Kesehatan

29 Mei 2021

Mengenal Bekatul dan Manfaatnya untuk Kesehatan

Ternyata manusia juga bisa mengonsumsinya karena kandungan nutrisinya sangat baik.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Rizky
Disunting oleh Adeline Wahyu

Selama ini Moms mungkin mengenal bekatul sebagai makanan untuk ternak, namun ternyata ia juga bisa dikonsumsi manusia.

Manfaat bekatul juga kini mulai banyak diperbincangkan orang karena ia mengandung nutrisi yang beragam.

Bekatul juga bisa diolah menjadi produk lain semisal minyak dan manfaat minyak bekatul ini juga cukup baik untuk kecantikan dan populer sebagai "minyak sehat" di Jepang, Asia, dan khususnya India.

Jika Moms belum mengenal betul apa itu bekatul, ini adalah produk samping dari proses penggilingan padi. Ia merupakan lapisan luar beras yang terletak antara butir beras dan kulit padi yang berwarna cokelat (dedak), jadi bekatul dan dedak adalah dua hal yang berbeda.

Mengutip Web MD, bekatul sangat baik untuk mengatasi diabetes, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan banyak kondisi lainnya. Namun, belum banyak bukti ilmiah yang mendukungnya sehingga masih diperlukan lebih banyak penelitian.

Baca Juga: Bukan Nasi Putih, Ini 5 Jenis Beras Terbaik untuk Kesehatan

Apa Saja Kandungan Bekatul?

Bekatul

Foto: alodokter.com

Mengutip U.S. Department of Agriculture, dalam 100 gram bekatul terdapat cukup banyak nutrisi di dalamnya, seperti:

  • Kalori: 245 kcal
  • Lemak jenuh: 1,3 gram
  • Lemak tak jenuh ganda: 2,8 gram
  • Lemak tak jenuh tunggal: 2,4 gram
  • Kolesterol: 0 mg
  • Natrium: 4 mg
  • Kalium: 566 mg
  • Jumlah karbohidrat: 66 gram
  • Serat pangan: 15 gram
  • Gula: 1,5 gram
  • Protein: 17 gram
  • Kalsium: 58 mg
  • Zat besi: 5,4 mg
  • Vitamin B6: 0,2 mg
  • Magnesium: 235 mg

Bekatul menawarkan berbagai manfaat kesehatan karena kandungan antioksidan, vitamin E, vitamin B, dan asam lemak esensial yang dimilikinya.

Makanan ini juga berfungsi sebagai sumber alami fitosterol, yang mengontrol gula darah, kesehatan prostat, dan metabolisme kolesterol.

Ia juga secara alami bebas laktosa, bebas gluten dan hipoalergenik, sehingga menjadikannya produk kesehatan yang dapat ditoleransi siapa saja.

Namun, meski banyak manfaat kesehatannya, ada beberapa efek samping yang terkait dengan konsumsi rutin, tergantung pada metabolisme individu, jenis konsumsi dan frekuensi asupan.

Baca Juga: Mengenal Beras Ungu yang Diklaim Bisa Mencegah Penyakit Kronis

Manfaat Bekatul untuk Kesehatan

Manfaat Bekatul

Foto: putrafarmayogyakarta.co.id

Berikut ini adalah manfaat bekatul untuk kesehatan yang Moms wajib tahu:

1. Tinggi Antioksidan

Penyakit jantung koroner, kanker, dan stroke adalah beberapa jenis penyakit yang salah satunya disebabkan oleh penumpukan radikal bebas di dalam tubuh.

Untuk melawan efek buruknya, dibutuhkan antioksidan yang tidak hanya didapat dari dalam tubuh saja tapi juga dari makanan harian.

Untungnya, ia dikenal memiliki kandungan senyawa antioksidan yang tinggi, sehingga ia dapat menangkal radikal bebas yang masuk ke dalam tubuh.

Mengutip artikel dari Leaf TV, ada 8 senyawa antioksidan yang terkandung di dalam lapisan pembungkus beras ini, yakni flavonoid, asam fenolik, antosianin, proantosianidin, tokoferol, tokotrienol, y-oryzanol, dan asam fitat.

Uniknya, komponen pigmen warna pada beras turut memengaruhi jumlah antioksidan di dalamnya. Seperti jenis beras dengan pigmen warna merah dan hitam dipercaya mengandung kadar antioksidan yang lebih tinggi ketimbang beras putih.

2. Mencegah Penyakit Kronis

Karena bekatul memiliki antioksidan yang tinggi, mulai dari asam fenolik, flavonoid, hingga antosianin, maka ia bisa diandalkan untuk mencegah penyakit kronis.

Antioksidan ini tentu sangat diperlukan tubuh untuk melawan efek dari paparan radikal bebas berlebih yang bisa memicu penyakit kronis, mulai dari diabetes, penyakit jantung koroner, dan stroke.

