Rupa-rupa

2 Juni 2021

8 Sosok Pahlawan Nasional Wanita Indonesia yang Harus Kita Tahu

Semuanya pantas menjadi figur idola bagi kita
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dresyamaya Fiona
Disunting oleh Intan Aprilia

Dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia serta hak-hak rakyat, tidak hanya para pria saja yang turun tangan. Adapun pahlawan nasional wanita yang perlu dikenal.

Indonesia juga memiliki banyak pahlawan nasional wanita yang berjasa dalam berjuang melawan penjajah di medan perang, maupun berjuang dalam kegiatan sosial.

Inilah beberapa pahlawan perempuan Indonesia yang harus kita tahu!

Pahlawan Nasional Wanita Indonesia

Berkat kegigihan dan semangat para perempuan ini, akhirnya Indonesia menjadi negara berdaulat yang merdeka dan bebas dari penjajahan.

Dari daftar deretan pahlawan Indonesia, terdapat nama-nama pahlawan wanita Indonesia yang tangguh dan tercatat sebagai pahlawan nasional wanita Indonesia.

Semasa hidupnya, pahlawan nasional wanita berjuang untuk mengangkat harkat dan martabat bangsa Indonesia.

Berikut adalah perjuangan pahlawan nasional wanita untuk kita kenang dan kenali.

1. R.A Kartini

kartinii

Foto: mug-app.com

Nama Raden Ajeng Kartini tentunya sudah tak lagi asing di telinga. Perjuangannya untuk mengedepankan hak para perempuan memang sangat mengagumkan.

Sehingga ini menjadi pahlawan nasional wanita Indonesia pertama yang perlu Moms tahu.

Tanpa jasanya, mungkin hingga kini para perempuan tak akan dianggap setara dengan laki-laki. Berkatnya pulalah kini perempuan berhak mendapatkan pendidikan yang sama dengan laki-laki.

Terbitnya surat-surat Kartini menarik perhatian masyarakat Belanda. Kartini akhirnya mulai mengubah pandangan koloni Belanda terhadap perempuan pribumi di Jawa.

W.R. Soepratman bahkan menulis lagu "Ibu Kita Kartini" untuk mengenang kontribusi besar pahlawan nasional wanita ini dalam memerdekakan perempuan Indonesia.

Baca Juga: Ayahku Pahlawanku, Siapkan Surprise Spesial untuk Ayah!

2. Cut Meutia

cut mutia

Foto: geografi.org

Pahlawan nasional wanita berikutnya berasal dari daerah Aceh.

Meski seorang perempuan namun Cut Meutia tidak takut untuk ikut berperang melawan Belanda yang saat itu menduduki tanahnya.

Ia berjuang untuk mengusir orang-orang yang berusaha merebut wilayahnya bersama sang suami, Teuku Cik Tunon.

Cut Meutia, sebagai pahlawan nasional wanita, melanjutkan perlawanan terhadap Belanda bersama Pang Nanggroe hingga akhirnya terbunuh pada 26 September 1910.

3. Fatmawati Soekarno

fatmawati

Foto: pedoman Bengkulu.com

Tanpa perempuan hebat yang satu ini, Indonesia mungkin tak akan punya bendera kemerdekaan untuk dikibarkan saat itu.

Fatmawati adalah perempuan yang menjahit bendera Indonesia saat proklamasi kemerdekaan pertama Indonesia dibacakan pada tanggal 17 Agustus 1945.

Selain menjahit Bendera Pusaka, istri dari Presiden Soekarno ini juga aktif dalam berbagai kegiatan untuk membangun rumah sakit dan sarana kesehatan bagi masyarakat.

Rumah sakit tersebut sekarang bernama, “Rumah Sakit Fatmawati."

Baca Juga: 5 Tokoh Indonesia Ini Diabadikan Menjadi Nama Jalan di Luar Negeri

4. Cut Nyak Dhien

cut nyak dhien

Foto: serbasejarah.wordpress.com

Berasal dari keluarga bangsawan, Cut Nyak Dhien mulai memutuskan untuk ikut berperang setelah suami pertamanya meninggal di tangan para penjajah.

Cut Nyak Dhien adalah sosok pahlawan nasional wanita yang selanjutnya.

Bersama Teuku Umar, suami keduanya yang mengizinkan Cut Nyak Dhien ikut berperang, mereka akhirnya berjuang mengusir Belanda, meski akhirnya Teuku Umar juga meninggal saat berperang.

Cut Nyak Dhien kemudian maju sendirian melawan Belanda. Ia juga sangat ditakuti dan dibenci Belanda akibat kegigihannya dalam melawan penjajah.

5. Dewi Sartika

raden dewi sartika

Foto: wikipedia.org

Berikutnya ada nama pahlawan nasional wanita yang juga tak boleh sampai terlupakan yaitu Raden Dewi Sartika.

Perempuan berdarah Sunda ini merupakan tokoh perintis pendidikan untuk perempuan. Ia mendirikan sekolah yang bernama Sekolah Isteri di Pendopo Kabupaten Bandung.

Sekolah tersebut kemudian direlokasi menjadi Sekolah Kaoetamaan Isteri.

Tak hanya itu, sudah ada sembilan sekolah yang tersebar di seluruh Jawa Barat, lalu kemudian berkembang menjadi satu sekolah tiap kota. Hebat sekali!

Baca Juga: 5 Cara Menumbuhkan Rasa Cinta Indonesia Pada Balita!

6. Martha Christina Tiahahu

martha christina tiahahu

Foto: sabigaju.com

Sejak masih remaja, pahlawan nasional wanita yang satu ini langsung terjun dalam medan pertempuran melawan tentara kolonial Belanda dalam perang Pattimura.

Martha lahir pada tanggal 4 Januari 1800 dari keluarga Thomas Matulessy. Thomas Matulessy (ayah Martha) adalah sesama prajurit yang berperang melawan koloni Belanda pada tahun 1817.

Hal yang menjadi ciri khasnya adalah rambut yang selalu terurai dengan ikat kepala. Sayangnya, ia yang sempat berjuang bersama sang ayah kemudian kesehatannya mulai terganggu saat sang ayah meninggal.

Pahlawan nasional wanita ini meninggal dalam pertempuran di Laut Banda.

7. Nyi Ageng Serang

Pahwalan Nasional Wanita 6.jpg

Foto: wikipedia.org

Tidak banyak yang mengenal Nyi Ageng Serang, namun pahlawan nasional wanita ini pengaruh dan kontribusinya bagi Indonesia patut dibanggakan.

Ia aktif memimpin pasukan untuk melakukan gerakan perlawanan di Serang.

Nyi Ageng Serang membantu perjuangan Pangeran Diponegoro melawan penjajah di daerah itu. Inilah mengapa namanya masuk dalam daftar pahlawan nasional wanita yang patut kita hargai.

8. Dewi Sartika

Pahlawan Nasional Wanita 9.jpg

Foto: IDN Times

Dewi Satrika adalah pelopor akses pendidikan bagi perempuan Indonesia.

Sosok pahlawan nasional wanita ini pendiri sekolah perempuan pertama di Hindia Belanda. Ia resmi diakui sebagai Pahlawan Nasional Wanita oleh pemerintah Indonesia pada tahun 1966.

Pada 16 Januari 1904, ia membangun Sekolah Isteri Wanita di Pendopo Kabupaten Bandung. Ini kemudian dipindahkan ke Jalan Ciguriang dan berubah nama menjadi Sekolah Kaoelaman Isteri (Sekolah Emimensi Istri) pada tahun 1910.

Nama sekolah tersebut diubah lagi menjadi Sekolah Raden Dewin pada tahun 1929. Dewi Sartika meninggal pada 11 September 1947, di Cineam, Tasikmalaya.

Baca Juga: Kenali Metode Belajar Anak, Apakah Gaya Belajar Visual, Audio, atau Kinestetik?

Itulah nama beberapa pahlawan perempuan hebat di Indonesia yang sangat berjasa.

Tak hanya mereka, masih banyak lagi nama para pahlawan nasional wanita yang juga berperan besar dalam memperjuangkan kemerdekaan.

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait