyebab bayi muntah menyembur. Jika hal ini terjadi, Moms perlu memberikan perhatian yang lebih ya!

Penyebab bayi muntah menyebur sendiri bukanlah sebuah hal yang bisa disepelekan. Bayi muntah menyembur sendiri disebut dengan muntah proyektil.

Ya, penyebab bayi muntah menyembur pun patut diketahui agar Moms bisa memastikan Si Kecil tetap terjaga asupannya. Gejala bayi muntah menyembur yang disebabkan oleh muntah proyektil pun bisa berbeda namun bisa dikenali dari cara Si Kecil mengeluarkan cairan.

Baca Juga: Bayi Batuk dan Muntah Saat Minum ASI, Apa Penyebabnya?

Muntah proyektil memiliki tanda bayi yang akan langsung muntah dengan cepat akibat adanya peningkatan tekanan pada lambung dan cairannya menyembur jauh. Bayi muntah menyembur dengan banyak bisa menjadi salah satu tanda muntah proyektil.

Ini dia berbagai macam tanda bayi muntah menyembur yang termasuk muntah proyektil;

  • Bayi muntah menyembur dan sebelumnya tidak rewel
  • Bayi muntah menyembur bisa terjadi usai menyusui atau beberapa jam kemudian.
  • Bayi muntah menyembur secara terus-menerus seakan bayi menolak asupan cairan.
  • Buang air besar dan buang air kecil sangat jarang.

Nah, usai mengetahui gejala bayi muntah menyembur, berikut beberapa kondisi yang biasa menjadi penyebab bayi muntah menyembur.

1. GERD

GERD atau yang biasa dikenal dengan Gastoesophageal Reflix Disease adalah sebuah gangguan pencernaan pada tubuh manusia. GERD sendiri biasanya ditandai dengan asam lambung dan berlangsung dalam jangka yang panjang.

Bayu muntah menyembut yang dikarenakan kondisi ini biasanya tak hanya memuntahkan ASI namun juga carian berwarna kuning atau cairan hijau.

Dilansir dari sebuah jurnal yang berjudul Gastroesophageal Reflux in Children: an Updated Review menyebutkan bahwa kondisi ini tak memerlukan penanganan khusus karena akan sembuh dengan sendirinya.

2. Terlalu Banyak Minum ASI

Kondisi lain yang bisa menyebabkan bayi muntah menyembur adalah terlalu banyak memberikan ASI atau susu formula.

Bayi yang mengonsumsi susu formula juga rentang mengalami udara yang masuk ke perut ketika mereka meminum susu dari dot dengan ukuran yang tidak cocok. Hal ini pun bisa menyebabkan berkumpulnya gas di perut dan jadi salah satu alasan bayi muntah menyembur.

Baca Juga: ASI Bukan Sekadar Air Susu, Edukasi dalam Pregnity Smart Sharing untuk Calon Ibu

Tips Mencegah Bayi Muntah

penyebab bayi muntah-1

Foto: Orami Photo Stock

Ada sejumlah langkah yang dapat dilakukan orangtua untuk menangani penyebab bayi sering muntah atau gumoh setelah makan. Beberapa di antaranya meliputi:

  • Kurangi sedikit porsi susu bayi, tapi berikan dengan frekuensi lebih sering.
  • Jika bayi menyusu lewat botol, pastikan lubang dotnya tidak terlalu besar sehingga susu mengalir dengan kecepatan dan jumlah yang pas untuk bayi.
  • Susui bayi dengan posisi bayi sedikit tegak.
  • Jangan lupa untuk membuat agar bayi bersendawa setelah diberi susu. Caranya dengan menggendongnya tegak bersandar pada dada Moms sambil mennepuk-nepuk lembut punggungnya.
  • Sandarkan bayi pada posisi duduk atau sedikit tegak selama sekitar 30 menit setelah diberi susu. Hindari menimang-nimang atau meletakkan bayi pada bouncy chair setelah makan.

Cara Mencegah Bayi Muntah Terus-menerus

Khawatir Bayi Dehidrasi Hindari Bayi Terus Muntah dengan Cara Ini -2.jpg

Foto: Babycentre.co.uk/Istockphoto.com

Meski beberapa ilmuwan percaya bahwa muntah dan diare memainkan peran penting dalam menangani infeksi dengan membersihkan tubuh dari mikroorganisme yang menyebabkan masalah, namun kondisi bayi yang terus muntah akan menyebabkan Moms khawatir.

  • Berikan banyak cairan. “Dorong anak Anda untuk minum air putih atau cairan rehidrasi lainnya. Jello dan Popsicles juga dapat membantu. Hindari jus dengan kadar gula tinggi (apel, pir, ceri) dan minuman olahraga,” kata dia.
  • Jangan mendorong makanan. "Hal biasa bagi anak-anak untuk memiliki sedikit atau tidak ada nafsu makan selama proses muntah. Pantau jika ada tanda dehidrasi, tetapi jangan memaksa untuk makan," tambah Matthew.
  • Jika bayi terus muntah atau diarenya tidak berhenti, bayi mungkin tidak ingin makan. Anak-anak dapat melakukannya cukup lama tanpa makan, asalkan mendapat cairan dan tidak mengalami dehidrasi. Ketika siap untuk makan, diet BRAT adalah cara tempat yang baik untuk memulai. Inisial ini adalah singkatan dari Banana (Pisang), Rice (Beras), Apple Sauce (Saus apel) dan Toast (Roti). Berikan makanan tersebut secara bertahap dan ini akan menjadi cara mencegah bayi muntah terus-menerus.
  • Awasi jika ada gejala lain yang menyertai saat bayi muntah.
  • Untuk bayi yang disusui, Moms harus menyusui lebih sering namun pendek kecuali jika dokter menyarankan sebaliknya. Jika muntah membaik, lanjutkan menyusui dengan durasi normal.
  • Untuk bayi yang diberi susu formula, berikan bayi setengah ons hingga 1 ons cairan rehidrasi seperti Pedialyte setiap 15 menit selama dua hingga tiga jam. Jika muntah lagi, coba lagi dalam 30 menit. Lanjutkan pemberian formula normal jika kondisi bayi membaik. Jika tidak, hubungi dokter dalam waktu 24 jam.

Baca Juga: 11 Cara Mengatasi Muntah pada Anak Balita dengan Cepat

Kekhawatiran memang sulit untuk dihindari saat melihat bayi muntah. Tapi Moms perlu tenang untuk bisa menangani kondisi bayi sekaligus mewaspadai gejala-gejala tersebut, sehingga mengetahui apa yang menjadi penyebab bayi muntah.

Kondisi bayi muntah atau bayi muntah menyembur perlu cepat ditangani agar Si Kecil tidak kekurangan asupan dan cairan yang membantu tubuhnya berkembang secara optimal ya, Moms!

  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3706379/
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6586172/
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait