09 Oktober 2019

Bolehkah Memberikan Susu Kambing untuk Bayi Sebagai Pengganti Sufor?

Kadar laktosanya lebih rendah dari susu sapi

Bayi baru lahir memang dianjurkan hanya minum ASI eksklusif, namun bayi yang lebih tua dapat mengonsumsi alternatif tambahan seperti susu sapi, susu kedelai, dan susu almond. Bahkan sekarang ini susu kambing juga populer dipilih sebagai alternatif bagi bayi yang alergi susu sapi ataupun intoleransi laktosa.

Benarkah susu kambing menawarkan jumlah nutrisi yang sama baiknya dengan susu sapi? Bolehkah memberikan susu kambing untuk bayi?

Apakah Susu Kambing Aman Diberikan pada Bayi?

Bolehkah Memberikan Susu Kambing untuk Bayi Sebagai Pengganti Sufor 01.jpg
Foto: Bolehkah Memberikan Susu Kambing untuk Bayi Sebagai Pengganti Sufor 01.jpg (heraldsun.com.au)

Foto: heraldsun.com.au

Secara umum, American Academy of Pediatrics (AAP) tidak merekomendasikan penggunaan produk susu kambing atau sapi untuk bayi di bawah 12 bulan.

Untuk bayi di bawah 1 tahun yang alergi terhadap susu sapi biasanya dokter akan lebih menyarankan pemberian susu formula kedelai atau formula hypoallergenic. Terkadang susu kambing untuk bayi dapat pula dipilih, tetapi hanya setelah berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi anak.

Selain itu, AAP juga memperingatkan untuk tidak menggunakan susu kambing sebagai alternatif untuk menggantikan ASI ataupun susu formula. Beberapa jenis susu tersebut dapat diberikan sebagai tambahan asupan dan bayi harus tetap diberikan ASI.

Baca Juga: 5 Kesalahan dalam Menyiapkan Susu Bubuk Formula

Apakah Ada Risiko Pemberian Susu Kambing untuk Bayi?

Bolehkah Memberikan Susu Kambing untuk Bayi Sebagai Pengganti Sufor 02.jpg
Foto: Bolehkah Memberikan Susu Kambing untuk Bayi Sebagai Pengganti Sufor 02.jpg (yesofcorsa.com)

foto: yesofcorsa.com

Susu kambing memiliki beberapa potensi risiko jika diberikan pada bayi di bawah 1 tahun. Selain iritasi usus dan anemia, dalam AAP News & Journal disebutkan pula bahwa susu kambing yang tidak dipasteurisasi dan dikonsumsi secara rutin juga dapat menyebabkan morbiditas, ketidakseimbangan elektrolit, asidosis metabolik, defisiensi folat, hingga kematian pada bayi.

Baca Juga: Ini Cara yang Benar Menyimpan dan Membuat Susu Formula Bubuk Untuk Anak

Bisakah Bayi yang Mengonsumsi Susu Kambing Mengalami Alergi?

Bolehkah Memberikan Susu Kambing untuk Bayi Sebagai Pengganti Sufor 03.jpg
Foto: Bolehkah Memberikan Susu Kambing untuk Bayi Sebagai Pengganti Sufor 03.jpg (todaysparent.com)

foto: todaysmama.com

Dokter anak William Sears, menjelaskan bahwa protein di dalam susu kambing berbentuk dadih yang lebih lembut dari susu sapi sehingga lebih mudah dicerna. Sehingga dianggap dapat menjadi alternatif yang baik bagi bayi yang sering muntah atau mengalami gastroesophageal reflux (GER).

Bukan hanya itu, susu kambing juga hanya mengandung sejumlah kecil protein alergenik yang ditemukan di dalam susu sapi, yaitu alpha-S1 casein. Namun, baik susu sapi ataupun susu kambing untuk bayi sama-sama mengandung protein alergenik jenis lain, beta-laktoglobulin, sehingga menyebabkan beberapa bayi yang alergi susu sapi juga alergi terhadap susu kambing.

Di sisi lain, kandungan gula laktosa pada susu kambing diketahui lebih rendah dibandingkan dengan susu sapi, yakni sekitar 4,1%. Hal ini dianggap cukup membantu bagi bayi yang memiliki intoleransi laktosa.

Baca Juga: Puting Bayi Mengeluarkan Air Susu. Apa Penyebabnya?

Susu Kambing vs Susu Sapi, Mana yang Nutrisinya Lebih Bagus untuk Bayi?

Kandungan vitamin dan mineral pada susu kambing dan susu sapi sebenarnya cukup mirip, meskipun memang susu kambing mengandung sedikit lebih banyak kalsium, vitamin B6, vitamin A, kalium, niasin, dan selenium antioksidan.

Akan tetapi, susu sapi mengandung vitamin B12 dan asam folat yang lebih tinggi. Sementara susu kambing hanya mengandung sekitar 10% asam folat. Oleh karena itu, produk susu kambing untuk bayi yang dijual di pasaran biasanya sudah ditambahi dengan asam folat.

Jadi, meskipun memiliki beberapa kebaikan dibandingkan dengan susu sapi, penggunaan susu kambing tidak boleh diberikan pada bayi di bawah 12 bulan. Terutama jika produk yang digunakan tidak dipasteurisasi dan tanpa berkonsultasi dengan dokter.

Bila Moms masih memerlukan informasi tambahan mengenai asupan susu bayi, Moms bisa bergabung dengan WhatsApp Group Orami Moms Community.

Di WhatsApp Group Orami Moms Community, Moms bisa berkonsultasi dengan para ahli, seperti psikolog, dokter kandungan, dokter anak, konselor laktasi, konselor pernikahan, dan lain sebagainya.

orami wag
Foto: orami wag

Moms juga bisa saling bertukar cerita dengan ibu-ibu lainnya, lho! Jadi Moms akan mendapatkan banyak teman, sekaligus informasi baru.

Moms bisa langsung add WhatsApp di nomor 0811-8852-250 atau klik link ini untuk informasi lebih lanjut.

Yuk gabung WhatsApp Group Orami Moms Community untuk mendapatkan berbagai keuntungan!

(RGW)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.