22 Juni 2023

Bolehkah Ibu Menyusui Makan Sate Kambing? Ini Penjelasannya!

Pastikan setiap daging kambing yang diolah benar-benar matang, ya

Bolehkah ibu menyusui makan sate kambing? Moms yang sedang dalam masa menyusui mungkin bertanya-tanya apakah daging kambing aman dikonsumsi.

Bagi para penggemar daging kambing, mungkin ini menjadi pertanyaan yang kerap hadir, ya Moms.

Aneka olahan daging seperti daging ayam, kambing dan sapi sangat sedap dijadikan sate.

Apalagi sate kambing, rasa dagingnya yang khas dipadukan bumbunya, membuat sate kambing sangat menggiurkan untuk disantap.

Namun, kembali lagi ke pertanyaan, bolehkah ibu menyusui makan sate kambing? Yuk, temukan jawabannya di sini.

Baca Juga: Bolehkah Ibu Menyusui Makan Durian? Ini Penjelasannya!

Bolehkah Ibu Menyusui Makan Sate Kambing?

Ilustrasi Sate Kambing (Orami Photo Stock)
Foto: Ilustrasi Sate Kambing (Orami Photo Stock)

Bolehkah ibu menyusui makan sate kambing? Hingga saat ini tidak ada larangan khusus bagi Moms yang sedang menyusui terkait mengonsumsi sate kambing.

Jadi, jawaban atas pertanyaan "bolehkah ibu menyusui makan sate kambing?" adalah boleh-boleh saja, Moms.

Daging kambing, seperti banyak jenis daging merah lainnya, kaya akan sumber protein yang membantu menjaga kesehatan otot.

Bahkan menurut British Journal of Nursing, kandungan protein pada daging kambing mampu memperbaiki jaringan yang rusak dan merangsang tubuh dalam menghasilkan kolagen sehingga penyembuhan luka menjadi lebih cepat.

Daging kambing juga kaya akan kalsium dan potasium. Setiap 100 gram daging kambing memiliki sekitar 385 mg potasium.

Kalium bagus untuk menjaga tekanan darah yang sehat dan membantu mengatur keseimbangan cairan, serta sebagai salah satu mineral terpenting bagi sistem saraf tubuh.

Selain itu, daging kambing memiliki kadar Vitamin B6 & Vitamin B12 yang tinggi. Vitamin B6 melakukan berbagai fungsi dalam tubuh dan sangat serbaguna.

Vitamin B12 memainkan peran penting dalam tubuh dalam memproduksi sel darah merah serta menjaga sistem saraf berfungsi dengan baik.

Meski demikian, ada beberapa hal penting yang perlu Moms perhatikan sebagai ibu menyusui jika ingin makan sate kambing.

Mengingat seluruh nutrisi dari makanan dan minuman yang dikonsumsi akan diterima bayi melalui ASI.

Baca Juga: Minum Kopi dan Makan Pedas, Bolehkah dalam Pola Makan Ibu Menyusui?

Waspada Bakteri pada Daging Kambing Jika Dimasak Kurang Matang

Sate Kambing
Foto: Sate Kambing (resep sate kambing (endeus.tv))

Salah satu hal paling penting yang harus Moms ketahui jika ingin makan sate kambing adalah pastikan dagingnya benar-benar matang, ya.

Ini karena memasak daging kambing pada suhu yang tepat dapat membunuh bakteri yang terdapat pada daging.

Sehingga secara tidak langsung ini dapat meminimalkan infeksi pada ibu hamil maupun ibu menyusui.

Daging-dagingan memang merupakan sumber protein yang baik untuk kesehatan tubuh.

Namun, daging apapun yang belum matang dapat menjadi media yang nyaman bagi bakteri untuk hidup.

Beberapa bakteri tersebut antara lain:

1. E. Coli

Bakteri E. Coli merupakan salah satu bakteri yang biasanya hidup di usus dan vagina tubuh manusia. Umumnya bakteri ini tidak berbahaya.

Namun dalam beberapa kasus, bakteri ini dapat menyebabkan kram perut, demam, dan diare berdarah.

Bakteri ini bahkan bisa berpindah ke janin jika tak sengaja masuk bersama makanan yang dikonsumsi ibu hamil. Kondisi ini berpotensi menyebabkan keguguran dan kelahiran prematur.

2. Infeksi Toksoplasmosis

Meski toksoplasmosis tidak dapat menginfeksi bayi melalui ASI, tetapi ini juga merupakan infeksi bakteri yang merugikan. Karena bisa berpindah dair ibu hamil ke janin.

Bahayanya, janin yang terinfeksi bekteri biasanya tidak menimbulkan gejala apapun. Namun setelah janin lahir, ia berpotensi menderita kebutaan dan gangguan mental.

3. Salmonella

Infeksi bakteri ini dapat menyebabkan keracunan makanan yang paling berbahaya, karena dapat menimbulkan gejala seperti diare, kram perut, mual, muntah, sakit kepala hingga menggigil.

Jika hal ini memengaruhi ibu menyusui, maka akan sangat tidak nyaman. Meski gejala terinfeksi Salmonella ini dirasakan oleh ibu menyusui, tetapi Moms disarankan untuk tetap menyusui.

Selama gejalanya terbatas pada saluran pencernaan (muntah, diare, kram perut), menyusui harus dilanjutkan tanpa gangguan karena tidak membahayakan bayi.

4. Listeria

Meskipun bakteri ini lebih banyak ditemukan pada air dan padatan yang terkontaminasi, bakteri ini juga dapat ditemukan pada daging yang belum matang sempurna.

Gejala listeriosis berkisar dari tidak menunjukkan gejala hingga bergejala.

Gejala yang timbul bisa berupa diare, demam, nyeri otot, nyeri sendi, sakit kepala, leher kaku, sakit punggung, menggigil, sensitif terhadap cahaya terang, atau sakit tenggorokan disertai demam dan pembengkakan kelenjar.

Munculnya gejala bisa berlangsung selama berhari-hari hingga berminggu-minggu setelah mengonsumsi makanan yang terkontaminasi bakteri.

Infeksi bakteri Listeria pada ibu hamil ini dapat menyebabkan keguguran, kelahiran prematur, dan juga menginfeksi janin.

Sementara pada ibu menyusui yang terkontaminasi bakteri ini disarankan untuk melakukan pemeriksaan ke dokter dengan segera.

Baca Juga: Bolehkah Ibu Hamil Makan Sate? Ini Risiko dan Tips Amannya!

Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Makan Sate Kambing

Sate Kambing (Orami Photo Stock)
Foto: Sate Kambing (Orami Photo Stock)

Meski ibu menyusui boleh makan sate kambing yang benar-benar matang, tetapi hindari untuk mengonsumsi sate yang gosong.

Hal ini karena daging kambing yang dibakar terlalu lama dan gosong bersifat karsinogenik.

Menurut American Cancer Society, zat karsinogenik yang tertelan dari makanan, seperti sate atau makanan bakar lainnya berisiko mengandung senyawa pemicu kanker, apalagi jika dikonsumsi jangka panjang.

Ketika makan sate kambing, Moms juga disarankan untuk mengonsumsinya bersama dengan sayur-sayuran.

Lengkapi juga dengan asupan buah-buahan dan sumber serat sehat lainnya untuk mengontrol lemak jenuh yang terkandung dalam daging kambing.

Perhatikan juga efek samping jika Moms mengonsumsi sate kambing dalam porsi yang berlebihan, yaitu berisiko meningkatkan kolesterol dan tekanan darah.

Tak hanya itu, daging kambing berpotensi menyebabkan asam urat karena termasuk makanan tinggi purin sehingga dapat memperburuk asam urat.

Jadi, sebaiknya Moms mengonsumsi sate kambing dengan hati-hati dan dalam porsi yang tidak berlebihan agar hal-hal yang tak diinginkan dapat dihindari.

Baca Juga: 13+ Pantangan Makanan untuk Ibu Menyusui, Catat Moms!

Itu dia penjelasan serta jawaban lengkap mengenai pertanyaan yang mengusik Moms tentang "bolehkah ibu menyusui makan sate kambing?"

Ternyata boleh, ya dan pastikan daging dimasak matang serta tambahkan sumber gizi lainnya.

Namun, perlu diingat segala sesuatu yang berlebih itu tidak baik, ya Moms. Jadi pastikan untuk mengonsumsi sate kambing dengan porsi normal.

Jika setelah konsumsi sate kambing, lalu Moms mengalami gejala yang tidak mengenakkan di badan, segera hubungi dokter, ya Moms!

  • https://www.magonlinelibrary.com/doi/abs/10.12968/bjon.2001.10.Sup1.5336
  • https://med-mash.ru/pregnancy-ingredients/can-mother-eat-satay-while-pregnant-7425
  • https://kellymom.com/bf/can-i-breastfeed/illness-surgery/mom-illness/
  • https://cookslarder.co.uk/blog/benefits-of-goat-meat/
  • https://healthyepicure.com/20-goat-meat-benefits-and-side-effects/
  • https://www.cancer.org/cancer/cancer-causes/general-info/known-and-probable-human-carcinogens.html

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.

rbb