28 Maret 2024

Biografi Pattimura Singkat, Pahlawan dari Tanah Maluku!

Cari informasinya di sini, yuk Moms!

Pattimura, nama yang tak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia. Untuk itu, Moms perlu mengetahui biografi Pattimura singkat guna mengajarkan sejarah pada Si Kecil.

Pahlawan Indonesia yang satu ini lahir dengan nama asli Thomas Matulessy pada tahun 1783 di Pulau Seram, Maluku.

Banyak dari kita yang mungkin mengenal Pattimura sebagai sosok pahlawan yang berani melawan kezaliman penjajah Belanda di timur Indonesia.

Akan tetapi, di balik semangat juangnya yang gigih, terdapat kisah-kisah mendalam yang layak untuk diceritakan kembali.

Lantas, siapakah sebenarnya Pattimura? Bagaimana kisah hidupnya bisa menginspirasi banyak orang hingga saat ini? Simak biografi Pattimura singkat berikut ini, ya Moms!

Baca Juga: 14 Sosok Pahlawan Nasional Wanita Indonesia dan Kisahnya

Biografi Pattimura Singkat

Pattimura
Foto: Pattimura (Instagram.com/evan.historian)

Untuk memulai perjalanan biografi Pattimura, Moms perlu mengetahui kehidupan awal kapitan yang satu ini.

Thomas Matulessy, yang lebih dikenal dengan nama Pattimura, lahir pada 8 Juni 1783 di Pulau Seram, Maluku.

Ayahnya, Antoni Matulessy, merupakan keturunan langsung dari Kasimiliali Pattimura Mattulessy.

Selain itu, darah bangsawan juga mengalir dari garis keturunan Raja Sahulau, seorang penguasa di Teluk Seram Selatan.

Dalam keluarganya, Kapitan Pattimura memiliki seorang adik lelaki dengan nama Yohanis.

Sejak kecil, ia tumbuh dan dibesarkan di tanah yang kaya akan keanekaragaman budaya dan tradisi.

Kehidupan awal Pattimura dipengaruhi oleh latar belakang keluarganya yang memiliki garis keturunan bangsawan dan prajurit.

Ini memberikannya akses ke pendidikan yang layak serta pelatihan militer.

Sebagai seorang pemuda, ia dikenal memiliki semangat juang yang tinggi dan ketertarikan besar pada seni bela diri tradisional.

Baca Juga: 9 Ide Baju Pahlawan Indonesia Si Kecil, Langsung Check Out!

Karir Awal Pattimura

Biografi Pattimura
Foto: Biografi Pattimura (Situs Kemensos)

Pattimura mengawali karirnya sebagai seorang sersan dalam tentara kolonial Belanda pada periode 1817–1818.

Sebagai seorang sersan, Pattimura berada di bawah komando Belanda dan mungkin terlibat dalam tugas-tugas militer dan administratif di wilayah tersebut.

Namun, pengalaman langsungnya dengan penindasan Belanda terhadap rakyat Maluku, serta kesenjangan sosial dan ekonomi yang ditimbulkannya, kemungkinan besar menjadi pemicu bagi perubahan sikapnya terhadap pemerintahan kolonial.

Ketidakpuasannya terhadap kebijakan kolonial Belanda tumbuh seiring waktu, dan akhirnya, Pattimura memilih untuk memberontak terhadap kekuasaan Belanda.

Pada tahun 1817, ia memimpin pemberontakan terhadap pasukan Belanda di Pulau Saparua, yang dikenal sebagai Pemberontakan Pattimura.

Kehidupan Militer Pattimura

Kapitan Pattimura Pahlawan Nasional
Foto: Kapitan Pattimura Pahlawan Nasional (Wikipedia.org)

Biografi Pattimura selanjutnya adalah kehidupan militernya selama hidup.

Ia adalah seorang prajurit berbakat yang menjadi bagian dari tentara Inggris selama mereka berkuasa di Maluku.

Karir militernya dengan Inggris membuktikan kemampuannya dalam berperang dan kepemimpinan.

Pattimura, nama yang dikenang banyak orang sebagai pahlawan, sebenarnya memiliki latar belakang militer yang impresif dengan Inggris di Maluku.

Ketika Inggris mengambil alih kepemimpinan dari Belanda di Maluku dan membutuhkan prajurit lokal, Pattimura dengan antusias mendaftar.

Selama di militer, ia bukan hanya menjadi tentara biasa; kemampuannya yang menonjol membawanya mendapatkan berbagai pelatihan intensif dan akhirnya mendapat promosi menjadi sersan mayor.

Sebagai bentuk kebanggaan dan pengakuan atas posisinya, ia mengubah marga keluarganya.

Baca Juga: 10 Puisi Hari Pahlawan Karya Penyair Terkenal untuk Mengenang Jasa Para Pahlawan!

Perjuangan Perang Pattimura

Ilustrasi Perang
Foto: Ilustrasi Perang (amazonaws.com)

Pada tahun 1817, Maluku menjadi saksi perlawanan heroik terhadap cengkeraman kolonial Belanda.

Setelah periode singkat di bawah pendudukan Inggris, Belanda kembali berkuasa dan menerapkan kebijakan yang memberatkan rakyat.

Hal ini termasuk sistem tanam paksa dan distribusi kekayaan yang timpang.

Rasa ketidakadilan ini memicu kemarahan dan perlawanan yang dipimpin oleh sosok karismatik, Kapitan Pattimura.

Dengan strategi yang cerdik dan dukungan penuh dari rakyat, Pattimura dan pasukannya berhasil meraih kemenangan simbolis dengan merebut Benteng Duurstede di Pulau Saparua.

Kemenangan ini tidak hanya mengejutkan Belanda tetapi juga memicu gelombang semangat perlawanan di seluruh Maluku.

Namun, jasa dan pengorbanan Kapitan Pattimura tidak sia-sia.

Perlawanannya telah menanamkan semangat kebangsaan dan hasrat untuk merdeka dalam hati rakyat Indonesia, terutama di Maluku.

Baca Juga: Profil dan Perjuangan Cut Nyak Dien, Pahlawan Wanita dari Aceh yang Berperang Melawan Penjajah

Meskipun dihadapkan dengan kekuatan besar dari Belanda, semangat perjuangan Pattimura dan rakyat Maluku tetap menjadi inspirasi bagi generasi berikutnya.

Kapitan Pattimura, seorang pemimpin perlawanan terhadap kolonial Belanda di Maluku, telah...

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.

rbb