Program Hamil

PROGRAM HAMIL
9 Januari 2021

Adakah Kemungkinan Hamil Pada Masa Tidak Subur? Simak Penjelasannya

Kehamilan tidak hanya terjadi saat masa subur saja, benarkah?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dresyamaya
Disunting oleh Adeline Wahyu

Moms yang sudah pernah melahirkan pasti tahu bahwa kehamilan umumnya bisa terjadi saat melakukan hubungan seks di masa subur. Apa itu masa subur?

Masa subur seorang wanita adalah saat indung telur (ovarium) melepaskan sel telur (ovum) yang sudah siap dibuahi ke dalam saluran indung telur (tuba falopi). Apabila sel telur ini berhasil bertemu sperma dan mengalami pembuahan, maka Moms dan pasangan akan berkesempatan memperoleh buah hati atau dengan kata lain hamil.

Namun bagaimana jadinya jika terjadi kemungkinan hamil pada masa tidak subur? Apakah hal ini bisa terjadi pada wanita?

Meski tidak banyak, beberapa orang yang mungkin kebobolan alias memiliki kemungkinan hamil pada masa tidak subur. Moms mungkin bingung mendengar tentang kondisi ini.

Ada faktor kuat kemungkinan hamil pada masa tidak subur adalah Moms salah menghitung masa subur. Untuk itu, ada baiknya Moms memahami bagaimana kerja dari ovulasi di bawah ini.

Kemungkinan Hamil Pada Masa Tidak Subur, Bisakah?

kemungkinan hamil pada masa tidak subur

Foto: Orami Photo Stock

Kemungkinan hamil pasa masa tidak subur cukup kecil, meskipun sebagian wanita mengalami ini. Seorang wanita diperlukan ovulasi untuk hamil.

Ovulasi diperlukan agar sperma dapat membuahi sel telur. Banyak wanita bertanya, kemungkinan hamil pada masa tidak subur apakah cukup menjanjikan?

Sayangnya, seorang wanita kecil kemungkinannya untuk hamil pada masa tidak subur atau tidak dalam ovulasi. Jika sedang dalam masa subur, itu berarti wanita dapat menghasilkan sel telur.

Melansir National Health Service, sekitar sekitar 1 dari 7 pasangan mengalami kesulitan hamil.

Sekitar 84% pasangan akan hamil secara alami dalam setahun jika mereka melakukan hubungan seks tanpa kondom secara teratur (setiap 2 atau 3 hari).

Baca Juga: Reaksi Setelah Makan Nanas Muda Bagi Ibu Hamil, Berbahayakah?

Mengetahui masa subur atau ovulasi, biasanya terjadi 12 hingga 14 hari sebelum menstruasi berikutnya dimulai. Ini adalah waktu di bulan ketika wanita kemungkinan besar untuk hamil.

Kemungkinan hamil pada masa tidak subur atau setelah masa haid, cukup kecil peluangnya, meskipun itu bisa terjadi, menurut National Health Services.

Penting untuk diingat bahwa sperma terkadang dapat bertahan di dalam tubuh hingga 7 hari setelah berhubungan seks, jadi kemungkinan hamil pada masa masa tidak subur masih ada, meskipun kecil.

Kemungkinan hamil pada masa tidak subur atau setelah haid dapat terjadi jika wanita berovulasi lebih awal atau mengalami siklus menstruasi yang pendek.

Mengenal Siklus Ovulasi

kemungkinan hamil pada masa tidak subur

Foto: Orami Photo Stock

Melakukan hubungan seksual di luar masa subur, mungkinkah dapat memicu kehamilan? Bagi Moms yang ingin hamil atau menunda kehamilan, yang utama adalah memahami siklus ovulasi.

Wanita normal dan sehat dengan siklus menstruasi yang teratur umumnya berovulasi sebulan sekali.

Jadi, ovulasi adalah waktu di mana sel telur matang dilepaskan dari salah satu ovarium yang terjadi dekat ke hari 14 dari siklus menstruasi selama 28 hari.

Namun, ingat bahwa hari ke 14 ini hanya rata-rata. Moms mungkin bisa mengalami ovulasi antara hari ke-11 sampai ke-21 sehingga 10 hari itu adalah waktu subur.

Sebagai perempuan, Moms wajib mengetahui siklus ovulasi. Seperti perhitungan di atas, Moms harus mengetahui periode waktu subur sebab umumnya perempuan memiliki siklus 28 sampai 32 hari.

Jadi, bisa jadi tiap bulan waktu ovulasinya berbeda-beda. Selain dari waktu, sebenarnya ada cara lain untuk mengetahui masa subur.

Baca Juga: Agar Cepat Hamil, Yuk Perhatikan Cara Menghitung Masa Subur!

Ovulasi adalah proses hormonal, artinya, masa subur juga bisa dilihat dari perubahan hormon yang Moms rasakan.

Ada tiga hormon yang diproduksi di otak yang membuat ovulasi yakni hormon pelepas Gonadotropin (GnRH), hormon perangsang folikel (FSH) dan hormon luteinizing (LH).

Sedangkan dua hormon lainnya yaitu estrogen dan progesteron, dibuat di indung telur.

Menurut American Pregnancy Association, jika ingin menghindari kemungkinan hamil pada masa tidak subur ada beberapa metode yang mungkin tidak akurat tetapi bisa dijadikan panduan.

Salah satunya, Moms bisa memeriksa grafik suhu basal tubuh. Suhu yang tinggi menunjukkan produksi sel telur sedang dalam tingkat yang tinggi. Lendir serviks juga keluar lebih intens. Teksturnya juga menjadi lebih cair dengan warna bening.

Hal ini biasanya terjadi untuk mempermudah sperma membuahi sel telur. Sebelum melakukan seks di luar masa subur, Moms bisa juga mengunduh aplikasi kesuburan di smartphone.

Waktu Tepat untuk Peluang Kehamilan

kemungkinan hamil pada masa tidak subur

Foto: Orami Photo Stock

Dilansir dari Your Fertility, kehamilan memungkinkan terjadi jika berhubungan seks selama lima hari sebelum ovulasi atau pada hari ovulasi. Tiga hari menjelang atau saat ovulasi dapat memberi peluang terbaik untuk hamil.

Pada 12-24 jam setelah masa ovulasi, kemungkinan hamil pada masa tidak subur ini kecil, karena sel telur tidak lagi berasa di tuba falopi.

Berhubungan seks di luar masa subur memengaruhi kemungkinan hamil pada masa tidak subur atau setelah ovulasi adalah cukup kecil.

Idealnya jika Moms ingin hamil, lakukan hubungan seks saat masa subur.

Beberapa studi menunjukkan bahwa peluang terbaik untuk sukses hamil adalah sehari sebelum dan sesudah ovulasi.

Meskipun tidak selamanya terjadi pada semua orang, tapi peluang ini masih sangat bisa diperhitungkan. Apalagi Moms perlu mengetahui ada beberapa faktor yang menyebabkan masa subur seseorang tidak bisa terprediksi, antara lain:

  • Stres. Moms bisa melakukan teknik relaksasi seperti menarik nafas panjang, yoga, dan meditasi untuk mengusir stres. Selain baik untuk kesehatan, hal ini juga berpengaruh pada kesuburan.
  • Paparan bahan kimia. Paparan bahan kimia di sekitar kita juga mempengaruhi tubuh. Sebuah studi yang diterbitkan dalam Environmental Health Perspectives pada 2003 menunjukkan komponen industri bisa menurunkan peluang pasangan untuk punya anak hingga 29%.

Baca Juga: Makan Kentang Goreng Setelah Bercinta Bisa Bikin Cepat Hamil, Benarkah?

Selain kemunginan hamil pada masa tidak subur adalah cukup kecil, wanita yang mengalami anovulasi juga demikian.

Anovulasi adalah saat ovarium wanita tidak melepaskan sel telur selama siklus menstruasinya. Dalam kasus anovulasi, sel telur mungkin tidak berkembang dengan baik dan mungkin tidak dilepaskan oleh ovarium, menurut Women and Infants Fertility.

Beberapa penyebab anovulasi antara lain PCOS, insufisiensi ovarium, hipogonadisme hipogonadotropik, pola makan yang buruk, obesitas, dan lainnya.

Anovulasi dapat mempersulit wanita untuk hamil. Bahkan jika seorang wanita kadang-kadang berovulasi, siklus menstruasi yang tidak teratur dapat mempersulit waktu untuk berhubungan seks.

Baca Juga: 6 Hal yang Akan Dialami saat Hamil 18 Minggu, Bersiap ya Moms!

Lalu bagi Moms yang sedang menunda kehamilan, kapan harus melakukan seks? Mengingat bahwa kemungkinan hamil pada masa tidak subur itu ada meskipun kecil.

Nah, apakah Moms pernah mengalami kondisi melakukan seks di luar masa subur dan akhirnya terjadi kehamilan?

Artikel Terkait