3. Menurunkan Kolesterol

Tak hanya kaya akan antioksidan, bekatul juga bisa menurunkan kadar kolesterol yang tinggi dalam darah. Ini semua berkat senyawa antioksidan yang disebut gamma oryzanol atau y-oryzanol yang terkandung dalam bekatul.

Dalam uji laboratorium yang dilakukan pada hewan yang mengalami obesitas dan dislipidemia, kadar lemak tubuh yang terlalu tinggi dapat diturunkan dengan cara mengembalikan jumlah trigliserida, kolesterol “jahat” atau LDL (low density lipoprotein), dan total kolesterol ke dalam kadar normal.

Sementara itu, kandungan gamma oryzanol juga akan membantu meningkatkan kadar kolesterol baik atau HDL (high density lipoprotein).

Tak hanya itu, pemberian suplementasi bekatul dalam makanan harian diyakini mampu menurunkan berat badan sekaligus menjaga kadar kolesterol total, trigliserida, dan kolesterol jahat LDL.

Namun, bekatul dalam beras yang tidak mengandung pigmen alias beras putih dinilai lebih efektif untuk menyeimbangkan kadar kolesterol ketimbang beras berpigmen.

4. Mencegah Kanker

Nyatanya ada berbagai jenis kanker yang bisa menyerang manusia, mulai dari kanker darah, kanker hati, kanker ovarium, kanker rahim, kanker payudara, kanker kulit, dan lain sebagainya.

Diduga lapisan pembungkus beras ini mampu menurunkan risiko serangan berbagai jenis kanker.

Kesimpulan tersebut diperoleh berkat tingginya komponen bioaktif serta serat pangan yang terkandung di dalamnya. Misalnya, senyawa peptida dan tokotrienol diduga memiliki peran utama untuk mencegah perkembangan penyakit kanker hati.

Pada uji coba hewan dengan kanker kulit stadium 2, pemberian suplementasi senyawa cycloartenol ferulate yang diekstrak dari bekatul diyakini mampu menghambat respon peradangan atau peradangan yang terkait dengan perkembangan penyakit tersebut.

5. Sumber Serat

Bekatul juga merupakan salah satu sumber serat makanan yang baik. Kandungan serat di dalamnya efektif mencegah serangan jantung, gangguan usus, dan berbagai jenis kanker.

Kandungan serat dalam bekatul juga berperan penting dalam pengendalian berat badan dengan mendorong perasaan kenyang tanpa makan berlebihan.

Efek serat terlihat jelas pada orang-orang yang pola makannya tinggi serat, karena mereka cenderung lebih rendah risiko terkena kanker terkait obesitas dan serangan jantung.

Baca Juga: 19 Manfaat Air Cucian Beras Untuk Wajah, Kulit, dan Rambut

Amankah Menggunakan Bekatul?

Bekatul

Foto: kompasiana.com

Jika diminum, bekatul mungkin aman bagi kebanyakan orang saat diminum.

Meningkatkan jumlah bekatul dalam makanan dapat menyebabkan pergerakan usus yang tidak terduga, gas usus, dan ketidaknyamanan perut selama beberapa minggu pertama.

Selain itu, jika dioleskan ke kulit seperti dalam minyak bekatul atau produk bekatulnya langsung, ini juga mungkin aman. Kebanyakan orang umumnya menambahkannya ke bak mandi atau diletakkan di kulit kepala.

Namun bekatul bisa menyebabkan gatal-gatal dan kulit kemerahan. Orang juga bisa mengalami ruam dan gatal akibat bekatul padi yang terinfeksi hama yang disebut tungau gatal jerami, tetapi ini jarang terjadi.

Berapa Harga Bekatul?

pakan ternak

Foto: Orami Photo Stock

Umumnya bekatul memiliki cita rasa manis khas yang lebih enak. Rasa manis dari lapisan pembungkus beras inilah yang membuat harga jualnya biasanya jauh lebih mahal daripada dedak.

Di pasaran, harga bekatul bisa mencapai Rp 18 ribu per 200 gram. Harganya juga bisa beraneka ragam tergantung dari sumber beras tersebut.

Selain itu, bekatul juga umumnya dijual dalam kemasan khusus dan sudah terbukti aman digunakan karena mereka dikemas dengan baik sebelum dijual.

Itulah hal-hal yang Moms perlu pahami mengenai bekatul.

Jika Moms tertarik mengonsumsinya, jangan lupa untuk mendiskusikannya dengan dokter dahulu ya Moms untuk mengetahui dosis harian yang tepat. Selamat mencoba!

  • https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-852/rice-bran
  • https://fdc.nal.usda.gov/
  • https://www.leaf.tv/5148889/rice-bran-benefits-side-effects/
  • http://jurnalpangan.com/index.php/pangan/article/download/354/308
  • https://www.foodandnutritionjournal.org/volume3number1/processing-and-nutritional-composition-of-rice-bran/
  • https://www.livestrong.com/article/154131-rice-bran-benefits-side-effects/
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait